Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
124 . Tidak sabaran .


__ADS_3

" Sebenarnya berapa banyak sih tamu yang ayah mu undang sayang ... " Kesal Ibra karena tamu yang berdatangan tak habis habis .


" Aku juga tak tau kak...aku juga sudah lelah sebenarnya ."ucap Irma juga ikut cemberut . Ibra tersenyum kemudian ia berbisik di telinga istrinya itu .


" Meskipun capek nanti ...setelah acara selesai aku tetap meminta hak ku ya sayang . " Ucap Ibra yang membuat pipi Irma merona merah. Ibra tersenyum melihat hal itu ia senang Irma malu dan salah tingkah dengan ucapan nya .


" Selamat ya dokter Ibra dan mbak bela semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan . Dan semoga cepat di kasih momongan ya . " ucap Tiara yang datang sendiri tanpa di temani oleh siapa pun . Ibra dan Irma tersenyum menyuguhkan senyum ramah mereka pada wanita di hadapan mereka itu .


" Terimakasih ya Tiara sudah menyempatkan untuk datang . " Ucap Ibra pada dokter perempuan itu .


" Iya terimakasih ya ...semoga kamu cepet nyusul ya . " Ucap Irma dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajah nya . Tiara berusaha tersenyum kemudian ia melangkahkan kaki menjauhi altar pernikahan itu . sungguh berat dan sakit ia rasakan saat melihat laki laki yang dia cintai menikah dengan orang lain .


Tapi apalah dayanya cinta nya hanya bisa bertepuk sebelah tangan tak lama setelah Tiara turun . Wiliam pun datang dengan menggandeng istrinya menuju panggung pernikahan itu .


" Selamat ya kak. ..semoga langgeng dan cepet di beri momongan biar anak ku Ada temen nya nanti . " ucap Wiliam dengan tersenyum . Ibra ikut tersenyum laki laki itu menepuk bahu Wiliam pelan .


" Amiin ...semoga anak mu sehat selalu dan di lancarkan persalinan Siska nanti ya . " ucap Ibra pada adik ipar nya itu .


" Iya kak amiin . " Ucap Wiliam mengamini , kini giliran Siska yang memberikan selamat untuk sahabat dan juga kakak tersayang nya itu .


" Selamat ya sahabat ku tercantik ...semoga langgeng dan cepet dapat momongan . Kak Ibra juga selamat ya , oh iya buat kak Ibra jangan sakiti Irma ya ..kalau dia sakitin kamu mengadu saja padaku . aku akan siap memukuli kepalanya sampai penyet . " Ucap Siska membuat Irma terkekeh pelan sementara Ibra menatap adiknya itu dengan pandangan tak suka .


" Sayang jangan bicara seperti itu , ingat kamu sedang mengandung . " ucap Wiliam mempermainkan istrinya itu , Siska tersenyum menampilkan gigi gigi putihnya .


" Aku hanya bercanda kak ...hehehe. " Ucap Siska membuat Ibra menghela nafas nya perlahan sementara Wiliam hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan heran dengan kelakuan istrinya itu .


" Alah bilang saja kamu senang melihat kepala ku penyet . Iya kan ?" Tanya Ibra dengan nada masih kesal . Irma tersenyum melihat perdebatan kecil antara kakak dan adik itu.


" Sudahlah kak ..Siska hanya bercanda kenapa harus di masuk kan kedalam hati . Sudah yuk kita masuk kedalam rumah ,aku capek mau istirahat . Tamu tamu juga sudah pada pulang kan . " Ucap Irma menatap lembut suaminya itu . Ibra langsung menyuguhkan senyuman kemudian ia berbisik di telinga istrinya itu .


" Kamu seperti nya gak sabar untuk menikmati malam pertama kita sayang . " Ucap Ibra membuat Irma kesal .

__ADS_1


"kakak ini pikiran nya itu terus sejak tadi . " Ucap Irma kesal .


" Ah ...aku tau kak Ibra pasti mikir jorok kotak ya ..kak Ibra itu memang omes sejak dulu . " Ceplos Siska yang langsung menutup nya dengan kedua tangan . Ibra melotot pada adiknya itu ia tak menyangka Siska akan membocorkan kebiasaan nya pada Irma .


" Bener seperti itu kak ?" tanya Irma menatap Ibra kesal . Ibra menggaruk tengkuknya sebentar merasa salah tingkah dan bingung menjelaskan pada istrinya itu .


" Enggak kok Ir aku hanya bercanda saja . " Ucap Siska kasihan takut jika Ibra tak di beri jatah malam pertama nya oleh sahabat nya itu nanti .


" Sayang ... kita ke kamar yuk jangan dengerin Siska . Siska lebih baik kamu pulang saja istirahat kamu pasti capek kan habis menghadiri pernikahan ku . " Usir Ibra yang tak ingin Siska berbicara macam macam pada istrinya itu .


