
" Siska dimana tugas kamu ?" Tanya Wiliam menatap Siska tajam . Siska hanya bisa menundukkan kepalanya perlahan , ia malu seisi kelas melihat nya karena pertanyaan Wiliam terhadap dirinya .
" Keruangan saya sekarang tunggu hukuman kamu di sana . " ucap Wiliam dingin . Dengan lesu Siska bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kelas nya menuju ruangan Wiliam .
Siska membuka pintu ruangan milik calon suaminya itu perlahan , Hal pertama yang ia lihat adalah sebuah lukisan yang terpasang di dinding belakang bangku Wiliam . Lukisan itu sangat indah bahkan Siska sampai mengagumi lukisan itu .
Dengan langkah perlahan lahan Siska memasuki ruangan itu dan duduk di kursi yang tersedia di sana. Cukup lama ia menunggu hingga ia pun bosan menunggu . Wanita itu berjalan mendekati buku buku bacaan di rak Milik Wiliam .
Di bacanya sebuah buku yang berkisah romansa komedi itu , sesekali Siska tersenyum menikmati alur cerita yang begitu lucu menurut nya .
Tak lama pintu ruangan itu mulai terbuka memperlihatkan seorang laki laki tampan memasuki ruangan tersebut siapa lagi jika bukan Wiliam .
Mendengar pintu terbuka Siska pun langsung meletakan buku yang ia baca ketempat semula dengan terburu buru karena tak hati hati ia malah menjatuhkan buku buku yang lain keatas lantai hingga membuat buku buku itu berserakan .
Wiliam tersenyum tipis melihat nya ia tak menyangka Siska segugup itu saat dirinya datang .
" Maaf pak saya tak sengaja ." ucap Siska memandang nya dengan ketakutan .
" Tak apa ... sini biar saya bantu bereskan . " ucap Wiliam ikut membantu Siska membereskan buku buku itu . Siska hanya diam ia masih marah dan kesal pada calon suaminya itu .
" Kamu marah dengan saya ?" Tanya Wiliam pada calon istrinya itu .
" Tidak untuk apa saya marah dengan bapak toh saya yang salah saya yang lupa mengerjakan tugas gara gara acara lamaran kemarin . " Ucap Siska ketus .
Wiliam tersenyum mendengar itu . laki laki itu menatap wajah Siska yang tampak.cemberut karena nya .
" Maafkan saya . saya harus bersikap adil pada seluruh murid saya meskipun kamu calon istri saya . Saya tak bisa pilih kasih saat di kampus seperti ini .Beda hal nya jika kita di luar kampus mungkin saya bisa mempertimbangkan kesalahan yang kamu lakukan . " ucap Wiliam pada Siska .
" Tak apa saya paham bapak dosen yang baik dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan bapak . Sekarang bapak mau memberi saya hukuman apa biar saya terima hukuman itu . " ucap Siska masih bersikap dingin meskipun ia sudah mengerti maksud Wiliam bersikap seperti itu padanya .
" Kamu hanya perlu mengerjakan tugas di sini Sampai selesai dan saya akan mengajari mu secara langsung bagaimana caranya mengerjakan tugas itu . " ucap Wiliam pada Siska . Siska terdiam iya tak menyangka jika Wiliam akan memberikan ia hukuman seperti itu .
Senyum langsung merekah di bibir Siska , ia sungguh senang karena ia tak harus membersihkan kamar mandi atau ruangan lain sebagai hukuman nya .
__ADS_1
" Ini beneran hukuman aku cuma gitu doang pak . ?" tanya Siska menatap Wiliam senang .
" Iya tapi kamu tak boleh memberitahu pada mahasiswa mahasiswi lain nya jika saya memberikan hukuman seperti itu padamu . Bagaimana kamu setuju bukan ?" tanya Wiliam pada Siska .
" Setuju ...sangat setuju . " ucap siska girang .
" Ya sudah kita bereskan ini dulu setelah itu kita kerjakan tugas itu bersama sama . " ucap Wiliam segera membereskan buku buku itu bersama dengan Siska .
Setelah selesai membereskan buku buku itu Wiliam dan Siska pun langsung duduk berdampingan di sofa yang tersedia di ruangan itu .
" Saya ambil laptop dan bolpoin dulu ya pak " izin siska hendak pergi dari sana namun Wiliam mencegah nya .
