Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
97. Perasaan Dira.


__ADS_3

Axell kembali tersenyum, "Boleh. Suapin tapi!" Jawab Axell, karena saat ini laki-laki itu tengah fokus mengemudi.


Dira lalu menusukkan satu buah cilok lalu mengarahkannya pada Axell. "Gimana, kak, Enak?" Tanya gadis itu sambil memperhatikan ekspresi wajah Axell.


Cilok mercon. Ok, saking sukanya dengan makanan tersebut. Dira sampai melupakan sesuatu hal saat ini.


Tampak Axell mengangguk dengan ragu-ragu, lalu mendesis pelan. Wajahnya tiba-tiba memerah dan berkeringat.


"Kak Axell kenapa?" Tanya Dira yang menyadari ada peubahan pada wajah Axell.


Axell menggeleng dengan masih mengunyah makanan tersebut perlahan sambil kembali mendesis. Matanya tiba-tiba melotot dan mengerjap beberapa kali.


"Kak Axell gak apa-apa, kan?" Tanya gadis itu lagi.


Laki-laki itu kembali menggeleng. Lalu tiba-tiba, "Yang, air..." Axell semakin terpejam, mulutnya masih berdesis. Lalu terbuka lebar-lebar untuk menghembuskan hawa terbakar di dalamnya.


"Yang, pedes...." Desah laki-laki itu pelan.


"Ha..." Dira mengerjapkan matanya beberapa kali setelah menyadari apa yang terjadi dengan suaminya. Satu hal yang sempat Dira lupakan tadi. Suaminya ini tidak bisa makan-makanan yang pedas.


"Yang, ada air nggak?" Tanya Axell yang kini sudah kembali menepikan mobilnya.


'Astaga, kenapa gue bisa lupa? Ini kan cilok mercon!' Batin Dira yang baru mengingat Axell yang tidak bisa makan-makanan pedas tersebut.


"Yang, air..." Ucap Axell lagi. Laki-laki itu bahkan kini mulai mengipas-ngipas mulutnya.


Dira lalu tersadar, "Gak ada air, kak. Bentar ya aku beliin susu di minimarket depan." Ujar Dira yang akan turun dari mobil untuk membeli susu di minimarket yang tak jauh dari mobil Axell sekarang.


"Kelamaan, yang!" Keluh Axell.


"Gak lama kok, kak. Tunggu bentar, ya!" Jawab Dira sambil membuka pintu mobil.


Namun, saat Dira akan keluar dari mobil, dengan cepat Axell mencekal tangannya. Sontak saja hal itu membuat Dira menoleh.


"Yang, Gue udah gak tahan pedesnya!" Axell sudah mulai tak sabaran. Laki-laki itu bahkan kini mulai menggaruk-garuk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal. Bahkan Axell terlihat gelisah saat ini. Axell sudah benar-benar tidak tahan dengan rasa pedas yang kini tengah membakar di dalamnya mulutnya itu.


"Bentar ya, kak!" Lagi-lagi Dira mencoba untuk keluar dari mobil Axell. Tapi, tiba-tiba dengan gerakan cepat tak terduga. Axell malah kembali mencekal tangan Dira. Dan saat Dira kembali menoleh, Axell langsung menangkup wajah Dira lalu meraup bibirnya dengan cepat. Axell mengulum dan menyesap bibir gadisnya dalam-dalam. Berusaha menstabilkan suhu panas dari dalam rongga mulutnya. Hingga tanpa sadar, ciuman itu kini berubah menjadi ciuman penuh dengan nafsu yang seakan meminta lebih.

__ADS_1


"Emb..." Dira mencoba melepaskan diri dari ciuman mendadak dari Axell. Gadis itu mendorong dan menepuk-nepuk dada bidang milik suaminya.


"Pelan-pelan, kak! Sakit bibir aku!" Keluh Dira dengan nafas yang masih memburu setelah ciumannya terlepas.


"Gak tahan, yang... Pedes!" Jawab Axell cepat. Bahkan laki-laki itu kembali melahap bibir gadisnya. Lalu Dira kembali melepasnya.


"Tapi bisa pelan-pelan, kak. Lihat nih... bibir aku terasa kebas." Protes Dira.


Bukannya merasa bersalah, Axell malah terkikik gemas mendengar keluhan gadisnya. "Yang... Gue mau yang lebih."


...***...


Sampai di rumah keluarga Marvellyo, Dira yang baru selesai mandi itu kini tengah mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan Hair dryer. Selesai mengeringkan rambut, Dira bergegas menyiapkan baju ganti untuk Axell.


Ting.


Saat meletakkan baju ganti untuk Axell di ranjang, Dira mendengar ada notif pesan dari ponselnya. Gadis itu lalu mengambil benda pipih tersebut untuk melihat siapa yang sedang mengiriminya pesan.


