
Matahari masih terik dan Rangga sudah menarik tangan Rosa memasuki rumah nya , lelaki itu terus berjalan hingga ia kini sampai di sebuah kamar yang bernuansa putih itu. dihempaskan nya tubuh Rosa ke kasur , ia sungguh tak perduli meskipun Rosa tengah mengandung anak nya . Ia emosi marah dan kesal karena perselingkuhan nya dengan Siska di ketahui oleh istrinya itu .
" Aku tak percaya mas tega mengkhianati pernikahan kita , aku juga tak menyangka gara gara wanita itu mas sering bersikap kasar dan tak peduli pada Rosa . Jangan kan perduli , mas jadi jarang pulang ke rumah karena kehadiran nya . Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik , setiap hari aku menyiapkan segala keperluan mu dari mulai makanan hingga pakaian yang kamu kemana namun itu tak ada artinya bagimu , aku tak mendapatkan balasan sama sekali . Kamu bahkan tak menganggap aku istrimu , kamu sama sekali tak memberikan aku nafkah batin . Aku ini memang istri mu tapi hanya istri di atas surat nikah tak lebih dari itu . " Ucap Rosa menangis . Batin nya tersiksa meskipun ia juga bermain di belakang namun ia tak rela jika Rangga melakukan hal yang sama .
" Dari awal aku sudah meminta mu memilih Rosa , Tapi kamu memilih bertahan dengan pernikahan semu ini . " Ucap Rangga ikut duduk di samping istrinya itu , sebenarnya ia juga merasa bersalah akan apa yang telah ia lakukan namun ia juga tak punya pilihan lain . Ia begitu mencintai Siska dan ia tak akan bisa meninggalkan wanita itu .
" Apa salah aku mempertahankan pernikahan kita mas , Semua ini aku lakukan demi anak kita . Aku tak ingin ia tumbuh tanpa kasih sayang dari kedua orang tua nya . " Ucap Rosa menangis tersedu sedu . Melihat itu Rangga jadi tak tega ,ia semakin merasa bersalah . lelaki itu mendekati Rosa dan membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya .
" Maafkan aku Rosa , aku terus menyakiti hati mu dan anak dalam kandungan mu namun aku tak bisa meninggalkan nya , aku mencintai nya Rosa . Aku sudah mencoba untuk menjauh darinya dan membuka hati ku untuk mu namun aku sungguh tak bisa . " ucap Rangga membuat tangis Rosa semakin keras .
" Aku tak mau kamu meninggalkan aku mas , aku juga tak mau di madu . " ucap Rosa memeluk tubuh Rangga erat , seakan akan tak mau membiarkan Rangga pergi meninggalkan nya .
Kepala Rangga berdenyut pusing , ia sungguh tak ingin meninggalkan Siska namun Rosa sudah berkata seperti itu jadi ia tak tau harus bagaimana lagi .
" Ada apa ini ribut ribut Rangga dan kenapa istri kamu menangis ?" tanya Lisa yang kebetulan mendengar pertengkaran anak dan menantu nya itu .
" Mama ...mama yang menyuruh ku menikah dengan mas Rangga kan ma .. Mama yang membawa ku ke pernikahan ini jadi aku mohon bujuk lah mas Rangga agar tak meninggalkan Rosa ma , Rosa tak mau anak Rosa hidup tanpa kasih sayang ayah nya . Rosa juga tak mau di madu ma . " ucap Rosa yang sudah melepaskan pelukannya dan berlari memeluk Lisa erat . Lisa tentu saja bingung dengan apa yang terjadi , wanita itu menatap tajam ke arah Rangga berusaha untuk meminta penjelasan dari anak nya itu .
" Ada apa ini Rangga kenapa kamu mau meninggalkan Rosa. Ada apa sebenarnya tolong jelaskan sama Mama Sekarang juga. " ucap Lisa seraya mengusap rambut menantu nya lembut .
