
Siska menatap para pedagang jalanan yang nampak berjejer rapi di alun alun kota . Wanita itu tersenyum melihat warung sate kambing ayam langganan nya .
" Kita makan di sana saja ya mas ." ucap Siska menunjuk warung sate yang ia lihat tadi .
" Oke .." ucap Wiliam tak keberatan sama sekali . Mereka pun berjalan beriringan menuju sebuah warung sate yang nampak ramai . Mungkin karena hari ini adalah hari akhir pekan makanya banyak sekali pengunjung yango datang ke tempat itu .
" Pak Mahmud ...saya pesan seperti biasa nya ya . " ucap Siska pada laki laki yang tengah sibuk membakar sate tersebut .
" Iya neng ... " ucap penjual itu seraya tersenyum .
" Kita duduk di sana saja ya mas . " ucap siska menunjuk sebuah bangku dan meja yang tak jauh dari warung sate itu . Wiliam hanya mengangguk saja dan mengikuti langkah siska menuju bangku yang wanita itu maksud.
" Ternyata asik juga ya berada di keramaian seperti ini . " ucap wiliam setelah meletakan kunci mobilnya di atas meja .
" Iya mas . " ucap Siska pelan . Lagi lagi keduanya kembali terdiam , tak ada yang memulai perbincangan lagi .
Susana malam itu ramai namun sangat romantis , banyak sekali lampu lampu pinggir alun alun yang nampak terang benderang .
" Siska ..." panggil Wiliam pelan , membuat Siska yang sedari tadi mengamati lampu lampu itu pun mengalihkan pandangannya .
" Iya mas ..." ucap Siska pelan .
" Em ... Apa kamu sudah memiliki perasaan terhadap ku ?" tanya Wiliam pelan . Siska terdiam sejenak berusaha mencari jawaban pada hatinya sendiri .
" Entah lah ...saya merasa nyaman di dekat mas Wili . Mas Wili orang yang baik dan sopan mas Wili juga orang yang bertanggung jawab jadi , em ... Siska tak tau . " Ucap Siska bingung karena sepertinya ia mulai menyukai laki laki itu namun ia ragu akan perasaan nya karena mereka baru mengenal satu sama lain .
" Kalau mas sendiri bagaimana ?" Tanya Siska ingin mendengar pendapat Wiliam tentang perasaan nya .
" Apa kamu tak melihat nya ?" Tanya Wiliam balik.
" Melihat apa ?" tanya Siska tak mengerti dengan maksud perkataan dosen nya itu .
" Saya mulai tertarik pada mu dan saya rasa saya mulai menyukai mu . Memang rasanya sangat awal untuk mengatakan hal ini mengingat kita baru mengenal dan belum memahami satu sama lain . Tapi saya juga tak bisa membohongi hati saya .... Siska." panggil Wiliam lagi membuat pandangan Siska dan Wiliam bertemu .
" Iya mas . " ucap Siska pelan .
" Saya mencintai mu . " ucap Wiliam membuat pipi Siska memerah .
" Saya tak perduli perasaan mu kepada saya seperti apa ... Karena saya tetap mencintai mu meskipun kami tak mencintai saya . " Ucap Wiliam lagi .
__ADS_1
" Siska bukanya tak mencintai mas Wiliam , Siska hanya ragu dan butuh waktu lebih untuk mengatakan cinta . Siska ingin memahami hati Siska terlebih dahulu . " Ucap Siska mengutarakan kegelisahan nya pada laki laki di hadapannya itu .
" Tak apa ...saya bisa menunggu mu sampai kamu benar benar mencintai saya .Oh iya saya punya sesuatu untuk mu ." Ucap Wiliam pada wanita di hadapannya itu .
" Apa itu mas ?" Tanya Siska penasaran .
" Ini ...bukalah . " ucap Wiliam menyerahkan sebuah kotak dengan beludru biru yang menghiasi kotak tersebut . Dengan perlahan Siska membuka kotak tersebut dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui isi dari kotak tersebut adalah sepasang cincin yang sangat indah .
" Ini ...." Ucap Siska menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang di lihatnya .
" Kita tak sempat bertunangan bukan , maka dari itu saya memberikan itu untuk mu anggap saja itu sebagai cincin pertunangan kita . " ucap Wiliam membuat Siska menatap laki laki itu dengan senyum yang lebar .
" Terimakasih mas ... " Ucap Siska terharu dengan kesungguhan dari laki laki di hadapannya itu .
