Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
26. Nggak bisa tidur.


__ADS_3

"Bege." Ucap Dira pada dirinya sendiri sambil menggelengkan kepalanya dan menertawai dirinya sendiri.


"Masih belum tidur?" Tanya Axell yang masih memejamkan matanya dengan satu tangan ia letakkan di atas dahinya.


Dira reflek menoleh ke samping, dimana ternyata laki-laki di sampingnya ini belum tertidur. Perasaan tadi dia hanya terkekeh pelan. Apa dia mengganggu tidur Axell tadi?


"Kenapa belum tidur?" Tanya Axell lagi.


"Kak Axell, keganggu ya tadi?" Bukannya menjawab, Dira malah melontarkan pertanyaan pada Axell.


Axell hanya menggelengkan kepalanya "Kenapa nggak di jawab?"


"Nggak tau kak, gue gak bisa tidur?" jawab Dira.


"Apa karena tidur sama gue disini?" Tanya Axell yang mengira kalau Dira terganggu Dengan keberadaannya di kamar tersebut.


Dira hanya menggelengkan kepalanya "Nggak kak," Singkat Dira.


"Ada yang lagi Lo pikirin?" Tanya Axell mencoba menelisik kira-kira apa yang terjadi dengan Dira, gadis yang mulai hari ini sudah sah menjadi istrinya.


Dira kembali menggelengkan kepalanya. "Nggak kok, kak." Jawab Dira lagi.


Axell menganggukkan kepalanya. Kini ia bangun untuk mengubah posisinya. Sekarang Axell duduk sambil bersandar pada kepala ranjang sambil menatap wajah Dira. Dira yang sadar diperhatikan oleh Axell pun seketika menjadi canggung.


Hening. Tak ada kata apapun yang keluar dari keduanya untuk beberapa saat. Sampai pada akhirnya Axell kembali membuka suara.


"Gua boleh nanya sesuatu sama Lo?" Tanya Axell.


Sebelum menjawab, Dira juga ikut mengubah posisinya sama seperti dengan yang Axell lakukan. "Mau tanya apa kak?" ta8nya balik Dira.


"Kenapa Lo mau di jodohin sama gue?" Satu pertanyaan keluar dari mulut Axell. Mendengar pertanyaan dari Axell membuat Dira menghela nafas.


"Karena nurutin kemauan dari Papa." Jawab Dira.


'Nurutin kemauan bokap.' Batin Axell.


"Lo tahu, di jodohin sama siapa?" Tanyanya lagi yang lagi-lagi hanya mendapatkan gelengan kepala dari Dira.

__ADS_1


"Mereka gak bilang. Yang jelas mereka bilang gue di jodohin sama cowo yang masih satu sekolah." Jelas Dira.


Axell kembali menganggukkan kepalanya. "Kenapa Lo gak tidur? Udah larut gini!" Tanya Axell lagi.


"Nggak tahu kak, gak bisa tidur." Jawab Dira apa adanya.


Hening. Axell terdiam sesaat, sampai akhirnya Axell kembali berucap, "Ok, gue temenin Lo begadang malam ini."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Axell membuat Dira menatap wajah Axell sesaat kemudian dia menganggukkan kepalanya.


"Kak Axell, nggak ngantuk?" Tanya Dira.


"Belum." jawab Axell singkat. "Dira, ada hal yang mau gue tanyain lagi ke lo." Ucap Axell. "Lo punya keluarga yang harmonis... Menurut sudut pandang gue. Tapi kenapa Lo pilih tinggal sendiri di apartemen?" Tanya Axell ingin tahu.


Bukan menjawab, Dira malah hanya menatap Axell sendu,


Merasa tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, Axell kembali berkata, "Ok. Nggak usah Lo jawab. Gue hargai Privasi Lo." Jawab Axell.


Dira mengepalkan salah satu tangannya. Bukan. Bukan Dira tak ingin cerita, hanya saja Dira merasa belum ingin menceritakan segala hal tentang dirinya pada Axell, lelaki yang beberapa jam tadi telah resmi menjadi suaminya.


"Simpan nomor Lo! Nggak lucu kalo gue gak punya nomor Lo kan?" Ucap Axell. Dira langsung menerimanya dan menyimpan nomornya di ponsel Axell.


Setelah mengembalikan ponsel Axell, ponsel Dira pun langsung berbunyi. Tapi Dira enggan untuk melihat siapa yang memanggil di jam seperti ini.


📞1 Missed call...


