
Hari pernikahan Siska dan Wiliam akhirnya pun tiba, semua orang sibuk mempersiapkan makanan untuk para tamu dan lain nya sibuk dengan hal lain nya .
Wiliam tengah duduk dengan cemas di sebuah meja yang akan ia gunakan untuk akad nanti , meskipun ia sudah pernah mengucapkan akad dulu ... Namun dulu pernikahan nya dan Siska tak sah karena tak adanya kehadiran bapak dari calon istrinya itu .
Kini ia akan mengulangi akad nya agar sah di mata agama maupun di mata negara . Sementara itu di lain sisi Siska tengah menatap pantulan wajahnya di cermin . Ia merasa cukup puas dengan hasil riasan di wajahnya , Ia tak menyangka jika ia akan secantik itu . Apa lagi saat ini ia tengah menggunakan gaun muslimah yang ibu mertua nya buatkan .
Gaun itu menyempurnakan kecantikan nya , ia senang dan bahagia karena pernikahan impian nya pun akan segera terlaksana . Dulu saat ia menikah dengan Rangga tak ada acara pernikahan seperti ini , ia sama sekali tak bahagia waktu itu . Tak ada pesta dan tak ada cinta saat ia menikah dengan Rangga dulu .
Namun kali ini berbeda , ia menikah dengan cinta . Dan juga ia bahagia dan tak sabar pernikahan ini segera terjadi . Ia harap pernikahan itu akan berjalan dengan lancar dan dirinya pun bisa lebih bahagia lagi bersama dengan orang yang ia cintai .
" Anak mama cantik sekali .." ucap seseorang yang baru saja datang menghampiri nya di salah satu kamar hotel tempat ia melangsungkan pernikahan nya . Siska hanya tersenyum menatap ibunya itu dengan bahagia .
" Kamu tau Siska mama sungguh tak menyangka hari ini akan datang . Dulu kamu masih bayi ..Mama menggendong mu dan kamu sama sekali tak mau di ajak siapapun selain mama saat kamu bisa berjalan mama begitu senang dan bahagia hingga kita pun harus berpisah karena suatu keadaan dan mama baru bisa bertemu kamu kembali setelah kamu dewasa . Mama merasa masih kurang memanjakan kamu nak , bagi mama kamu Selalu menjadi anak kecil yang menggemaskan namun ... kenyataan nya anak kecil mama memang sudah tumbuh menjadi wanita dewasa dan sebentar lagi anak mama akan menikah . Mama tak tau harus sedih atau bahagia ... " Ucap flora tanpa sadar meneteskan air matanya . Ia masih merasa bersalah karena telah berpisah dengan anak nya selama belasan tahun lamanya .
Ia juga merasa sedih karena selama ini ia merasa belum cukup membahagiakan anak nya itu .
" Mama jangan ngomong gitu Siska akan tetap tinggal bersama mama kok ma Siska tak akan meninggalkan mama . Dan satu hal yang mama perlu tau , selama ini Siska sudah merasa cukup dengan kasih sayang yang mama berikan ...selamanya Siska akan selalu menjadi anak.kecil mama dan selamanya akan selalu seperti itu jadi mama jangan bersedih lagi , Siska tak tega melihatnya . " Ucap Siska pada ibunya itu.
" Mama ini ... Kenapa malah nangis di hari pernikahan Siska seharusnya mama bahagia dan menasehati Siska supaya menjadi istri yang baik dan menurut pada suaminya bukan malah menangis dan membuat Siska sedih . " ucap Bram yang datang keruangan itu .
" Mama hanya mengutarakan isi hati mama pa.... " Ucap flora mengusap air matanya dengan tisu .
Bram hanya diam , laki laki itu duduk di sebelah istrinya dan mengusap bahu istrinya perlahan berusaha menguatkan istrinya itu .
__ADS_1
" Siska sayang ... Setelah ini kamu akan menjadi seorang istri . Bagaimana pun kekurangan suami mu nanti kamu harus menerima nya nak . Jangan membantah suami mu ..Turuti lah apa yang dia inginkan layani lah dia dengan baik nak dan satu hal lagi sayang jika ada masalah bicarakan lah dengan baik baik jangan mementingkan ego mu . Kamu paham kan sayang . " Ucap flora pada anak nya itu .
" Iya ma Siska paham kok . " Ucap.siska tersenyum tipis .
" Baguslah jika kamu sudah paham sayang . " Ucap flora mengusap kepala anak nya yang tertutup jilbab itu .
" Siska ... Papa tak bisa memberikan apa apa untuk hadiah pernikahan mu . Hanya ini yang bisa papa berikan semoga kamu bahagia bersama dengan Wiliam . Dan Jangan sungkan meminta bantuan pada papa mu ini jika kamu menemui masalah apapun itu . " Ucap Bram mengerahkan sebuah amplop besar kepada anak nya itu .
" Ini apa pa ...?" Tanya Siska pada ayah nya .
" Bukalah kamu akan tau apa isinya. " Ucap Bram pada anak nya itu .
Dengan perlahan Siska membuka amplop coklat besar itu , mata siska melotot saat mengetahui apa yang bapak nya berikan sebagai hadiah pernikahan nya .
" Papa membelikan Siska sebuah rumah dan mobil . "Ucap Siska tak percaya , ia sungguh tak menginginkan apapun dari ayah nya baginya kasih sayang yang orang tuanya berikan sudah cukup . Ia tak menginginkan lebih dari itu .
" Mas ...kenapa kamu memberikan Siska rumah , Siska kan akan tinggal bersama kita sampai kita tua nanti mas . " Ucap flora pada suaminya itu .
" Sayang ...mas tau kamu sangat menyayangi Siska dan kamu juga masih belum bisa melepaskan nya untuk tinggal sendiri namun ... Bagaimana pun Siska harus mandiri , dia tak boleh terus terusan bergantung kepada kita . Biarkan dia tinggal bersama suaminya sendiri ya ..biarkan dia belajar bagaimana kehidupan berumah tangga itu . Apa kamu tak mau melihat anak mu mandiri dan bahagia bersama dengan suami nya . Kita juga harus memikirkan masa depan Siska sayang bukan mementingkan ego kita sendiri . " Ucap Bram membuat flora terdiam.
Ia merasa apa yang dikatakan suaminya itu ada benarnya , namun ia juga belum bisa melepaskan anak nya begitu saja . Ia baru bertemu dengan nya dan masih merindukan anak nya itu .
" Kasih flora sedikit waktu lagi mas ...flora masih ingin bersama Siska ." Ucap flora pada suaminya itu .
__ADS_1
" Baiklah ...mas akan memberikan kamu sedikit waktu lagi . Tapi kamu harus berjanji jika nanti kamu akan membiarkan dan melepaskan anak mu hidup mandiri bersama dengan suami nya .
" Ucap Bram pada akhirnya mengalah pada istrinya itu .
" Iya mas ...flora janji . " Ucap flora pelan . Siska hanya bisa tersenyum dan mengusap punggung tangan ibunya itu perlahan .
" Sudah ...sudah ayo kita ke bawah , calon suami mu sudah menunggu mu dengan was was di bawah . "Ucap Bram pada Siska .
" Iya pa . " Ucap Siska pelan . Kemudian Siska pun berdiri dari duduknya dengan di tuntun sang ayah Siska berjalan keluar dari kamar nya sementara ibunya tengah sibuk memegangi ekor gaun nya agar ia tak jatuh .
Mereka menuruni anak tangga bertiga sepatu Siska yang beradu dengan tangga membuat semua mata memperhatikan nya termasuk Wiliam .
Laki laki itu menatap kedatangan Siska dengan tak berkedip . Ia mengagumi dan juga terpesona dengan kecantikan calon istrinya .tak hanya Wiliam yang terpesona dengan Siska para tamu pun kagum dan juga memuji kecantikan mempelai wanita itu .
Siska berjalan menghampiri Wiliam dan duduk di samping calon suaminya itu , jantungnya tak berhenti berdetak kencang . Ia gugup tangan nya pun mulai berkeringat karena kegugupan nya .
Sementara Wiliam , laki laki itu tau jika calon istrinya tengah gugup . Dengan perlahan Wiliam meraih tangan Siska dan menggengam tangan nya erat .
" Jangan gugup sayang ...kamu sungguh cantik hari ini . " Ucap Wiliam berbisik di Telinga Siska . Siska tersenyum malu mendengar nya kegugupan yang ia rasakan pun langsung sirna .
" Baik semuanya sudah ada di sini mari kita mulai saja acaranya . " Ucap pak penghulu pada semua orang yang ada di situ .
Segini lanjut besok ya ... Author mau istirahat dulu .
__ADS_1
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author