Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
43 . Kamu juga bersalah bukan cuma aku


__ADS_3

Setelah kepergian Rangga , Siska segera menggendong anak lelaki itu dan menenangkan nya . Lisa yang melihat hal itu pun tersenyum senang ia merasa telah memilih pengasuh yang tepat untuk cucunya .


Namun sebenarnya ia juga bertanya tanya ada hubungan apa wanita di hadapannya itu dengan Rangga dan kenapa Rangga sangat membenci wanita di hadapannya itu .


" Siska boleh saya bertanya pada kamu tentang sesuatu ?" tanya Lisa membuat Siska yang sedari tadi menatap wajah Riyan mengalihkan pandangannya .


Wanita itu memandang Lisa dengan senyuman kemudian ia mulai mengangguk kan kepalanya perlahan .


" Sebenarnya ada hubungan apa kamu dengan putra ku . Kenapa dia seperti nya sangat membenci mu ?" tanya Lisa pada wanita di hadapan nya .


" Saya ... em . Mungkin pak Rangga mengkhawatirkan anak nya saja maka nya dia bersikap seperti itu . " ucap Siska berbohong .


" em jadi begitu . " ucap Lisa pelan sebenarnya ia sedikit tak percaya dengan alasan yang Siska berikan namun ia tak mau membuat wanita itu merasa tak nyaman jadi ia hanya bisa menghilangkan pikiran nya jauh jauh dan mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut lagi karena sepertinya Siska tak ingin bercerita pada dirinya .


" Ngomong ngomong kamu sudah memiliki pasangan Siska ?" tanya Lisa begitu penasaran. dengan status bawahan nya itu .


Siska terdiam , ia bingung harus menjawab apa . ia tak mungkin mengatakan bahwa dirinya adalah istri siri dari anak wanita di hadapannya itu . Tapi ia juga tak mau berbohong dengan mengatakan jika dirinya belum memiliki pasangan .


" Sudah Bu ." ucap Siska pelan .


" Benarkah ... kalau begitu kenalkan dia pada ibu lain kali ya , saya ingin tau pria seperti apa yang mendapatkan gadis sebaik dirimu ." ucap Lisa membuat Siska lagi lagi terdiam , ia tak tau apakah Lisa akan marah nantinya jika tau anak nya menikah i dirinya .


..


...


..


Sedari tadi Rangga menunggu kedatangan Siska di kamar wanita itu , ia ingin membeli pelajaran yang setimpal pada wanita itu . Berani beraninya wanita itu keluar dari kamar tanpa seizinnya . Ia juga sangat kesal karena wanita itu tak menolak permintaan ibunya untuk menjadi pengasuh bayi nya .


Krek.... pintu kamar nya terbuka . Rangga langsung menatap pintu kamar itu dengan pandangan tajam . Membuat Siska yang baru saja memasuki kamar nya langsung ketakutan .

__ADS_1


Rangga berdiri dari duduknya dan berjalan melewati Siska , lelaki itu mengunci pintu kamar milik Siska .


Melihat itu siska semakin ketakutan di buat nya . wanita itu memundurkan langkahnya ketika Rangga mendekati nya dengan perlahan lahan.


Kaki wanita itu terus mundur hingga ia tak bisa mundur lagi , melihat itu Rangga tersenyum sinis . Ia langsung mencengkram rahang Siska membuat wanita di hadapannya itu kesakitan hingga menangis .


" Berani beraninya kamu keluar dari kamar dan menerima tawaran ibuku untuk menjadi pengasuh anak ku ha ..." teriak Rangga tepat di mukanya yang membuat Siska menutup matanya rapat rapat .


" Maafkan aku mas ...aku terpaksa melakukan nya . " ucap Siska pelan yang membuat Rangga Semakin marah .


" Diam , aku tak butuh penjelasan dari mu . Sekarang terima hukuman dari ku dan jangan sekalipun menangis karena aku tak akan menunjukkan belas kasihan ku padamu sama sekali ." ucap Rangga tersenyum sinis . lelaki itu hendak men ciu mi leher Siska namun Siska sudah lebih dulu menahan nya .


" Kenapa kamu bersikap seperti ini ... Kamu bilang kamu melakukan ini karena aku perusak rumah tangga mu . Tapi apa pernah kamu sadar kamu juga orang yang ikut andil dalam merusak rumah tangga mu sendiri . " teriak Siska tak dapat lagi menahan amarahnya . Mendengar itu rahang Rangga mengeras dan tangan lelaki itu mulai mengepal .


Ia sungguh benci pada kenyataan yang ia dengar dari mulut Siska .


" Kenapa diam apa yang Siska katakan itu benar mas . Sebenarnya bukan Siska yang bersalah tapi mas lah yang bersalah atas semuanya karena mas yang memulai nya dari awal Siska sama sekali tak tau apa pun . Siska hanya bekerja mas , dan kenapa mas menyalahkan Siska akan hal itu . " ucap Siska dengan berlinang air mata .Sedangkan Rangga sudah tak tahan lagi .


Sebuah tamparan yang sangat keras mendarat di pipi Siska . Wanita cantik itu memegangi pipinya yang terasa sangat panas dan perih . Mungkin tamparan itu akan meninggalkan bekas di pipinya .


" Aku bilang diam ya diam apa kamu tuli ." Bentak Rangga tak mendapatkan jawaban dari Siska . Wanita itu hanya menangis tanpa suara , hatinya berdenyut nyeri mendapatkan perlakuan kasar dari orang yang ia cintai .


Bodohnya meskipun di perlakukan seperti itu Siska sama sekali tak bisa membenci Rangga . Wanita itu sudah terlanjur mencintai nya , ia tak bisa melupakan rasa cintanya hanya karena perlakuan kasar dari orang di hadapannya itu .


Karena melihat Siska hanya diam Rangga pun tak perduli lagi , lelaki itu kembali mendekatkan mukanya ke le her wanita itu dan mulai meninggalkan jejak kepemilikan nya di sana .


Semakin lama ciu man itu semakin panas namun Siska sama sekali tak bergeming . Wanita itu merasa seperti patung , sama sekali tak ada rasa nik mat di setiap sentuhan yang Rangga berikan .


Yang ada hanya rasa sakit dan lelah .Ia ingin penderitaan nya segera berakhir namun entah kapan itu akan terjadi . siska memejamkan matanya ketika Rangga mulai melepaskan Benang demi benang yang melekat di tu buh Siska .


Kini wanita itu hanya bisa pasrah saat Rangga menarik nya ke atas ranjang . Lelaki itu dengan kasarnya menghempaskan tu buh Siska di atas kasur .

__ADS_1


Setelah itu Rangga mulai menindih Tu buh Siska kembali , di singkirkan nya rambut panjang Siska yang menghalangi wajah wanita itu .


" Mengapa diam saja Hem ... biasanya jika aku menyentuh mu seperti ini kamu akan berteriak keenakan bukan . lalu kenapa kamu hanya diam sekarang ?" tanya Rangga dengan nada yang sedikit dilembutkan .


Siska hanya diam bahkan wanita itu tak mau menatap wajah Rangga sama sekali . melihat itu Rangga menjadi semakin emosi .


" Jawab ...apa kamu tuli . Apa kamu bisu ?" tanya Rangga dengan nada tinggi .


" Aku takut jawaban yang saya berikan tak memuaskan hati anda tuan jadi lebih baik saya diam . " ucap Siska pelan . Rangga yang mendengar itu pun kembali melayangkan sebuah tamparan di pipi Siska .


" Berani sekali kamu menyindir ku seperti itu Hem . Aku lihat lihat sekarang kamu semakin berani saja kepada ku . Apa kamu sungguh ingin membuat ibu mu yang mata duitan itu mati mengenaskan hem ?" tanya Rangga membuat Siska seketika teringat ibu angkat nya .


Siska benci pada dirinya sendiri karena ia masih tak bisa untuk acuh tak acuh pada ibu yang telah menyakiti hatinya itu , Siska membenci ibunya itu namun nyatanya ia masih perduli .


Ia tak ingin ibunya itu celaka . Bagaimana pun pula ibunya lah yang membiayai hidup nya sejak ia terpisah dari orang tua kandung nya .


" Aku mohon jangan sentuh ibu ku ...Aku akan lakukan apapun asalkan kamu tak menyentuh nya . " ucap Siska akhirnya mengalah dengan ancaman yang Rangga berikan .


..


..


.


Lanjut besok ya ... author lagi siapkan menu untuk buka ... hehe


Bagi yang berpuasa semoga puasa nya lancar dan bersemangat terus sampai hari H ya ...


Jangan lupa berikan like komen vaf dan hadiah ya .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.

__ADS_1


__ADS_2