Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
52. Boleh gue tanya sesuatu? (Axello)


__ADS_3

"Kalo Diranya mau sama gue, Lo mau apa?" Tantang Zaki pada Bastian.


"Wah ngajakin perang dunia." Ujar Bastian yang mulai berdiri dari duduknya.


"Kuy, baku hantam kita!" Ujar Zaki sambil ikutan berdiri dari tempatnya.


Sementara Axell hanya memandang ke arah Bastian dan Zaki bergantian. Bukannya melerai, Axell malah tertarik dengan tingkah keduannya yang tengah memperebutkan Dira, istrinya.


"STOP!" Pekik Dira tiba-tiba dan sukses menghentikan aksi Zaki dan Bastian yang sudah siap perang dunia tadi.


"Ck. Kenapa sih, Dir?" Kesal Zaki karena Dira menghentikan aksinya.


"Iya. Ada apa sih, Dir? Seharusnya Lo biarin gue sama Zaki. Gue mau nunjukin ke nih monyet satu, biar gak gangguin orang Mulu dari tadi." Jawab Bastian.


Bukannya menjawab, Dira malah memejamkan matanya sambil memijat pelipisnya. Tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut.


"Gue? Gangguin? Yang ada Lo yang gangguin." Protes Zaki tak terima.


Axell yang melihat Dira tengah memijat pelipisnya pun mengambil ponselnya dari dalam saku Hoodie, lalu mengetik sesuatu pada ponselnya dan mengarahkan ponselnya ke arah Dira tapi Axell menyembunyikan ponselnya di bawah meja agar tidak ada yang tahu.


"AYO PULANG!" Tulisnya. Dira yang sudah melihat ponsel Axell pun menjawab dengan sekali anggukan samar.


"Eh babi, Jelas-jelas tadi Lo yang tiba-tiba Dateng waktu bidadari gue mau masuk ke mobil gue. Terus Lo yang seenak jidat Lo, malah bawa bidadari gue masuk ke dalam mobil Lo. Itu namanya apa kalo Lo gak gangguin? Secara tidak langsung, Lo tadi udah gangguin acara PDKT gue. Monyet!" Balas Bastian.


"Gue balik dulu." Ucap Dira tanpa suara pada Melody sambil menaruh jari telunjuknya pada bibir. Melody yang mengerti maksud dari Dira itu pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Dira lalu berdiri dan berjalan mengendap-endap untuk keluar dari kafe tanpa Zaki dan Bastian sadari.


"Eh Anj*ng, Mana gue tau kalo Lo lagi proses PDKT sama Dira. Gue cuma mau ngomong bentar sama dia tadi. Ada sesuatu yang mengusik jiwa, batin dan ketenangan gue sejak tadi pagi." Balas Zaki yang memang tengah penasaran dengan siapa yang mengantarkan Dira berangkat sekolah tadi.


Dan ternyata benar. Seorang Axello lah yang mengantarkan Dira berangkat sekolah pagi tadi, dilihat dari mobil yang terparkir rapi di depan d'AXE Cafe adalah mobil yang sama persis dengan mobil yang mengantarkan Dira tadi.


"Apa tadi? Mengusik jiwa? Lo gila, dong?" Cibir Bastian asal.


Karena dirasa Dira sudah masuk kedalam mobil, Tanpa menunggu lama, Axell pun langsung bangkit dari duduknya untuk segera keluar menyusul Dira.


"Gak, sih? Yang gila kan Lo, bukan gue." Jawab Zaki enteng di akhiri dengan tawanya.


"Sialan, Lo!" Umpat Bastian kesal.


"Nama gue Zaki, bukan Alan!" Jawab Zaki asal lalu mulai duduk setelah melihat Axell keluar dari kafe. Ia sudah bisa menebak kalau Axell pergi untuk menyusul Dira yang lebih dulu keluar tadi. Tapi Zaki masih berpura-pura tidak melihat agar Bastian tidak menyadari kepergian Dira dan Axell.


"Lah, bidadari gue mana?" Tanya Bastian yang baru saja menyadari kalau ternyata Dira sudah tidak ada.

__ADS_1


"PULANG!!!" Jawab Zaki dan Melody bersamaan.


"Hah? Pulang?" Beo Bastian tak percaya tapi tak mendapat jawaban dari Zaki ataupun Melody.


"Sama siapa?" Tanyanya lagi. Lagi, Bastian kembali tidak mendapatkan jawaban karena Zaki dan Melody lebih memilih untuk melanjutkan makannya yang tertunda karena perdebatan un-faedah dari Zaki dan Bastian tadi.


"Ck. Ditinggal lagi gue. Dira... Dira... Licin banget Lo, udah kek belut." Desah Bastian pelan.


