Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
64. Semakin terang.


__ADS_3

"Gak apa-apa. Cuma mau nemenin istri gue."


...***...


Bel istirahat telah berbunyi. Hampir semua siswa-siswi berjalan keluar kelas. Ada ya latihan basket, ke taman, ke perpustakaan, dan ada yang langsung menuju ke kantin. Sama seperti halnya Nayla, Verrel dan juga Bastian.


"Si Dira kok gak keliatan, ya?" Ucap Nayla tiba-tiba.


"Nanti juga kesini, Beib?" Jawab Verrel.


"BU IDA, BAKSONYA DUA YA! ES TEHNYA SEKALIAN!" Pekik Zaki yang baru saja datang bersama Melody dan langsung bergabung dengan Nayla Dkk.


"Lah, Mel. Bidadari gue mana?" Tanya Bastian yang tak melihat adanya Dira.


Melody menggelengkan kepalanya, "Gak masuk dia... Tapi katanya Bu Retno sakit, sih." Jelas Melody.


"Sakit, Mel?" Tanya Bastian dan Nayla kompak.


"Dih, kompakan!" Cibir Verrel.


"Hm." Jawab Melody dengan deheman, karena dia yang sudah mulai memakan makanan yang sudah di antar kan oleh bu kantin.


"Eh, Btw, Junjungan Lo pada mana?" Tanya Zaki yang tak melihat adanya Axell. "Kok cuma berdua?"


"Eh Zak, kalo ngitung yang bener! Ini kita bertiga, kok Lo ngomongnya cuma berdua!" Protes Nayla.


"Hadew Nay, maksud gue Axell, Bastian sama cowo Lo... Biasanya kan mereka bertiga, udah kek tiga serangkai. Nah, ini cuma berdua?"


"Gak masuk dia? Gak tau kenapa? Biasanya ngabarin gue kalo gak masuk." Sahut Verrel cepat.


Zaki tersenyum menyeringai, "Gue tau nih, Pasti lagi..." Ucap Zaki menggantung. Zaki berpikir, Axell sedang bersama Dira, mungkin. Karena ini bukan pertama kalinya, Axell dan Dira tidak masuk sekolah bersamaan. Seperti dua bulan lalu, saat Axell dan Dira menikah. Dimana Axell dan Dira sama-sama tidak bersekolah dan disaat masuk juga bersamaan. Zaki juga masih ingat saat ia melihat Axell yang mengantarkan Dira berangkat ke sekolah.


"Lagi apa?" Tanya Bastian cepat.


"Ge pe pe." Jawab Bastian asal.


"Kok kebetulan gini, ya?" Ucap Melody tiba-tiba dan berhasil membuat semuanya beralih menatapnya.


"Kebetulan gimana, Mel?" Tanya Bastian penasaran.


"Kalian nyadar gak, sih?... Ini gak tau bener atau gak ya, Ini cuma pendapat gue, sih... Setiap Dira gak masuk, kak Axell juga gak masuk." Ujar Melody mengutarakan apa yang ada di pikirannya. "Dan juga-


"Juga apa, Mel?" Potong Bastian cepat. Sungguh, Bastian semakin penasaran dengan apa yang akan Melody katakan.


"Kak Axell kalo liatin Dira... Gimana gitu!" Sambung Melody.

__ADS_1


"Hah? Masa'?" Tanya Bastian.


"Lo ember banget, sih!" Bisik Zaki pada Melody. "...Gue aja yang tahu hubungan mereka diem-diem Bae!" Sambung Zaki masih dengan suara yang lirih agar tidak ada yang mendengar selain Melody. Tahu maksud Zaki yang mengira Dira dan Axell pacaran ya, Zaki belum tahu kalau keduanya sudah menikah.


"Apa, Zak?" Tanya Melody setelah berhasil mencerna apa yang Zaki katakan padanya. Ini secara tidak langsung Zaki membenarkan kalau memang benar ada hubungan antara Axell dan Dira.


Melody jadi teringat sesuatu, dimana Zaki pernah mengatakan kalau Dira punya Bodyguard pribadi. Dan tak lama berselang setelah Zaki mengatakan hal itu benar saja, Axell datang.


"I love you." Jawab Zaki asal.


"Ck. Mojok sono Lo berdua. Kalo mau katakan cinta, Jan disini." Protes Bastian kesal. Tiba-tiba moodnya sedang tidak baik. Sesaat ia mengira kalo Axell dan Dira memang memiliki hubungan. Tapi dengan segera, Bastian menepisnya.


Verrel hanya diam. Ia tak ikut bersuara karena ia memang sudah menebak kalau Axell dan Dira memang mempunyai hubungan.


Sementara Nayla ia tengah memikirkan sesuatu. Mengingat saat Dira tidak masuk dengan alasan ada acara keluarga beberapa waktu yang lalu, tepat hari itu Axell juga tidak masuk. Dan setelah hari itu, setiap Dira tidak masuk Axell juga tidak masuk. Seperti sudah di rencanakan. Kompak sekali. Padahal sebelumnya Axell tidak pernah tidak masuk sekolah.


