Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
72. Jangan nakal disekolah! (Axello)


__ADS_3

Axell bangun dari posisi telentangnya. Melepas kalung yang beberapa bulan ini menempel di lehernya. Ada dua cincin yang bertaut di kalung itu. Ya, cincin pengikat antara dirinya dan juga Dira.


Axell menggambil salah satu diantaranya. ia memilih Cincin tunangan dan memakainya di jari manis kirinya. Lalu cincin satunya masih ia kenakan sebagai bandul kalung. Dan memakai kembali kalung tersebut.


Axell meraih ponsel yang ia letakkan di atas nakas dan meng-aktifkannya, lalu mendekat ke arah tangan Dira. Dan,


Cekrek,


Axell menggambil gambar yang hanya nampak dua tangan yang saling mengenakan cincin.


Satu sudut bibir Axell tertarik ke samping melihat hasil foto yang ia ambil. Lalu ia membuka laman akun media sosial miliknya. Axell berniat mengunggah foto tersebut.



Disukai oleh verrel.gan dan 1.099 Lainnya.


ax.arkn πŸ–€ A.


Lihat semua 93 komentar.


verrel.gan Wih... Si pak bos @ax.arkn udah mulai terang-terangan nih. PJ siap di laksanakan segera di @ax.cafe bro.


orion.ptr93 @verrel.gan siapa tu??


verrel.gan Rahasia perusahaan brother @orion.ptr93


babas.tian @ax.arkn Gue kira hubungan kita spesial... Anjir.


nayla.nayku waras dikit dong!!!!! @babas.tian.


zaki.ganteng When @babas.tian said bidadari gue πŸ€£πŸ˜‚


babas.tian πŸΆπŸ–•πŸ»@nayla.nayku @zaki.ganteng


verrel.gan gue turut berduka cita ya @babas.tian


babas.tian gue belum meninggoy woy, 🐷 Lo @verrel.gan


Dan masih banyak lagi komentar dari teman-teman Axell di sekolah. Padahal Axell mengunggah foto tersebut hampir tengah malam. Tapi mereka sedang asyik berkomentar, "Ternyata bukan gue doang yang belum tidur." Ujar Axell setelah membaca komentar dari teman-temannya.


Kini jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Rasa kantuk sudah mulai menyerang Axell sekarang ini. Ia mulai me-non aktifkan ponselnya, meletakkannya di atas nakas lalu bergabung dengan gadisnya untuk tidur.


Sesaat sebelum memejamkan matanya, Axell melihat cincin yang kini melingkar di jari manisnya. Ia tersenyum. Ia memutuskan untuk selalu memakai cincinnya setelah ini.


Sebelum benar-benar tertidur, Axell kembali mencium Dira dan tidur sambil memeluk istrinya.


...***...


Keesokan harinya, Dira yang akan berangkat ke sekolah itupun sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


Saat Dira akan membuka pintu untuk keluar dari kamar, Dira baru menyadari satu hal. Axell belum bangun.


Dira lalu berbalik dan mengurungkan niatnya untuk keluar kamar. Ia menghampiri Axell yang masih damai dengan tidurnya.

__ADS_1


"Udah jam segini, Kok kak Axell belum bangun?" Tanya Dira pada dirinya sendiri.


Dira lalu menyingkap selimut yang menutupi wajah Axell. Berniat untuk membangunkan laki-laki itu. Dira menggoyang-goyangkan pundak Axell. "Kak... Bangun. Udah hampir siang." Ucap Dira lirih.


Hening,


Tak ada respon dari Axell. Bahkan laki-laki itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Tangan Dira terulur untuk kembali membangunkan suaminya.


Tapi, baru saja Dira akan menepuk pipi Axell, tiba-tiba, dengan gerakan yang tidak Dira duga Axell malah menarik tangan Dira.


Dira yang begitu terkejut dengan gerakan tiba-tiba dari Axell tak bisa berbuat apa-apa. Dan,


Bruk,


Tubuh Dira langsung menimpa tubuh Axell. Tak sampai di situ saja. Kini Axell yang sudah membuka matanya pun memeluk erat tubuh Dira. Dan bahkan entah bagaimana caranya, Axell berhasil membalikkan keadaan. Kini tubuh Dira berada di bawah Axell.


Sadar dengan posisinya yang mulai tidak aman, Dira memutuskan untuk protes. "Kak Ax-


Cup,


Tapi, Baru saja Dira akan membuka mulutnya, cepat-cepat Axell membungkam mulut Dira dengan bibirnya. Tak ingin membiarkan istrinya itu bicara.


Tak berlangsung lama, Ciuman yang hanya berlangsung beberapa menit itu pun berakhir karena Dira yang mulai kehabisan nafas dan mulai mendorong dada bidang milik suaminya itu.


"Bernafas Dira!" Titah Axell dan kembali mengecup singkat bibir Dira.


Cup,


"Morning kiss." Ucapnya lagi lalu bangkit menuju kamar mandi.


"Ini jantung gue kenapa? Kenapa kayak gini setiap Deket kak Axell?"


...***...


Kini mobil Axell sudah terparkir rapi di parkiran sekolah SMA Bhakti Bangsa. Tidak seperti biasanya, Axell dan Dira tiba di sekolah dengan keadaan yang sudah ramai. Bahkan beberapa menit lagi pintu gerbang akan segera di tutup.


