
" Iya apa aku menggangu mu kak ?" Tanya Irma lagi karena tak mendapatkan jawaban dari orang di hadapannya itu .
" Tidak ... sama sekali tidak , justru aku senang kamu berkenan datang kemari . Tapi ...apa yang membuat mu datang kemari apa kamu sengaja menjenguk ku ?" Tanya Ibra tersenyum tipis pada wanita di hadapannya itu .
" Em ... Iya kata Siska Kakak demam jadi aku kesini saja sekalian jenguk Kakak . " Ucap gadis itu membalas senyum yang Ibra berikan .
" Oh begitu rupanya.. " Ucap Ibra paham , laki laki itu pun berusaha bangkit dari tidurnya dan menyenderkan kepalanya ke kepala ranjang .
" Bagaimana keadaan kakak apa sudah lebih baik ?" Tanya Irma ramah .
" Belum padahal aku sudah minum obat tadi tapi rasanya obat saja tak mempan untuk ku . " Ucap Ibra masih merasakan kedinginan di seluruh tubuh nya .
" Em ... sebenarnya ada obat lain yang manjur untuk orang meriang loh kak . " Ucap Irma pelan. Ibra menyipitkan matanya berusaha mencari tahu apa obat lain yang Irma maksud .
" Apa itu ?" Tanya Ibra penasaran .
" Kalau kakak tak keberatan Irma bisa membantu kakak untuk memberikan obat itu . " ucap Irma tersenyum tulus karana ia memang berniat membantu laki laki di hadapan itu .
" Baiklah ... kamu bantu aku ya , aku sungguh tak tahan sakit begini mau apa apa rasanya gak enak banget sampai sampai aku tak bisa bekerja karena sakit seperti ini . " Ucap Ibra akhirnya menyetujui Irma untuk membantu nya .
" Baiklah kalau begitu . Sekarang kakak duduk membelakangi Irma . " Ucap Irma yang ikut duduk di atas ranjang kakak sahabatnya itu . Ibra sebenarnya merasa aneh dengan permintaan wanita di hadapannya itu namun dia tetap menuruti nya . Laki laki itu mulai duduk membelakangi Irma .
" Eh kamu mau apa ?" Ucap ibra panik ketika Irma menarik baju nya keatas .
" Sudahlah kak ..kakak diam saja ini cara terbaik untuk membuat badan Kakak enak kan ini resep dari nenek Irma yang tinggal di desa loh . " Ucap Irma membuat Ibra akhirnya pasrah walaupun pikiran nya saat ini sudah terbang kemana mana .
" Kakak punya koin sama minyak oles gak ?" tanya Irma pada laki laki di hadapannya itu .
" Sebentar aku cari dulu di laci seperti nya ada , tapi kamu mau apa dengan kedua barang itu ?" Tanya Ibra khawatir perasaan nya pun mulai tak enak .
" Sudahlah ..kakak jangan banyak omong . Irma tau apa yang akan Irma lakukan . " ucap Irma tak lagi bisa di bantah oleh Ibra laki laki itu langsung menyerahkan barang permintaan Irma di tangan wanita itu .
" Sekarang .. bersiaplah kak ..." Ucap Irma yang membuat Ibra bergeridik ngeri tak lama Irma mulai mengoleskan minyak dan juga koin ke kulit laki laki itu .
Karena itu pertama kalinya untuk Ibra laki laki itu sungguh kesakitan dengan apa yang Irma lakukan .
__ADS_1
" Aduh...aduh sakit ma ...kamu ngapain aku sih ... Sakit . Udah udah jangan di terusin . " Ucap Ibra kelojotan merasakan perih dan juga sakit di punggung nya .
" Kakak tahan dong masak laki laki gak kuat sakit sih . Kakak pengen sembuh kan kalau pengen sembuh diem ..... biar Irma lanjutin ini dulu . " Ucap Irma memarahi laki laki di hadapannya itu .
" Pengen sembuh sih .. tapi gak gini juga Irma ...ini malah bikin aku tambah sakit .. " Teriak Ibra karena Irma tak kunjung menghentikan aksinya .
" Tahan dulu kak ... sebentar lagi selesai kok . " ucap Irma tanpa sadar berteriak . Siska yang mendengar suara sahabatnya itu pun langsung menutup mulutnya tak percaya .
