Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
129. Aneh 2.


__ADS_3

Melody mengerjapkan matanya beberapa kali seakan tak percaya dengan apa yang sedang gadis itu lihat sekarang ini. Dira, sahabatnya itu tengah asyik menyantap nasi goreng dengan warna tampilan yang menurut Melody sendiri kurang meyakinkan.


Jika biasanya Dira memesan nasi goreng dengan rasa yang pedas dan pasti indentik dengan warna coklat kemerahan, tapi tidak kali ini. Nasi goreng yang Dira pesan berwarna Coklat kehitaman. Warna yang tak biasa dengan warna nasi goreng yang biasa gadis itu pesan.


Sebelumnya, tadi Melody yang baru saja menginjakkan kakinya di parkiran sekolah setelah turun dari mobil Zaki, Dira yang tiba-tiba saja datang entah dari mana dan langsung menariknya ke kantin untuk menemaninya makan.


Dan di sinilah mereka berdua sekarang ini. Di salah satu meja yang terletak di kantin sekolah.


Melody menggelengkan kepalanya setelah Dira kembali memesan makanan pada Bu kantin dengan menu yang sama. Padahal nasi goreng di piringnya saja belum habis dan masih tersisa beberapa suap lagi.


"Buset... Lo laper apa kesurupan, Dir?" Tanya Melody tak percaya dengan apa yang baru ia lihat. "Perasaan Lo makannya dikit, kenapa sekarang jadi banyak makan kayak gini? Lho gak di kasih makan kak Axell berapa hari sih, Dir?" Tanya Melody lagi.


Tak ingin menanggapi ocehan dari Melody, Dira malah semakin bersemangat untuk menikmati nasi goreng ke dua yang baru di antarkan oleh Bu kantin.


"Makasih ya, Bu?" Ucap Dira pada Bu kantin yang baru saja mengantarkan pesanannya.


"Iya, sama-sama, non. Nanti kalo asinnya kurang bilang ya, non!" Jawab Bu kantin sambil tersenyum ragu.


Tak menjawab, Dira hanya mengangkat satu jempolnya sambil kembali melanjutkan makannya.


Melody lagi-lagi menggelengkan kepalanya, gadis itu tak habis pikir dengan sahabatnya hari ini. Aneh.


"Enak banget ya, Dir? Liat Lo makan, lahap banget." Tanya Melody yang penasaran dengan rasa nasi goreng yang sedang Dira makan sekarang ini.


"Enak, Mel. Lo mau coba?" Ucap Dira menawarkan.


"Boleh. Gue ngicip satu sendok aja tapi, penasaran gue sama rasanya!" Jawab Melody dan langsung menyendok nasi goreng milik Dira tersebut dan langsung memasukkannya ke dalam mulut tanpa rasa curiga atau khawatir sedikitpun. Dan saat sesendok nasi goreng tersebut masuk ke dalam mulut Melody.


"Huwek... Aaaassssiiin..." Melody mengeluarkan makanan dari dalam mulutnya dan langsung meminum minumannya.


"Lo kenapa, Mel?" Tanya Dira sambil melanjutkannya kembali makannya.


"Lo sakit ya, Dir? Nasi goreng asin begitu Lo bilang enak?" Tanya Melody tak habis pikir dengan Dira. Bisa-bisa nasi goreng yang asinnya kelewatan itu Dira bilang enak.


Tak ingin terganggu dengan Melody yang tengah protes Dira hanya mengangkat bahunya acuh sambil kembali melanjutkan makan.

__ADS_1


Drrtt... Drrtt...


Dan disaat Dira tengah asyik dengan makanannya, ponsel milik gadis itu tiba-tiba bergetar.


"Ponsel Lo, Dir!" Ucap Melody.


"Tolong angkat, Mel!" Jawab Dira santai.


Melody meraih ponsel Dira dan membaca nama si penelepon, "Kak Axell, Dir!" Ucap gadis itu.


"Gapapa. Lo jawab aja, bilang gue lagi makan!" Jawab Dira.


Dengan ragu, Melody menekan tombol hijau untuk menerima telepon dari Axell. "Hall-


Tapi, baru saja gadis itu akan mengucapkan kata Hallo, mata Melody tiba-tiba membulat sempurna setelah mendengar apa yang Axell katakan di seberang sana.