" Jangan nanti yang lain curiga . Lebih baik kamu gunakan saja laptop saya . " ucap Wiliam pada siska . Siska terdiam sejenak kemudian wanita itu berjalan kembali ke tempat duduk nya .
Mereka pun mulai mengerjakan tugas itu bersama sama . tak jarang Siska memperhatikan diam diam bagaimana calon suaminya itu menjelaskan tugas yang tak mengerti pada dirinya .
Sering kali Siska gagal fokus karena mengagumi wajah Wiliam yang begitu tampan dari jarak sedekat itu . Wiliam yang merasa di perhatikan pun langsung menatap Siska lembut . Mereka sama sama bertatapan seakan terpesona dengan keindahan yang di miliki oleh keduanya .
Pipi Siska mulai memerah karena nya . bahkan saking malunya Siska sampai membuang mukanya ke arah tembok .
" Ahem ...mana lagi yang tak kamu mengerti ?"Tanya Wiliam pada dirinya .
" Tak ada pak saya sudah mengerti semuanya . " ucap Siska pelan .
" Jam makan siang sudah datang . Kamu mau makan apa biar saya belikan di kantin ?" tanya Wiliam pada wanita di samping nya itu .
" Tak usah pak biar saya sendiri saja . " Ucap siska hendak berlalu pergi namun saat ia baru saja memegang handel pintu ruangan dosen nya itu . Wiliam lebih dulu memanggil namanya .
" Siska ..." Panggil Wiliam pelan .
" Iya pak ada apa ?" tanya siska menatap laki laki itu dengan dahi berkerut .
" Hari ini kamu cantik sekali . " Puji Wiliam tulus yang membuat pipi Siska langsung merona karena nya .
__ADS_1
" Terimakasih pak ...kalau begitu saya ke kantin dulu nanti saya kesini lagi untuk menyelesaikan tugas saya . " Ucap Siska pelan . Karena tak kuasa menahan malu . Siska pun langsung buru buru pergi meninggalkan tempat itu , Wiliam yang melihat nya hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan lahan .
Sepanjang koridor kampus Siska lewati deng senyum yang tak lepas dari bibirnya . sesekali wanita itu menutup mukanya dengan kedua tangan . saat mengingat pujian yang baru saja ia dapatkan dari Wiliam .
" Eh ... itu kenapa siska senyum senyum sendiri kayak gitu ?" tanya Irma yang melihat Siska dari kejauhan menuju tempat di mana ia berada.
" Bukannya seharusnya dia sedih ya kan dia habis kena hukuman dari pak Wili gara gara gak ngerjain tugas ?" tanya wulan pada Irma .
" Mungkin hukuman yang dia dapatkan sangat berat hingga membuat ia setres hingga bersikap seperti itu . " ucap irma menatap Siska iba .
" Semoga saja teman kita itu tak menjadi gila karena hukuman yang pak wili berikan . " ucap Wulan membalas omongan irma.
" Eh kalian udah di sini juga ternyata ?" tanya Siska dengan senyum yang lebar .
" Loe habis di hukum kok malah senyam senyum sih sis . Loe masih waras kan , hukuman loe berat banget ya sampai loe setres kayak gitu . " Ucap Irma pada sahabatnya itu .
" Apa an sih Ir ...gue masih waras ya ..gue senyum karena gue menikmati hukuman gue ya meskipun hukuman itu berat sih . " ucap Siska berbohong karena tak ingin sahabatnya itu curiga terhadap nya dan Wiliam .
" Oh gitu ...gue kesel deh dan gak suka sama pak Wiliam itu . Dia itu terlalu tegas dan galak banget gue jadi gak suka dia lama lama ngajar di kampus ini . " Ucap Wulan membuat siska menatap sahabatnya itu tak suka . Ia ingin marah dan membela calon suaminya itu mengatakan jika calon suaminya itu tak seburuk yang mereka bicarakan namun ia tak bisa melakukan itu karena ia tak ingin orang lain curiga terhadap hubungan nya dan pak Wiliam termasuk sahabatnya sendiri .
Jadi ia hanya bisa diam mengiyakan saja apa yang dikatakan Wulan dan Irma tentang calon suaminya itu .
...
...
..
Aku usahakan up 2 bab ya ...
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
__ADS_1