
Mereka saling tatap untuk beberapa saat. Sampai pada akhirnya, tanpa Dira sadari wajah Axell semakin dekat kearahnya. Hanya kurang dari sepersekian Senti saja maka kulit wajah mereka akan menempel tanpa sekat. Dan,
Cup,
Dengan sadar Axell mencium kening Dira dengan sangat lembut. Ciuman yang ia berikan disaat Dira tengah terjaga. Biasanya Axell mencium Dira disaat gadis itu tengah tertidur dengan lelap. Tapi berbeda untuk kali ini.
Ciuman tersebut lalu turun ke kedua mata Dira. Di kecupnya kedua mata itu secara bergantian. Lalu semakin turun dan.
Cup,
Axell mencium bibir Dira dengan sangat lembut. Tapi ciuman singkat Axell tadi sukses membuat Dira menegang. Tiba-tiba tubuh Dira merasa kaku dan sulit untuk di gerakan.
Dipandanginya mata Dira yang juga menatap nya. "Dir, gue-
"Aku belum siap, kak." Dira memotong kalimat Axell cepat. Ia mengira kalau Axell akan benar-benar meminta haknya setelah ini.
Axell tidak bodoh, ia tahu apa yang ada di dalam pikiran Dira. Itu membuat Axell hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya samar.
"Gue sayang sama Lo." Lalu Axell kembali mencium bibir Dira lagi. Kali ini lebih lama, bahkan ada *******-******* kecil yang Axell berikan.
Ciuman ini bukanlah yang pertama kali untuk Axell, karena sebelumnya Axell memang pernah memiliki kekasih sebelum ia menikah dengan Dira. Berbeda halnya dengan Dira yang belum pernah berpacaran sebelumnya.
Axell tahu, ini adalah ciuman pertama bagi Dira. Karena Axell bisa merasakan, Dira yang sangat kaku dan hanya diam tanpa membalas ciumannya. Ada rasa senang dalam hati Axell saat mengetahui hal itu.
Axell merasakan Dira yang mulai kehabisan nafas, akhirnya melepas ciumannya, "Bernafas, Dira! Lo gak harus nahan nafas Lo." Ucap Axell saat setelah melepas ciumannya.
Sementara Dira, ia hanya diam. Ia sedang mencerna, apa yang sebenarnya terjadi. Semuanya begitu tiba-tiba. Bahkan Dira tidak mengira kalau Axell akan menciumnya tadi.
"Ayo tidur, besok kita masih harus sekolah." Titah Axell sambil me-non aktifkan ponselnya dan meletakkannya di atas nakas. Lalu ia segera berbaring.
"Sini!" Ucap Axell pada Dira sambil menepuk sebelah lengannya, Bermaksud agar Dira mau tidur berbantalkan lengannya. Dira yang tak mengerti maksud Axell pun hanya menatap Axell dan lengannya secara bergantian, bahkan ia nampak mengerutkan keningnya.
"Tidur sini... Di lengan gue. Gue mau tidur sambil meluk istri gue." Ujar Axell sambil menatap Dira penuh harap. Axell berharap Dira mau menuruti keinginannya.
Deg,
__ADS_1
Dira diam. Ia sedang merasai detak jantungnya yang kembali berdetak tidak normal. Jantung yang tadi sudah berdetak dengan normal, tiba-tiba berdebar-debar lagi, sama saat Axell menciumnya tadi.
"Kenapa?" Tanya Axell khawatir sambil melihat Dira yang memegang dadanya. Asmanya kambuh begitu pikir Axell. Axell lalu mengubah posisinya dari yang tadi tidur telentang menjadi duduk kembali sambil menghadap Dira. Dira menggeleng pelan, "Jantungku-"
"Berdebar?" Potong Axell cepat sambil terus menatap mata Dira. Dira lalu balas menatap Axell dan menganggukkan kepalanya.
Axell lalu mendekat ke arah Dira, mengikis jarak di antara keduanya dan meraih kepala Dira untuk didekatkan pada dada bidang miliknya. "Kayak gini?" Tanya Axell.
Deg,
Deg,
Deg,
Suara detak jantung Axell, Dira bisa mendengarnya dengan sangat jelas. Sama seperti dirinya, Jantung Axell juga berdetak lebih cepat. Tak ada jawaban, Dira hanya menganggukkan kepalanya.
"Jantung gue juga gini kalo Deket sama Lo." Ucap Axell sambil mengelus kepala Dira. "Dan itu normal." Sambungnya.
...***...
"Aku turun dulu ya, kak?" Pamitnya sambil mengulurkan tangannya pada Axell. Axell tersenyum sambil menyambut uluran tangan dari Dira.
Saat Dira akan melepaskan tangan Axell yang baru diciumnya itu, tiba-tiba tanpa Dira duga, dengan gerakan cepat Axell menarik tangan Dira dan,
Cup.
Axell mencium bibir Dira sekilas. "Morning Kiss." Ucap Axell tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Kak! Kita di sek-" Baru saja Dira akan melayangkan protes saat Axell menciumnya, Dengan cepat Axell memotongnya.
"Gak ada yang liat..." Ucap Axell yang tahu apa yang akan di katakan Dira selanjutnya. "Lo harus mulai terbiasa dari sekarang!" Ucapnya lagi.
Tapi salah. Baru saja Dira akan membuka pintu mobil untuk keluar dari mobil Axell, ada seseorang yang dengan sengaja membuka pintu belakang mobil Axell. Ia masuk dan duduk di kursi belakang.
Saat Axell dan Dira reflek menoleh ke belakang, Mereka mendapati Verrel yang dengan santainya duduk bersandar di bangku penumpang dan sedang mengarahkan kamera ponselnya ke arah Dira dan Axell.
__ADS_1
Cekrek.
Satu gambar berhasil Verrel tangkap, dan itu membuat Verrel tersenyum menyeringai. Verrel lalu memasukkan ponselnya kedalam saku celana seragamnya dan beralih menatap ke arah Dira dan Axell dengan tatapan menyelidik.
"Kalian berangkat bareng?" Tanya Verrel penuh basa-basi. Jelas-jelas dia melihat Dira dan Axell satu mobil, itu tandanya mereka memang berangkat bersama, lalu kenapa masih bertanya? Garing emang si Verrel.
Axell diam, ia sama sekali tak berniat untuk menanggapi pertanyaan dari Verrel tadi. Sementara Dira ia sedang bingung, apa yang akan ia katakan pada Verrel.
Merasa di abaikan membuat Verrel tersenyum miring. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menanyai keduanya.
"Lo berdua... diem-diem dekat? Gue udah duga sih sebenarnya. Tapi, yang gue mau tau, udah berapa kali kalian berangkat sekolah bareng?" Tanyanya lagi.
Bukanya menjawab, Axell malah berdecak kesal. "Ck. Sibuk Lo, sampai harus ngurusin urusan orang?" Cibir Axell.
"Gak gitu, Xell. Gue jadi penasaran..." Jawab Verrel menggantungkan kalimatnya. Sementara Axell kembali diam, ia hanya menunggu apa yang akan Verrel katakan selanjutnya.
"Gimana reaksi Babas setelah ini, setelah tau ternyata Lo berdua udah sedekat ini. Apalagi kalau gue bilang... Lo berdua abis ciuman." Ujar Verrel lalu kembali membuka pintu mobil Axell dan meninggalkan keduanya.
"O SHITT." Umpat Axell kesal. Kenapa Axell bisa lengah dan tak menyadari kalau ada seseorang yang melihat aksinya tadi.
Jangan tanya kan Dira yang sedang meremat ujung rok seragam sekolahnya. Sekarang ini ia sedang bingung. Bagaimana kalau teman-temannya tahu hubungannya dengan Axell. Apa yang akan Verrel katakan pada teman-temannya nanti?
Axell yang tahu kalau Dira sedang bergelut dalam pemikirannya pun berusaha untuk menenangkan gadis itu. "Gue akan urus, gak usah Lo pikirin." Ucap Axell sambil mengelus pelan puncak kepala Dira. "Udah, Lo masuk kelas sana!" Pinta Axell yang langsung mendapat anggukan kepala dari Dira.
Sementara Verrel, ia tersenyum puas. Untuk pertama kalinya, Ia berhasil menggertak Sahabatnya itu untuk mengaku, ada hubungan apa sebenarnya antara dirinya dengan Dira. 'Kena Lo berdua! Gue punya cara tersendiri biar Lo berdua ngaku.' Batin Verrel yang berjalan menuju kelasnya.
.
.
.
*Yang kek biasanya ya, dan gak bosenΒ² aku minta Vote dan likenya.. dan Jan lupa juga,, Yang udah baca Absen dong!!! Komen di jam berapa kalian baca eps. ini.. Okπ..
*Yang udah kasih Like dan komen, Klean Terbaik.. ππ»ππ»ππ»π
__ADS_1