
Sementara Verrel, ia tersenyum puas. Untuk pertama kalinya, Ia berhasil menggertak Sahabatnya itu untuk mengaku, ada hubungan apa sebenarnya antara dirinya dengan Dira. 'Kena Lo berdua! Gue punya cara tersendiri biar Lo berdua ngaku.' Batin Verrel yang berjalan menuju kelasnya.
...***...
"Baik anak-anak, karena bapak dan ibu guru akan mengadakan rapat untuk membahas ulangan, maka anak-anak dipulangkan lebih awal. Ingat, langsung pulang dan jangan mampir-mampir di jalan. Mengerti anak-anak?" Ujar gue Retno menjelaskan kepada murid-muridnya.
"MENGERTI BU!" Jawab kompak seluruh siswa-siswi di kelas Dira.
"Bu, kalau saya mau mampir ke rumah camer saya boleh gak Bu? Saya mau nganterin pacar saya." Tanya Dion salah satu siswa yang langsung mendapat sorakan dari seisi kelas.
"Huuu...."
"Eh, Yon, siapa pacar Lo? Emangnya ada yang mau sama modelan kek Lo?" Tanya Zaki yang melupakan Bu Retno yang masih berdiri di depan kelas.
"Ada lah, Lo jones diem aja?" Jawab Dion asal yang langsung membuat Zaki kicep seketika. Sementara Bu Retno hanya diam sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah murid-muridnya. Lalu ia melangkahkan kakinya untuk meninggalkan kelas.
"Eh, Dir. Jalan yuk!" Celetuk Melody tiba-tiba pada teman yang duduk tak jauh darinya itu.
Dira menoleh, "Kemana? Keknya gue nggak bisa deh. Sorry." Jawab Dira pelan.
"Iihh, Dira, Kok nggak bisa, sih. Kita kan udah lama enggak hang out bareng. Nanti kita ajakin Kak Nayla sekalian, Ok." Ujar Melody.
Dira tampak berpikir, sepertinya menerima ajakan Melody bukanlah ide yang buruk. "Ok deh Mel." Jawab Dira.
"Yes, tunggu apa lagi? Kuylah." Ucap Melody semangat lalu berdiri dari duduknya lalu menggandeng tangan Dira agar ikut segera berdiri.
Tapi belum jauh mereka melangkah pergi meninggalkan kelas, tiba-tiba Dira ingat sesuatu. "Eh tunggu," Celetuk Dira yang tiba-tiba menghentikan langkahnya begitu pun dengan Melody yang ikut berhenti. "Kenapa, Dir? Jangan bilang Lo berubah pikiran?" Tanya Melody penuh selidik.
"Gak gitu, Mel. Gue mau ke toilet bentar." Jelas Dira yang langsung pergi menuju ke toilet dan meninggalkan Melody begitu saja di koridor.
"Lah, si Dira, kebiasaan. Gue di tinggalin." Cibir Melody yang melihat punggung Dira yang semakin mengecil.
Sementara Zaki yang melihat Melody berjalan tak jauh darinya itu memutuskan untuk mendekati gadis tersebut. "Liatin apaan?" Tanyanya pada Melody.
"Dira." Singkat Melody.
"O... Kemana dia? Pulang yuk, gue anterin. Atau mau cari makan dulu?" Ajak Zaki.
"Ke toilet dia. Em... Lo ngajakin siapa? Gue?" Tanya Melody sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Ada orang lain disini?" Tanya balik Zaki.
"Gak ada." Jawab Melody sambil menggelengkan kepalanya.
"Yaudah.. Ayo!" Jawab Zaki sambil menarik tangan Melody.
"Eh... Eh... Kok main tarik-tarik, sih. Gue mau nongki bareng Dira." Ujar Melody sambil menepuk pelan tangan Zaki yang menggandeng tangan Melody.
Zaki yang merasa tangannya di tepuk-tepuk Melody pun spontan menoleh ke arah gadis tersebut sambil menghentikan langkahnya. "Kemana?" Tanyanya ingin tahu.
"Noh... Kafe depan." Jawab Melody.
"Yaudah... Gue ikut. Entar biar gue aja yang traktir." Ucap Zaki sambil kembali melangkahkan kakinya dengan tetap masih menggandeng tangan Melody.
"Dih... Tumben, Jan sok baik, Lo!" Cibir Melody.
Tiba-tiba Zaki menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Melody. "Gue selalu baik, ya. Lo aja yang gak pernah nyadar kebaikan gue." Jawab Zaki sambil kembali melangkahkan kakinya.
__ADS_1
...***...
Di salah satu toilet sekolah, seorang gadis tengah mengetikan pesan untuk seorang cowok yang berstatuskan suaminya.
^^^π€ DiraGra.^^^
^^^Kak, Aku mau jalan dulu.^^^
^^^Sama temen.^^^
^^^Kak Axell plg dulu gpp.^^^
Send.
Tak butuh waktu lama, pesan yang Dira kirimkan pun langsung mendapat balasan.
Ting,
π₯ Axell.
Kemana?
Sama siapa?
Setelah membaca pesan balasan yang Axell kiriman, Dengan cekatan Dira mengetikan pesan balasan untuk Axell.
^^^π€ DiraGra.^^^
^^^Belum tau, kak.^^^
^^^Nanti aku kabarin lagi.^^^
Send.
...***...
Dan di sinilah tempatnya, Rolanda Cafe and Resto. Dira melangkahkan kakinya memasuki kafe tersebut. Disusul dengan Zaki dan Melody yang berjalan beriringan.
"Kita duduk sana!" Ujar Zaki sambil menunjukan tempat duduk yang berada di sudut ruangan.
"Lo suka mojok ya? Sengaja mau modusin Dira?" Cibir Melody pada Zaki.
"Hadew. Jan sok tau..." Jawab Zaki sambil menyentil kening Melody. "Gue bukan tipe cowok yang suka ganggu hubungan orang." Jawab Zaki lalu tersenyum miring sambil menatap wajah Dira.
"Aw... Kenapa jadi nyentil jidat gue, sih?" Protes Melody tak terima.
"Dir, Lo duduk sana dulu... Gue ada urusan bentar." Ucap Zaki sambil mengedipkan sebelah matanya. Dira yang mengerti maksud dari Zaki langsung mengacungkan kedua jempolnya dan berjalan meninggalkan keduanya untuk duduk.
Setelah Dira duduk Zaki beralih menatap wajah Melody yang sedang bingung. "Si Dira udah ada bodyguard pribadi, bentar lagi juga pasti dateng 'tuh orang. Lagian... Gue sukanya kan sama Lo." Ucap Zaki sambil menatap wajah Melody dengan senyum menampilkan deretan gigi yang tersusun rapi.
"Sejak kapan Dira pake bodyguard?" Tanya Melody yang malah fokus pada kata-kata bodyguard dan bukan tentang perasaan Zaki tadi.
"Jan ngalihin topik. Perasaan Lo ke gue gimana?" Ujar Zaki.
"Ya gimana? Semua begitu mendadak buat gue. Lo ngomongnya tiba-"
"Karena gue baru bisa ngomong sekarang, setelah gue yakin sama perasaan gue." Omongan Melody tiba-tiba dipotong oleh Zaki.
__ADS_1
"Jadi gimana, Lo juga suka kan sama gue?" Tanyanya lagi. "Mau kan jadi pacar gue?" Tambahnya.
Dengan terus memandangi wajah Melody, Zaki tengah harap-harap cemas menanti jawaban dari gadis di depannya itu.
Tapi, baru saja Melody akan mengatakan jawabannya. Tiba-tiba pandangannya teralihkan dengan kedatangan Nayla dan juga Verrel bersama seorang Axello.
Sebelumnya memang Melody mengajak Nayla. Tapi Nayla bilang akan menyusul.
"Kak Nay..." Pekik Melody sambil melambaikan tangannya. "Sini!" Panggilnya.
'Basic.'
Zaki kesal saat mengetahui siapa yang baru saja datang. Dengan segera ia melepaskan tangan gadis yang sedari tadi ia genggam dan berjalan menghampiri Dira.
"Dih, kok jadi ninggalin gue?" Gumam Melody sambil berjalan menyusul Zaki.
"Udah lama, Dir?" Tanya Nayla yang baru saja duduk di samping Dira.
Dira menoleh ke arah Nayla sekilas, "Lima belas menit, mungkin." Jawabannya cuek sambil kembali men-scroll akun media sosial miliknya. Dira belum menyadari kalau ada Axell di belakang sahabatnya itu, karena Dira hanya melihat Nayla yang datang dengan Verrel.
"Dih, sok cuek." Cibir Nayla.
Dira langsung menoleh, "Gak dong, Nay. Mana bisa gue nyuekin Lo." Jawab Dira sambil tangannya terulur untuk merangkul pundak Nayla.
"Kita pesan apa, nih?" Tanya Melody yang duduk tepat didepan Dira disusul dengan Zaki di sampingnya.
"Samain aja punya lo, Mel. Tapi minumnya tetep-"
"LEMON TEA ANGET." Ucap Melody dan Nayla kompak memotong kata-kata Dira.
Dira nampak tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Ternyata Nayla dan Melody tahu minuman kesukaannya.
"Gue mau ke toilet bentar, punya gue juga samain punya Lo, Mel!" Ucap Nayla yang mulai berjalan menuju toilet.
"Ok, berarti terserah gue ya. Kalo kak Verrel sama kak Axell mau pesan apa?" Ujar Melody.
'Axell?' Batin Dira bertanya.
Mendengar Melody menyebutkan nama Axell tadi membuat Dira menatap ke arah Melody yang duduk di depannya. Di sebelah kanan ada Zaki dan kak Verrel berada di sebelah kiri Melody. tepat di depan Nayla. Lalu saat Dira menoleh ke sebelah kiri.
Deg,
'Sejak kapan kak Axell datang?'
Zaki yang melihat keterkejutan Dira pun tersenyum miring, "Biasa aja dong Dir, liatinya! Tiap hari ketemu juga." Ucapnya sambil terkekeh.
"Aw... Ashu."
.
.
.
*Yang kek biasanya ya, dan gak bosenΒ² aku minta Vote dan likenya.. Dan Jan lupa juga,, Yang udah baca Absen dong!!! Komen di jam berapa kalian baca eps. ini.. Okπ..
*O... Iya, aku juga pengen tau, yang udah baca dari mana aja? Tulis kota asal klean ya! Biar aku tau. π
__ADS_1
*Yang udah kasih Like dan komen, Klean Terbaik.. ππ»ππ»ππ»π