
Aku masih di sini di tempat di mana bapakku menjalankan operasi nya , Sejenak aku mulai ragu operasi itu akan berhasil mengingat lama nya operasi yang di jalan kan bapak . Bahkan sampai sekarang pun masih belum ada dokter ataupun perawat yang keluar dari ruang operasi itu .
Lampu tanda sedang berjalan nya Operasi pun masih merah menyala begitu terang , tak lama lampu itu berubah hijau . Aku langsung berdiri dari duduk ku ketika salah satu dokter baru saja keluar .
" Bagaimana operasi nya dokter ?" tanya ku kepada nya , sejenak ia tersenyum padaku kemudian ia mengangguk kan kepalanya perlahan .
" Alhamdulillah semua lancar . Operasi nya berhasil mbak , selamat ya . " ucap nya yang membuat diriku bernafas lega .
" Terimakasih dokter karena telah berkerja keras menyelamatkan bapak saya . " ucap ku tersenyum senang .
" Sama sama , Ya sudah saya permisi dulu ya mbak Siska . Nanti bapak anda akan di pindahkan ke ruang perawatan . " ucap nya tersenyum padaku . Aku hanya mengangguk kan kepala ku perlahan kemudian ia berlalu pergi meninggalkan ku .
Rasa syukur yang tiada Tara aku panjatkan kepada Allah karena beliau telah memperlancar operasi bapak . Aku pun kembali duduk di tempat ku duduk tadi tak lam ada sebuah pesan masuk ke dalam handphone ku . Siapa lagi yang menghubungi ku jika bukan mas rangga .
'' Bagaimana sayang apa operasi nya lancar ?" tanya nya yang membuat aku terdiam sejenak . Aku bertanya tanya pada diri sendiri kenapa lelaki itu begitu perhatian pada ku jika ujung ujungnya ia akan meninggalkan ku .
" Lancar mas .. " jawab ku kemudian membalas pesan nya .
" Alhamdulillah kalau begitu , mas ikut senang mendengar nya . " tulis nya lagi .
" Iya . " jawab ku tak bersemangat karena jujur aku tak mau terus terusan menaruh hati pada orang yang sama sekali tak ingin bertahan dengan ku .
" Aku merindukan mu . " balas nya lagi dan aku hanya membaca nya . Aku hanya ingin bekerja secara profesional , aku tak mau membiarkan perasaan ini semakin dalam.
" Maaf mbak kami akan membawa bapak Tarno menuju ruang perawatan ." ucap salah seorang suster yang saat ini tengah mendorong ranjang yang membawa bapak ku .
" Silakan suster . " ucap ku seraya mengikuti mereka dari belakang .
Jika melihat wajah Bapak aku jadi teringat ibu , kemana wanita itu pergi . Dan kenapa tak menjenguk bapak dan menemani Operasi nya.
" Mungkin ia lelah bekerja . " Batin ku tak ingin berperasangka buruk terhadap nya. Aku terus melangkah kan kaki ku menuju sebuah kamar yang tak jauh dari tempat di mana bapak di oprasi tadi .
__ADS_1
..
...
..
Rangga POV .
Aku sangat tak suka di abaikan seperti saat ini , aku menatap layar handphone ku tanpa berkedip . Aku tak menyangka ia mengabaikan aku dengan tak membalas pesan dari ku . Aku berdecak tak suka aku ingin menyusul ia kerumah sakit namun ia tak mengizinkan aku untuk datang .
Jadi yang bisa aku lakukan hanya diam menunggu nya saja . Namun aku bukan orang yang sabar menunggu .
" Apa dia sibuk kenapa tak membalas pesan ku . " ucap ku mengacak acak rambut ku sendiri .
" Ck ... dasar bucin . Siska mungkin sibuk mengurus bapak nya jadi kamu tak perlu lebay seperti itu. Tunggu saja kabar darinya dengan tenang dan lakukan pekerjaan mu . " ucap Jordan membuat aku emosi . Seenak nya saja lelaki itu mengatai ku bucin , tapi apa yang ia katakan memang ada benarnya .Namun tetap saja aku tak suka di sebut seperti itu , aku pun juga tak menyangka bahwa diri ku akan seperti ini sejak mengenal Siska .
"Apa melotot .. Emang bener kok nga elo tuh bucin sekarang gak kayak dulu lagi yang cuek dan tak mau tau . Gue jadi ragu loe bisa ninggalin Siska . " ucap Jordan
"Kalau Siska hamil juga bagaimana , apa loe akan tetap memilih Rosa ?" tanya Jordan semakin membuat ku bingung jika itu memang benar terjadi mungkin aku tak tau siapa yang harus aku pilih .
" Gue gak tau harus bagaimana jika itu benar benar terjadi . " ucap ku pusing kepala , ku pijit pelipis ku perlahan . Jordan menatap ku sejenak kemudian ia menepuk pundak kuw perlahan .
" Maka dari itu loe harus putuskan sekarang juga nga .. Biar semua tak bertambah parah ." ucap nya membuat aku mengacak acak rambut ku frustasi .
" Gue gak bisa ... dan gue masih gak bisa lepaskan Siska untuk saat ini . " ucap ku yang benar benar belum bisa melepaskan Siska . berjauhan sebentar saja aku sudah merindukan nya apa lagi melepaskan ia. . tentu saja aku tak mampu .
" Ya ... mulai saat ini berusahalah untuk melepaskan nya sedikit demi sedikit agar loe mampu melepaskan sis sepenuhnya nanti nya . Dan belajarlah menerima Rosa nga , kasihan dia kalau terus kamu acuh kan . " ucap Jordan padaku .
Tak lama handphone ku berdering telvon dari mama Luna membuat aku mengerutkan dahi . Tak biasanya ibu ku Menelvon di jam jam seperti ini .
" halo ada apa ma ?" tanya Ku padanya .
__ADS_1
" Rangga kamu beli mobil baru ya ?" tanya nya membuat aku mengerutkan dahi karena aku sama sekali tak pernah membeli mobil baru , mengingat aku baru saja membeli nya 3 bulan yang lalu .
" Enggak . Memang nya kenapa ?" tanya ku penasaran kenapa ia berbicara seperti itu .
" loh ..Berarti yang jemput Rosa tadi bukan kamu , aku kira kamu yang jemput . " Ucap nya pada ku .
" Bukan itu teman nya . Dia bilang mau menginap di rumah temannya itu , dia sudah izin sama aku ma . " ucap ku memberitahu apa yang Rosa omongkan kemarin malam pada diriku .
" Yang benar saja kamu , Teman nya itu cowok nga kenapa kamu izinkan begitu saja . " ucap Mama kesal .
" Maksud mama apa ?" tanya ku bingung karena Rosa bilang temannya itu perempuan bukan laki laki .
" Ck ... yang jemput Rosa itu cowok bukan cewek . Mama pikir itu kami karena mama gak bisa lihat jelas wajah nya. " ucap mama membuat aku bertanya tanya siapa yang menjemput rosa . Apa benar itu teman yang ia maksud , tapi wanita itu bilang teman nya perempuan bukan laki laki .
" Biar nanti Rangga telvon Rosa . " ucap ku padanya karena tak ingin ia berpikir macam macam dan membuat ia khawatir .
" Ya sudah tanya nya baik baik ya nga . Mama tak mau kalian bertengkar . " ucap nya pada diriku .
" Iya mama gak usah khawatir . " ucap ku sebelum mengakhiri telvon nya .
" Ada apa ?" tanya Jordan pada diriku , aku menatap nya sejenak . Aku pikir Jordan tak perlu tau masalah ini karena ini masalah keluarga ku bukan masalah kantor .
" Tak apa .. nanti temani gue ngopi di cafe sekitar sini ya setelah pulang kantor . Kepala gue pusing . " ucap ku padanya . Dia tersenyum senang dan mengangguk kan kepalanya penuh semangat .
" Seneng banget loe ?" tanya ku padanya .
" Seneng lah kan di traktir bos hehehe. " ucap nya nyengir .
" Dasar , ya sudah sana loe pergi dulu gue mau ngecek proposal yang lain nanti gue panggil loe kalau udah selesai . " ucap ku padanya .
" Oke siap bos ." ucap nya sebelum pergi dari hadapan ku , ku tatap sejenak punggung Jordan yang menjauh . Sesaat aku merasa iri dengan kehidupan nya , ia bisa bebas melakukan apa pun .Hidup bahagia bersama wanita yang ia cintai .
__ADS_1