Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
41. Sorry. (Axello)


__ADS_3

Dengan sisa-sisa tenaganya, Dira mencoba berdiri untuk keluar dari apartemennya. Ia memutuskan untuk mencari bantuan. Tapi belum sampai ia meraih Knop pintu, tubuh Dira sudah semakin terasa berat dan lemas. Pandangan Dira bahkan semakin menggelap. Dan,


Brukk...


...***...


"Gimana? Axell bisa kesini?" ta8nya Bastian pada Verrel.


"Katanya kita suruh duluan, tadi." Ujar Verrel. Sambil kembali meminum jus jeruknya.


Verrel dan Bastian kini sedang berada di d'AXE cafe, kafe milik Axell dan sedang menunggu kedatangan si pemiliknya.


Tak butuh waktu lama, Axell yang baru saja datang langsung ikut bergabung dengan keduanya.


"Lo abis dari mana, Xell?" Tanya Bastian to the point.


Axell menatap Bastian sekilas, lalu menjawab, "Ada urusan."


"Ck. Sok misterius, Lo!" Cibir Bastian.


"Lo kenapa sih, Man? Lo lagi ada masalah? Gue perhatiin Lo kek cewe lagi dapet. Sensian!" uc6ap Verrel menimpali.


Axell beralih menatap Verrel. Lalu menggelengkan kepalanya. "Gue gak apa-apa." Singkat Axell lalu melambaikan tangannya pada pelayan kafe untuk memesan sesuatu.


Pelayan itu mendekat, tapi baru saja Axell akan memesan minuman salah satu ponsel dalam sakunya bergetar. Dengan malas, tangan Axell merogoh ponsel di sakunya tersebut.


📲 Bunda is Calling...


Axell menarik sebelah alisnya. 'Ada apa bunda telpon jam segini?' Batin Axell.


Melihat sahabatnya yang hanya mengangkat sebelah alisnya membuat Verrel saling tatap dan bertanya satu sama lain.


"Siapa, Xell?" Tanya Bastian.


Bukan menjawab pertanyaan dari Bastian, Axel hanya menatap sekilas sahabatnya itu dan lebih memilih untuk menerima telpon dari Bunda Resty tersebut.


"Hallo, Bun."


"(....)." Axell tampak mengerenyitkan dahinya bingung.


"Emangnya kenapa, Bun?"


"(....)."


"Tadi kebawa sama Axell, Bun."


"(....)."


"Lagi di kafe. Ada apa, Bun?"


"(....)."


"Tadi udah Axell antar, Bun? Ke Apart."


"(....)"


"Nggak dong, Bun. Emang kenapa?"

__ADS_1


"(....)."


"APA, BUN?"


"(....)."


"Ok, Bunda tunggu! Axell pulang sekarang."


Tuutt...


Axell memutus telepon dari Bunda Resty dan langsung berdiri dari duduknya.


"Wait, Bro! Ada apa?" Tanya Verrel ingin tahu. Verrel penasaran dengan sahabatnya ini. Kenapa setelah menerima telepon, Axell langsung terlihat panik begitu.


"Ada apa, Bro. Kok muka Lo mendadak serius gitu?" Tanya Bastian yang kembali tak mendapat jawaban, sama seperti Verrel.


"Gue cabut dulu." Ucap Axell. Bukannya menjawab, Axell malah berjalan meninggalkan kafe.


"Kenapa si Axell?" Tanya Bastian bingung.


"Lo tanya gue? Terus gue tanya siapa? Gue juga gak tahu, Monyet." c6ibir Verrel.


"Ck. Lo tanya aja sama rumput yang bergoyang!" Jawab Bastian asal.


"Lo tanya aja sendiri." Kesal Verrel.


...***...


Kini Axell tengah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemennya. Tadi Bunda Resty menelpon Dira tapi berhubung ponsel Dira ada di tangan Axell, jadilah Axell yang menerima telpon dari Bunda Resty tersebut.


Tadi Bunda Resty mengatakan kalau ia datang ke apartemennya untuk mengantarkan makanan untuk keduanya. Kebetulan hari ini Bunda Resty masak lebih dan sengaja membaginya untuk Axell dan Dira.


Saat Bunda Resty sampai di depan kamar Axell. Bunda Resty melihat pintu kamar Axell yang setengah tertutup. Bunda Resty memangil Dira dan Axell, tapi tak ada yang menjawab. Bahkan tidak ada tanda-tanda ada Dira maupun Axell didalamnya.


Akhirnya Bunda Resty memutuskan untuk masuk ke kamar Axell dan saat Bunda Resty sudah berada di dalam kamar, Bunda Resty menemukan tas sekolah Dira yang tercecer di lantai.


"Astaga, ini ada apa?" tanya Bunda Resty.


Karena tidak menemukan putra dan menantunya, Bunda Resty memutuskan untuk menelpon salah satu diantaranya, dan Dira yang Bunda Resty telpon.


Saat tersambung, terdengar suara dari putra tunggalnya itu. bukankah ia sedang menelepon Dira tadi? tapi kok yang menerima teleponnya Axell dan bukan dira? Bunda Resty mengira mungkin terjadi sesuatu dengan keduanya.


Dan ternyata tidak. Axell mengatakan kalau ia sudah mengantarkan Dira ke apartemen. dan masalah ponsel, Axell berdalih kalau ponselnya memang sengaja ia bawa tadi.


Axell yang sudah sampai di apartemennya itu pun langsung bergegas menuju kamarnya. ia mendapati Bunda Resty yang tengah merapikan tas sekolah menantunya itu.


"Assalamualaikum, Bun." Sapa Axell sambil mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.


"Wa'alaikumsalam. Ini ada apa, Boy? Tadi Bunda lihat tas sekolah Dira berserakan beserta isinya di lantai. Dan juga, dimana Dira?" Tanya Bunda Resty yang terkesan menuntut penjelasan dari putra semata wayangnya itu.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Bunda Resty barusan membuat Axell menarik sebelah alisnya. Ia sendiri juga tidak tahu, dimana Dira? bukankah tadi ia sendiri yang mengantarkan Dira pulang ke apartemen.


"Memangnya Dira nggak ada, Bun?" Tanya balik Axell mencoba meyakinkan apa yang di katakan oleh Bunda Resty tadi.


Mendengar apa yang di katakan putranya tadi membuat Bunda Resty menghembuskan nafasnya kasar. "Kamu lihat sendiri! Dira ada atau tidak! Lagian, kenapa ponsel Dira kamu yang bawa, Boy? Kalau ada kejadian seperti ini, kita tidak tahu dimana Dira. Bunda jadi khawatir!" Desah Bunda Resty frustasi.


"Bunda tenang, ya! Mending Bunda pulang dulu, biar Axell yang cari Dira." Ujar Axell.

__ADS_1


"Tidak, Boy. Pokoknya Bunda ikut nyari Dira. Bunda khawatir!" ucap Bunda lirih.


"Bun, percaya sama Axell. Axell bisa nyari Dira sendiri. Dira tanggung jawab Axell, Bun. Axell pasti bisa temuin Dira." ucap Axell yakin. "Bunda pulang, ya! dan tolong, jangan telpon Papa sama Mama. Kita nggak tau, Dira sama mereka atau tidak." Pinta Axell pada Bunda Resty.


Akhirnya Bunda Resty pun memutuskan untuk menuruti permintaan Axell. Setelah kepergian Bunda Resty, Axell bergegas untuk menelpon Nayla. Axell akan menanyakan posisi Dira pada Nayla yang Axell pikir mungkin Nayla tahu dana Dira atau mereka sedang bersama, mungkin.


Saat Axell sudah menemukan nomor kontak Nayla, baru saja Axell akan menekan tombol hijau, tiba-tiba ia ingat sesuatu.


'Tunggu! Bunda tadi bilang tas Dira tercecer di lantai. Sebenarnya apa yang sedang Lo cari, Dira?' Batin Axell.


"Atau jangan-jangan..." Axell tak melanjutkan kata-katanya, ia memutuskan untuk langsung menuju apartemen Dira. Mencari tahu apa mungkin Dira berada disana saat ini.


Ting,


Pintu lift terbuka. Cepat-cepat Axell menuju unit apartemen Dira. Dan saat Axell sampai di apartemen tersebut. Axell tengah mengingat Password Apartemen Dira saat beberapa bulan lalu ia pernah menolong Dira membawakan belanjaannya sebelum mereka menikah.


"Ok, gue coba." Axell lalu menekan tombol yang menurutnya angka yang Dira gunakan sebagai Password unitnya.


"0 0 2 5 0 8." Dan,


Your succes!


Tak ingin membuang waktu, Axell bergegas masuk untuk mencari gadis yang telah menjadi istrinya itu.


Deg,


Dan benar saja, saat Axell sampai di kamar Dira. Tiba-tiba hati Axell mencelos melihat gadis yang berstatuskan istrinya itu sedang tergeletak di lantai.


Ya, Dira pingsan.


Axell yang semakin khawatir itu pun langsung mendekat dan meraih Dira kedalam pelukannya.


"Dir, bangun Dir!" Ucap Axell pelan sambil menepuk-nepuk pelan pipi Dira.


"Hey, Dira, bangun!" Ucap Axell lagi sambil kembali mencoba menyadarkan Dira. Tak ada respon, bahkan tidak ada tanda-tanda Dira akan sadar.


Axell lalu mengendong Dira untuk ia letakkan di atas ranjang. Tak lupa ia melepas sepatu yang masih Dira pakai. Lalu ia meraih ponselnya dan menelpon seseorang.


"Hallo, Om. Bisa dateng ke apartemen Axell sekarang, lantai 9 nomor 901!"


"(....)."


"Cepat ya, Om! Axell tunggu."


Tuutt...


Axell lalu meletakkan ponselnya di atas nakas. Dan,


"Aarghh..." Teriak Axell frustasi sambil mengacak rambutnya kasar. Ia mengerutuki kesalahan dirinya sendiri karena gagal menjaga Dira yang telah sah menjadi istrinya.


"Sorry, Dir. Gue gak becus jagain lo. Harusnya gue gak ninggalin Lo gitu aja tadi."


.


.


.

__ADS_1


*Yang kek biasanya ya, dan gak bosen² aku minta Vote dan likenya.. dan Jan lupa juga,, Yang udah baca Absen dong!!! komen di jam berapa kalian baca eps. ini.. Ok😊..


__ADS_2