
Sinar matahari menembus celah gorden kamar dimana Siska dan Wiliam menghabiskan malam bersama . Wanita itu menggeliat dalam pelukan suaminya , merasa terganggu dengan sinar matahari itu .
Kemarin malam tak terjadi apa pun di antara mereka . Siska baru saja kedatangan tamu bulanan nya jadi ia tak bisa memberikan hak Suami nya itu tadi malam . Namun kemarin malam Siska mendapatkan servis dari suaminya itu . Bukan servis yang aneh aneh melainkan pijitan yang suaminya berikan pada kakinya itu .
" Sayang ... Bangun ini sudah siang mas harus ke kampus . " Ucap Wiliam mengusap pipi Siska namun istrinya itu hanya diam dan masih memejamkan matanya . Ia tersenyum tipis melihat itu kemudian ia memutuskan untuk pergi ke kampus tanpa membangunkan Siska karena ia merasa istrinya itu masih kelelahan dengan acara kemarin .
Wiliam bangkit dari tidurnya kemudian laki laki itu bergegas untuk mandi dan memesan sarapan pagi untuk ia dan istrinya itu . setelah selesai mengguyur tubuhnya dengan air dan ia pun telah berganti pakaian dengan setelan kerjanya .
Sarapan pagi yang ia pesan pun akhirnya datang. Wiliam segera membukakan pintu untuk pelayan hotel yang mengantarkan pesanan nya itu .
" Permisi pak saya kesini mau mengantarkan pesanan bapak . " ucap pelayan hotel itu ramah .
" Terimakasih ya mas . " ucap Wiliam pelan kemudian ia membawa pesanan itu masuk kedalam kamar nya.
" Dia pulas sekali , apa aku harus membangunkan nya untuk sarapan pagi . Tapi ... aku sungguh tak tega jika harus mengganggu tidur nya . " ucap wiliam pada dirinya sendiri.
Tak lama setelah itu tubuh siska menggeliat pelan wanita itu terbangun dari tidurnya . Wiliam yang masih sibuk dengan pikirannya itu pun langsung mengalihkan pandangannya pada wanita yang kini tengah duduk di atas kasur berusaha untuk mengumpulkan nyawanya yang belum kembali seratus persen .
" Sayang bangun ini sudah siang . " Ucap Wiliam menghampiri istrinya itu dan mengusap pipi istrinya itu pelan .
" Mas ... em ini jam berapa kenapa mas sudah rapi sekali ?" tanya Siska memperhatikan setelan kerja yang suaminya kenakan .
" Jam 9 sayang dan sebentar lagi mas harus berkerja . " ucap Wiliam membuat Siska melotot wanita itu langsung menatap suaminya dengan pandangan tak suka.
" Kenapa gak di bangunin mas ...Siska ada kuliah sebentar lagi . " Ucap siska kesal .
" Maaf sayang mas pikir kamu masih kecapean dan butuh istirahat lebih jadi mas tak tega membangunkan kamu . " ucap Wiliam pada istrinya itu .
" Tetap saja ...mas seharusnya membangunkan Siska ." Ucap wanita itu kesal .
" Ya sudah sana mandi sayang tunggu apa lagi . setelah itu kita sarapan terus berangkat ke kampus bersama sama . " ucap Wiliam pada istrinya itu .
__ADS_1
" Mana sempat mas ... Setengah jam lagi kelas siska mulai ... ck ... Siska gak mandi saja deh kalau gitu. " ucap Siska pada suaminya itu .
Wiliam menghela nafas nya , ia tau istrinya itu sedang marah dengan nya karena tak membangunkan istrinya itu lebih awal . Dengan tenang dan sabar Wiliam memeluk istrinya itu perlahan dan menciumi rambut Istrinya itu sayang .
" Maaf ya sayang ... kamu gak usah mandi juga gak papa sayang ...aku tetap mencintaimu . " ucap Wiliam membuat bibir Siska yang tadinya mengerucut kini pun tersenyum dengan lebar .
Wanita itu luluh dan tak bisa marah lagi mendengar kata kata manis dari suaminya itu .
" Jangan bohong ... kalau Siska bau masak mas masih mencintai Siska sih . " ucap Siska pada suaminya itu .
" Mas tak bohong sayang ... mas akan tetap mencintai mu bagaimana pun kamu nantinya . " ucap Wiliam lagi lagi membuat pipi Siska memerah .
" Sudah ah mas jangan gombalin Siska terus kan siska jadi malu ... ya sudah Siska ganti baju dulu ya mas setelah itu kita berangkat . " ucap Siska pada suaminya itu .
" Sarapan dulu sayang baru kita berangkat ke kampus . Aku tak mau kamu sakit gara gara telat sarapan." ucap Wiliam pada istrinya itu .
" Iya mas . " ucap Siska pelan . kemudian wanita itu segera mengambil baju dalam kopernya dan bergegas pergi kedalam kamar mandi . ia ingin mencuci mukanya dan mengganti pakaian nya itu .
tak lama setelah ia mengganti pakaian nya Siska pun keluar dari dalam bilik kamar mandi wanita itu melangkah kan kaki menuju sebuah meja yang tak jauh dari tempat duduknya . di sana suaminya itu tengah duduk menunggu nya seraya memainkan ponsel miliknya itu .
" Maaf sayang ..Ini lah aku dapet pesan dari pak Andre katanya dia baru saja menemukan ibu ibu paruh baya di tengah jalan . Ibu ibu itu sungguh kasian , sekujur tubuhnya di penuhi memar ... seperti nya dia baru saja mendapatkan kekerasan . " ucap Wiliam menjelaskan pada istrinya itu .
" Kasian sekali ... terus ibu ibu itu di bawa kemana mas ?" Tanya Siska penasaran karena Siska dasarnya adalah orang yang cepat sekali iba dan prihatin pada orang lain .
" Rumah sakit sayang .... mas gak tau lebih jelas nya bagaimana yang jelas sampai saat ini belum ada pihak keluarga yang datang untuk menjenguk ibu ibu itu . " ucap Wiliam pada istrinya itu .
" Lain kali kita lihat ibu ibu itu ya mas ...kasihan sekali pasti dia sangat menderita dan kesepian . " ucap Siska pada suaminya itu .
" Iya sayang lain kali mas bawa kamu kesana ." Ucap Wiliam pelan .
" ya sudah .. kita ke habiskan makanan nya terus kita berangkat ke kampus . siska gak mau telat dan di marahin dosen lagi . apalagi Siska baru saja ambil cuti kemarin selama 5 hari pasti siska bakal kena marah kalau misalkan Siska telat lagi mas . " ucap Siska pada suaminya itu .
__ADS_1
" Memang nya siapa dosen yang mengajar mu hari ini ?" tanya Wiliam penasaran siapa yang membuat istrinya itu sungguh ketakutan hingga tak mau telat ke kampus .
"Dia itu dosen yang galak mas ...mas juga tau siapa dosen itu .." Ucap Siska melirik wajah suaminya yang tampak begitu penasaran .
" Siapa ...mas gak tau siapa yang kamu maksud . " ucap Wiliam pada istrinya itu .
" masak mas gak tau sih ..." ucap Siska menggoda suaminya itu .
" Ck ...mas benar benar gak tau sayang. .. coba beritahu mas siapa dia . " ucap Wiliam membuat Siska tertawa pelan .
" malah ketawa .." ucap wiliam kesal .
" Dosen itu tak lain dan tak bukan ya mas sendiri . " ucap Siska pada suaminya itu .
" Oh jadi ... kamu ...ngatain mas galak . " ucap Wiliam pada istrinya itu .
" Bukan ngatain mas tapi itu kenyataan . " ucap Siska tersenyum senang karena berhasil menggoda Suami nya itu .
" Awas saja kamu ya . " Ucap Wiliam menggelitik Siska membuat Siska berteriak dan memohon ampun karena tak kuasa menahan geli di perut nya .
" Sudah mas sudah ..ampun ." ucap siska tertawa sampai mengeluarkan air matanya . Wiliam yang melihat Siska memohon pun menjadi tak tega laki laki itu melepaskan tangan nya dari perut Siska ia menyudahi aksinya untuk membuat istrinya itu kegelian .
..
...
...
Otak nya lagi gak mau di ajak kompromi jadi maafkan author jika hanya bisa up 1 bab .
besok tetap up lagi kok .
__ADS_1
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author