Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
48 . insiden


__ADS_3

Rangga berjalan memasuki rumah nya dengan langkah panjang , ia langsung mencari keberadaan Siska . Ia akan memberi wanita itu pelajaran karena telah membuat anak nya dalam bahaya .


" Siska ...Siska di mana kamu . " teriak Rangga di bawah tangga yang menghubungkan lantai bawah dan atas . Siska yang sedang merapikan kasur nya pun terkejut dengan teriakan itu.


Ia segera keluar dari kamar dan turun kebawah , ia ingin tau ada apa sebenarnya hingga Rangga berteriak memanggil namanya.


" Ada apa mas ?" tanya Siska menatap Rangga bingung . Rangga tersenyum sinis setelah mendengar pertanyaan Siska itu . Ia langsung menampar wajah Siska yang membuat Siska terkejut dengan apa yang di lakukan suami nya itu.


" Ada apa mas kenapa kamu menampar ku ?" tanya Siska dengan mata berkaca kaca .


" Ada apa kamu bilang . Gara gara kamu anak saya hampir kehilangan nyawanya . Ini semua gara gara kamu , apa tak cukup bagimu merusak rumah tangga ku Siska . Apa belum cukup kamu melukai hati ku kenapa kamu tega padaku Siska . Sebenarnya apa salah ku . " bentak Rangga tepat di hadapan muka Siska .


" Apa maksud mu mas aku sama sekali tak mengerti . Sebenarnya ada apa ini tolong jelaskan yang jelas agar aku tak kebingungan dari awal kita menikah kamu selalu menyalahkan aku , kamu bilang aku telah membuat rumah tangga mu hancur . kamu bilang aku yang membuat mbk Rosa kehilangan nyawanya aku sama sekali tak paham dan tak mengerti akan semua yang kamu tuduhkan terhadap ku . Aku tak melakukan apapun yang membuat mbak Rosa meninggal dan aku juga tak tau bagaimana aku bisa membahayakan nyawa Riyan . Tolong jelaskan padaku dulu sebelum kamu marah dan mencaci maki ku seperti ini . " ucap Siska sudah tak tahan lagi menahan segala keluh kesah di hatinya , hormon ibu hamil membuat ia mudah terpancing emosinya dan mudah sekali menangis .


" Jangan pura pura lagi Siska . kamu sendiri yang mengirimkan foto itu hingga membuat aku bertengkar dengan Rosa hingga wanita itu mengalami kecelakaan karena mengejar ku . Aku tak akan marah jika foto itu memang benar adanya namun foto yang kamu kirimkan itu sama sekali tak benar . Rosa tak selingkuh seperti yang kamu tuduhkan pada nya , kamu tau kan aku paling benci orang yang mempermainkan disaat buruk untuk membuat orang lain menderita tapi kenapa kamu malah melakukan itu padahal kamu tau aku membencinya Siska kenapa . " ucap Rangga berteriak .


" Foto apa mas ...aku sama sekali tak tau foto yang kamu maksud . Dan aku tak pernah menuduh mbak Rosa selingkuh apa lagi mengatakan bahwa mbak Rosa selingkuh pada dirimu aku sama sekali tak melakukan hal seperti itu mas . " Ucap Siska menatap Rangga tak percaya dengan apa yang Lelaki itu katakan.


" Lalu ini apa ...Ini jelas jelas nomer handphone mu Siska dan kamu masih saja mengelak dengan mengatakan ini bukan kamu . " ucap Rangga menunjukkan sebuah foto pada wanita di hadapannya itu .


Siska meraih hendphone itu , wanita itu menatap tak percaya dengan pesan yang masih Rangga simpan . Ia sungguh tak mengirimkan foto itu pada Rangga tapi bagaimana pesan itu bisa terkirim dari nomer handphone nya , ia juga bingung dan bertanya-tanya siapa yang telah mengirimkan pesan itu pada Rangga .


" Kenapa diam . Kamu tak bisa mengelak kan . " teriak Rangga pada siska .


" Ini memang nomerku mas tapi aku sama sekali tak pernah mengirimkan pesan ini kepadamu . aku bersumpah . " ucap Siska berlinang air mata .

__ADS_1


" Sumpah mu tak berarti bagiku Siska , bagiku bukti lebih nyata dari pada omongan mu itu . Aku membenci mu sangat membenci mu . Kamu wanita yang paling aku benci di dunia ini . " Ucap Rangga setelah itu ia mencengkram bahu Siska dan mendorong wanita itu ke lantai . Siska tersungkur jatuh ke lantai . Perutnya terbentur anak tangga , wanita itu berusaha melindungi perut nya namun tetap saja ia tak bisa .


