
" Tetap saja dulu dan sekarang berbeda mas , dulu kamu menolak nya tapi sekarang siska gak tau mas masih menolak nya atau justru ingin menjalani hubungan dengan wanita itu lagi . " Ucap siska pada suaminya itu .
" Apa kamu pikir mas laki laki brengsek seperti itu ,- mas sama sekali tak seperti itu siska . Apa kamu sudah tak mempercayai mas lagi hem ?" Tanya wiliam pada istrinya itu .
" Bukan gitu mas ...siska hanya kesal saja melihat mas berpegangan tangan dengan wanita lain apa lagi mas sama sekali tak menolak nya . " Ucap siska cemberut .
" Sayang ...dengarkan mas , Dari dulu mas sudah pernah bilang kalau mas hanya akan menikah sekali seumur hidup dan itu dengan kamu jadi untuk apa aku tertarik dengan wanita lain lagi . Lagi pula hanya tangan ku yang di pegang oleh nya bukan hati ku jadi kamu tak udah khawatir sayang jika kamu kurang yakin dengan mas ...mas akan membuat mu lebih yakin lagi dengan cara mas sendiri . " Ucap wiliam tersenyum tipis .
" Cara apa yang mas maksud ?" Tanya siska penasaran .
" Tentu saja dengan cara seperti ini ... " Ucap wiliam menarik dagu istrinya itu dan men ci um nya perlahan . Sebenarnya siska masih marah dan tak ingin membalas ciu man itu namun ciu man itu begitu memabukkan hingga siska tak kuasa dan tanpa sadar mulai membalas hal yang wiliam lakukan padanya dengan cara yang sama pula .
" Ehmm.... mas .." ucap siska me nik mat ti ciu man yang suaminya berikan . Wiliam menuntun siska untuk duduk di kursi yang ada di balkon tersebut .
Wiliam semakin berani saat ini siska duduk atas pangkuan nya dan laki laki itu mulai men ci um mi le her istrinya itu , tangan laki laki itu mulai me le pas kan kancing baju istrinya satu persatu .
" Mas ...ini di balkon bagaimana kalau ada yang lihat ?" lirih siska pelan seraya menahan ******* nya untuk keluar .
" Ini sudah malam tak akan ada yang melihat kita sayang ... mas mohon jangan menolak nya . " Ucap wiliam berbisik di telinga istrinya itu . Karena tak tega menolak permintaan suaminya itu siska hanya bisa pasrah dan me nik ma ti setiap hal yang wiliam lakukan kepadanya .
Di lain sisi ibra baru saja pulang dari tugas nya dj rumah sakit laki laki itu berjalan melewati halaman rumah nya dengan tenang .
" Lelah sekali . " Ucap ibra memijit leher nya pelan .. mata laki laki itu tak sengaja menatap balkon kamar adiknya dan ia sungguh terkejut melihat sesuatu yang sangat tak biasa di hadapan nya itu ...
" Sialan ... apa mereka tak malu melakukan hal seperti itu di ruang terbuka , bagaimana kalau ada yang lihat . Sialan . " umpat ibra langsung memasuki rumah nya seraya menggelengkan kepalanya perlahan.. Ia jadi malu sendiri karena melihat hal yang tak seharusnya ia lihat .
" Masuk rumah kok gak salam sih bra kebiasaan banget kamu itu." ucap flora pada anak nya itu pelan .
"Maaf ma." jawab ibra pelan .
" Kenapa muka mu merah begitu kamu demam atau bagaimana ?" Tanya Flora ingin menyentuh kening anak nya namun ibra melarang nya .
" Tidak ...ibra hanya kepanasan sedikit . mama sendiri kenapa masih belum tidur di jam segini ?" tanya ibra pada ibunya itu .
__ADS_1
" Mama gak bisa tidur gara gara kebanyakan minum kopi tadi sama papa kamu . " Ucap flora pada anak nya itu .
" Oh begitu ... ya sudah ibra ke kamar dulu ya ma ." pamit ibra pelan .
" Tunggu dulu nak mama ingin bertanya satu hal pada mu " ucap flora pada anak nya itu .
" apa ma ?" tanya ibra ikut duduk di ruang keluarga mereka .
" Mama mengkhawatirkan mu bra ... adik mu sudah menikah dan kamu masih saja melajang apa ini karena kamu masih memikirkan almh istrimu nak ?" tanya flora membuat ibra terdiam sejenak .
