Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
33. Brandon mulai beraksi .


__ADS_3

Seminggu berlalu kini baby Riyan telah diperbolehkan pulang ke rumah nya , Rangga yang selama ini mengurus Riyan seminggu full di rumah sakit pun nampak senang dengan kepulangan anak nya itu .


Lelaki itu menggendong sang anak menuju sebuah rumah yang dulu ia tempati bersama Rosa dan Lisa .


" Selamat datang di rumah Beby Rian . " Ucap Lisa yang melihat cucunya datang , mata yang tadinya tertutup pun mulai terbuka , anak bayi itu menggeliat kemudian menangis dengan keras .


" Oh maafkan Oma sayang , Oma mengganggu tidur mu ya . " ucap Lisa mengambil alih Riyan dari gendongan Rangga . Rangga hanya tersenyum menyaksikan ibunya menenangkan Riyan yang sedari tadi menangis .


" Cup ... cup cucu oma ... Maaf ya sayang ya . " ucap Lisa menimang cucu semata wayang nya itu .


" Rangga maaf mengatakan hal ini tapi tadi mama Rosa dan ayah nya datang kemari . " ucap Lisa lagi yang membuat Rangga mematung , Lelaki itu khawatir dan perasaan nya tak enak karena sejak kepergian Rosa mertuanya itu menyalahkan dirinya . Dan mencaci maki serta membencinya .


" Mau apa mereka kemari ma ?" tanya Rangga mendudukkan pantat nya ke arah sofa .


" Mereka mau mengambil Riyan untuk mereka rawat . " ucap Lisa pelan seraya mengusap usap pipi cucunya yang mulai tertidur dengan lelap .


" Tak bisa ... Rangga tak mau menyerahkan Riyan ma , Rangga tak ingin kehilangan Riyan. Rangga ini ayah nya , Rangga berhak mengurusi anak Rangga dan memberikan ia nafkah jadi mereka tak bisa mengambil Riyan dari Rangga . " ucap Rangga tak terima jika orang tua rosa mengambil Riyan dari dirinya .


" Kamu tenang dulu Rangga . Mama tau kamu tak mau kehilangan Riyan , mama juga akan membantu mu jika mereka mengambil alih jalur hukum . Lagi pula hak asuh Riyan akan tetap jatuh ke tangan mu karena kamu ayah biologis nya. Mereka tak berhak mengambil hak milik mu Rangga . Jadi tenanglah , mama juga sudah mengatakan hal itu pada mereka dan mereka mengerti . Jadi kamu tenang oke . " ucap Lisa membuat Rangga menghela nafas nya perlahan.


Ia merasa akhir akhir ini ia sering emosi dan perasaan nya sering tak menentu mungkin karena ia kehilangan istrinya dan juga ia lelah mengurus Riyan seminggu di rumah sakit .


" Mama tau kamu capek dan banyak pikiran , istirahat lah di kamar mu . Mama akan menggantikan mu menjaga Riyan . " ucap Lisa yang mengerti kondisi anak nya itu .


" Ya sudah ma ... Rangga ke kamar dulu , kalau mama butuh sesuatu panggil saja Rangga . " ucap anak laki lakinya itu berdiri dari duduknya dan berlalu ke dalam kamar .


" Kasian sekali anak itu harus menjadi orang tua tunggal untuk anak nya . Tapi mungkin ini takdir yang harus ia terima karena telah menyakiti Rosa . " ucap Lisa menatap punggung anak nya yang semakin menjauh.

__ADS_1


Rangga masuk kedalam kamar , dadanya merasa sesak kala mengingat kenangan kenangan Rosa di kamar itu .


" Kamu sudah pulang mas , mau makan apa , mau mandi air hangat atau dingin. mau pakai baju apa dan sebagainya . " kata kata itu terlintas di pikiran nya , membuat batin Rangga semakin tersiksa . Rasa bersalah dan menyesal terus terusan menghantuinya .


" Maafkan aku Rosa . Maaf ... " ucap lelaki itu menangis seraya menatap foto pernikahan nya dengan wanita yang telah meninggalkan nya itu .


Cukup lama ia menangis hingga akhirnya Rangga pun mulai tenang kembali . lelaki itu meraih handphone yang sedari kemarin tak ia aktif kan .


Ia melihat banyak nya pesan yang masuk , terutama pesan dari Jordan yang mengirimkan email email dari berbagai Perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan nya .


Ia merasa belum mood untuk memeriksa email tersebut jadi ia melihat lihat pesan yang lain . Matanya nya tertuju pada sebuah nomer yang jarang sekali mengirimkan ia pesan .


Ia segera membuka pesan itu , pesan dari wanita yang ia cintai . Pesan itu di kirimkan seminggu yang lalu saat ia sedang berkabung karena kepergian Rosa .


" Kita perlu bicara mas ini penting "


" Ini tentang kelanjutan hubungan kita . "


Kira kira begitulah isi pesan tersebut , Rangga terdiam perasaan nya mulai tak tenang . Lelaki itu ingin menghubungi Siska dan bertanya apa hal yang membuat wanita itu ingin bertemu dengan nya .


Namun sebelum jarinya menekan tombol telvon .Sebuah telvon dari nomer yang tak dikenal masuk kedalam handphone nya .


Rangga ingin mematikan telpon itu namun ia juga penasaran siapa yang menelpon nya dengan nomer yang tak ia kenal itu .


" Halo , siapa ini ? " Tanya Rangga dingin ketika telpon berhasil tersambung .


" Kamu mau tau siapa aku ?" tanya seorang lelaki di balik telpon itu yang membuat Rangga semakin bingung dan mengerutkan dahinya .

__ADS_1


" Jangan main main , siapa kamu sebenarnya . Saya tak punya waktu untuk melanggati orang seperti anda . " ucap Rangga kesal karena ia pikir itu orang iseng yang menelpon nya .


" Wo ... santai bro , aku hanya ingin bertemu dengan mu saja . Ini soal Rosa . " ucap orang itu semakin membuat Rangga bertanya tanya . siapa yang menelpon nya dan kenapa orang yang menelpon nya itu kenal dengan istrinya .


" Siapa kamu ... kenapa kamu mengenal istri ku ?" tanya Rangga emosi karena lelaki itu tak memberikan identitas nya .


" Kalau kamu mau tau aku siapa dan ada hubungan apa aku sama Rosa datang lah ke cafe Julio . sekarang juga , aku tunggu kamu kalau dalam waktu 15 menit kamu tak datang aku akan pergi dan membiarkan kesalahpahaman antara kamu dan Rosa semakin berlanjut dan semakin bertambah besar . " ucap orang itu langsung mematikan telvon nya . Rangga berdecak , tiba tiba ia teringat dengan foto yang Siska kirimkan . Akibat foto itu ia bertengkar dengan Rosa dan membuat wanita itu harus kehilangan nyawanya karena pendarahan yang ia alami .


Karena penasaran dengan kebenaran dari foto yang Siska kirim kan akhirnya Rangga memutuskan untuk menemui lelaki itu sebelum ia menemui Siska .


Rangga bangkit dari duduknya , meraih jaket dan kunci mobil nya yang tergeletak di atas kasur . Kemudian lelaki itu berjalan keluar dari kamar dan menuruni tangga demi tangga rumah milik nya . Tak lama ia melihat ibunya yang masih duduk di sofa ruang tamu seraya memberikan Susu formula untuk sang anak .


" Kamu mau kemana Rangga ?" tanya Lisa saat melihat putranya itu telah rapi dengan pakaian nya .


" Mau keluar sebentar ma , ada urusan mendadak yang tak bisa Rangga tinggal . Mama tolong bantu Rangga jagain Riyan sebentar ya. " ucap Rangga pada ibunya itu .


" Iya pergilah nak , mama akan menjaga Riyan jadi kamu tak perlu khawatir . " ucap Lisa melihat raut wajah anak nya yang nampak serius jadi ia hanya bisa mengizinkan anak nya itu pergi .


" Terimakasih ma ." ucap lelaki itu mencium pipi Lisa pelan kemudian lelaki itu pergi setelah mengusap pipi anak nya terlebih dahulu .


..


..


Aduh Abang Brandon mulai beraksi ...


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2