" Sakit ....Sakit mas ..." teriak Siska memegangi perutnya yang terasa di remas . Wanita itu seketika teringat janin dalam kandungan nya . Mengingat itu ia menangis seketika , matanya menatap darah segar yang mulai keluar dari celah kaki nya .


" Tidak ...anak ku ... " ucap Siska berteriak seraya menangis . Rangga yang melihat itu pun tertegun , ia teringat kejadian di mana Rosa terpeleset dan darah segar pun keluar dari selah kaki Rosa .


Sedangkan Jordan yang tak sengaja sedari tadi memperhatikan pertengkaran Siska dan Rangga langsung berlari menghampiri Siska . Lelaki itu membantu Siska berdiri .


" Kenapa kamu diam bodoh ..." Teriak Jordan membentak Rangga . Rangga seketika tersadar , ia langsung membantu Jordan memapah Siska menuju mobilnya . Ia akan membawa Siska kerumah sakit untuk di tangani oleh para dokter .


" Maafkan aku Siska ...maaf aku mohon bertahan lah , jangan tinggalkan aku . " ucap Rangga yang saat ini tengah menggenggam tangan wanita itu erat .


" Dasar bodoh ....aku menyesal memiliki sahabat bodoh seperti mu Rangga . " gerutu Jordan pelan yang tak mampu Rangga dengar , lelaki itu kembali memperhatikan jalanan di hadapannya .


..


.


Di lain sisi Ibra tengah terdiam di koridor rumah sakit , lelaki itu sedang sedih karena tak kunjung menemukan keberadaan adiknya . Berbagai usaha telah ia lakukan namun hasilnya selalu nihil . Bahkan detektif hebat yang di sewa ayah nya pun tak berhasil menemukan keberadaan adiknya .


" Sebenarnya kamu di mana Siska kenapa sampai sekarang kakak belum bisa menemukan mu . " Ucap Ibra lirih .


" Permisi permisi pasien darurat . " ucap seorang suster yang mendorong ranjang rumah sakit dengan tergesa gesa di ikuti oleh kedua orang lelaki di belakang nya , Ibra langsung memperhatikan pasien yang baru datang itu dan Betapa terkejutnya ia saat ia mengetahui adiknya terbaring di ranjang itu seraya meringkuk kesakitan memegangi perutnya .


Ibra langsung berlari menghampiri ranjang yang saat ini sudah terlewat jauh darinya . Ia akan bertanya kenapa adiknya bisa dalam keadaan seperti itu .

__ADS_1


" Mohon tunggu disini ya ...Kami akan menangani pasien . " Ucap suster perempuan setelah itu mendorong ranjang Siska kedalam ruang UGD . Rangga hanya bisa pasrah berharap Siska akan baik baik saja di dalam sana .


" Kalian siapa , kenapa adik ku bisa bersama kalian. " ucap Ibra yang baru sampai . Lelaki itu menatap kedua pria yang sedari tadi membawa adiknya kerumah sakit .


Rangga yang mendengar pertanyaan itu dari orang yang sama sekali tak pernah ia lihat dan kenal pun merasa heran dan bingung .


" Kamu sendiri siapa kenapa kamu bilang Siska itu adikmu , setahu ku Siska tak memiliki kakak laki laki ?" tanya Rangga menatap tajam kearah Ibra , ia merasa laki laki dihadapan nya itu mengada Ngada karena Siska sama sekali tak pernah bercerita jika ia memiliki kakak laki laki apalagi kakak laki laki nya itu seorang dokter .


" Saya kakak kandung nya , kami memang terpisah selama belasan tahun dan baru bertemu 6 bulan yang lalu . Tak penting ceritanya seperti apa yang saat ini penting bagi saya adalah ada apa dengan adik saya . Kenapa dia bisa seperti itu ?" tanya Ibra pada Leko laki di hadapannya .


Rangga terdiam , ia belum bisa menceritakan masalahnya dan Siska pada orang lain . Sementara Jordan lelaki itu menghela nafas nya perlahan . Ia melirik Rangga yang seperti nya enggan untuk menceritakan masalah nya dan siska .


" Ck ... kalau kalian tak mau memberitahu ku biar aku sendiri yang mencari kebenaran nya . " ucap Ibra berjalan menuju pintu UGD dan memasuki pintu itu dengan pelan .


.


.


..


Kasian ya Siska semoga ia tak menderita lagi setelah kedatangan kakaknya .


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author . ,

__ADS_1


__ADS_2