Bukan apa-apa, tapi gadis itu terkejut mendengar sesuatu yang seharusnya tidak ia dengar.


Bagaimana tidak, Axell baru saja melayangkan protes pada Dira perihal gadis itu yang tiba-tiba meninggalkannya begitu saja di dalam mobil. Bahkan Dira sampai lupa tidak mencium tangannya saat akan keluar dari dalam mobil. Dan juga, Dira lupa memberinya penyemangat atau biasa di sebut dengan Morning kiss.


"S-Sorry, kak... T-Tapi ini gue Melody."


"Dira lagi di kantin, kak. Lagi-


"Ok, gue kesitu!"


Tuutt... tuutt...


Telepon berakhir setelah Axell memutus sepihak. Dan sudah di pastikan kalau Axell langsung menuju ke kantin sekarang ini.


"Lo di cariin kak Axell, Dir." Ucap Melody memberi tahu.


"Hm... Mana?" Tanya Dira sambil melahap makanannya yang tinggal beberapa suap lagi.


"Aku nyariin kamu, yang. Ternyata kamu disini." Ucap Axell yang baru saja datang dan langsung duduk di samping Dira.

__ADS_1


Dira terkekeh pelan menyadari kesalahannya yang lupa berpamitan dengan Axell tadi. "Maaf ya, kak, tadi aku ninggalin kak Axell gitu aja tadi. Habisnya aku masih laper."


Axell mengernyitkan dahinya bingung, seingatnya tadi mereka sudah sarapan di apartemen. Tapi Axell tak ingin ambil pusing. Mungkin memang istrinya itu masih belum kenyang. Tanpa Axell tau, Dira telah menghabiskan hampir dua porsi nasi goreng.


Laki-laki itu tersenyum, melihat Dira yang begitu lahap memakan makanannya. "Iya gapapa, yang. Aku ngerti. Nanti kalo masih belum kenyang, kamu masih bisa pesan lagi." Ucap Axell pelan sambil mengacak pelan rambut Dira.


"Kak, tapi itu udah nasi goreng kedua yang Dira pesan!" Sahut Melody sambil mengangkat jarinya membentuk angka dua dan sukses membuat mata Axell membulat sempurna.


"Haa!"


...***...


Dira merasakan pusing dan mual luar biasa saat mengikuti pelajaran yang di bimbing oleh Bu Retno. Awalnya Dira baik-baik saja sebelum guru berusia 40 Tahuan itu masuk ke dalam kelas. Tapi setelah Bu Retno masuk, sontak Dira merasakan mual dan pusing setelah mencium aroma parfum yang menyengat dari Bu Retno.


"Lo kenapa, Dir?" Tanya Melody khawatir. Gadis itu melihat gelagat mencurigakan dari sahabatnya itu.


"Gue pusing, Mel. Mual. Mau muntah." Jawab Dira lemah.


"Ha... Lo sakit, Dir?" Tanya Melody sambil menempelkan punggung tangannya di kening Dira. "Agak anget, sih! Gue ijinin ke Bu Ret-


Terlambat. Belum sempat Melody menyelesaikan kata-katanya, tapi Dira sudah lebih dulu keluar dari kelas untuk memuntahkan isi perutnya. Bahkan tanpa izin terlebih dahulu ke Bu Retno.


"Maaf Bu, Dira mau ke toilet... mendadak perutnya sakit..." Ucap Melody beralasan pada Bu Retno.


Tanpa menjawab, Bu Retno hanya menganggukkan kepalanya.


...***...


Melody menyusul Dira yang tak kunjung kembali ke dalam kelas setelah izin terlebih dahulu kepada Bu Retno tentunya.


Saat memasuki toilet, samar-samar Melody mendengar suara seseorang yang tengah muntah di dalam salah satu bilik toilet.


"Dir... Lo masih di situ? Lo gapapa kan?" Tanya Melody khawatir, karena terhitung sudah lima belas menit lebih Dira keluar dari dalam kelas tadi, tapi ternyata gadis itu masih saja mengeluarkan isi perutnya.


Tak lama kemudian, Dira keluar dari dalam toilet dengan wajah yang terlihat menghawatirkan. Terlihat pucat.

__ADS_1


"Gue lemes banget, Mel." Ucap Dira lirih.


"Gue anterin Lo ke UKS sekolah, iya?"


__ADS_2