
Seminggu lagi ibra akan menikah dengan kekasih nya ia sungguh tak menyangka haru itu akan tiba juga. Ia tak sabar juga ingin hari itu segera tiba namun ia harus menunggu setidaknya seminggu lagi untuk bisa memiliki irma seutuhnya .
" Senyam senyum sendiri nanti kesambet baru tau rasa . " Ucap adiknya siska seraya duduk di samping kakak nya itu , ibra berdecak pelan ia sungguh kesal pada adiknya yang selalu saja menganggu nya .
" Gak usah ngurusin aku . Urusin saja dirimu sendiri , kerjaan nya kok cuma makan terus nanti gendut terus wiliam gak minat lagi deh sama kamu baru kamu tau rasa mewek mewek ngadu sama kakak . " Ucap ibra tak mau kalah pada adiknya itu , Siska cemberut kakak nya itu seakan akan mendoakan dirinya untuk ditinggalkan oleh sang suami .
" Enak saja , aku gendut juga karena mengandung anak nya . Masak dia tega mau selingkuhin aku gara gara aku gendut . " Ucap siska benar benar tak bisa terima jika hal itu akan terjadi.
" Ya bisa saja dong ,nama nya hati mana ada yang tau. " Ucap ibra mengompor ngomopori . Ia sungguh senang melihat wajah adiknya yang seperti kebakaran jenggot itu .
" Ada apa ini sepertinya kalian lagi bicara hal yang sangat seru . " Ucap wiliam duduk di samping istrinya itu namun siska malah mendorong nya . wiliam menatap istrinya itu heran ada apa dengan istrinya itu , sepertinya ia sedang kesal kepada nya .
Wajah yang tak berdosa milik ibra pun tersenyum melihat adiknya mulai terpancing dengan omongan nya itu .
" Kenapa sayang , kenapa kamu cemberut seperti itu ?" Tanya wiliam kembali mendekati istrinya itu . Semenjak hamil siska memang lebih sensitif dan sering marah namun laki laki itu mengerti itu bawaan dari bayinya .
" Aku gendut ya mas ?" Tanya siska pada suaminya itu .
" Tidak gendut kok sayang cuma sedikit berisi . Wajar lah kan kamu lagi hamil . " Ucap wiliam mengusap kepala siska namun wanita itu menyentak tangan nya .
" Sama saja kalau begitu . Mas gak tertarik lagi ya sama siska mas mau ninggalin siska dan cari cewek yang lebih seksi ya dari pada siska ?" Tanya wanita itu dengan mata berkaca kaca . Wiliam terdiam ia sama sekali tak membahas kegendutan dan fisik sang istri lalu kenapa istrinya malah menyinggung ke sana ia pun bingung dan langsung menatap ibra penuh tanya .
Ibra hanya tersenyum seraya mengangkat kedua bahu nya tak mengerti padahal itu semua adalah ulah nya .
" Kenapa diam mas ...mas jadi bener ya mau ninggalin siska . " Ucap wanita itu mulai menangis . Wiliam memijit kepalanya perlahan kemudian ia kembali duduk di samping istrinya itu .
" Tak ada sedikitpun niat mas untuk meninggalkan mu. Mas sangat mencintai mu jadi mana mungkin mas meninggalkan mu hanya karena tubuh mu gendut. Jangan berpikir yang tidak tidak sayang karena yang kamu pikirkan belum tentu akan jadi kenyataan dan tak akan pernah terjadi . Kamu percaya kan sama suamimu ini . " Ucap wiliam membuat siska menghentikan tangis nya , wanita itu menatap sang suami tajam .
" Tapi sekertaris mas sangat seksi. Siska takut mas di rebut oleh nya . " Ucap siska menundukkan kepalanya .
" Mas akan meminta nya pakai pakaian syari biar kamu gak cemburu lagi kalau perlu mas akan memecatnya kalau kamu gak suka sama dia ." Ucap wiliam dengan enteng nya .
" Jangan di pecat siska gak mau ada orang kehilangan pekerjaan nya gara gara siska . " Ucap siska pada suaminya itu .
__ADS_1
" Baiklah . Mas tak akan memecat nya sesuai keinginan mu hany . " Ucap wiliam mengecup rambut istrinya itu sayang , siska tersenyum senang kemudian ia memeluk pinggang suami nya erat .
" Ck gak seru aku kira kalian akan bertengkar hebat tapi malah sebaliknya . " Ucap ibra melihat pasangan suami dan istri itu dengan iri , sementara wiliam kini tau jika kakak iparnya itu lah yang membuat siska berpikiran macam macam tentang nya .
" Kakak gak kerja apa?" Tanya siska pada kakak nya itu .
" Kerja dong kakak kan mau kasih undangan pernikahan kakak sama temen temen . " Ucap ibra tersenyum senang .
.
" Terus kenapa masih disini ?" Tanya siska heran melihat kakak nya belum juga beranjak dari duduk nya .
" Kakak hanya duduk sebentar memang nya gak boleh . Ya sudah aku malas melihat kalian mesra mesra an , bikin pengen saja . Lebih baik aku pergi dari sini . " Ucap ibra membuat wiliam dan siska tersenyum setelah itu laki laki itu benar benar pergi meninggalkan siska dan wiliam yang masih betah saja mesra mesra an di ruang tamu .
...
..
..
Ting ...
Sebuah pesan masuk ke hendphone nya , ibra segera meraih handphone itu dan melihat siapa yang mengiriminya pesan . Senyum langsung terukir di wajah nya ketika ia tau pesan itu dari kekasihnya irma .
" Kak nanti aku mampir ke rumah sakit ya , kamu mau di bawakan makan siang apa ?" Tanya nya yang membuat ibra semakin senang . Ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya itu , tak bertemu dengan kekasihnya sehari bagaikan tak bertemu satu tahun .
" Apa pun yang kamu bawa pasti kakak makan kok sayang . " tulis ibra di pesan itu .
" Oke ...aku segera meluncur kesana ya kak . " tulis irma di pesan itu .
" Oke sayang . Kebetulan aku lagi santai hari ini . " balas ibra pada pesan itu .
" bye sayang love you . Sampai jumpa nanti . " wajah ibra semakin berseri seri membaca pesan tersebut .
__ADS_1
" love tou too cinta ... Cepat kesini aku tak sabar ingin bertemu dengan mu . " Balas ibra setelah itu meletakan hendphone nya kembali .
" Oprasi kemarin sungguh kacau ya ...pasti kemarin dokter tiara sangat terpukul . itu kan operasi pertama nya eh malah gagal . " Ucap seorang perawat yang baru saja melewati ruangan ibra . Ibra yang mendengar hal itu pun langsung keluar dari ruangan nya dan menyuruh kedua perawat itu untuk masuk. ia ingin tau kebenaran dari ucapan 2 perawat itu .
" Siapa yang operasi nya gagal ?" Tanya ibra pada kedua orang itu .
" Dokter tiara dok . Maaf kami lancang membicarakan dia di belakang . " Ucap para perawat itu takut jika ibra akan marah kepadanya .
" Tak apa ... tapi lain kali jangan di ulangi lagi ya . ngomong ngomong kenapa oprasinya bisa gagal , Pasien itu memang nya sakit apa ?" Tanya ibra sudah seperti ibu ibu yang penasaran dengan gosip terbaru .
" Kanker usus dok . " Ucap laki laki itu membuat ibra terdiam .
" Kenapa dia mengambil oprasi yang resiko nya besar seperti itu . " Batin ibra dalam hatinya .Bukannya menyombongkan diri hanya dia yang bisa menangani oprasi berbahaya itu , ia sudah berpengalaman dan juga teknik nya tak di ragukan lagi . Tapi tiara berbeda dia belum berpengalaman akan hal itu dan juga ia baru saja di angkat menjadi dokter .
" Siapa yang menyuruh nya melakukan oprasi itu ?" Tanya ibra murka , karena bagaimanapun tiara adalah murid yang ia bimbing langsung .
" Sebenarnya itu tugas dokter hendri tapi beliau tak bisa datang dan menyuruh dokter tiara untuk melakukan oprasi itu . awalnya dokter tiara menolak nya karena tak yakin ia bisa melakukan itu namun keluarga pasien itu terus memaksa nya jadi dokter tiara terpaksa melakukan oprasi itu . " Ucap perawat itu membuat ibra terdiam , menurut nya hendri terlalu terburu buru dengan menyerahkan tugas itu untuk tiara . Laki laki itu begitu ceroboh dan tak memikirkan akhirnya .
" Lalu kenapa tak ada yang menelvon ku ?" Ucap ibra kesal .
" Dokter tiara melarang kami ia tak ingin mengganggu waktu libur anda . " Ucap perawat itu membuat ibra terdiam sejenak .
" Panggil tiara kesini saya ingin mengobrol dengan nya . " ucap ibra pada dua perawat itu .
" Baik dok . " Ucap mereka serempak . Kemudian setelah itu mereka pergi dari sana .
..
.
..
Lanjut besok beberapa bab lagi novel ini akan tamat .jadi jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .