Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
80 . Wulan tahu


__ADS_3

Melihat keterkejutan dari sahabatnya itu Siska langsung menghampiri nya , Wiliam mengikuti wanita itu dari belakang .


" Gue bisa jelasin lan . Loe jangan salah paham dulu . " ucap Siska pada sahabatnya itu .


" Loe memang harus jelasin Siska ... Gue sangat butuh penjelasan loe biar gue gak berpikir macam macam tentang pak Wiliam dan juga loe sis . " ucap Wulan pada mereka..


" Kalian berdua ikut saya ke ruangan saya . Saya yang akan menjelaskan semuanya . " ucap Wiliam berlalau menuju ruangan nya . Wulan memandang Siska sejenak kemudian.wamita itu menganggukkan kepalanya perlahan tanda bahwa ia menyetujui saran dari dosen nya itu .


Mereka pun mengikuti Wiliam masuk kedalam ruangan nya . Di sana mereka langsung duduk tepat di hadapan laki laki itu .


" Jadi ... sebenarnya apa hubungan bapak dengan Siska kenapa bapak melakukan hal itu pada teman saya ... apa bapak sengaja melakukan hal itu untuk melecehkan Siska . Seharusnya bapak tak bersikap seperti itu karena bapak seorang dosen pak .. Kenapa bapak melecehkan teman saya ?" tanya Wulan panjang lebar yang membuat Wiliam menghela nafas nya perlahan .


" Saya bukan orang seperti itu ya Wulan . Sebenarnya saya dan Siska sudah menikah kemarin . jadi apa salah saya mencium istri saya sendiri ?" tanya Wiliam pada wanita di hadapannya itu .


"Menikah .... Kenapa aku gak tau .. kenapa kamu gak undang aku sih sis . Kamu ini sebenarnya menganggap aku sahabat mu atau tidak . " ucap Wulan memarahi sahabatnya itu .


" Maaf Wulan . aku terpaksa harus menutupi pernikahan ini dari kamu dan juga seluruh orang di kampus ini karena aku tak mau orang orang menganggap mas wili tak profesional dan aku juga tak mau orang orang menuduhku telah menggoda dosen sendiri . " ucap Siska pada sahabatnya itu .


" Tapi tetap saja seharusnya kamu memberitahu ku Siska . Aku ini sahabatmu begitu pula dengan Irma .. kita harus saling berbagi apapun itu dan dalam keadaan apa pun itu . Baik itu senang ataupun sedih . " ucap Wulan pada sahabatnya itu .


" Iya aku tau aku salah Wulan tapi aku melakukan ini demi kebaikan rumah tangga ku . sekarang kamu sudah tau semuanya , aku harap kamu bisa menyimpan rahasia ini rapat rapat terutama jangan beritahu Irma dulu ya ...aku belum mau Irma tau , kamu tau sendiri kan Irma itu orang yang suka keceplosan kalau ngomong . " ucap Siska pada sahabatnya itu .


" Sebenarnya aku tak setuju dengan mu bagaimana pun Irma harus tau tapi ... kata mu juga benar , dia suka keceplosan jadi lebih baik kita jangan beritahu dia untuk sementara waktu . " ucap Wulan membuat Siska dan Wiliam lega .


" syukurlah kalau begitu aku bisa tenang . " ucap Siska sedikit lega karena telah mengungkapkan kebenaran nya pada sahabatnya itu .

__ADS_1


" Iya ... em tapi ngomong ngomong bagaimana kalian bisa menikah , bukankah selama ini kalian jarang bersama dan kalaupun bersama pasti saat pelajaran di mulai . aku tak pernah melihat kalian berduaan di kampus Bahkan Siska bilang dia tak suka dengan sikap bapak yang galak waktu itu ... Tapi .. entahlah aku bingung tolong jelaskan secara rinci kepada ku . " ucap Wulan pada sahabatnya itu .


" Itu karena takdir yang membuat kami terikat suatu hubungan ." ucap Wiliam tersenyum mengingat kejadian saat ia di paksa menikahi siska saat ia tersesat dulu bersama dengan istrinya itu .