...***...


"Kenapa? Pusing?" Tanya Axell saat melihat Dira memijat pelipisnya sambil memejamkan matanya.


Dira membuka matanya dan menatap laki-laki yang kini tengah duduk di balik kemudi yang sedang menatap kearahnya. "Sedikit." Jawab gadis itu.


"Perlu ke dokter?" Tawar Axell khawatir pada istrinya itu.


Dira menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis. "Gak usah, kak. Aku gak apa-apa." Jawab Dira.


"Beneran gak apa-apa?" Tanya Axell lagi.


"Iya, gak apa-apa, kak." Jawab Dira.


Axell menganggukkan kepalanya dan mulai menjalankan mobilnya untuk pulang.


Axell menoleh ke arah Dira sesaat sambil menarik satu alisnya. "Ada apa?" Tanya Axell.


"Gue lagi kangen sama papa. Bisa anterin aku ke rumah Papa sekarang?" Jawab Dira sambil menatap ke arah Axell.


"Tentu." Jawab Axell singkat. Axell lalu melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya. Kurang dari tiga puluh menit, kini mobil Axel telah tiba di rumah Papa Pras.


Dira dan Axell turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah bersamaan.


"Eh non Dira, den Axell? Gimana kabarnya?" Sapa bi Minah ramah pada sanak dan menantu majikannya itu.


"Baik bi. Kok sepi Bi, papa sama Mama kemana?" Tanya Dira pada bi Minah karena melihat rumah yang terlihat sepi.


"Tuan sama nyonya belum pulang dari kantor non." Jawab mi Minah yang mendapat anggukan kepala dari Dira.


"Mama Diva ke kantor Bi?" Tanya Dira lagi.


"Iya non, tadi nganter makan siang buat Tuan. O... iya, non Dira sama den Axell mau di bikinin apa? biar bibi bikinin?" Tanya bi Minah.

__ADS_1


"Dira gak usah Bi, capek mau istirahat. Kak Axell mungkin?" Jawab Dira sambil berbalik menatap wajah Axell yang memang berdiri di belakangnya.


"Gak usah bi, Terima kasih. Aku juga mau istirahat." Tolak Axell.


"O... Yaudah, kalau gitu bibi ke dapur dulu ya, nanti kalo butuh apa-apa panggil bibi!" Ucap Bi Minah sambil berjalan ke dapur meninggalkan pasangan suami istri muda itu.


Sampai di kamar, Dira lalu meletakkan tas sekolahnya di sofa dan langsung menuju ke kamar mandi. Tak lupa ia membawa baju ganti yang ia ambil dari lemari pakaiannya.



*Kamar Dira.


Setelah Dira hilang di baling pintu kamar mandi, pandangan mata Axell kini beralih menelusuri seisi kamar milik Dira yang begitu berbeda.


Axell masih ingat betul saat ia pertama kali memasuki kamar tersebut setelah proses ijab Kabul yang dilaksanakan hampir dua bulan lalu. Layaknya kamar pengantin pada umumnya, kamar yang penuh dengan hiasan dan bunga mawar yang bertebaran dimana-mana.


Tapi, ini berbeda. Kamar Dira ternyata tidak seperti kamar cewek pada umumnya yang identik dengan warna Pink. Bahkan warna Hitam, Putih dan Abu-abu yang mendominasi kamar tersebut.


Setelah puas melihat-lihat, Axell memutuskan untuk merebahkan dirinya di atas ranjang dan memejamkan matanya. Sepertinya ia akan tidur.


Ceklek,


Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Dira yang terlihat segar setelah mandi. Aroma harum yang lembut dari aroma shampo dan sabun mandi yang Dira pakai langsung menusuk Indra penciuman Axell dan membuatnya kembali membuka matanya.


"Kak Axell gak mandi dulu?" Tanya Dira sambil mengeringkan rambutnya menggunakan Hair dryer.


"Gue udah mandi tadi sebelum Lo datang ke kafe." Jawab Axell sambil kembali duduk dan melepas Hoodie yang di pakainya.


Dira hanya menganggukkan kepalanya sambil menyisir rambutnya yang setengah kering.


"Boleh gue tanya sesuatu?" Tanya Axell sambil menatap Dira.


"Tanya apa, kak?" Tanya balik Dira sambil melihat wajah Axell dari pantulan cermin di depannya.


"Lo... lagi deketan sama-


.


.


.

__ADS_1


*Yang kek biasanya ya, dan gak bosen² aku minta Vote dan likenya.. dan Jan lupa juga,, Yang udah baca Absen dong!!! Komen di jam berapa kalian baca eps. ini.. Ok😊..


*Yang udah kasih Like dan komen, Klean Terbaik...


__ADS_2