"Aku turun dulu ya, kak." Ucap Dira sambil meraih tangan Axell untuk ia cium.


Tak ada jawaban, Axell malah menarik tengkuk Dira dan kembali mencium gadisnya.


Cup,


Tangan Axell naik untuk mengacak pelan rambut Dira. "Jangan nakal kalo di sekolah!"


Dira diam, mencerna apa yang Axell katakan padanya tadi. 'Ini kak Axell ngomongin dirinya sendiri? Siapa yang nakal coba?'


Axell yang sedari tadi memperhatikan Dira kembali membuka suara. "Kok diem? mau lagi?" Tanya Axell yang sukses membuat Dira tersadar.


Axell kini kembali mendekatkan wajahnya ke arah Dira itu pun seketika terhenti karena mendengar kaca jendela mobil yang di ketuk dari luar.


Tok,


Tok,

__ADS_1


Tok,


Kesal karena aksinya terganggu, Axell hanya menghentak nafasnya kasar. Lalu ia menoleh untuk melihat siapa yang sudah berani mengganggunya pagi-pagi begini.


Dan ternyata ada sepasang kekasih sedang menunggunya. Verrel dan Nayla.


"Aku keluar dulu, kak." Pamit Dira lalu cepat-cepat Dira keluar dari mobil. Takut kalau Axell menciumnya lagi.


"Dir, gue mau ngomong sama Lo?" Ucap Nayla yang mulai mendekati Dira.


"Mau ngomong apa , Nay?" Tanya Dira penasaran.


Nayla melirik Axell sekilas yang sudah berdiri di samping Verrel dan memperhatikannya dengan Dira.


"Gak disini." Jawab Nayla lalu menggandeng tangan Dira untuk membawanya pergi.


"Sorry, Xell. Pinjem Dira bentar. Urusan cewe. Jangan pada ngikut Lo berdua!" Ujar Nayla yang melihat kekesalan di wajah Axell. Entah karena Verrel menggagalkan aksinya yang akan mencium Dira atau karena dirinya yang membawa Dira pergi.


"Gue tau ini sekolah emang punya Lo, Xell. Tapi bukan berarti Lo bisa ngelakuin hal sesuka Lo di sekolah." Cibir Verrel yang langsung mendapatkan tatapan dingin dari Axell.


"Coba kalo Babas yang liat, bisa bengkak lagi matanya kek waktu pulang dari apartemen lo." Ujar Verrel.


Axell mengerutkan keningnya bingung. "Bengkak?" Tanya Axell memastikan pendengarannya.


"Lo gak tau? Bastian nangis bro. Tau Lo sama Dira jadian. Dia kan ngebet banget sama Dira." Jelas Verrel.


"Hubungan gue sama Dira adalah takdir yang gak pernah gue duga." Jawab Axell lalu pergi meninggalkan Verrel yang bingung dengan kata-kata yang baru saja ia ucapkan tadi.


...***...


"Sebenarnya apa yang mau Lo omongin sih, Nay? Bentar lagi jam pelajaran di mulai." Ucap Nayla pada sahabatnya itu.


Kini keduanya berada di taman sekolah sejak beberapa menit yang lalu. Tapi bukannya mengatakan alasannya membawa Dira kesini, Nayla malah hanya diam.


"Nay, Lo lagi ada masalah?" Tanya Dira lirih. Dira tahu, ada yang sedang sahabatnya itu pikirkan.


"Dir, maafin gue." Ucap Nayla lirih.


"Maaf, untuk apa, Nay? Gue gak ngerasa Lo ada salah sama gue." Jawab Dira.


Nayla menggeleng. "Gue udah ceritain hubungan Lo sama Axell ke Arfen. Sorry. Gue gak maksud apa-apa. Sorry, Dir. Gue cuma kasihan sama Arfen yang terus-terusan berharap sama Lo. Gue cerita-


"Shuutt... Nay... Udah." Ucap Dira lirih. Tangan Dira menggenggam tangan Nayla untuk menenangkan Nayla yang mulai menangis.


"Gue gak maksud ngadu atau berusaha ngerusak hubungan Lo sama Arfen. Dir-


"Nay, udah, Gak apa-apa. Gue malah makasih banyak sama Lo karena udah bantuin gue cerita tentang hubungan gue sama kak Axell ke Arfen." Ucap Dira.


"Sebenarnya waktu kemaren ketemu di mall, gue udah mau cerita. Tapi tiba-tiba gue ngerasa dada gue sesak." Tambahnya lagi.


"Beneran gak apa-apa, Dir." Tanya Nayla ragu.


"Cepat atau lambat, Arfen juga akan tau kan, Nay." Jawab Dira.

__ADS_1


"Tapi, Dir. Ini terlalu mendadak. Gue ngerasa ada yang aneh sama Lo. Bukannya Lo juga suka ya sama Arfen. Tapi kenapa Lo gak coba terima dia, malah jadian sama Axell? Padahal gue tau, Lo berdua gak pernah dekat sebelumnya." Ujar Nayla mengatakan pendapatnya. Ini memang aneh menurut Nayla. Bagaimana bisa dua orang yang tidak pernah bertegur sapa tiba-tiba jadian.


"Lo gak lagi nyembunyiin sesuatu dari gue kan, Dir?"


__ADS_2