Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
128 . END .


__ADS_3

" Mas ... " Panggil Siska pelan saat ini wanita itu telah di pindahkan ke kamar rawat pasca operasi .


" Iya sayang , kamu mau apa . Mau minum atau makan ?" Tanya Wiliam perhatian pada istrinya itu .


" Masalah kita belum selesai aku masih marah sama kamu ." Ucap Siska membuat dahi Wiliam berkerut . Laki laki itu sungguh bingung ada apa dengan istrinya itu padahal menurut nya ia tak mempunyai masalah apa pun pada sang istri .


" Masalah apa sayang ?" Tanya Wiliam membuat Siska berdecak kesal . Suaminya itu sungguh berniat menutupi semuanya dari dirinya .


" Kamu terima tawaran mas Rangga ya mas tadi malam ?" Tanya Siska dengan wajah sendu , tak ada senyum bahagia lagi di wajah nya . Sementara Wiliam yang mendengar pertanyaan dari istrinya tentu saja terkejut , ia tak menyangka istrinya tau tentang masalah Rangga.


" Kok kamu tau sih Rangga nawarin aku sesuatu hal ?" Tanya Wiliam menatap mata istrinya itu penuh curiga .


" Itu tak penting , yang mau aku tanya kan apa kamu mengambil tawaran itu mas ..apa kamu mau meninggalkan aku dan anak kita ?" Mata yang tadinya menampilkan binar bahagia kini mulai berkaca kaca .


" Kamu gak usah mikir itu dulu sayang , kamu baru saja melahirkan . Kondisi mu sangat lemah saat ini . " Ucap Wiliam berusaha tersenyum meskipun susah .


" Jadi mas bener bener mau terima ...mas jahat gak mikirin perasaan Siska dan juga anak kita . " ucap Siska memalingkan wajahnya dari pandangan Wiliam , hatinya sungguh sakit ingin rasanya ia menampar laki laki di hadapannya itu namun ia tak tega melakukan itu . Tangan nya tak mampu bergerak saat menatap wajah suaminya .


" Kata siapa ?" Tanya Wiliam malah terkekeh pelan menertawakan wajah khawatir sekaligus marah dari istrinya . Siska langsung menatap tajam Wiliam saat mendengar kata kata yang ambigu itu keluar dari mulut sang suami .


" Maksud mas ?." tanya Siska penasaran.


" Aku tolak tawaran nya sayang , aku tak mungkin melepaskan kamu lah apa lagi sudah ada anak kita . Aku akan berusaha sebaik mungkin membangun perusahaan dari awal . Biarlah perusahaan papa ku bangkrut dari pada aku harus kehilangan kamu . Aku gak akan sanggup kalau begitu . Harta bisa kita cari sama sama tapi kalau cinta belum tentu bisa kan " ucap Wiliam membuat Siska tersenyum .


" Tapi tadi mas Rangga bilang mas mau memikirkan nya ?" Tanya Siska takut jika suaminya itu berbohong .


" Jadi Rangga yang memberitahu mu tentang semuanya . Sialan dia menjebak ku dan juga mempengaruhi mu .Kamu tenang saja sayang aku tak akan meninggalkan kamu apa pun yang terjadi .Akan aku hajar dia sampai mampus karena sudah membuat mu khawatir . " Ucap Wiliam mengepalkan tangan nya erat .


" Jangan mas , dia sudah berjanji pada ku akan menyerah dan tak menggangu hubungan kita lagi . Sebenarnya 1 Minggu yang lalu kami tak sengaja bertemu di cafe , dia meminta untuk berbicara sebentar . Karena saat itu aku sedang bersama dengan kak Irma aku pun setuju di ajak bicara dengan syarat kak Irma menemani ku . Dia mengatakan ingin menguji kesetiaan mu kepadaku . Jika kamu menolak tawaran yang dia berikan dia akan benar benar pergi dan tak menggangu hubungan kita lagi . Semua investor mu pun akan dia kembalikan . " Ucap Siska pada suaminya itu .

__ADS_1


Wiliam ingin marah ia merasa di permainkan oleh Siska namun mengingat kondisi Siska yang masih lemah . Wiliam pun mengurungkan niat nya . lagi pula semua sudah berlalu ia sudah merasa lega mendengar penjelasan istrinya itu .


" Jadi ini rencana kalian untuk menguji kesetiaan ku ?" Tanya Wiliam menatap tajam istrinya itu .


" Iya mas ...jangan marah ya. " Ucap siska mengusap punggung tangan suaminya takut jika suaminya itu akan marah karena dirinya .