" Sama sama. Sini biar aku pakaikan cincin nya . " Ucap Wiliam Mengambil alih kotak cincin itu. Dengan senang hati Siska mengulurkan tangannya .
Dengan perlahan Wiliam memasangkan cincin itu dengan hati hati .
" Bagaimana kamu suka ?" Tanya Wiliam sesaat setelah memasang cincin itu di jari manis milik Siska .
" Suka banget mas ... Sini biar Siska pasangin punya mas wili . " Ucap Siska meraih tangan Wiliam dan memasangkan cincin yang tersisa ke tangan laki laki itu .
" Iya mas Siska tak akan melepaskan nya . " Ucap Siska tersenyum. Tak lama setelah itu pesanan mereka berdua pun sampai .
" Ini neng sate nya . " Ucap bapak bapak penjual sate meletakan sate itu kehadapan Siska dan Wiliam .
" Terimakasih pak . " Ucap Wiliam sopan.
" Wah biasanya neng Siska datang sendiri ke sini kok sekarang bawa pacar nya . " Ucap bapak bapak tadi pada Siska .
" Iya pak kebetulan saya ada waktu jadi bisa menemani Siska sebentar . " ucap Wiliam menjawab pertanyaan Wiliam itu .
" Saya kira neng siska ini jomblo eh ...ternyata ada yang punya . Padahal saya sudah mau jodohin neng Siska sama anak saya ." ucap bapak bapak itu membuat Siska terkekeh pelan begitu pula dengan Wiliam .
" Jangan dong pak ... Nanti saya sama siapa kalau Siska sama anak bapak . " Ucap Wiliam pada penjual sate itu .
" Hehehe iya mas tidak kok saya hanya bercanda . Ya sudah saya permisi dulu ya mau bakar sate untuk yang lain . " Ucap penjual itu diangguki oleh Siska dan Wiliam .
Mereka pun mulai memakan sate itu bersama sama .
__ADS_1
" Em... Ini enak sekali , lebih enak dari sate yang biasanya di suguhkan di restoran restoran mewah . " Ucap Wiliam sesaat setelah memakan sate itu .
" Iya mas ... mas suka ?" tanya siska pada laki laki itu .
" Suka sekali sayang . " Ucap Wiliam membuat Siska tersenyum malu malu .
" Pelan pelan mas makan nya , lihat bibir mas sampai belepotan . " Ucap Siska membersihkan bibir Wiliam dengan jari nya . Wiliam terdiam begitu pula Siska lagi dan lagi mereka saling bertatapan .
" Em ...maaf mas aku hanya mau membersihkan sisa makanan di bibir mas . " Ucap Siska salah tingkah karena telah membuat suasana yang canggung di antara mereka .
" Tak apa ... Terimakasih . " Ucap Wiliam juga bingung harus bersikap bagaimana .Cukup lama mereka terdiam hingga Akhirnya Wiliam mempunyai ide agar mereka tak canggung lagi .
" Siska kita kan belum pernah foto berdua bagaimana jika kita foto bersama . " Ucap Wiliam pada calon istrinya itu.
" Boleh mas . " Ucap Siska senang kemudian wanita itu mengambil handphone nya dan memotret beberapa foto bersama dengan Wiliam. .
Mereka nampak serasi dan mesra , membuat orang orang yang melihat nya iri .
" Apa aku boleh mengunggah foto kita di sosmed mas ?" Tanya Siska pada Wiliam .
" Boleh saja ...tapi tutupi saja wajah ku . Katanya kamu mau menyembunyikan hubungan kita dari teman teman mu dan orang kampus . " Ucap Wiliam pada Siska .
" Kalau begitu Siska tak akan mengunggah foto kita di sosmed biar Siska jadikan saja foto kita berdua sebagai wallpaper handphone bagaimana mas setuju ?" Tanya Siska pada l calon suaminya itu lagi .
" Setuju sayang ...Nanti mas juga akan lakukan hal yang sama . Kamu sudah belum makan nya , kalau sudah kita pulang yuk nanti Mama kamu khawatir . " Ucap Wiliam pada Siska .
" Sudah mas ...Bentar Siska bayar dulu sate nya . " Ucap Siska hendak membayar sate yang ia makan bersama Wiliam namun Wiliam mencegah nya .
" Biar aku saja Siska ... Kamu tunggu saja di sini . " Ucap Wiliam ingin Siska tolak namun laki laki itu keburu pergi menemui penjual sate tadi .
..
...
..
Author nulis nya sambil senyam senyum sendiri ... lanjut besok ya ...
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
__ADS_1
dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .