Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
11. Pulang ke rumah.


__ADS_3

Sepulang dari mall, entah mengapa Dira memutuskan untuk pulang kerumahnya. Sampai di rumah dilihatnya Papa Dira yang sedang bersantai dengan Mama Diva (Mama tiri Dira.) sambil menonton acara berita petang ini.


"Assalamu'alaikum..." Ucap salam Dira kepada Papa dan Mamanya.


"Wa'alaikumsalam..." Jawab Papa Pras dan juga Mama Diva bersamaan sambil menoleh ke asal suara.


"Dira, kamu pulang, sayang." Tanya Mama Diva yang bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri Dira.


Dira mengangguk dan berjalan mendekat kearah Mama Diva. "Iya, Ma, Dira kangen kalian." Jawab Dira sambil memeluk Mama Diva.


"Duduk sini, sayang!" Pinta Papa Pras sambil menepuk sofa di sampingnya.


Dira melepas pelukannya dengan Mama Diva dan berjalan mendekat kearah Papanya.


"Gimana sekolah kamu, nak?" Tanya Papa Dira.


"Baik, Pa..." Jawab Dira sambil memeluk Papanya. "... Papa gimana kabarnya? Sehat?" Tanya Dira balik.


"Seperti yang kamu lihat, sayang." Jawab Papa Pras.


"Dira, tadi kamu habis dari mana? Kok masih pakai seragam, sekolah?" Tanya Mama Diva.


Mendengar pertanyaan dari Mama Diva membuat Dira menggaruk belakang telinganya yang sama sekali tidak gatal. "Abis jalan ma, sama temen." Jawab Dira apa adanya.


"Yakin temen? Cowok apa cewek?" Tanya Mama Diva lagi.


"Cewek kok mah. Jadi, tadi itu Nayla sama Melody yang ngajak." Jawab Dira menjelaskan.


Mendengar jawaban dari Dira membuat Mama Diva tenang. Sungguh, bukan maksud Mama Diva tidak ingin mempercayai apa yang anak sambungnya itu katakan. Hanya saja Mama Diva tidak ingin kalau Dira sampai berbohong dengan siapa dia pergi setelah pulang sekolah tadi.


Karena mengingat Dira telah dijodohkan dengan anak dari sahabat suaminya. Sungguh, Mama Diva sangat menyayangi Dira. Bahkan layaknya anak sendiri.


Mama Diva dan papa Pras tidak ingin kalau Dira Sampai salah memilih teman, apa lagi teman lawan jenis. Maka dari itu Mama Diva dan Papa Pras sepakat menjodohkan Dira. Agar Dira tidak salah memilih pasangan nantinya. Mengingat pergaulan anak jaman sekarang yang sering kebablasan. Sekaligus untuk menjaga Dira.


Memang terkesan kuno, tapi apa salahnya. Toh Dira juga menurut dan tidak menolak sama sekali dengan perjodohan yang mereka sepakati.


Memang hal yang wajar, kalau orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Tak terkecuali Mama Diva dan juga Papa Pras, yang menginginkan Dira bisa mendapat suami yang bisa menyayangi dan melindungi Dira nantinya. Mengingat mereka yang tidak selamanya bisa menjaga Dira.


"Ya sudah sayang, kamu mandi dulu, gih!" Ucap Mama Diva.


"Iya, Ma. Yaudah ya, Ma, Pa, Dira ke kamar dulu." Pamit Dira pada keduanya.

__ADS_1


Setelah memasuki kamarnya Dira langsung bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah mandi Dira memutuskan untuk beristirahat.


...***...


Pagi ini, di sekolah Dira tengah duduk di taman untuk menunggu kedua sahabatnya yang belum datang. Dira menunggu sahabatnya sambil memainkan ponselnya. Memang Dira datang sedikit lebih pagi hari ini.


Sampai akhirnya datanglah Zaki teman sekelas Dira dan Melody yang kebetulan lewat dan melihat Dira duduk sendirian di taman.


"Sendirian aja, Dir?" Tanyanya.


"Eh... Iya, Zak?" Jawab Dira.


"Si Melody mana?" Tanyanya lagi.


"Belum datang kayaknya?" Jawab Dira.


"Eh, Dir, gue mau nanya sesuatu nih." Ucap Zaki sambil celingak-celinguk melihat sekitarnya.


Melihat gelagat aneh pada diri Zaki pun membuat Dira mengernyitkan dahinya bingung. "Nanya apaan, Zak?" Tanya Dira yang tiba-tiba merasa aneh dengan gelagat Zaki.


"Melody ada pernah cerita tentang cowok gak, sama Lo?" Tanya Zaki.


Melihat Reaksi Dira yang tidak mengerti apa maksud dari pertanyaannya, seketika membuat Zaki menepuk jidatnya. "Maksud gue, emm... si Melody ada cerita gak, sama Lo kalau dia lagi suka sama cowok, gitu?" Tanya Zaki antusias.


"Cowok?" Tanya Dira bingung. "... Kayaknya enggak deh, Zak". Jawab Dira apa adanya.


"Nggak ada ya?" Tanya Zaki lagi.


"Nggak ada kok, kenapa emang?" Tanya Dira penasaran.


"Em... gak apa-apa, sih." Jawab Zaki sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"DOORRR!!!" Teriak Nayla yang datang tiba-tiba dan menepuk punggung Dira dan Zaki bersamaan dan pastinya sukses membuat Dira dan Zaki terkejut.


"NAYLA!!" protes Dira dan Zaki bersamaan. Mendapat respon yang sesuai dengan tebakannya, membuat tawa dari gadis itu pecah seketika.


"Hahaha... Abisnya Lo berdua, serius banget kayak lagi nyusun rencana peperangan tau nggak. Sampe-sampe gue dateng aja Lo berdua gak nyadar." Ucap Nayla.


Bukannya menjawab, Dira dan Zaki malah kompak memicingkan matanya ke arah Nayla.


Mendapat respon yang sedemikian rupa, membuat Nayla seketika sadar dan meminta maaf.

__ADS_1


"Sorry deh, Sorry..." Ucap Nayla sambil mengacungkan jarinya membentuk Peace itu.


"...Ok, lanjut deh. Gue mau jadi penonton setia aja kalo gitu." Sambung Nayla.


"Nggak jadi!" Jawab Zaki ketus. "Ya udah ya, Dir, gue ke kelas dulu." Lanjut Zaki sambil berlalu menuju kelas meninggalkan Dira dan Nayla di taman.


"Idihhh, ngambek. Cowok kok baperan!" Cibir Nayla di tunjukan pada Zaki.


"Udahlah, Nay, marah beneran loh entar si Zaki!" Ucap Dira mengingatkan.


"Iya... iya... emang tadi kalian lagi bahas apa-" Belum sempat Nayla menyelesaikan pertanyaannya, Dira sudah lebih dulu memotongnya.


"Oh ya, Nay, nih buat Lo." Ucap Dira sambil memberikan dua Batang coklat pemberian dari Arfen kemarin yang lupa Dira berikan kepada Nayla.


"Uww... maacih, Dira." Ucap Nayla bersemangat sambil menerima coklat pemberian dari Dira tersebut.


"Ini bukan dari gue, Nay... Coklatnya." Ucap Dira memberi tahu.


"Kalau bukan dari lo, terus dari siapa dong, dari Verrel?" Tanya Nayla ingin tahu.


"Dari Arfen kemarin. Gue lupa ngasihnya pas kita jalan kemarin." Jawab Dira menjelaskan.


"Gue juga mau dong, Dir." Cicit Melody yang baru bergabung dengan Dira dan Nayla.


"Tenang, Mel! Gue juga masih ada nih buat Lo..." Jawab Dira sambil memberikan dua batang coklat yang sama seperti yang Dira berikan pada Nayla tadi. "...Dari Arfen." Sambung Dira.


"Makasih, Dira, sampein juga makasih Gue buat Arfen ya, Dir!" Ucap Melody.


"Ok.". Jawab Dira Sambil mengacungkan jempolnya.


"Lo baru Dateng, Mel?" Tanya Nayla.


"Iya nih kak, hampir aja telat gue." Jawab Melody sambil membuka salah satu coklat yang baru saja Dira berikan padanya tadi.


"Ke kelas, yuk!" Ajak Dira untuk masuk ke kelas, karena bel masuk sekolah memang sudah berbunyi.


"Ok. Nanti jam istirahat kita kumpul lagi." Jawab Nayla.


...***...


*Ok... yang lupa Dira, Zaki dan Melody emang teman satu kelas ya, guys. Tapi beda sama Nayla, kalau Nayla satu kelas sama Axell dkk.

__ADS_1


__ADS_2