" Ck ..bapak ini kenapa jawaban nya seperti itu kan wulan jadi semakin penasaran .Siska tolong beritahu aku ..aku sangat penasaran sekali."ucap Wulan pada sahabatnya itu .


" Em ...itu ..aku malu mengatakan nya Wulan. " ucap Siska tersenyum malu malu bahkan pipinya pun sudah memerah karena nya , Wiliam sungguh gemas dengan ekspresi wajah istrinya itu . Ingin sekali ia mencubit pipi istrinya itu pelan namun ia tak bisa melakukan itu mengingat Wulan berada di antara mereka saat ini .


" Kenapa kamu malu begitu sayang ... katakan lah . " ucap Wiliam menggoda istrinya itu .


" Mas ini kenapa panggil Siska begitu kan Siska jadi malu apalagi ada Wulan di tengah tengah kita . " ucap Siska berusaha menahan senyum nya .


" Ah tak apa aku tau kalian pengantin baru hehe tapi ...aku sedikit iri saja dan tak menyangka seorang dosen galak dan tampan seperti bapak malah terpikat oleh sahabat ku yang cantik dan baik ini aku kira bapak ini tipe yang lempeng terhadap perempuan dan tak bisa semesra itu dengan perempuan tapi ternyata aku salah . " ucap Wulan tersenyum melihat Wiliam yang seperti nya sangat romantis terhadap sahabat nya itu .


" sudahlah jangan bahas masalah itu lagi , sekarang aku mau bertanya soal Irma ...kalian mau ke rumah Irma kapan dan diantar siapa ?" tanya Wiliam pada istrinya dan sahabat istrinya itu .


" Kami naik angkot saja pak , toh rumah Irma tak jauh dari sini . " ucap Wulan pada dosennya itu .


" kalau begitu mas saja ya sis yang Antar ke rumah sahabat mu itu ... aku tak mau kamu panas panas san di jalan menunggu angkot datang . " ucap Wiliam pada istrinya itu .


" Tapi kalau nanti mas ketahuan sama Irma gimana , Aku masih belum siap mas jika Irma mengetahui hubungan kita cukup Wulan saja yang tau mas . Aku tak ingin merusak reputasi dan karir mu . " ucap Siska pada suaminya itu .


" Terus bagaimana apa kamu mau nyetir mobil sendiri . Enggak ya sayang kamu belum pernah mengendarai mobil sebelum nya jadi aku gak akan izinkan . " ucap Wiliam pada istrinya itu .


" Terus Siska harus bagaimana mas , naik angkutan umum gak boleh nyetir mobil sendiri juga gak boleh . " ucap Siska cemberut .

__ADS_1


" Bagaimana kalau Kak Ibra saja yang mengantar mu. Bukankah dia libur kerja hari ini ,. " ucap Wiliam memberi usul pada istrinya itu .


" Em benar juga ...kak Ibra pasti mau nganter kita kesana sis . " ucap Wulan senang karena ia tak harus naik angkutan umum dan berdesak desakan dengan orang orang .


" Belum tentu juga . " ucap Siska ragu karena saat ini kakak nya sudah memiliki kekasih dan mungkin kakak nya itu akan menghabiskan hari liburnya bersama dengan Cintia .


.


" Kenapa belum tentu ?" tanya Wulan penasaran . Siska hanya diam saja tak menjawab pertanyaan sahabatnya itu .


" Hubungi dulu sayang .. untuk memastikan.. " ucap Wiliam pada istrinya itu .


" Baiklah aku coba hubungi kak Ibra , tapi jika kak Ibra tak bisa aku sama Wulan naik taksi saja ya mas . "ucap Siska pada suaminya itu .


" iya sayang ." ucap Wiliam tersenyum . kemudian Siska segera menghubungi kakak nya itu ... Wiliam dan Wulan hanya bisa menunggu sampai Siska mendapatkan Jawa dari Kakak nya itu.


.


.


Maaf baru up ya . author lagi sakit mata ...doakan supaya cepat sembuh .


jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .


dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.

__ADS_1


__ADS_2