" Baiklah ...aku tak akan menggangu malam pertama kalian . Nikmati lah aku juga sudah lelah . Ayo mas Wili kita pulang aku ngantuk . " Ucap Siska yang sudah merasa kelelahan.


" Oke sayang . " Ucap Wiliam langsung menggendong istrinya itu membuat Ibra melotot dan Irma tersenyum melihat kemesraan pasangan di hadapannya .


" Mas malu dilihat orang .kamu ini cepat turunin aku . " Teriak Siska memarahi suaminya itu , Wiliam tak menggubris ocehan sang istri ia membawa istrinya meninggalkan rumah Irma dan juga Ibra .


" Sayang ...kamu gak mau aku gendong kayak Wiliam gendong Siska ?" tanya Ibra mengedipkan sebelah matanya pada sang istri .


" Enggak ya kak. Di dalam rumah masih ada mama sama papa . " Ucap Irma menolak tawaran Ibra .


" Ya malu lah kak ... " Ucap Irma menatap Ibra kesal .


" Ayolah sayang mama sama papa pasti mengerti kalau kita pengantin baru. " Ucap Ibra berusaha membujuk istrinya itu .


" Tapi..." belum sempat Irma melanjutkan omongan nya , Ibra sudah lebih dulu membopong istrinya itu masuk kedalam rumah .


" Kakak ..." Teriak Irma memukul dada suaminya itu kesal .


" Pa ma ...Ibra duluan ya . " Ucap Ibra saat melewati Chiko dan Jesika . Jezika tersenyum geli melihat anak nya berteriak karena malu di bopong seperti itu oleh menantunya .


" Dasar anak muda . " Ucap Chiko menggeleng geleng kan kepalanya melihat menantu dan anak nya itu berjalan menuju kamar nya . Ibra menghempaskan tubuh istrinya itu keatas kasur , setelah itu ia menindih tubuh Irma dan langsung mencium bi bir istrinya itu dengan penuh gairah.

__ADS_1


" Em ...kak ..." Ucap Irma berusaha melepaskan tautan di bibirnya namun tenaga nya kalah besar dari dirinya itu . Mereka berciu man cukup lama hingga akhirnya Ibra melepaskan tautan bibir mereka dan menatap istrinya itu sendu .


" Kamu bahkan tak mengizinkan aku untuk menghapus make up ku dulu kak . Lihat bibir mu jadi merah karena lipstik ku . " Ucap Irma mengusap bi bir suaminya perlahan yang membuat Ibra memejamkan matanya sejenak .


" Itu terlalu lama sayang ...aku sudah tak tahan lagi . " Ucap Ibra menatap Irma sendu .


" suamiku sungguh tidak sabaran . " Ucap Irma terkikik geli . Ibra tersenyum kemudian ia men ciu mi le her istrinya itu dengan rakus pula .


" Ah ..kak Ibra ... em ..." rancau Irma yang sudah pasrah di bawah Kungkungan suaminya itu .


" Malam ini kamu akan menjadi milik ku sayang seutuh nya . " Ucap Ibra tersenyum . Irma ikut tersenyum pipi wanita itu sudah memerah seperti tomat karena ucapan dari suaminya itu .


Ibra kembali melanjutkan aktivitas nya , satu persatu kain yang melekat pada tu buah istrinya itu ia lepaskan . Ia terdiam sejenak menatap tu buh tanpa busana di bawah nya . ia begitu terpesona dengan tu buh istrinya itu .


" Jangan lihatin Irma begitu , Irma kan malu . " Ucap Irma memalingkan wajahnya dari tatapan Ibra , Ibra terkekeh pelan kemudian ia kembali menindih Tu buh istrinya itu dan mulai men cum Bu nya kembali setelah ia berhasil melepaskan melepaskan pakaian nya sendiri .


qa


Cukup lama mereka melakukan pemanasan setelah itu Ibra akan memasukkan pelihara an nya ke dalam sangkar mi Lik istrinya itu .


" Kamu siap sayang ?" tanya Ibra dengan mata penuh gairah.


" Irma takut mas...kata orang orang itu sakit . " Ucap Irma dengan nada pelan . Ibra terkekeh kemudian ia men cium kembali bibir Irma setelah itu ia pun menyatukan tu buah mereka . Irma mengasuh kesakitan namun tak lama setelah itu mereka pun merintih penuh dengan ke nik ma tan .


..


..


...


Segini saja ya tentang kisah Ibra dan Irma setelah ini kembali ke kisah Siska dan Wiliam karena sebentar lagi tamat ya ...jangan lupa baca novel author yang lain ya .

__ADS_1


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2