" Tidak marah kok aku hanya kecewa kamu tak percaya pada ku tapi ya tak apa . Semua sudah berlalu aku lega Laki Laki itu benar benar melepaskan mu . " ucap Wiliam tersenyum . Siska ikut tersenyum ia senang suaminya mau memaafkan dirinya.


" Yang penting sekarang kamu sehat dulu dan anak kita juga sehat mas sudah bahagia . Oh iya tadi mas sudah mengabari orang tua kamu mereka akan tiba sebentar lagi ."


" Terimakasih ya mas sudah ada di samping ku dan tak meninggalkan aku . Terimakasih juga mas sudah mau menerima Siska apa adanya menerima semua kekurangan Siska bahkan mau menerima masa lalu Siska ..Kamu suami terbaik menurut Siska . kamu tak pernah mengeluh mempunyai istri seperti aku ini ." Ucap Siska memeluk suaminya itu erat dan di terima senang hati oleh Wiliam . Laki laki itu juga memeluk Siska dengan cara yang sama . Ia usap punggung istrinya dengan perlahan . Ia tak menyangka bisa se sayang dan se cinta itu pada perempuan yang berstatus sebagai istri nya .


" Aku juga terimakasih kamu sudah ada di sampingku disaat aku sedih susah ataupun senang . Terimakasih juga sudah menghadirkan buah hati yang cantik dan lucu aku sungguh bahagia Siska . Aku bahagia menjadi suami mu , aku bahagia memiliki istri seperti mu dan aku bahagia mempunyai anak dengan mu . Aku harap setelah ini hubungan kita akan semakin lengket seperti perangko hingga maut memisahkan kita . " Ucap Wiliam membuat Siska terkekeh pelan .


" Gak ada perumpamaan lain mas selain perangko?" Tanya Siska merasa lucu dengan perumpamaan yang suami nya katakan .


" AH pokoknya itu deh sayang aku gak mau mikirin perumpamaan yang aku mau pikirkan cuma kamu hanya kamu dan untuk kamu . " Ucap wiliam membuat pipi Siska memerah . W


" Ah ... benarkah sayang aku jadi gak sabar ingin makan kamu . " Ucap Wiliam yang mendapatkan pukulan di lengan nya oleh Siska .


" Mas ini jahitan ku saja belum kering sudah mikir begituan . " Ucap Siska kesal pada suaminya itu . Wiliam tersenyum melihat wajah kesal Siska .


" Aku bercanda sayang , aku mana tega melakukan itu saat kamu sedang sakit . " Ucap Wiliam memeluk tubuh istrinya itu erat .


" Eh alah yang baru jadi mama muda dan papa muda seperti nya sudah gak sabar nih mau buat adik buat Beby jola . " Ucap Ibra yang berjalan memasuki ruangan bersama Irma tanpa permisi .


" Apa an sih ...kakak iri ya , kalau iri bilang dong . " Ucap Siska tiba tiba merasa kesal Melihat wajah kakak nya .


" Sewot banget kamu sama kakak . Gak ingat apa tadi siapa yang nolongin bantu kamu kerumah sakit . " Ucap Ibra kesal dengan sikap Siska yang sekarang ini sedikit songong menurut nya .

__ADS_1


" Iya deh iya maaf . Terimakasih juga udah mau bantu in Siska tadi . " Ucap Siska akhirnya mengalah karena memang dirinya harus berterimakasih pada kakak nya itu .


" Eh ngomong ngomong anak mu kan cewek nih wil boleh lah di jodohin sama anak aku . " Ucap Ibra menepuk pundak Wiliam pelan .


" Enggak boleh kak, kan saudara . lagi pula Irma aja baru hamil 3 bulan masak sudah kelihatan sih jenis kelamin nya . " Ucap Siska tak percaya dengan ucapan kakak nya itu .


" Iya kakak tau tapi kakak yakin itu pasti cowok . " ucap Ibra penuh keyakinan .


" Yakin sekali kakak . " ucap Siska menatap remeh pada kakak nya itu .


" Yakin lah kan aku yang buat siang malam pagi ..buat nya ngebut kayak lomba balap . " Ucap Ibra yang langsung mendapatkan pukulan di lengan nya oleh Irma . Pipi Irma sudah memerah menahan malu mendengar omongan suaminya yang terus terang itu .


" kok di pukul sih sayang . " Ucap Ibra tak terima .


" Biarin aja ..kakak kan ember mulut nya minta di pukuli sampai babak belur . " Ucap Irma masih memukuli lengan suaminya itu . Siska dan Wiliam yang melihat itu hanya bisa tertawa bahagia .


..


.


..


END.


sampai jumpa di novel selanjutnya ya .


jangan lupa like komen vaf dan hadiah .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .

__ADS_1


.


__ADS_2