" Apa yang mereka lakukan di kamar sana ...kenapa kak Ibra begitu kesakitan ... apa mereka berbuat yang tidak tidak . Tapi masak kak Ibra sama Irma orang yang seperti itu sih . Aduh bagaimana ini mana gak ada orang di rumah lagi . Apa aku telvon mas Wiliam saja ya ..iya seperti nya aku harus suruh mas Wiliam untuk segera pulang . " Ucap Siska langsung berlalau pergi dari depan pintu kamar kakak nya .
" halo mas ... " Ucap Siska ketika telvon nya tersambung..
" assalamualaikum sayang ada apa mas masih dijalan nih sebentar lagi nyampai kampus . " Ucap Wiliam pada istrinya itu .
" Waalaikumsalam mas ...mas pulang cepetan ini gawat mas . " Ucap Siska dengan nada panik .
" Ada apa sayang kenapa kamu panik gitu ?" tanya Wiliam pada istrinya itu .
" Pokoknya cepat Tan pulang mas ... " Ucap Siska setelah itu langsung menutup telvon nya . Wiliam yang mendapat telvon itu pun langsung panik , ia segera memutar balik mobilnya . Ia takut sesuatu yang tak di inginkan terjadi pada istrinya , ia menancap gas dengan kecepatan tinggi agar dirinya segera sampai rumah .
" Belum selesai kak tinggal satu baris lagi yang kiri ...Sabar sedikit . " Ucap Irma pada laki laki di hadapannya itu .
" Ah ... sakit pelan pelan kek . " Ucap Ibra marah karena Irma melakukan itu dengan sangat keras .
" Hehehe maaf kak aku terlalu bersemangat . " Ucap Irma merasa bersalah pada laki laki di hadapannya itu .
" Mereka belum selesai juga ... bagaimana ini kenapa mas Wili lama sekali gak pulang pulang apa ...aku dobrak saja pintu ini tapi ... aku wanita mana bisa dobrak pintu ini sendirian . " Ucap Siska pada dirinya sendiri .
" Ada apa sayang kamu kenapa ?" tanya Wiliam yang baru datang dengan nafas ngos ngosan .
" Itu di dalam mas ...mas gak denger apa . " ucap Siska kesal dan panik bercampur menjadi satu .
" Akh ...sakit Irma ...sudah . " teriak Ibra yang membuat Siska semakin panik di buatnya .
" Cepetan mas ...dobrak pintu nya . " ucap Siska pada suaminya itu karena ikut panik mendengar suara teriakan Ibra itu akhirnya Wiliam pun mendobrak pintu itu dengan paksa ...
__ADS_1
Dan apa yang mereka lihat .
Ibra tengah duduk dan Irma tengah membantu Ibra kerokan. Wiliam langsung menatap istrinya itu seraya menggelengkan kepalanya perlahan sementara Siska .
Wanita itu menggaruk tengkuknya salah tinggal karena dirinya sudah salah sangka dengan apa yang sahabat dan kakak nya lakukan .
" Ada apa ini kenapa kalian mendobrak pintu ku ?" tanya Ibra kesal karena akibat perbuatan adik dan adik iparnya itu pintu kamar nya jadi rusak .
" Em ...itu kak ..aku ...maaf kak aku salah sangka .Aku kira kakak dan Irma sedang berbuat yang tidak tidak di dalam kamar karena kakak teriak teriak seperti itu jadi Siska salah paham deh. . " ucap Siska merasa bersalah pada kakak nya itu .
" Kamu ini ada ada saja . Kakak mana mungkin berbuat hal seperti itu Siska , Irma tadi hanya membantu kakak untuk kerokan itu saja gak lebih kakak mu ini juga tahu batasan dan sopan santun . " ucap Ibra pada adiknya itu .
" Iya sis lagian loe kan udah kenal gue lumayan lama jadi loe udah tau dong gue seperti apa ... gue bukan orang seperti itu Siska dan loe tau itu . " ucap Irma sedikit kesal karena Siska berpikir yang tidak tidak tentang nya .
" Iya iya maaf gue kan gak tau . " Ucap Siska menundukkan kepalanya perlahan .
" Lain kali ... jangan gitu lagi ya ..cari tau kebenaran nya dulu baru bertindak . " Ucap Wiliam mengusap kepala istrinya itu yang tertutup jilbab nya .
" Iya mas ..maaf ya gara gara aku kamu jadi harus putar balik dari kampus kesini . " Ucap Siska merasa bersalah pada suaminya itu .
" Tak apa asal kamu baik baik saja mas lega . " Ucap Wiliam memeluk istrinya itu erat .
..
..
...
Sampai sini dulu besok lanjut lagi ya ..
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
Selamat beristirahat .
__ADS_1