Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
131. Praktek biologi.


__ADS_3

Axell menghela napas pelan, gadisnya itu menolak ia ajak ke rumah sakit karena merasa hal itu tidak perlu di lakukan. Meskipun perasaan Dira sudah berbeda untuk Axell, tapi laki-laki itu menyadari satu hal, kalau istrinya itu masihlah orang yang sama seperti saat mereka baru menikah. Gadis yang begitu keras kepala.


"Aku beneran gapapa, kak." Ucap Dira berusaha meyakinkan Axell sang suami yang bersikukuh untuk mengajaknya kerumah sakit.


"Aku khawatir sama kamu, yang. Ngerti gak?" Balas Axell cepat. Axell tak habis pikir, kenapa gadisnya itu sulit sekali di kasih tahu.


Dira tersenyum, ia mengerti kekhawatiran yang Axell rasakan. Kedua tangannya terangkat untuk menangkup wajah Axell, "Kak Axell... Dengerin aku, iya. Aku beneran gapapa. Kalo aku sakit, pasti nanti aku bilang ke kak Axell. Ok!" Ucap gadis itu lagi. Dira lalu turun dari brankar Dan,


Cup,


Dengan begitu berani, Dira mengecup sekilas bibir Axell, Dan hal itu sukses membuat Axell terkejut sekaligus senang dengan apa yang baru saja di lakukan oleh Dira. Tanpa gadis itu sadari, Nayla, Verrel bahkan juga Bastian juga sama terkejutnya dengan Dira yang tiba-tiba mencium Axell tadi.


"Dir!" Tegur Nayla cepat saat melihat Dira yang sepertinya akan mencium Axell lagi.


Dira menoleh, dan betapa terkejutnya ia mendapati bahwa ia ternyata tak hanya berdua dengan Axell di UKS.


"Nayla, kak Verrel, kak Bastian. Kalian s-sejak kapan disitu?" Tanya Dira terbata.


"Sejak Lo belum bangun."


...***...


Dira menghela napas pelan setelah kepergian Nayla dan Verrel dari UKS usai perdebatan yang di lakukan oleh nya dan juga Nayla tadi.


Nayla begitu terkejut saat melihat Dira yang kedapatan mencium Axell bahkan dengan sengaja. Gadis itu berpikir, mungkin keduanya sudah sering melakukan hal tersebut jika sedang hanya berdua.

__ADS_1


Tapi berbeda dengan Dira. Gadis itu mengklaim bahwa apa yang ia lakukan masih di batas wajar. Katakanlah Dira berbohong dalam hal ini. Karena tidak mungkin kan, Dira menceritakan semua yang sudah pernah ia lakukan dengan Axell. Bisa heboh nanti.


"Gue bingung sama Lo berdua..." Celetuk Bastian tiba-tiba. Laki-laki itu tidak ikut keluar dengan Nayla dan Verrel tadi.


Pandangan Dira dan Axell kompak beralih menatap Bastian bingung.


"...Kenapa kalian gak jujur aja sih, tentang status kalian? Jadi hal kayak gini gak mungkin terjadi!" Lanjut Bastian memberikan saran.


Axell menghela napas pelan. Bukan tak ingin mengatakan kebenarannya. Bahkan hal itu sudah sering ia bahas dengan Dira. Tapi jawaban yang ia dapat tetap sama. "Keputusan ada di tangan Dira." Jawab laki-laki itu sambil mengusap puncak kepala gadisnya.


Bastian kini beralih menatap Dira, "Kenapa sih, Dir?" Tanya Bastian penasaran.


"...Gue gak habis pikir deh sama lo..." Ucap Bastian terjeda, bahkan laki-laki itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan apa yang menjadi alasan dari Dira untuk tidak mengungkapkan kebenarannya pada Nayla dan juga Verrel tadi.


