Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
71 .Tak bisa tidur .


__ADS_3

Setelah mereka selesai makan malam bersama Wiliam pun mengantar Siska pulang ke rumah nya . Saat ini mereka tengah berada di depan pintu rumah milik orang tua Siska .


" Aku langsung pulang ya ." ucap Wiliam pada calon istrinya itu .


" Gak mau mampir dulu mas ?" Tanya Siska pada laki laki itu .


" Besok saja sayang . Ini sudah malam tak enak di lihat tetangga . " Ucap Wiliam membuat Siska mengangguk .


" Kamu masuk gih terus istirahat jangan malam malam tidurnya . " ucap Wiliam pada Siska .


" Iya mas ...Mas juga jangan malam malam tidur nya . " Ucap Siska malu malu .


" Kenapa masih di sini ayo masuk rumah . " Ucap Wiliam menyuruh Siska untuk masuk kerumah nya .


" Mas Wili kan masih di sini jadi Siska juga bakal di sini sampai mas pergi dari sini . " Ucap Siska membuat Wiliam tersenyum .


" Tidak ...kamu masuk lah dulu...aku ingin melihat mu masuk dengan selamat kedalam rumah setelah itu baru aku bisa tenang. " ucap Wiliam membuat senyum Siska merekah dengan sendirinya .


" Tapi mas ..."


" Tak ada tapi tapian . Sudah sana masuk rumah , mama pasti sudah menunggu mu di dalam sana . " Ucap Wiliam mau tak mau harus Siska turuti .


" Ya sudah Siska masuk ya ..." Ucap Siska seakan akan tak rela berpisah dengan Wiliam .


" Iya masuk lah . " Ucap Wiliam tersenyum . kemudian Siska pun memasuki rumah nya , setelah melihat Siska benar benar masuk kedalam rumah nya Wiliam pun memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu .


...


...


..


" Kamu baru pulang ?" Tanya seorang wanita dengan pakaian seksi pada Siska .


" Iya ...kakak kenapa masih di sini , ini kan sudah malam apa orang tua kakak tak mencari kakak ?" Tanya Siska pada wanita di hadapannya itu .


" Aku masih di sini karena menunggu Ibra ...dia mau mengantar kan ku sebentar lagi. Oh iya di mana pacar kamu , kenapa dia tak ikut kesini lagi ?" tanya Cintia berharap bisa melihat wajah Wiliam .


" Ini sudah malam jadi dia pulang untuk istirahat. " Ucap Siska pelan .


" Oh seperti itu ... " Ucap Cintia pelan .


" Ya sudah kak aku mau ke kamar dulu mau mandi gerah banget soal nya . " Ucap Siska hendak berlalu pergi dari tempat itu .


" Tunggu dulu Siska . " Ucap Cintia membuat langkah Siska terhenti , wanita cantik itu langsung menatap Cintia penuh tanya .

__ADS_1


" Ngomong ngomong pacar mu itu tampan juga. " Ucap Cintia membuat siska mengerutkan dahinya bingung . Ia merasa ada maksud lain di balik kata kata Cintia itu namun ia juga tak bisa menuduh yang tidak tidak pada wanita itu jadi ia hanya bisa diam saja .


" Terimakasih kak ... " Ucap Siska pelan . Kemudian dengan langkah perlahan Siska menuju ke dalam kamar nya .


Setelah itu Siska langsung meletakan tas dan menghapus make up nya kemudian wanita itu berjalan ke arah kamar mandi . Ia melepaskan pakaian nya satu persatu kemudian ia mengguyur tubuhnya dengan air hangat .


Di lain sisi Wiliam baru saja sampai di rumah nya . Jarak rumah nya dan Siska memang tak terlalu jauh jadi tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di rumah nya sendiri .


" Baru pulang nak ?" Tanya ana ketika melihat anak nya berjalan melewati nya begitu saja .


" Iya ma ." Ucap Wiliam pelan .


" Besok suruh Siska ke butik mama ya nak , mama ingin mengukur baju pengantin kalian takutnya kebesaran atau kekecilan mumpung Siska masih bisa keluar rumah dan belum di pingit sama ibunya . " Ucap ana pada anak nya itu .


" Iya ma ...nanti Wiliam kasih tau Siska . Oh iya bagaimana Moli apa dia sudah mama kasih makan . ?" tanya Wiliam pada ibunya itu .


" Ck ...siapa yang peduli dengan kucing itu Liam . Mama sibuk di dapur mempersiapkan makan malam untuk papa mu jadi untuk apa mama mengurusi dan memberikan makan pada kucing mu itu . " Ucap ana membuat Wiliam berdecak .


" Mama ini ...Ya sudah biar Wiliam saja yang kasih makan nanti , Wiliam mau mandi dulu gerah . " Ucap Wiliam berjalan menuju kamar nya .


" Dasar anak itu kucing melulu yang di pikirkan tapi tak apa yang penting dia sudah mau menikah jadi aku tak perlu lagi pusing pusing mencarikan dia jodoh . " Ucap ana kembali membereskan meja makan yang nampak berantakan .


" Capek nya ..." Ucap Siska seraya mengeringkan rambut nya yang basah setelah mandi .


" Mas Wili sudah sampai rumah belum ya ?" Tanya Siska pada dirinya sendiri .


Setelah itu ia kembali mengeringkan rambut nya setelah di rasa cukup wanita itu segera mengambil mukena dan memakai nya .


Ia baru bisa menjalankan solat Isyak karena di jalan tadi sudah tak sempat lagi jadi ia memutuskan untuk solat di rumah .


4 rakaat Siska jalani hingga akhirnya salam terakhir ia ucap kan setelah itu ia tadahkan kedua tangan nya .


" Ya Allah . Hamba tau hamba bukanlah hamba mu yang taat beragama dan sering melakukan dosa . Hamba juga tau hamba terlalu banyak meminta kepada mu namun hanya kepadamu hamba meminta dan memohon. tiada tuhan selain engkau jadi hamba mohon semoga Mas Wiliam adalah jodoh terakhir hamba dan semoga mas Wiliam bisa membimbing hamba ke jalan mu dan semoga pilihan hamba untuk menikah dengan nya tidak lah salah . Aku pasrah kan semuanya pada mu ya allah Takdir ku jodoh dan matiku hanya engkau lah yang tau . " Ucap Siska mengakhiri doanya setelah itu ia melipat sajadah dan mukena nya perlahan .


Wanita itu berjalan menuju kasur empuk nya ia berusaha memejamkan matanya karena hari sudah cukup malam namun ia tak bisa . Matanya tak mau terpejam juga , ia terus teringat dengan saat saat ia bersama dengan Wiliam tadi .


Hatinya berbunga bunga dan ia tak bisa tidur memikirkan hal hal manis yang laki laki itu berikan .


" Kira kira mas wili sudah tidur belum ya ?" tanya Siska pada dirinya sendiri .


" Apa aku telpon dia saja ya ?" Tanya siska meraih handphone milik nya namun belum semenit handphone itu di tangan nya tiba tiba handphone itu berbunyi dan itu dari orang yang membuat nya tak bisa tidur sedari tadi .


" Assalamualaikum sayang . " Ucap laki laki itu ketika ia baru saja mengangkat video call dari laki Laki itu .


" Waalaikumsalam mas ." Ucap siska pelan .

__ADS_1


" Kenapa belum tidur ?, mas kira tadi kamu sudah tidur " ucap Wiliam menatap wajah ayu siska yang tak terpoles make up sedikit pun .


" Aku tak bisa tidur mas . Mas sendiri kenapa belum tidur ?" tanya Siska pada laki laki itu .


" Aku baru mau tidur tadi ...tapi aku kepikiran kamu jadi aku telpon kamu duh eh ternyata kamu malah belum tidur . " Ucap Wiliam membuat siska tersenyum tipis .


" Sebenarnya ada yang mengganjal di hatiku sampai saat ini mas . " ucap Siska tiba tiba teringat dengan masa lalu nya yang kelam .


" Apa ...aku akan mendengar kan nya . " ucap Wiliam menanti apa yang akan Siska katakan kepadanya .


" Ini tentang masa lalu ku yang kelam aku rasa kamu harus mengetahui nya secara detail .Aku tak ingin menyembunyikan apa pun dari mu dan aku sudah memutuskan Mas ...aku akan menceritakan masa lalu ku setelah kita menikah nanti aku harap kamu mau mendengarkan nya dan mau menerima masa lalu ku. " ucap Siska pada akhirnya..


" Aku akan menunggu kamu bercerita tentang hal itu jika bagimu aku memang harus mengetahui nya . Namun Siska aku pun mempunyai masa lalu yang buruk bukan kamu saja . Setiap orang memiliki nya, masa lalu itulah yang membuat kita belajar untuk tak mengulangi kesalah an yang sama . Jadi jikalau masa lalu mu buruk pun aku tak mempermasalahkan nya . Karena itu hanya masa lalu kita tak bisa mengubah nya untuk tidak terjadi yang perlu kita lakukan hanya memperbaikinya . " Ucap Wiliam bijaksana .


"Apa yang mas katakan benar , Siska sangat senang setiap kegelisahan di hati Siska sirna seketika dengan jawaban yang mas berikan tadi . " Ucap Siska pada calon suaminya itu .


" Itu gunanya pasangan Siska . Kamu bisa berbagi apa pun padaku , kamu bisa berbagi sedih duka dan bahagia mu bersama ku karena aku pasangan mu . Aku akan senang hati mendengar kan mu , mendampingi mu dan memberimu solusi atas masalahmu begitu pula dengan mu . Mari kita saling melengkapi dan memahami satu sama lain . " Ucap Wiliam lagi lagi membuat Siska kagum dengan pemikiran laki laki itu .


" Iya ...mas aku setuju dengan apa yang kamu katakan . Mulai saat ini aku akan membagi setiap hal yang aku alami bersama mu . " Ucap Siska tersenyum .


" Iya ...sudah sana tidur ini sudah malam , tak baik untuk kesehatan mu jika kamu tidur terlalu malam . " Ucap Wiliam pada Siska .


" Iya ...mas terimakasih untuk hari ini . Siska sangat bahagia . " Ucap Siska jujur .


" Aku juga bahagia Siska ...Aku sungguh tak sabar menantikan kamu sebagai istri ku . Kuharap semuanya lancar sampai acara pernikahan kita nanti . " ucap Wiliam penuh harap .


" Amiin ..." Ucap Siska mengaminkan apa yang Wiliam harapkan .


" Oh iya besok mas jemput kamu ya ...kita ke butik mama untuk ukur baju pengantin kamu . " ucap Wiliam pada calon istrinya itu .


" Iya ..mas besok kabari saja .Ya sudah Siska lama lama ngantuk juga ngobrol sama mas ..Siska tidur dulu ya mas ...selamat malam . " Ucap Siska pada laki laki itu .


" Iya sayang tidur lah yang nyenyak ...jangan lupa mimpikan aku ya . " Ucap Wiliam menggoda Siska yang tentu saja membuat pipi Siska memerah karena nya .


" Iya mas . " Ucap Siska malu malu .


" Ya sudah assalamualaikum ." Ucap Wiliam akan mengakhiri panggilan telepon tersebut .


" Waalaikumsalam . " ucap Siska setelah itu mematikan telepon nya . setelah panggilan itu berakhir Siska pun menutup mukanya dengan bantal karena malu dan senang . Kini wanita itu berusaha memejamkan matanya meskipun itu sangat sulit.


..


..


..

__ADS_1


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2