Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
116 . Tak bisa tidur tanpa mu .


__ADS_3

" Kamu takut sayang ?" Tanya ibra seraya menggenggam tangan kekasih nya itu erat .


" Sudah tau nanya kenapa sih kakak ajak aku nonton film horor begini nanti malam pasti aku gak bisa tidur dengan nyenyak gara gara ketakutan . " Ucap irma memanyunkan bibirnya kesal , melihat bibir itu ibra jadi ingin mencium nya .


" Ibra apa yang kamu pikirkan kenapa kamu jadi sangat mesum begini saat dekat dekat dengan irma . " Ucap ibra dalam hatinya , laki laki itu nampak menggelengkan kepalanya pelan berusaha mengusir pikiran kotor dalam benak nya .


" Tapi ...ini juga kesempatan yang langka , hanya cium saja mungkin tak apa apa. " Ucap ibra dalam hatinya .


" Sayang ..." Panggil ibra berbisik di telinga irna yang semakin membuat wanita itu merinding di buatnya .


" Ada apa kak ?" Tanya irma menatap kekasihnya itu tajam . Semua orang tak memperhatikan mereka , mereka sibuk dengan film yang berada di hadapan nya .


Tempat di mana mereka duduk pun cukup sepi semakin membuat ibra yakin untuk melaksanakan niat nya .


" Kamu tau kan kita jarang bersama , aku selalu sibuk dengan pekerjaan ku begitu pula dengan kamu . Tak ada waktu untuk bermesraan bersama jadi ...maaf bolehkah aku mencium mu ?" Tanya ibra membuat irma melotot , Beluk sempat gadis itu menjawab nya ibra sudah lebih dulu mencium nya dengan lembut dan menuntut .


Awalnya irma tak berniat membalas ciuman itu , ia khawatir ada yang melihat apa yang mereka lakukan tapi semakin lama ibra semakin menuntun nya . Akhirnya irma pun berusaha membalas ciuman duda tampan itu meskipun ia tak berpengalaman dan lebih berpengalaman ibra .


Ibra memasukan lidah nya kedalam mulut irma , mengaksen setiap rongga mulut wanita itu . Irma terbuai dan mulai mengikuti cara yang sama dengan apa yang ibra lakukan .


" Kamu cepat sekali belajar . " Ucap ibra terkekeh pelan . Nafas mereka memburu , teriakan para pengunjung yang ketakutan dengan film yang mereka tonton pun tak mereka hiraukan .


" Aku takut ada yang melihat kita kak ..." Ucap irma melihat sekeliling nya .


" Tak akan ada sayang . " ucap ibra kembali memungut bibir itu ******* dan menghisapnya perlahan .


Suara decak ciuman itu teredam oleh suara bioskop . Ibra sungguh bahagia karena mendapatkan kesempatan langka seperti itu .


Tangan laki laki itu mulai beraksi meremas buah di hadapan nya dengan gemas . irma ingin protes namun ia juga menikmati hal baru yang ibra berikan kepadanya .


" Maaf aku khilaf ... Ck , cepatlah jadi istriku sayang atau aku tak bisa menahan nya lagi . " Ucap ibra setelah mereka menyudahi aktivitas panas mereka itu .


" Dasar om om mesum ... duda mesum . " Ucap irma kesal .


" Mesum tapi kamu suka kan . " Ucap ibra menggoda irma .


" Dasar kak ibra . " ucap irma memukul lengan laki laki itu sekuat tenaga nya . Ibra hanya terkekeh pelan kemudian ia berbisik di telinga kekasih nya itu .


" Kita lanjutkan kegiatan kita ini nanti setelah kita menikah ya , aku tak sabar menanti hal itu terjadi . " Ucap ibra membuat pipi irma memerah .


" Sepertinya kita harus sering meluangkan waktu agar kejadian seperti ini bisa terulang lagi . " Ucap ibra menarik turunkan alisnya . Irma hanya diam seraya menahan senyum nya yang sedari tadi ingin ia perlihatkan pada laki laki itu .

__ADS_1


" Irma ...kali ini aku serius , aku sudah memikirkan ini berkali kali . Ayo kita menikah bulan depan bagaimana aku ingin mengikat kamu dalam sebuah pernikahan agar tak ada fitnah di antara kita . " Ucap ibra menatap manik mata irma dengan serius .


" Apa kakak melamar ku ?" Tanya irma menatap laki laki di hadapan nya itu dengan pandangan tak percaya .


" Iya aku melamar mu apa kamu mau menerima lamaran ku . Jika iya aku akan membawa orang tua ku kerumah mu segera . " Ucap ibra penuh dengan kesungguhan .


" Tapi kita belum lama kenal kak . " Ucap irma ragu , ia takut laki laki di hadapan nya akan membuat ia kecewa suatu saat nanti .


" Apa yang kamu ragukan dari ku ?" Tanya ibra penasaran .


" Banyak .." Ucap irma membuat ibra mengerutkan dahinya bingung .


" Apa , apa aku kurang tampan kurang seksi hem ?" Tanya ibra sedikit bergurau dengan kekasihnya itu .


" Bukan itu ...kakak tampan ahem ...kakak juga seksi tapi irma takut kakak akan meninggalkan irma suatu saat nanti . kakak belum mengenal betul sifat irma , irma juga masih seperti anak kecil belum bisa dewasa . Irma yakin saat kita menikah nanti kita pasti akan banyak cekcok dan bertengkar ." ucap irma mengutarakan isi hatinya pada ibra . Ibra tersenyum dan mengusap pipi kekasihnya itu dengan sayang .


