
Rangga termenung ketika ranjang yang membawa Rosa masuk kedalam ruang operasi , ia sungguh menyesal dan tak menyangka semua ini akan terjadi . lelaki itu terduduk lemas di lantai rumah sakit saat membayangkan darah segar keluar dari paha istrinya , ia sungguh takut . Takut jika anak yang belum pernah ia lihat wajah nya akan pergi meninggalkan nya .
Ia juga takut jika Rosa akan pergi meninggalkan nya, meskipun ia tak mencintai Rosa tapi ia sungguh tak menginginkan wanita itu pergi . anak nya masih membutuhkan wanita itu .
" Rangga bagaimana keadaan Rosa ?" tanya seseorang yang datang menghampiri dirinya , Rangga terdiam sejenak kemudian ia menggelengkan kepalanya perlahan .
" Dokter mengatakan kondisi nya kritis karena pendarahan pada rahim nya , ini semua salah Rangga . Jika Rangga lebih percaya pada dia mungkin pertengkaran itu tak akan terjadi dan dia juga tak akan mengalami ini semua . Rangga menyesal ma , anak rangga harus lahir secara prematur karena Rangga . " ucap lelaki itu tanpa sadar meneteskan air matanya .
Lisa terdiam ia sebenarnya marah dan kecewa pada putranya namun putra nya itu sudah menyesal dan saat ini tengah membutuhkan dirinya . Jadi ia hanya duduk di samping putranya itu seraya mengusap bahu putranya perlahan .
" Ini bukan salah mu sayang , ini takdir . Jangan menyalahkan dirimu sendiri nak . " ucap Lisa berusaha menguatkan anak nya .
" Rangga menyesal ma ... Rangga sungguh menyesal . " ucap lelaki itu menutup wajah nya dengan kedua tangan .
" Kalau kamu menyesal janji sama mama nak , tinggalkan wanita itu dan kembali lah pada Rosa . " ucap lisa membuat Rangga terdiam .
" Mama tau ini berat bagimu . tapi kamu harus melepaskan nya Rangga meskipun itu secara perlahan lahan kamu harus melepaskan nya . " ucap lisa membuat Rangga menghela nafasnya .
" Jangan bahas masalah itu dulu ma , Rangga sungguh tak ingin membahasnya . " ucap Rangga pelan . Lisa tak berkata apa apa lagi , ia tau kecelakaan yang menimpa rosa membuat anak nya itu berpikir kembali untuk meninggalkan menantu nya itu .
Cukup lama mereka menunggu hingga seorang dokter keluar dari ruang operasi .Rangga langsung berdiri menghampiri dokter itu dengan penuh kekhawatiran .
" Bagaimana dokter ?" tanya Rangga membuat dokter itu menghela nafas nya perlahan .
" Pendarahan yang di alami istri bapak cukup parah , saya tak mampu menyelamatkan nya . " ucap pan dokter itu membuat Rangga mematung , ia tak menyangka Rosa akan pergi meninggalkan nya . Rasa bersalah muncul di hatinya , ia teringat bagaimana istrinya itu selalu tersenyum dan selalu melayani kebutuhan nya dengan baik .
" Yang sabar ya pak ... saya tau ini berat untuk anda . tapi anda harus kuat demi anak anda yang berhasil kami selamatkan . " ucap dokter itu tak di hiraukan lagi oleh Rangga . lelaki itu tanpa sadar meneteskan air matanya perlahan .
__ADS_1
Lisa yang ikut mendengar penjelasan dokter itu pun ikut menangis . Ia memeluk Rangga dengan erat dan mengusap bahu anak nya itu perlahan .
" Sabar Rangga sabar . " ucap Lisa menangis .
" Ini salah Rangga ma ... gara gara Rangga anak Rangga kehilangan ibunya . Ini salah Rangga . " ucap lelaki itu menangis .
...
...
..
Di lain sisi Brandon termenung sedari tadi ia berusaha menghubungi nomer Rosa namun wanita itu tak mengangkat telpon nya sama sekali . Entah kenapa jantung nya terus berdebar dan hatinya pun mulai tak tenang .
lelaki itu berdiri dari tempat duduknya dan memutuskan untuk pergi kerumah Rangga ia ingin mengetahui bagaimana kondisi Rosa .