Tiba-tiba Nayla teringat saat ia menelpon Dira untuk mengajaknya pergi tapi Dira menolak dengan alasan baru bangun tidur. Tapi yang membuat Nayla terkejut waktu itu adalah saat ia mendengar suara cowok yang memang Nayla yakini adalah seorang Axello tengah bersama gadis itu di dalam kamar.


'Apa mungkin?'


...***...


Dira keluar dari kamar dengan keadaan rambut yang setengah basah karena baru selesai mandi. Tadi selesai sarapan, ia memutuskan untuk kembali beristirahat. Dan saat ia bangun, ternyata hari sudah siang.


"Udah bangun?" Tanya Axell yang sedang mengerjakan sesuatu pada buku tugasnya.


Sampai di dapur, Dira langsung menuju ke lemari es, mengambil ayam dan mencucinya. Setelah ayam sudah di pastikan bersih, Dira lalu Merebusnya sebentar untuk menghilangkan minyak yang terdapat pada ayam tersebut.


Dira lalu menghaluskan bumbu dan Cabai yang sudah ia hilangkan biji-bijinya untuk mengurangi rasa pedas pada cabainya nanti. Ia teringat kata-kata Axell waktu awal menikah dimana laki-laki itu yang tidak suka makan yang pedas-pedas, sangat berbanding terbalik dengan dirinya yang sangat menyukai pedas.


Setelah bumbu siap, Dira lalu menggoreng ayam yang sudah ia rebus terlebih dahulu.


*Tadi di rebus buat ngilangin minyaknya, sekarang di goreng jadi berminyak lagi. Sama aja bo'ong dong, Dira!🤣


Sambil menggoreng ayam, Dira lalu memanaskan pan dan menuangkan sedikit minyak di atasnya. Saat minyak sudah panas, Dira lalu memasukan bumbu yang sudah ia haluskan tadi.


Setelah aroma dari bumbu tercium, Dira lalu memasukkan ayam yang sudah ia goreng tadi. Menambahkan sedikit air dan bumbu penyedap lainya.


Lima menit setelah bumbu meresap ke dalam ayam, Dira lalu mematikan kompor dan meletakan masakan di atas sebuah piring. Membawanya ke meja makan. Tak lupa juga Dira menyiapkan dua piring berserta sendok dan garpu.


Setelah dirasa cukup, Dira lalu beranjak untuk memanggil Axell untuk makan siang. Tapi, baru saja menoleh ke belakang, Dira terkejut melihat seseorang yang ternyata memperhatikannya sejak tadi.


"Kak Axell, sudah lama di situ?" Tanya Dira.


"Sejak Lo keluar kamar... Gue ngikutin Lo." Jawab Axell.

__ADS_1


Deg,


Seketika jantung Dira berdegup kencang. Ini kenapa tiba-tiba jadi begini? Tanyanya dalam hati.


Tapi, sebisa mungkin Dira menormalkan detak jantungnya yang berdetak kencang tadi. Gak lucu kan kalau Axell tahu jantungnya berdebar tak karuan hanya karena mendengar Axell yang mengikutinya.


"Ayo makan, kak." Ajak Dira pada suaminya itu.


Axell tak menjawab, ia memutuskan untuk langsung mendekat ke arah meja makan dan mendapati makanan yang berwarna merah menyala itu.



*Ayam goreng balado.


Melihat ayam yang berselimut dengan bumbu berwarna merah itu membuat Axell mengerenyitkan dahinya. 'Ini beneran gue di suruh makan ini? Apa dia lupa gue gak bisa makan pedes?' Tanya Axell dalam hati.


Dira yang melihat wajah Axell pun mengerti, apa yang laki-laki di depannya itu pikirkan. "Ini gak pedes kok, kak? Coba dulu deh!"


Dira lalu menaruh piring yang sudah ia beri nasi dan ayam pada Axell. Dengan sedikit ragu, Axell mulai memakan ayam yang penuh dengan sambal itu.


"Gimana, kak? Masih pedes ya?" Tanya Adira setelah melihat Axell yang sudah mulai mengunyah makanan yang masuk kedalam mulutnya.


"Gak terlalu, Ini masih bisa gue tolerir... Enak." Jawab Axell. Seketika seulas senyum muncul di wajah Dira.


"Lo pinter masak, siapa yang ngajarin?" Tanya Axell sambil melanjutkan kembali makannya.


"Almarhum mama, kak." Jawab Dira sambil memulai makannya.


Mendengar jawaban Dira Axell menghentikannya sejenak untuk memperhatikan wajah Dira. 'Apa gue salah nanya tadi?'


"Sorry." Ucap Axell tiba-tiba.


Dira menghentikan sendok yang akan masuk ke mulutnya dan menaruhnya kembali di atas piring. "Kenapa kak Axell minta maaf?" Tanya gadis itu.


"Gue ngungkit tentang almarhum mama." Jawab Axell.


Dira menghembuskan nafasnya pelan, "Ya ampun kak, gak apa-apa kali. santai aja." Jawab Dira sambil kembali melanjutkan makannya.


"O... iya kak, habis ini aku mau izin keluar."


.


.


.

__ADS_1


*Gimana nih? Kasih tanggapan kalian dong!


Komen dibawah ya! Jangan lupa kasih Like and Vote, Biar aku jadi makin semangat up-nya. TQ .. & See you bye-bye...😘


__ADS_2