"Ini masalah keluarga Rangga jadi mama tak perlu ikut campur . Rangga akan mencari jalan keluar nya sendiri ." ucap Rangga tanpa mau menatap ibunya itu .
" Kamu ini apa apa an , Ini menyangkut masa depan kamu jadi wajar dong mama ikut campur ." Ucap Lisa tak terima anak nya berkata seperti itu .
__ADS_1
" Mama yang apa apa an . Masalah ini bermula dari mama , andaikan mama dulu tak memaksa Rangga untuk menikahi Rosa mungkin semua ini tak akan terjadi ." ucap Rangga dengan nada tinggi .
" Kamu menyalahkan mama Rangga ? " tanya Lisa tak percaya dengan apa yang di katakan anak nya itu .
" Terserah Rangga pusing , di rumah ini tak ada yang benar benar mengerti kemauan Rangga . Di rumah ini hanya ada orang orang yang mementingkan perasaan mereka masing masing . " Ucap Rangga berjalan keluar dari kamar dan membanting pintu kamar nya dengan keras , rosa semakin menangis di dalam pelukan Lisa . Lisa yang melihat nya pun menjadi tak tega .
" Rosa sayang .Tenang lah nak , ceritakan pada mama apa yang terjadi dengan pelan pelan . Mama akan berusaha membantu mu . " ucap Lisa membuat Rosa menghentikan tangis nya , Kemudian ia mulai menceritakan duduk permasalahan nya dengan Rangga dari awal menikah hingga saat ini .
..
..
Di lain sisi , Siska baru saja pulang ke apartemen Rangga . Wanita itu menatap pantulan dirinya di dalam cermin , melihat mukanya yang memerah karena tamparan Rosa membuat hatinya sakit . Ia juga merasa pantas mendapatkan tamparan itu karena ia memang salah .
" Kapan semua ini berakhir aku sudah lelah ." ucap Siska menutupi mukanya dengan ke dua tangan tak lama bel pintu rumahnya berbunyi . Ia tau itu bukan Rangga karena jika Rangga pasti lelaki itu sudah masuk ke dalam apartemen .
Dengan mengusap air matanya kasar , Siska pun berjalan perlahan membuka pintu kayu yang tak jauh dari kamarnya . Dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa Ibunya lah yang datang .
" Ibu .. masuk Bu . " ucap Siska menyapa sekaligus mempersilakan ibunya itu untuk masuk .
" Ibu di sini saja , kamu habis menangis ya . ?" tanya ayu yang melihat mata putri nya itu sembab karena air mata .
" Tidak ..Siska hanya mengingat bapak tadi ." ucap Siska tak ingin ibunya itu mengetahui masalah nya .
__ADS_1
" Jangan berbohong kamu , kalau kamu benar benar memikirkan bapak mu . Lalu bekas tamparan itu apa artinya Siska ?" tanya ayu membuat Siska sadar jika ia tak bisa menutupi bekas tamparan di pipinya .
" ini .." ucap Siska bingung harus menjelaskan seperti apa pada ibunya itu .
" Kamu habis bertengkar dengan siapa ?" tanya ayu penasaran .
" Dengan pak Rangga tak mungkin dia tega memukul mu, lelaki itu kan sangat tergila gila dengan mu . Apa mungkin kamu bertengkar dengan istrinya ?" tanya Ayu membuat Siska terkejut .
" Dari mana ibu tau pak Rangga sudah memiliki istri ?" tanya Siska penasaran..
" Teman ku adalah tetangga nya jadi ibu tau saat ibu main kerumah teman ibu karena ibu tak sengaja melihat pak Rangga dan istrinya . " ucap ayu menjelaskan . Siska hanya diam saja tak berkata apa pun lagi .
" Jadi benar yang menampar kamu itu , istri pak Rangga ?" tanya ayu masih penasaran .
.
..
...
Lanjut besok ya .. Anak author lagi rewel dan susah untuk di tidurkan .
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.