" Aku bukan tipe pria yang tak setia aku juga bukan tipe pria yang mudah meninggalkan wanita nya . Jika aku melakukan hal itu kamu boleh menghukum ku dengan semau mu aku akan menerima nya dengan senang hati . Dan soal dewasa , kamu tak perlu menjadi dewasa asa aku yang akan membimbing mu perlahan lahan . Dalam rumah tangga memang banyak lika liku nya namun ...kakak berjanji akan membahagiakan mu . kakak tak akan mengecewakan mu . " ucap ibra penuh keyakinan . Ucapan ibra mulai menggoyahkan hati irma . ia ingin menerima lamaran laki laki itu namun ia ragu .


" Tapi .." ucap irma membuat ibra tersenyum .


" Kakak akan menunggu mu sayang , tapi umur kakak juga semakin tua . Kakak tak mau menua sendiri , kakak ingin menua bersama mu . " Ucap ibra dengan kata kata yang mampu membuat irma luluh .


" Terimakasih sudah mau mengerti aku sayang ...aku mencintai mu . " Ucap ibra menatap mata kekasihnya itu lekat .


" Aku juga mencintai mu kak .." Ucap irma tersenyum .Kemudian mereka kembali berciuman lagi dan lagi . Ibra merasa bibir irma adalah candu untuk nya .


Hari semakin malam , siska telah berganti pakaian nya dengan baju tidur begitu pula dengan wiliam .


" Kamu yakin aku tidur di luar sayang ?" Tanya wiliam seraya memegang selimut dan bantal yang istrinya itu berikan untuk nya .


" Iya sana...anak mu gak mau lihat muka bapak nya yang sudah memarahi mama nya se enak nya . " Ucap siska mendorong tubuh wiliam untuk semakin menjauh dari dirinya .


Wiliam menghela nafas nya perlahan , ia mengerti siska masih marah dengan nya . Dengan langkah perlahan wiliam melangkahkan kaki keluar dari kamar nya setelah menutup pintu kamar itu perlahan .


" Dia benar benar pergi . " Ucap siska duduk menatap pintu kamar yang sudah tertutup rapat .


" Ck ...biarkan saja , salah siapa nuduh orang yang nggak ngak . " ucap siska mulai memejamkan matanya .


Ibra memasuki rumah nya dengan perlahan ia baru saja mengantar irma pulang kerumah nya dan ia di kejutkan dengan wiliam yang tengah menuruni tangga dengan membawa guling dan bantal di tangan nya . Muka laki laki itu sedih dan tak bersemangat .


" Kamu di usir dari kamar ?" Tanya ibra berusaha menahan tawanya melihat nasip malang yang menimpa adik iparnya itu .

__ADS_1


" Iya kak .." Ucap wiliam lesu .


" Bukannya kamu yang marah kenapa malah siska yang marah pakai ngusir kamu segala lagi ." Ucap ibra menggelengkan kepalanya perlahan tak mengerti dengan kelakuan adik ipar dan adiknya itu .


" Aku yang salah udah marah marah nuduh dia yang ngak enggak jadinya ya dia ngamuk . Aku di suruh tidur di luar . Kakak sendiri kenapa baru pulang ?" Tanya wiliam pada kakak iparnya itu .


" Kamu kayak gak tau orang kasmaran saja , au tadi jalan jalan sama irma sebentar setelah itu kami nonton terus makan malam berdua . " Ucap ibra menjelaskan .


" Pacaran terus kapan di halalin nya kak ?" Tanya wiliam terkekeh .


" Sebentar lagi ...mungkin bulan depan . besok aku mau datang kerumah nya sama mama dan papa. " Ucap ibra menjelaskan terpancar rauto kebahagiaan di wajah nya .


" Kalau begitu selamat aku doakan semuanya berjalan lancar . " Ucap wiliam pada kakak iparnya itu .


" Terimakasih ..sudah dulu aku mau mandi dulu gerah ." ucap ibra berjalan meninggalkan wiliam sendirian .


Sementara di dalam kamar siska tak bisa memejamkan matanya , berkali kali ia memejamkan mata namun kembali terbuka karena merasa ada yang kurang .


" Ih ... dia benar benar tidur di luar ?" tanya siska pada dirinya sendiri .


" Aku gak bisa tidur tanpa dirinya . " Ucap siska bangkit dari tidur nya kemudian wanita itu berjalan perlahan menyusul suaminya .


Di lihat nya sang suami yang mulai memejamkan matanya di atas sofa .


" Mas .." Panggil siska pelan seraya mengusap lengan suaminya itu perlahan .


Tak ada jawaban karena wiliam mulai terbawa ke alam mimpi nya , siska kesal . ia mencoba membangunkan suaminya kembali namun suaminya tak mau bangun .


" Mas ..." Teriak siska yang membuat wiliam bangun dari tidur nya laki laki itu menatap siska penuh dengan tanda tanya .


" Temani aku tidur aku gak bisa tidur . " Ucap siska membuta wiliam tersenyum ia tau istrinya itu tak akan bisa tidur tanpa dirinya .


" Baiklah ayo kekamar . " Ucap wiliam mencium pipi istrinya itu pelan setelah itu mereka pun kembali ke kamar .


..


.


.


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya . Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .

__ADS_1


__ADS_2