Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
73. Nayla vs Axello.


__ADS_3

"Lo gak lagi nyembunyiin sesuatu dari gue kan, Dir?" Tanya Nayla tiba-tiba.


Dira diam, ia nampak sedang berpikir. Lalu menghembuskan nafasnya pelan. "Nay..." Panggil Dira lirih.


"Iya, Dir. Lo ada sesuatu yang mau Lo ceritain ke gue?" Tanya Nayla.


"Gue emang ada sesuatu sama kak Axell yang gue emang belum siap di ketahui banyak orang." Jawab Dira.


"Sesuatu apa maksud Lo?" Tanya Nayla penasaran. Ok sekarang Nayla mulai Nething nih antara Dira dan Axell. Pandangan Nayla bahkan turun ke bagian perut sahabatnya itu.


"Lo gak ngelakuin hal aneh kan, sama Axell?" Tanya Nayla yang mulai menggenggam kedua tangan Dira.


"Aneh gimana sih, Nay?" Tanya Dira bingung. Pandangan Dira turun mengikuti arah pandang Nayla yang kini memandang ke arah perutnya.


"Lo... Gak lagi ha-


"Apa yang ada di otak Lo itu gak terjadi." Ucap seseorang yang baru saja datang dan sontak saja mengalihkan perhatian keduannya.


"Axell."


"Kak Axell." Kompak Dira dan Nayla saat mendapati Axell yang entah datang dari mana.


"Gue gak sebajing*n apa yang ada di pikiran Lo." Ucap Axell lagi pada Nayla. Kini pandangannya beralih menatap Dira.


"Masuk kelas gih! Lo gak denger bel udah bunyi dari tadi?" Ucapnya pada Dira. Lalu tangannya terulur untuk kembali mengacak pelan rambut gadisnya. "Jangan bandel kalo di bilangin!" Sambungnya lagi.


Sadar kalau dirinya telat mengikuti pelajaran, Dira memilih untuk pergi menuju kelasnya.


Axell memandangi punggung Dira yang semakin mengecil dari pandangannya. Setelah Dira menghilang menaiki tangga, kini pandangan Axell beralih menatap teman sekelasnya itu.


"Apa yang ingin Lo ketahui antara gue dan Dira?" Tanya Axell datar.


Nayla tersenyum miring. "Gak munafik, Xell. Gue cuma pengen tau, apa yang sebenarnya terjadi antara Lo dan Dira?" Jawab Nayla yang memang mengatakan apa yang ada di pikirannya selama ini. Begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak Nayla.


Axell diam, ia masih menunggu apa yang akan Nayla katakan setelahnya.


"Banyak kejanggalan disini. Menurut gue, kalian berdua gak saling kenal sebelumnya. Gak pernah jalan bareng. Kalo pun ketemu di kantin, kalian juga gak saling ngobrol kan. Pertanyaan gue gini, Kenapa Lo berdua bisa tiba-tiba jadian? Padahal gue amat sangat mengenal Dira. Setau gue, Dira sukanya sama Arfen... Aneh gak sih?" Jelas Nayla.


"Gak." Jawab Axell singkat lalu berbalik menuju kelasnya. Menurutnya tak penting menanggapi rasa keingintahuan dari kekasih sahabatnya itu. Buang-buang waktu.


Tapi, baru saja Axell melangkahkan kakinya beberapa meter dari Nayla. Gadis itu kembali menghentikan langkah kaki dari Axell.


"Apa yang Lo lakuin ke Dira? Kenapa Dira bisa sebegitu nurutnya sama Lo? Jangan bilang, Lo udah apa-apain Dira?" Tanya Nayla dengan nada penuh intimidasi.

__ADS_1


Axell langsung menghentikan langkahnya mendengar kalimat yang menyudutkan dirinya. Ia berbalik dan menghadap ke arah Nayla. "Kalo Dira nurut sama gue, itu kewajiban dia. Dan kalo pun gue apa-apain Dira... ( Axell tersenyum miring.) Itu selayaknya."


...***...


Bel istirahat telah berbunyi beberapa menit yang lalu. Kini Dira, Melody dan Zaki sedang Munggu pesanan di kantin.


"Eh Dir, gue baru nyadar lho. Ternyata cincin yang Lo pakai selama ini... Samaan sama punyanya kak Axell." Ucap Melody tiba-tiba.


"Ha?" Cengo Dira. "Samaan gimana sih Mel maksud Lo?" Tanya Dira yang memang tidak mengerti apa yang di maksudkan oleh Melody.


"Cincin yang Lo pake, Dira... Sama kayak cincin yang di posting kak Axell semalem." Ucap Melody menjelaskan.


Dira mengerenyitkan dahinya bingung. 'Di posting? Semalem?'