Cukup lama ia menempuh perjalanan hingga ia kini telah sampai di sebuah rumah yang pagar nya nampak terbuka itu , Mata Brandon menyipit ketika melihat sebuah bendera kuning yang ter pasang di pagar besi rumah Rangga .
lelaki itu langsung menghampiri satpam rumah Rangga yang baru selesai memasang tanda duka itu .
" Maaf pak mengganggu saya ini teman nya Bu Rosa . Apa Bu Rosa nya ada di dalam ya pak ?" tanya Brandon basa basi .
" Maaf pak Bu Rosa sudah berpulang ke Rahmatullah saat ini jenazah beliau masih di rumah sakit . " ucap satpam itu membuat hati Brandon hancur , lelaki itu mengepalkan tangannya .
" Meninggal ... bagaimana mungkin pak , kemarin dia masih mengangkat telepon dari saya . Dia masih sehat dan tak terlihat sakit sedikit pun . " ucap Brandon tak mengerti mengapa Rosa tiada dengan begitu cepat .
" Memang awalnya Bu Rosa sehat pak tapi tadi pagi ia tak sengaja jatuh dan mengalami pendarahan . Lalu pak Rangga membawanya ke rumah sakit dan nyawa Bu Rosa tak tertolong saat melahirkan putranya . " ucap satpam itu membuat Brandon terdiam kemudian ia berpikir sejenak .
__ADS_1
Ia merasa rosa tak mungkin jatuh begitu saja . ia merasa Rangga adalah penyebab wanita yang ia cintai itu jatuh dan mengalami pendarahan hingga mere Merenggut nyawa wanita yang di cintai nya itu .
Ia marah dan benci pada Rangga . karena lelaki itu Rosa meninggalkan dirinya untuk selama lama nya
" Em maaf pak tapi setahu saya Rosa itu bukan wanita yang ceroboh ia tak mungkin jatuh tanpa penyebab yang jelas . Saya ini teman dekat nya pak , jadi mohon jelaskan pada saya apa yang terjadi dengan jelas . " ucap Brandon berusaha mencari informasi yang lebih jelas lagi .
" Maaf nak tapi ini rahasia keluarga ini tak mungkin saya membocorkan nya . Saya takut di marahi nanti jika ketahuan saya mengatakan nya pada orang luar . " ucap satpam itu membuat Brandon berdecak kesal .
" Bagaimana jika saya membayar bapak dan saya juga berjanji akan menjaga rahasia ini dengan rapat . Tak akan ada yang tau jika saya mengetahui informasi ini dari bapak dan bapak tenang saja jika bapak di pecat dari rumah ini karena informasi yang bapak berikan . Saya bisa memperkerjakan bapak di rumah saya . " ucap Brandon yang berusaha merayu satpam setengah baya itu . Satpam itu terdiam sejenak , wajah nya nampak ragu.
" Ayolah pak , kapan lagi bapak mendapatkan uang dengan mudah . " rayu Brandon lagi .
" Baiklah saya akan mengatakan nya tapi kamu jangan bilang pada siapa pun bahwa saya yang memberi mu informasi . " ucap satpam itu membuat Brandon mengangguk kan kepalanya senang .
" Menurut cerita para pembantu di sini . Pak Rangga dan Bu Rosa sering kali bertengkar , dan tadi siang pak Rangga marah besar . Kata salah seorang pembantu yang tak sengaja mendengar pertengkaran itu mengatakan jika kemungkinan Bu Rosa bermain api di belakang pak Rangga . Itu yang membuat pak Rangga marah dan hendak pergi dari rumah . Bu Rosa mengejar pak Rangga tanpa memperdulikan lantai yang basah karena habis di pel , jadilah Bu Rosa jatuh dan setelah itu di bawa kerumah sakit . " Ucap satpam itu menjelaskan semuanya pada Brandon .
Brandon terdiam , ia tak menyangka Rosa tak memperdulikan keselamatan nya sendiri demi mencegah lelaki brengsek itu pergi . Ia merasa Wanita yang di cintai nya itu bodoh. Mengingat rasa cinta Rosa yang begitu besar pada Rangga membuat hati Brandon berdenyut nyeri , lelaki itu mengepalkan tangannya .
Tekat nya sudah bulat , ia akan membuat Rangga menyesal dan terus terusan berada dalam kesedihan .
...
...
...
Segini dulu ...
__ADS_1
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .