
Senyum lebar kembali merekah di wajah Siska , hari ini ia kembali ke rumah nya .... Tepat nya rumah ibunya .Ia memutuskan untuk tinggal bersama dengan Ibu ayah dan kakak nya .
Ia tak mau kejadian Rangga membawanya terulang lagi . Ia tak ingin berpisah lagi dengan keluarga nya jadi ia memilih untuk tinggal .
" Kamu sudah siap sayang ?" Tanya flora ketika mobil yang membawa mereka berhenti tepat di depan rumah nya .
" Siap ma . " ucap Siska tersenyum .Flora ikut tersenyum , wanita setengah baya itu menuntun putri nya untuk turun dari mobil .
Kemudian ia membawa Siska masuk perlahan lahan kedalam rumah mereka . Rumah itu nampak mewah dengan beberapa ornamen ornamen kecil di dalam nya . Siska sungguh tak menyangka bahwa orang tuanya tinggal di rumah sebagus dan sebesar ini .
" Ini rumah yang akan kamu tinggali sayang dan di sana adalah kamar kamu. " Ucap flora menunjuk kamar atas yang terlihat dari bawah. Siska tersenyum dan mengangguk paham .
" Mama senang sekali sayang karena kamu mau tinggal kembali bersama dengan kami . Tak ada hal yang paling membahagiakan bagi mama selain kembalinya dirimu bersama dengan kami . " ucap flora tersenyum .
" Aku juga senang kalau mama senang. " ucap Siska tersenyum .
"Ya sudah sana istirahat kamu belum pulih betul , biar mama masakan kamu makan siang ya. " Ucap flora mengusap rambut anak nya itu pelan .
" Iya ma ..." Ucap Siska berjalan menuju kamar nya dengan menenteng tas milik nya .
" Biar kakak bawakan . " ucap Ibra mengambil alih tas di tangan adiknya itu .
" Terimakasih Kak . " Ucap Siska tersenyum lembut .
" Sama sama . " ucap Ibra ikut tersenyum .
Mereka menaiki anak tangga satu persatu bersama . Mata Siska tertuju pada sebuah foto yang terpasang di dinding tangga . Foto itu memperlihatkan gambar Ibra tengah memeluk seorang wanita .
" Itu foto siapa kak ?" tanya Siska menghentikan langkah Ibra . Lelaki itu menatap foto yang Siska tunjuk , ia baru sadar jika ia belum melepaskan foto itu di dinding tangga rumah nya .
" Itu ...almh istri kakak . Kakak lupa melepaskan foto itu , jadi jangan hiraukan foto itu oke . Nanti kakak suruh orang untuk melepaskan nya . " acap Ibra pelan .
Melihat raut wajah Ibra yang sedih Siska jadi merasa bersalah . Wanita itu hanya diam tak berani berbicara apa pun .
__ADS_1
" Sudahlah jangan di bahas lagi . Ayo kita lihat kamar mu , kemarin mama begitu antusias mendekorasi kamar mu . " Ucap Ibra kembali tersenyum , Ia melirik fotonya dan almh istri nya sejenak kemudian ia kembali melangkahkan kaki menuju kamar baru adiknya . .
" Wah ... bagus dan besar sekali . " Ucap Siska kagum ketika ia masuk ke kamar nya . Kamar itu terlihat seperti kamar tuan putri di negri dongeng dan Siska sangat menyukai nya .
" Kamu suka ?" tanya Ibra pada adiknya itu . .
.
" Suka sungguh suka . " ucap Siska tersenyum senang . Ibra ikut tersenyum , ia merasa Siska sudah kembali ceria dan tak murung lagi seperti hari hari kemarin .
" Syukurlah kalau kamu suka . Istirahat lah kakak ke bawah dulu . " Ucap Ibra mengusap rambut adiknya itu pelan sebelum ia pergi meninggalkan adiknya itu .
...
...
..
Di lain sisi Rangga tampak lesu . jiwanya sungguh terasa mati saat Siska pergi dari kehidupan nya , Lisa yang memperhatikan anak nya akhir akhir ini sering murung dan melamun pun langsung menghampiri anak nya itu , di tepuk nya pundak anak nya perlahan .
" Rangga telah menyakiti hati orang yang Rangga cintai ma ...Rangga telah membuat nya pergi dari hidup Rangga . Dia tak mau bersama Rangga lagi ...Itu semua karena Rangga tak memperlakukan dia dengan baik . " Ucap Rangga menangis .
Lisa yang melihat nya pun jadi tak tega , sebenarnya ia tau siapa orang yang Rangga maksud . Jordan telah menceritakan semuanya padanya , Lisa memeluk putranya itu erat di usapnya punggung anak laki lakinya itu perlahan .
" Jangan begini Rangga . Kamu harus melupakan dia , dia bukan jodoh mu . Seberapa keras pun kamu mengejar nya kamu tak akan bisa mendapatkan dia . Karena dia bukan jodoh mu nak. Jangan Siska hati mu dan jangan Siksa hati orang lain . Lepaskan lah dia meskipun itu berat untuk mu . " ucap Rangga pada anak nya itu .
Rangga kembali terdiam ia sungguh belum bisa melepaskan Siska sepenuhnya .
...
...
.
__ADS_1
Makan siang pun tiba ... Setelah membereskan semua baju bajunya ke dalam almari Siska pun memutuskan untuk turun , ia ingin makan siang bersama sama dengan keluarga nya .
" Duduk sini sayang , mama sudah masak banyak untuk kamu . " Ucap flora memanggil anak nya itu .
Tak lama Siska pun ikut duduk bersama dengan keluarga nya , Bram menatap putrinya itu dengan tersenyum . Ia senang anak nya bisa kembali berkumpul dengan nya setelah belasan tahun terpisah .
" Siska ...boleh papa bertanya sesuatu ?" Tanya Bram pada anak nya itu .
" Apa pa ?" Tanya Siska seraya menatap Bram penuh tanya .
" Apa cita cita kamu sayang ?" tanya Bram pada anak nya itu .
" Aku ... em aku ingin kuliah sebenarnya pa , melanjutkan pendidikan ku yang tak bisa aku lanjutkan dulu karena aku tak memiliki biyaya untuk melanjutkan nya . " Ucap Siska pada ayah nya itu .
" Itu mudah sayang , kamu papa akan mendaftarkan kamu ke universitas terbaik di kota ini . Jadi kamu bisa melanjutkan kuliah mu . " acap Bram membuat Siska senang . Dari dulu ia sudah membayangkan bagaimana rasanya bisa kuliah seperti anak anak pada umumnya namun khayalan itu terasa tak mungkin karena dulu ia tak mempunyai biyaya .
Dan kini khayalan nya itu akan menjadi kenyataan . Ia sebentar lagi bisa melanjutkan pendidikan nya dan meraih cita citanya .
" Kamu senang sekali . " Ucap Ibra yang melihat adiknya itu tersenyum manis .
" Tentu senang dong kakak kan sebentar lagi aku mau kuliah . " Ucap Siska pada kakak nya itu . .
" Ck ...kamu bakal menyesal setelah masuk kuliah . Karena kuliah itu tak semudah yang kamu pikirkan . Banyak tugas yang harus kamu kerjakan , waktu mu bakal terkuras habis habisan untuk mengerjakan tugas . " Ucap Ibra langsung di hadiah i sebuah pukulan pelan oleh flora di lengan anak nya itu .
" Kamu ini , bukannya mendukung adik mu malah menakut nakuti dia . Sudah Siska jangan dengarkan kakak mu . Dia itu pemalas makanya dapat tugas sedikit dari dosen bilang nya banyak . Sudahlah ayo kita segera habiskan makanan nya . " Ucap flora pada anak anak nya itu , Siska hanya tersenyum dan menurut. Ia memakan makanan itu dengan lahap , flora yang melihat anak nya begitu menyukai makanan buatan nya pun merasa senang .
Dari dulu ia berharap bisa memasarkan makanan untuk anak gadis nya itu dan kini harapan nya itu terwujud. Ia berharap keluarga nya akan selalu bahagia selama nya
..
.
.
__ADS_1
Jangan lupa berikan like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .