
malam hari pun tiba . Siska baru saja menunaikan ibadah nya sebagai umat muslim . wanita itu melipat mukena dan sajadah nya pelan .
Tak lama setelah itu ia pun duduk di balkon kamar nya , malam hari itu nampak cerah tak ada banyak bintang namun bulan bersinar terang menampakkan wujudnya .
Siska tersenyum mana kala ia mengingat Wiliam . Laki laki itu berbeda dari yang ia kira . Dulu ia mengira , laki laki itu orang yang sombong dan tak mau perduli terhadap orang lain namun nyatanya ia salah .
Mungkin alasan nya bersikap seperti itu di kampus nya adalah karena ia tak mau melewati batasan nya sebagai seorang pengajar .
Pikiran Siska mulai teringat di mana kejadian ia dan wiliam terjebak di desa yang taat sekali peraturan nya itu . Ia saat itu sungguh tak mau dan benar benar tak ingin menikah dengan Wiliam . Namun sekarang ia justru malah memberikan laki laki itu kesempatan untuk menikahi nya lagi .
Ia bertanya tanya pada dirinya sendiri apakah ia sudah jatuh cinta dengan Wiliam namun ia rasa belum . Ia hanya mengagumi laki laki itu , mengagumi caranya berbicara dan mengambil keputusan untuk masalah nya .
Lamunan nya buyar ketika bunyi handphone menyadarkan nya . Siska langsung meraih handphone nya dan bertanya tanya siapa yang menghubungi nya Se larut itu .
" besok jangan lupa restock barang "
" Iya ... besok gue kesitu . " balas Siska sedetik kemudian .
Tak lama handphone nya kembali berbunyi . Siska kesal dan ingin memarahi orang yang menelvon nya itu , Siska langsung mengangkat telvon itu tanpa melihat dan bertanya dulu siapa orang yang menelvon nya .
" Sudah aku bilang besok aku kesitu ...Irma . ih kamu ini . " kesal Siska membuat orang yang menelvon nya terkekeh pelan .
Siska begitu terkejut dengan suara itu , suara itu bukan milik sahabatnya Irma . Itu milik seorang laki laki , Siska bertanya tanya siapa laki laki yang menghubungi nya karena ia tak memiliki teman laki laki sama sekali .
" Ini siapa ?" tanya Siska sedikit malu karena telah mencaci maki orang yang salah .
" Kamu tak mengenali suara calon suami mu sendiri Siska ?" tanya orang itu dengan penuh penekanan. Pipi Siska memerah saat mendengar hal itu , ia baru sadar jika yang menelvon nya adalah Wiliam .
" Pak wili ada apa malam malam begini telvon ?" tanya Siska pelan .
" Bapak terus kita tak berada di kampus jadi jangan panggil aku begitu . Aku sungguh tak nyaman mendengar nya . " ucap Wiliam yang kembali membuat Siska tersenyum .
__ADS_1
" Baiklah maafkan Siska , Siska sudah terbiasa memanggil mas Wili dengan sebutan pak . Ada apa mas telvon Siska malam malam begini ?" tanya Siska lagi kali ini dengan sebutan yang membuat Wili senang .
" Tak apa ...memang nya tak boleh ya mas menghubungi calon istri mas sendiri . Memang nya salah jika mas menghubungi mu ?" Tanya Wiliam pelan .
" Bukan begitu , Kan tak biasa nya mas menghubungi ku dan bagaimana mas bisa dapat nomer handphone ku ?"'tanya Siska penasaran..
" Dari grup kelas mu . oh iya tadi mas sudah berbicara masalah kita dengan ayah dan ibu mas dan mereka setuju setuju saja . Besok mas akan datang melamar mu tolong sampaikan pada papa dan mama mu ya . " ucap Wiliam menjelaskan .
" Iya nanti Siska sampaikan ke papa dan mama . " ucap Siska senang .
Mereka pun kembali terdiam dan bingung harus memulai obrolan dari mana lagi ,keduanya canggung dan tak tau harus berkata apa .
Cukup lama mereka terdiam hingga Siska pun memberanikan diri untuk bertanya pada laki laki yang akan menjadi suaminya itu .
" jika kita menikah nanti . Apakah mas akan mengundang para dosen yang lain agar turut hadir di pernikahan kita ?" tanya Siska penasaran .
" memang nya kenapa kamu bertanya seperti itu ?' " tanya Wiliam malah bertanya balik pada Siska .
" Aku mengerti kekhawatiran mu Siska . Aku tak akan mengundang dosen ataupun mahasiswa lain nya . Aku berjanji kepada mu . " ucap wiliam membuat Siska lega karena laki laki itu tak menolak sama sekali permintaan nya .
" Iya mas terimakasih sudah mau memahami permintaan Siska. ya sudah Siska mau Istirahat dulu ya . sampai jumpa besok . " ucap Siska pelan .
" Iya ... selamat beristirahat . " ucap wiliam sebelum memutuskan sambungan telepon mereka..
Setelah telvon terputus Siska kembali melangkah kan kaki nya menuju kasur empuk miliknya . Ia tak mengira jika ia akan sesenang ini Wiliam Menelvon dirinya .
Tak lama setelah itu , pintu kamar nya terbuka dengan perlahan . Siska langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu . Senyum Siska langsung mengembang tak kala ia melihat ibunya lah yang membuka pintu kamar nya .
" Mama kira kamu sudah tidur. " ucap flora ketika baru saja memasuki kamar sang anak .
" belum ma ...masih belum ngantuk . Mama sendiri kenapa belum tidur ?" tanya Siska pada ibunya itu .
__ADS_1
" Mama juga belum ngantuk . Sebenarnya mama ingin tanya dari mana kamu mengenal calon suami mu itu ?" tanya flora pada anak nya.
" Dia dosen nya Siska ma . " ucap Siska pelan.
" Mama ...hanya khawatir kamu akan terluka lagi Siska . kalian kan belum mengenal lama , tapi melihat kamu tak menolak pernikahan ini mama juga tak bisa mencegah kamu . Satu hal yang perlu kamu tau , mama akan dukung apa pun keputusan kamu selama kamu bahagia nak . Selama ini kamu sudah cukup menderita sayang , mama mu tak bisa menemani kamu di saat kamu kesusahan .Kini mama ada di samping kamu , mama janji Siska mama akan menemani kamu baik kamu senang ataupun sedih . Mama menyayangi mu nak , kamu satu satunya mutiara berharga mama yang sebenarnya tak rela mama serahkan pada orang lain jika hanya untuk di sakiti . " ucap flora membuat Siska sedih sekaligus terharu .
Ia tak menyangka ibunya sangat mencintai nya . Selama ini ia selalu berpikir mama nya itu membuang nya sewaktu kecil . Ia pikir mama nya tak terlalu mencintai nya namu ternyata cinta mama nya itu lebih besar dari apa yang ia bayangkan .
" Mama tenang saja . Siska yakin keputusan yang Siska ambil tak akan salah . Maaf selama ini Siska membuat mama dan papa cemas memikirkan Siska , Siska janji Siska akan bahagia ma...Siska janji. " ucap Siska langsung memeluk ibunya itu .
" Semoga kamu bahagia sayang ...mama selalu mendoakan mu. " ucap flora mengusap rambut anak nya itu .
" Amin ma . " ucap Siska tersenyum .
" Oh iya Bagaimana ...kapan Wiliam akan datang kesini bersama keluarga nya ?" tanya flora pada anak nya itu .
" Besok mas Wiliam mau melamar Siska ma . " ucap Siska menunduk kan kepalanya malu malu. Flora yang melihat itu pun jadi tersenyum ia senang anak nya menunjukan sikap yang seperti itu .
" syukurlah kalau begitu ...Besok biar mama masak yang banyak untuk calon mantu mama dan calon besan mama ..." ucap flora tersenyum senang begitupun dengan Siska .
..
...
..
bab selanjutnya Diperkirakan up besok ...
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ...
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.
__ADS_1