
"Ayo makan!" Ajak Axell pada Dira yang sedang mengutak-atik ponselnya. Kini keduanya sudah berada di ruangan Axell di d'AXE Cafe.
Dira menoleh kearah Axell, "Aku masih kenyang kak." Tolak Dira halus karena Dira memang masih merasa kenyang setelah makan bakso di kantin sekolah tadi. Pada dasarnya, Dira memang gak banyak makan.
"Gue gak terima penolakan, Dira. Lo lupa? Gue gak suka di bantah." Jawab Axell yang kini sudah mulai menyendok makanan yang ada di depannya. "Sini, buka mulutnya. Gue suapin." Titah Axell yang sudah menyodorkan potongan daging Hamburg steak, Salah satu menu yang ada di kafe tersebut.
Dengan malas, Dira membuka mulutnya dan menerima suapan yang Axell berikan padanya. Axell tersenyum saat Dira yang menuruti keinginannya untuk makan. Tanpa canggung sedikit pun, Dira seakan terbiasa dengan perlakuan Axell padanya.
"Enak?" Tanya Axell pada gadisnya.
Tak ada jawaban karena mulut yang sibuk mengunyah, Dira hanya menganggukkan kepalanya. Axell lagi-lagi tersenyum. Ah... Ia baru menyadari, istrinya ini... Lucu.
"A lagi!" Pinta Axell saat Dira sudah menelan makanannya. Lagi-lagi Dira kembali membuka mulutnya untuk menerima suapan kedua dari Axell. Tapi beberapa detik kemudian, Dira menghentikan aktivitas mengunyahnya karena menyadari satu hal.
"Kok jadi aku terus yang makan? Katanya tadi kak Axell laper!" Protes Dira pada Axell yang kembali menyodorkan potongan daging padanya.
"Lo dulu yang makan." Jawab Axell santai. "Abis itu baru gue."
"No, kak. Makan bareng aja! Abis itu kita pulang." Jawab Dira.
Axell menganggukkan kepalanya menuruti kemauan Dira, ia memang sudah merasa sangat lapar. Keduanya pun kini memakan makanan yang sudah Axell pesan tadi.
Tok
Tok
Tok
Saat keduanya tengah makan, tiba-tiba ada yang datang mengetok pintu.
"Masuk!" Jawab Axell yang sedang meraih gelas di depannya dan menenggak setengah isinya.
Saat pintu terbuka, munculah Ninda di balik pintu. "Kak Axell, maaf mengganggu." Ucap Ninda.
"Ada apa?" Tanya Axell dengan tangan yang kembali menyuapi Dira dengan potongan daging, padahal tadi Dira sudah menolak makanan yang Axell berikan, Dira lebih memilih makanan yang lain.
"Persediaan daging untuk Hamburg steak menipis, kak." Jawab Ninda yang sedari tadi memperhatikan Axell yang tengah menyuapi Dira. 'Ck. Manja banget, Makan aja pake di suapin!' Cibir Ninda dalam hati.
"A lagi, buka mulutnya!" Bukannya menjawab apa yang Ninda katakan padanya. Axell lebih memilih untuk kembali menyuapi Dira.
__ADS_1
"Aku udah kenyang banget kak, udah." Tolak Dira karena memang perutnya sudah merasa kenyang.
"Tinggal satu, ayo abisin." Jawab Axell yang belum berniat untuk menanggapi adanya Ninda yang masih menunggunya.
Dengan terpaksa, Dira kembali membuka mulut dan menerima suapan terakhir dari Axell. "Good girl." Ujar Axell sambil mengacak pelan rambut gadisnya.
"Lo udah minta pak Rheyhan untuk hubungi bagian Supplier?" Tanya Axell yang kini beralih menatap ke arah Ninda.
"Sudah, kak. Tapi memang dari pihak sana ada sedikit kendala. Jadi terlambat mengirim pasokan daging ke kafe kita." Jawab Ninda.
Sementara Axell menganggukkan kepalanya mengerti. Ia kembali menatap wajah Dira yang sedang menguap karena mengantuk. "Kalo ngantuk, masuk kamar sana! Jangan tidur disini, nanti gue susul." Titah Axell pada Dira.
Tanpa menjawab karena sudah semakin mengantuk mungkin efek dari terlalu banyak makan, Dira bangkit dan berjalan dengan malas menuju kamar yang tersedia di ruang kerja Axell. Dan hal itu pun tak luput dari pandangan Ninda. Bahkan gadis itu semakin penasaran, ada hubungan apa antara Axell dan Dira?
Setelah melihat Dira yang sudah masuk ke dalam kamar, Axell kembali menatap Ninda "Berapa stok yang masih kita punya?"
...***...
Seorang gadis sedang berjalan dengan santainya sambil menarik sebuah koper dengan satu tangan yang sibuk mencari kontak seseorang di ponselnya. Setelah menemukan nama kontak yang ia cari, gadis itu menekan tombol panggil dan menempelkan benda pipih itu di telinganya. "Hallo, kak. Lo dimana?" Tanya gadis itu.