Saat melihat layar terang tersebut, dahi Dira mengernyit. Ada nomor yang tidak ia kenal tengah mengiriminya beberapa foto. Karena rasa penasaran yang tiba-tiba muncul, tanpa membuang-buang waktu, gadis itu langsung membuka isi pesan tersebut. Dan saat Dira membukanya, tiba-tiba mata Dira membulat sempurna.





Bukan Lo doang yang pernah ngerasain manisnya bibir Xello. Sebelum Lo, gue udah pernah ngerasain dan gue bakal dapetin Xello balik.


Deg,


Melihat tiga foto sepasang kekasih yang sedang berciuman tersebut entah mengapa jantung Dira berdegup kencang, bahkan nafasnya kian memburu.


Dari foto yang Dira lihat, laki-laki di dalam foto itu memang benar Axell, suaminya. Walau pun wajahnya tidak terlihat dengan jelas, tapi Dira bisa mengenalinya dengan sangat baik. Dari postur tubuh, bentuk kepala dan rambut dari laki-laki itu memang Dira yakini adalah suaminya. Tidak salah lagi.


Melihat foto lelaki berstatuskan suaminya yang sedang berciuman dengan gadis lain tadi, Seketika timbul rasa aneh dari dalam hati Dira. Rasa seakan tak rela jika suatu saat nanti Axell benar-benar kembali kepada gadis yang sudah Dira tebak adalah Renata, kakak kelasnya, mantan kekasih suaminya itu sendiri.


Masih dengan menatap foto-foto itu dengan intens, bahkan tanpa Dira sadari ada seseorang yang memperhatikannya sedari tadi.

__ADS_1


Laki-laki yang beberapa menit lalu keluar dari dalam kamar mandi itu kini perlahan berjalan mendekat ke arahnya. Mencari tahu apa yang sedang gadisnya itu lihat sampai tidak menyadari keberadaanya.


Cletak.


Tiba-tiba ponsel yang Dira pegang sedari tadi direbut paksa oleh seseorang dan di lemparkan asal ke atas meja begitu saja.


"Jangan di lihat..." Ucap Axell pelan. Laki-laki itu kini tahu, apa yang sedang menyita perhatian dari gadisnya sedari tadi.


Dira yang terkejut dengan kedatangan Axell pun kini beralih menatap wajah laki-laki itu.


"...Itu semua masa lalu." Sambungnya.


Laki-laki itu kini meraih tubuh Dira dan mendekapnya erat. Ia usap pelan rambut gadisnya sambil sesekali mendaratkan kecupan di puncak kepala gadis itu. "Lo akan tetap menjadi yang terakhir buat gue." Ucap Axell pelan tapi penuh keyakinan.


Tak menolak, Dira menerima dekapan Axell. Tanpa sadar, setetes air bening begitu saja mengalir dari mata Dira. Seakan benar-benar takut kehilangan Axell yang sekarang baru ia sadari hadirannya di dalam hidup gadis itu.


'Lo bener, kak. Lo udah berhasil menyelinap masuk ke dalam hati gue, dan sekarang gue baru menyadari hal itu.'


Tangan Dira kini bergerak untuk membalas pelukan yang Axell berikan. "Kak... Jangan pernah tinggalin aku!" Pinta Dira dengan suara bergetar menahan tangis.


Axell tertegun mendengar apa yang baru saja gadisnya itu katakan. Seketika ia menarik salah satu sudut bibirnya, "Never."


...***...


"Lo baik-baik aja?" Tanya seorang cowok yang kini tengah duduk di balik kemudi bersama seorang gadis yang duduk di sebelahnya.


"It's Okay. Dia bukan saingan gue, kak. Gue yakin, Xello gak semudah itu bisa Move on dari gue, kak. Dan Gue bakal pastiin, 'tuh cewek bakalan putus sama Xello dalam waktu dekat." Pungkas gadis yang tak lain adalah Renata.


Gadis itu kini tengah mencengkeram kuat ponsel yang kini sedang dalam genggamannya. Berusaha menyalurkan emosi yang sedang menguasai dirinya.


Beberapa menit yang lalu, Renata dan juga Derry tak sengaja melihat sepasang kekasih yang sedang asyik berciuman didalam mobil. Sepasang kekasih yang sangat mereka kenali yang tak lain adalah Axello dan juga Dira.


"Lo yakin bisa misahin mereka?" Tanya Derry yang tak yakin dengan apa yang Renata katakan tadi.


"Kita liat saja nanti." Jawab Renata penuh keyakinan.


"Ok. Selamat berjuang."

__ADS_1


__ADS_2