"...Sebelum Lo masuk Bhakti Bangsa, banyak banget cewek yang deketin Axell. Bahkan tak jarang mereka sampe nyatain cinta buat suami Lo secara terang-terangan. Sampe Axell risih dan bikin peraturan yang menurut gue... Aneh..." Ucap Bastian yang kini duduk di kursi yang Axell duduki tadi. Sementara Axell duduk di samping Dira di atas brankar.


"Nah itu Lo tau. Bahkan sampai sekarang meskipun mereka taunya Lo pacarnya Axell, gak sedikit yang masih cari-cari perhatian ke Axell dengan cara ngasih coklat lah, parfum lah ke meja suami Lo... Dan gue yang mungut hampir tiap hari." Sambung Bastian.


"Bener, kak?" Tanya Dira pada Axell. Sementara Axell hanya bergumam lirih.


"Oke deh, terserah kalian berdua. Mau tetep tutup mulut atau bongkar ke semua kalo Lo berdua udah suami istri. Saran gue nih, jangan lama-lama. Nanti dari pada timbul fitnah." Ucap bastian menyarankan. "Ok, gue cabut duluan." Ucap Bastian lalu pergi meninggalkan Axell dan Dira di UKS.


Hening, setelah kepergian Bastian. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Sampai akhirnya Axell membuka suara, "Pulang yuk, yang. Udah jam segini." Ajak Axell saat setelah melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, yang menunjukkan jam pulang sekolah tinggal 30 menit lagi.


"Tapi, kak. Aku laper." Ucap gadis itu pelan.

__ADS_1


Axell tersenyum mendengar apa yang Dira katakan. Gadisnya itu tak lagi sungkan mengatakan apa yang sedang ia rasakan.


"Kita ke d'AXE Cafe dulu, baru setelah itu kita pulang."


...***...


"Kak Bastian masih disini?" Tanya Dira yang baru keluar dari UKS saat melihat Bastian yang masih duduk di kursi yang ada di koridor dekat toilet.


"Gue abis panggilan alam tadi. Pas mau balik kelas, nyokap gue telpon... Lo berdua mau balik kelas? Gak langsung pulang aja? Nanggung, bentar lagi bel pulang sekolah ini." Ucap Bastian.


Axell menarik satu sudut bibirnya, tiba-tiba sebuah ide jahil muncul di pikirannya. Ia mendekat ke arah Bastian dan membisikkan sesuatu, "Gue mau praktek biologi." Ucap Axell lirih lalu melanjutkan jalan menuju parkiran sekolah untuk mengambil mobilnya. Dan apa yang Axell katakan tadi, sukses membuat Bastian diam seraya berpikir.


'Praktek biologi?'


1 detik.


2 detik.


3 detik.


"Woaaah... Gila!" Pekik Bastian saat sudah mengerti dengan apa yang di maksud Axell dengan praktek biologi tersebut. "Ok, gue dukung Lo, Xell. Gue nitip dua ponakan, kembar kalo bisa!" Lanjut Bastian dengan mulut toanya. Beruntunglah koridor dalam keadaan sepi.


Tak menjawab, Axell hanya melambaikan tangannya tanpa berbalik sedikitpun. Laki-laki itu lebih memilih melanjutkan jalannya menuju mobil.


"Enak, Xell, jadi Lo. Masih sekolah tapi udah nikah. Tidur ada yang nemenin, Ada yang diajakin praktek biologi juga... Eh... Nikah diusia muda, Ini berkah apa musibah ya?" Ucap Bastian pelan lalu berbalik menuju kelasnya. Tanpa Bastian sadari, ada seseorang yang secara tidak sengaja mendengar apa yang ia katakan tadi.

__ADS_1


"Terjawab sudah, kenapa Lo sekarang nglarang gue buat Dateng ke apartemen Lo, Xell. Ternyata Lo menyimpan satu rahasia besar di sana. Pantes gue terlalu sering mergokin Lo berdua di saat tak terduga."


__ADS_2