
"Apa sayang?" Jawab Axell yang kini melanjutkan aksinya memakai celana pendek rumahan yang baru saja Ia ambil dari lemari setelah tadi Dira melihatnya yang tengah mengenakan boxer.
"Ih... Kak Axell, kenapa belum pake baju!" Protes yang kembali di layangkan Dira. Tadi gadis itu mulai membuka matanya perlahan dan kembali menutupnya karena melihat Axell yang belum memakai baju, hanya celana yang menutupi tubuh bagian bawah suaminya.
"Mager, yang..." Jawab Axell yang kini malah ikut berbaring di sebelah Dira. "...Lo aja juga belum pake baju kan, biar samaan!" Ucap Axell yang kini mulai memejamkan matanya.
"Hah...?" Cengo Dira. 'Belum pake baju?' Dira lalu reflek melihat tubuhnya dan benar yang Axell katakan. Dira baru menyadari kalau dirinya hanya mengenakan Bathrobe.
"Siapa yang gantiin baju aku? Kenapa aku bisa gak pakai baju? Kenapa aku gak pakai semuanya?" Pertanyaan beruntun yang keluar dari mulut Dira.
Axell menghela nafas pelan. "Dira... Lo lupa? Tadi baju Lo basah. Jadi harus di ganti." Jawab Axell yang kini kembali membuka matanya.
"Siapa yang gantiin?" Sahut Dira cepat.
Axell diam, ia memilih untuk tidak menjawab dan malah kembali menutup matanya.
"Kak, siapa yang gantiin?" Tanya Dira yang seakan menuntut. Sementara Axell kembali menghela nafas.
"Kak Axell ya, yang gantiin baju aku tadi?" Tanya Dira setengah menuduh.
Axell masih diam. Dan hal itu malah membuat Dira semakin kesal. Kenapa laki-laki yang tengah berbaring di sampingnya ini susah sekali menjawab pertanyaannya.
"Kak Axell jaw-
"Kalau iya emang kenapa?"
...***...
"Pada mau kemana Lo semua? Kok berjamaah gak ngajak-ngajak gue?" Tanya Bastian pada Melody, Nayla , Verrel dan juga Zaki.
Kini semuanya sedang berkumpul dengan membawa tas sekolah masing-masing di taman dekat parkiran sekolah.
Nayla menunjuk ke arah tas yang kini di bawa oleh Melody, "Nih, nganterin tasnya Dira."
Mendengar jawaban dari Nayla membuat mata Bastian membulat sempurna. Ia tahu, Dira pasti sekarang tengah bersama dengan Axell, entah dirumah keluarga Axell atau di apartemen Axell. Tanpa Bastian tahu, Axell membawa Dira ke apartemen Dira sendiri.
"Emang Lo tau, rumahnya Dira dimana?" Tanya Bastian basa-basi.
Nayla mengangguk, "Tau, dong. Tapi Dira gak tinggal di rumah... Dia tinggal di apartemen."
"Lo tau alamatnya, beib?" Tanya Verrel yang langsung mendapat anggukan kepala dari Nayla.
"Dimana?" Tanya Zaki dan Melody kompak.
__ADS_1
"Dih... Kompakan!" Cibir Bastian.
"Iri bilang Ngab?" Jawab Zaki.
"Green life Residence." Jawab Nayla singkat.
"Green life Residence?" Beo Verrel dengan satu alis terangkat.
"Iya. Kenapa, beib?" Tanya Nayla.
"Bukannya Axell juga tinggal di sana ya?" Sahut Zaki memastikan.
"Hm. Beda lantai. Udah ah, gue pengen cepet ketemu Dira." Ujar Nayla yang langsung masuk mobil Verrel. Di susul dengan Melody yang masuk mobil Zaki, dan Bastian masuk ke dalam mobilnya sendiri, Emang nasib jombloš¤.
...***...
Sementara itu, masih di apartemen Dira.
Bugh,
Tiba-tiba sebuah bantal mendarat di wajah Axell dan sudah dapat di pastikan kalau Dira pelakunya.
Axell lalu bergegas bangun, mengubah posisinya yang tadi tidur telentang dan kini terduduk sambil menoleh ke arah Dira. "Kenapa sih, yang? Gue kan cuma gantiin baju Lo, apa yang salah?" Tanya Axell.
"Jelas salah. Kenapa kak Axell gantiin baju aku tadi?" Tanya Dira dengan suara yang mulai naik.
Tak menjawab, Dira hanya memilih untuk menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut. Dan hal itupun tak luput dari pandangan Axell.
Axell tersenyum kecut, "Miris ya... Dengan status gue yang udah jadi suami, Gue masih gak bisa bebas buat jamah istri gue sendiri..." Ucap Axell pelan, bahkan dapat Dira dengar dengan jelas ada nada kekecewaan dari mulut Axell.
Deg,
Mendengar apa yang Axell katakan barusan seketika hati Dira tersentil, Ia tau suaminya ini kecewa dengan sikapnya barusan. Seharusnya ia tak mempermasalahkan hal ini bukan. Suaminya ini sudah menolongnya, seharusnya ia bilang terima kasih, bukan malah bersikap demikian.
"...Gue kasih tau sama Lo, Dir. Gue gak sebrengsek apa yang Lo pikir. Gue gak mungkin ngambil kesempatan dengan sengaja liatin tubuh na**d Lo di saat Lo yang lagi gak berdaya kayak tadi." Axell kini mulai bangkit dari ranjang. Laki-laki itu kini berjalan menuju lemari untuk mengambil kaos dan memakainya.
"Ingat Dira, kondisi fisik Lo itu beda. Lo ada asma, dimana Lo gak boleh dalam keadaan kedinginan terlalu lama..." Ok, Axell mulai sedikit emosi disini. Ia bahkan kembali menghela nafas untuk kembali menahan emosinya.
Axell yang sudah mengenakan kaos polos warna putih itu berbalik ke arah Dira, "...Lo gak tau kan tadi, seberapa khawatirnya gue ngeliat lo yang kebasahan dengan wajah pucat kayak tadi... Gue gak tau apa yang sebenarnya terjadi sama Lo? Siapa yang bikin Lo jadi kayak gini? Tapi yang pasti... Gue malah nyalahin diri gue sendiri... Dimana gue yang gak becus jagain Lo sebagai istri gue."
Deg,
Jantung Dira berdetak semakin kencang. Ia bahkan semakin merasa bersalah sekarang.
__ADS_1
Axell berjalan keluar dari kamar Dira, ia berencana untuk ke apartemennya mengambil beberapa barang. Tapi baru saja ia membuka pintu, ada sepasang tangan yang melingkar di perutnya disusul dengan suara lirih seorang gadis, "Maaf."
Untuk kesekian kalinya Axell kembali menghela nafas. Hening untuk beberapa saat sampai akhirnya Axell berbalik untuk membalas pelukan Dira. "Sorry, Gue udah lancang gantiin baju Lo tadi." Ucap Axell yang malah mendapat gelengan kepala dari Dira.
"Berarti Lo gak mau maafin gue?" Tanya Axell.
Dira kembali menggeleng, "Terus Lo maunya gimana?" Tanya Axell lagi.
"Maaf?" Lagi-lagi kata maaf yang keluar dari mulut Dira. Axell semakin mengeratkan pelukannya pada Dira sambil mengangguk, "Dimaafkan." Ucap pelan laki-laki itu.
Mendengar Axell yang sudah memaafkannya, kini Dira merasa lega. Sama seperti Axell, kini Dira pun mengeratkan pelukannya.
Sampai lewat beberapa menit, keduanya masih dengan posisi yang sama. Saling berpelukan. Sampai-sampai Axell melupakan satu hal, pintu yang sempat ia buka sedikit tadi.
"What the hell?" Pekik Nayla yang tiba-tiba masuk dan melihat Axell dan Dira yang sedang berpelukan. Disusul dengan Melody, Bastian, Verrel dan juga Zaki yang ikut-ikutan masuk tanpa permisi.
"Apa ini miskahhh? Apa?" Tanya Zaki yang ikut-ikutan heboh sendiri.
"Wah... Siaga satu ini, Bro. Bahaya, Xell... Ada Babas disini." Sahut Verrel mengompori.
"Kalian..." Ucap Melody menggantung.
Sementara Babas sendiri hanya diam, ia sudah menduga sebelumnya kalau hal ini pasti akan terjadi.
"Lo masuk kamar, pakai baju lo. Kalo kepala Lo masih pusing gak usah maksain buat keluar!" Bukannya menanggapi ocehan dari para teman-temannya, Axell malah menyuruh Dira untuk kembali ke kamar.
"Dih... Kita di cuekin!" Cibir Zaki yang malah mendapat tatapan intimidasi dari Axell.
Dira lalu melepas pelukannya dengan Axell lalu tanpa sepatah katapun ia berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk segera ganti baju. Tindakan Dira yang demikian menimbulkan spekulasi tersendiri di benak mereka semua, kecuali Axell dan juga Bastian.
Pasalnya mereka semua di buat gagal fokus berjamaah saat ini, melihat Dira yang hanya mengenakan Bathrobe, beberapa dari mereka ada yang berpikiran negatif.
"Lo berdua abis ngapain?"
.
.
.
*When Axell said : Apa sayang??
__ADS_1
*When Axell said : Dimaafkan.