"Jangan bilang Lo gak tau? mending lo cek Instragram Axell deh, Dir... Biar Lo ngerti!" Titah Zaki.


Dira yang saat itu memang tengah memegang ponsel pun langsung membuka akun milik Axell. Dan benar saja. Ia mendapati sebuah postingan dari Axell semalam. Sebuah gambar yang menunjukkan dua tangan yang saling mengenakan cincin yang sama.


"Perasaan kak Axell gak pernah pakai cincin?" Gumam Dira yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.


"Ini neng pesannya." Ucap buk kantin yang tiba-tiba datang membawa tiga mangkok baso dan tiga es teh.


"Makasih ya Bu." Ucap Dira dan Melody bersamaan yang langsung mendapat acungan jempol dari Bu Kantin.


"Guys... guys... Lo pada udah liat postingannya kak Axell belum?" Ucap salah satu siswi di kantin yang bernama Putri..


"Eh... iya, semalem kak Axell posting pake caption hati loh, pake inisial A juga." Timpal Icha.


"Si do'i udah gak jomblo keknya." Sambung Nina.


"Gue jadi kepo, deh. Siapa cewe inisial A itu?" Sahut Kiki.


"Lo pen tau, Ki?" Tanya Putri pada siswi bernama Kiki yang langsung di angguki oleh gadis di depannya itu.


"Lo tanya aja sama kak Axell, noh, si do'i lagi menuju kesini. Berani gak Lo?." Jawab Putri sambil mengangkat dagunya mengarah ke Axell yang memang sedang berjalan menuju kantin.


Saat Dira melihat ke arah pintu masuk, pandangan mata keduanya pun terkunci. Axell menampilkan senyum manis ke arahnya.


"Gila...-


"Kak Axell senyumin gue!" Pekik Putri yang juga melihat Axell yang memang sedang tersenyum.


Dira yang mendengar itu pun tidak tahu kenapa jadi kesal sendiri. Bahkan sendok yang ia pegang tadi tiba-tiba ia taruh dengan sedikit kasar.

__ADS_1


"Kenapa, Dir?" Tanya Melody sengaja. Jelas-jelas ia juga mendengar para siswi yang duduk di meja depannya sedang membahas tentang cowok yang di sinyalir kekasihnya temannya.


"Jan cemburu gitu. Mereka gak ada apa-apanya di banding Lo." Jawab Zaki yang memang tahu apa yang membuat teman satu kelasnya ini kesal.


Sementara Dira hanya memilih diam tak menjawab. Ia tak tahu, kenapa suasana hatinya jadi tidak karuan mendadak seperti ini. Bahkan Dira sampai tidak menyadari kedatangan seseorang yang kini sudah berada di belakangnya.


"Kok gak di makan, yang?" Tanya Axell yang baru saja sampai sambil mengelus kepala Dira.


'Yang?'


Mendengar kata sapaan yang tak biasa dari suara yang sangat Dira kenal membuat Dira menoleh ke belakang dan mendapati Axell yang masih berdiri di belakangnya. Lalu Axell memilih duduk di samping Dira. "Mau gue suapin?"


"Aaa...


"Gak kuat liatnya..."


"Jadi mereka pacaran?"


"Terus, foto...-


"Cewe yang di maksud kak Axell...-


"Andira!"


Lagi,


Desas-desus dari Siswi yang tadi membicarakan Axell kini melihat interaksi antara Axell dan Dira menebak kalau memang Dira yang Axell maksudkan pada postingannya.


"Gak usah di dengerin!" Titah Axell pada gadis itu yang kembali tak mendapatkan respon apa-apa.


"Mel, kita pergi aja yuk!" Ajak Zaki yang sudah menghabiskan Baksonya.


"Gue masih mau disini, Zak." Tolak Melody yang memang masih mau melanjutkan makan baksonya yang belum habis.


"Ah... Lama Lo." Cibir Zaki yang mulai pergi sambil menggandeng Melody dan meninggalkan keduanya.


"Pilih makan atau gue cium?" Ucap Axell sambil terus melihat Dira tanpa menghiraukan setiap pasang mata yang melihatnya yang hanya duduk berdua dengan Dira.


"Gak usah mikirin mereka, biarin mereka tau!" Ucap Axell pelan.


Sementara Dira, ia masih dalam mode bingung 'Ini Kak Axell kejedot pintu di mana?'


Dira masih memperhatikan Axell yang terus menghadap ke arahnya. Sampai pekikan seseorang yang baru saja datang mengalihkan pandangan Dira ke arah pintu kantin yang menampilkan Verrel dan Nayla yang baru saja datang.

__ADS_1


"Pacaran terooosss!!"


__ADS_2