"Gue udah di Airport." Jawab seseorang di seberang sana.
"Arah jam dua belas. Gue tepat di depan Lo!" Jawabannya setengah berteriak.
Tuutt.
Gadis itu memutus sepihak teleponnya dan menghampiri dua ora laki-laki yang berdiri beberapa meter di depannya. "Kok gak langsung nyamperin gue, sih! Malah berdiri disini berdua!" Protes gadis itu pada kakak laki-lakinya.
Terdengar dua cowok tadi terkekeh mendengar keluhan dari gadis itu. "Lah gue nya sendiri gak tau. Nih, si Derry, nih. Tajem banget matanya kalo ngeliat Lo!" Jawab Nicholas sambil mencibir sahabatnya.
"Gimana perjalanan Lo, Re?" Tanya Derry pada gadis itu yang tak lain adalah Renata Isabella Mahaputri, atau akrab di sapa Rere Adik dari Nicholas Mahaputra.
"Biasa aja, kak. Capek yang ada." Jawab gadis itu.
"Ok, abis ini Lo mau kemana? Langsung pulang, atau mau cari makan dulu?" Tanya Nicholas.
"Pulang aja deh, kak. Capek banget gue. Gue mau istirahat biar besok bisa langsung sekolah!" Jawab Rere malas. Gadis itu ingin segera beristirahat.
Nicholas menganggukkan kepalanya, "Ok, kita pulang."
__ADS_1
...***...
Pagi harinya seperti biasa, Dira yang akan keluar dari mobil Axell tak lupa untuk berpamitan pada suaminya.
"Aku keluar dulu ya, kak." Ucap Dira setelah mencium punggung tangan Axell. Tapi, bukannya melepas tangan Dira, Axell malah menariknya dan membuat Dira mendekat ke arahnya.
"Kasih gue semangat dulu!" Ucap Axell saat Dira menatapnya bingung.
"Semangat?" Beo Dira yang memang tak mengerti maksud dari Axell. 'Semangat yang bagaimana maksudnya?'
Tanpa menjawab, Axell membingkai wajah Dira dengan kedua tangannya dan
Cup,
Axell mencium Dira sekilas. "Morning Kiss." Ucapnya.
"Kak, kita di sekolah." Protes Dira.
"Kenapa memangnya? Gak ada yang liat." Jawab Axell santai. Lebih tepatnya, Axell tak peduli dengan adanya orang atau tidak.
"Nanti kalo ada yang liat kayak waktu itu, gimana?" Jawab Dira.
"Mereka punya mata, Dira. Wajar kalo mereka liat." Jawab Axell santai tapi memang ada benarnya.
Dira yang mendengar jawaban Axell hanya mendengus kesal. Tak ingin berlama-lama di dalam mobil dengan Axell, Dira memutuskan untuk segera keluar. Ia tak ingin Axell kembali menciumnya, apa lagi ini masih di lingkungan sekolah. Gak lucu kan kalo ada yang liat waktu Axell menciumnya, sama seperti waktu Verrel melihat mereka yang tengah berciuman di dalam mobil. Kalau di ingat-ingat, Dira jadi malu sendiri.
Tapi, baru saja Dira keluar dari mobil Axell, Dira di kejutkan dengan pemandangan yang tak biasa. Ada banyak pasang mata yang menyaksikan ia yang keluar dari dalam mobil Axell. 'Ada apa, sih? Kenapa semuanya liatin gue?'.
Tak ingin ambil pusing, Dira kembali melangkahkan kakinya menuju ke kelas. Ia tak ingin semakin menjadi pusat perhatian yang Dira sendiri tak tahu mengapa banyak siswi yang menatapnya demikian.
Sebenarnya, para siswi tadi memang sengaja ingin memastikan kabar yang beredar belakangan ini. Semenjak Axell yang mengunggah foto dengan Caption Hati di sertai inisial huruf A. Ditambah dengan perlakuan manis Axell kemarin di kantin yang menyuapi Dira makan. Itu menimbulkan spekulasi kalo Dira dan Axell memang tengah menjalin hubungan.
Dan sekarang ini, mereka mendapati Dira yang keluar dari mobil Axell, itu sudah cukup menjadi bukti kebenaran dari kabar yang beredar.
Tak lama kemudian, Axell yang sedari tadi berdiam diri di dalam mobil, Kini memutuskan untuk keluar. Berbeda dengan Reaksi Dira yang terkejut saat keluar dari mobilnya tadi, Axell yang memang sudah menduga ini akan terjadi memilih untuk bersikap seperti biasa. Stay cool.
Bak gaya Slow motion nya, Axell berjalan dengan tenang melewati setiap pasang mata yang sedang terang-terangan menatapnya. Tak ingin sedikitpun membalas atau menyapa para gadis yang tengah memperhatikannya sedari tadi.
Tapi, baru saja Axell berjalan beberapa meter dari mobil, terdengar suara seseorang memanggilnya,
__ADS_1
"Xello."