" Ibu tau ...kamu masih memikirkan dia tapi dia sudah pergi bra ...kamu harus melupakan nya kamu juga harus melanjutkan hidup mu . kamu tak akan muda terus bra ..suatu hari kamu akan tua juga , siapa yang akan merawat mu ketika tua nanti kalau kamu tak memiliki istri ataupun anak dulu kamu mengenal kan Cintia pada mama ...tapi kemana gadis itu sekarang kenapa tak pernah datang lagi , apa hubungan mu dan dia sudah berakhir ? . " ucap flora membuat ibra Menghela nafasnya perlahan .
" Sebenarnya ibra Sudah tak bersama Cintia cukup lama ... sekarang ibra sedang dekat dengan gadis lain tapi ibra ragu ma ." ucap ibra pada ibunya itu .
" Apa yang kamu ragukan?" Tanya flora pada anak nya itu .
" Dia masih gadis sedangkan ibra seorang duda lagi pula ... ibra tak yakin dia juga menyukai ibra atau tidak ." ucap ibra bercerita pada ibunya itu .
" Mama ini ...ibra bukan anak kecil lagi yang apa apa butuh bantuan mama . " Ucap ibra membuat flora terkekeh geli .
" Kalau begitu cepat tembak dia dan jadikan mantu mama bra ... mama gak sabar lagi pengen gendong cucu dari kamu ." Ucap flora pada anak nya itu .
" Di otak mama hanya ada cucu cucu terus ... Sudahlah ibra lelah mau istirahat dulu ." ucap ibra pada ibunya itu kemudian ia pergi kembali ke kamar nya . sementara itu di lain sisi .
" Akh ...mas . " Ucap siska yang tak kuasa menahan De sa han nya ketika wiliam me re mas da da nya dan men ji la ti buah da da nya itu .
" Mas ... akh ... " Tu buh siska menegang ia akan meraih puncak pertama nya .
" Akh ..." teriak siska mendongak kan kepalanya ketika ia berhasil meraih puncak ke nik ma tan nya dengan bantuan wiliam .
Sementara itu wiliam tak perduli ia terus me nik ma ti buah kenyal mi lik siska dengan rakus nya .
" Ah ...mas ..." Ucap siska kembali me nik ma ti apa yang suaminya itu lakukan .
__ADS_1
" Sekarang giliran ku sayang . " ucap wiliam berbisik di telinga istrinya itu . Kemudian dengan perlahan wiliam mulai menurunkan Ce la na tidur istrinya itu .
Setelah itu ia mendudukkan kembali sang istri menduduki Peliharaan nya yang sudah tak sabar ingin masuk kedalam sangkar mi lik istrinya itu .
" Akh ..." Teriak wiliam dan siska bersamaan .
" Bergerak lah sayang " ucap wiliam dengan nafas yang mulai tak teratur itu .
" Bergerak bagaiman mas siska gak tau . " ucap siska malu malu , wiliam tersenyum melihat nya kemudian ia membantu istrinya itu dengan mengangkat ping gang istrinya kemudian ia menurunkan ping gan istrinya itu lagi .
" Seperti itu ...kamu sudah mengerti kan sayang ?" tanya siska berbisik di telinga istrinya itu . dengan malu malu siska mengangguk perlahan dam melakukan hal yang sama persis dengan apa yang suaminya ajar kan .
Permainan itu berlanjut peluh mulai membasahi tu buh mereka . Siska pun dengan cepat belajar bahkan wanita itu mulai menggerakkan ping gul nya dengan cepat membuat wiliam tak bisa berkata kata karena nya. hingga akhirnya gelombang dari dalam diri mereka pun akan datang .
" Akh ...ah ...mas wili .. " de sah siska pelan .
" Terus ...sayang ...terus " ucap wiliam pada istrinya itu hingga akhirnya ia tak kuasa lagi dan akhirnya puncak itu pun datang .
" Akh ..." teriak siska dan wiliam bersamaan .
" Terimakasih sayang ...kamu luar biasa . " Ucap wiliam membuat siska malu bahkan pipinya sudah memerah dengan kata kata suaminya itu .
..
..
..
Sampai sini dulu besok lanjut lagi ya ..
Jangan lupa like komen vaf dan hadiahnya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
__ADS_1