From 085227092xxx


"Simpan nomor gue!" Titah Axell. Dira menganggukkan kepalanya dan bergegas mengambil ponselnya yang ia letakkan di meja rias tadi.


Axell kini tengah menyalahkan musik pada ponselnya dengan nada rendah. Sebuah lagu Perfect dari Ed Sheeran yang ia putar.


"Udah hampir jam tiga pagi, lebih baik Lo cepet tidur." Titah Axell lagi pada Dira. Karena Dira juga sudah mulai lelah dan mengantuk di tambah alunan lagu yang Axell putar entah mengapa sekarang Dira menjadi semakin mengantuk. Tak butuh waktu lama, Dira sekarang sudah terlelap dalam tidurnya.


Melihat Dira yang sudah mulai tertidur pulas, Axell yang masih duduk bersandar pun kini menatap wajah damai Dira. Seulas senyum muncul dari bibirnya.


"Nggak susah bikin Lo tidur ternyata." Gumam Axell pelan.

__ADS_1


Axell kini mengubah posisinya menjadi berbaring. Ia juga harus tidur. Sebelum memejamkan matanya, Axell mendekat ke wajah Dira dan,


Cup,


Tanpa sadar, entah dorongan dari mana. Satu kecupan manis Axell berikan pada kening Dira, "Good night, Dir." Lirihnya sambil mengelus puncak kepala gadis itu.


"Gue belum bisa janji buat jagain Lo, tapi gue bakal berusaha." Tambahnya sampai akhirnya dia ikut tertidur dengan posisi menghadap ke arah Dira.


...***...


Pagi harinya jam sudah menunjukkan pukul 07.45 menit. Jika biasanya Dira dan Axell di jam segini sedang bersekolah, lain halnya dengan hari ini. Keduanya bahkan masih sama-sama terbaring di ranjang yang sama.


Bukan karena malas untuk bangun, hanya saja mereka masih belum menyadari kalau matahari sudah mulai meninggi.


Beberapa menit kemudian, Axell yang mulai terbangun kini mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengumpulkan kesadarannya. Sebenarnya Axell sudah terbangun dari dua jam yang lalu, tapi karena masih merasa mengantuk jadi Axell memutuskan untuk melanjutkan tidurnya.


Saat Axell sudah benar-benar terbangun Mata Axell berkeliling mengamati sekitar. Axell tahu betul dia kini bukan berada di kamar rumahnya, bukan juga di kamar apartemennya. Lalu pandangan Axell berhenti pada sosok gadis yang masih tertidur pulas di sampingnya. Ah iya, ia baru saja ingat. Ia sekarang berada di kamar Dira, istrinya.


Axell mengamati dengan seksama wajah damai gadis yang masih bergelut dengan mimpinya itu. Tangan Axell terulur untuk mengusap rambut Dira. Namun, belum sampai menyentuh kepala Diranya, gadis itu nampak menggeliat seperti akan bangun dari tidurnya. Seketika Axell tersadar dengan apa yang akan di lakukan nya, cepat-cepat dia menarik tangannya dan pura-pura memejamkan matanya.


*Ciyeee,, Axell takut ketahuan.


Ketahuan? Emang Axell ngapain? 😂🤣


Dira yang mulai bangun itupun perlahan membuka matanya. Meregangkan tubuhnya. Dan, Eh, tanpa di sengaja tangannya menyenggol tubuh seseorang yang masih tertidur disampingnya. Ralat bukan tidur, tapi pura-pura tidur. Diranya aja yang gak tahu.


Dira baru tersadar, semalam ia tidak tidur sendiri. Ia tidur dengan seseorang bernama Axell di sampingnya, lelaki yang telah resmi menikahinya kemarin.


Dira melihat ke arah jam dinding kamarnya dan menunjukkan pukul 08.25. Mata Dira langsung membulat sempurna menyadari ia terlambat bangun pagi ini. Ini pertama kalinya seorang Dira bangun sesiang ini.


Cepat-cepat Dira bangun dan menuju ke kamar mandi, tak lupa ia membawa baju ganti. Setelah Dira selesai dengan mandinya, Dira keluar dari kamar dan menutup pintu kamarnya pelan.


Setelah Dira keluar dari kamarnya, nampak satu sudut bibir Axell tertarik ke samping. Mengetahui ternyata Dira tidak berniat membangunkannya.


Sebenarnya bukan Dira tak ingin membangunkan Axell, tapi mengingat semalam Axell yang entah tidur di jam berapa. Dira tak ingin mengganggu tidur laki-laki itu.


"Pagi, non Dira."

__ADS_1


__ADS_2