Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
56. Gara-gara bubur.


__ADS_3

"Aw... Ashu." Pekik Zaki tiba-tiba setelah merasakan seseorang menendang kakinya. Siapa lagi kalau bukan Axell yang tepat duduk di depannya.


"Kenapa, Zak?" Tanya Dira dan Melody yang hampir berbarengan.


"Ge pe pe, Ada setan lewat, nyubit kaki gue." Jawab Zaki asal sambil mengelus kaki yang di tendang Axell tadi. Jangan tanyakan respon Axell, Ia hanya menatap Zaki dingin.


Tak lama kemudian, datang tiga pelayan kafe yang mengantarkan pesanan mereka.


Axell hanya memesan secangkir moccachino karena merasa masih kenyang. Verrel memesan nasi goreng dan jus jeruk sama seperti Zaki. Sementara Melody tadi memesan tiga Lemon tea anget dan tiga mangkuk bubur ayam spesial.


"Ok pesanan sudah datang, mari makan." Ucap Melody semangat.


"Keliatannya enak?" Timpa Nayla yang terlihat begitu berselera dan langsung mencoba bubur yang di pesan Melody tadi.


"Lo gak makan, Dir?" Tanya Zaki yang melihat Dira yang hanya diam sambil memandang ke arah bubur di depannya, dengan pandangan yang tak biasa. Dan pertanyaan Zaki tadi sukses membuat Axell kembali menatap Zaki kesal. Kenapa dia harus mikirin Dira, begitu pikirnya.


Sebenarnya Zaki sengaja, bersikap seolah peduli dengan Dira. Hanya untuk melihat bagaimana respon dari lelaki di depannya ini.


Dira nampak menggelengkan kepalanya. "Tiba-tiba gue gak laper, Lagian gue masih kenyang." Bohong Dira lalu mendorong mangkuk berisi bubur yang masih penuh itu agar menjauh dari pandangannya.


Nayla yang sadar akan sesuatu pun menghentikan makannya dan menoleh ke arah Dira, "Gak usah Lo makan, Dir! Atau mau pesen yang lain." Tanyanya pada Dira dan langsung mendapat gelengan kepala dari Dira. Gadis itu tampak sedang menahan sesuatu.


"Mau ke toilet? Perlu gue anter?" Tanya Nayla lagi.


Dira langsung berdiri, "Gak usah Nay, gue bisa sendiri." Ucapnya sambil menutup mulutnya dan berlari menuju toilet.


Reaksi Dira yang seperti tadi pun menimbulkan rasa penasaran yang kompak muncul di benak semuanya kecuali Nayla. Mereka Tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan Dira.


"Si Dira kenapa?" Tanya Melody to the point.


"Iya, Nay, Dira kenapa?" Timpa Zaki.


"Iya, Kok tiba-tiba Dira gitu, beib?" Tambah Verrel.


Sementara Axell, Ia juga bingung sendiri. Tapi ia tetap menampilkan tampang sok cueknya, padahal hal itu sangat berbanding terbalik dengan hatinya. Ia sebenarnya juga sangat khawatir dengan gadis yang berstatuskan istrinya itu.


'Apa dia baik-baik aja?' Batin Axell. Lalu tangan kekarnya kembali meraih ponsel yang tadi sempat ia letakkan di atas meja.


^^^πŸ“€ Axarkan.^^^


^^^Lo kenapa?^^^


Send.


Mendengar serentetan pertanyaan dari teman-temannya membuat Nayla menghela nafas, "Dira gak bisa makan bubur, udah dari kecil. Jangankan makan, liatnya aja udah bikin dia pen muntah." Nayla melanjutkan makannya. Setelah habis Nayla berdiri, "Gue nyusulin dia dulu ya! Keknya dia muntah-muntah 'tuh." Lalu bergegas menuju toilet.

__ADS_1


Tapi, baru saja Nayla berbalik, ia urung melangkahkan kakinya. Karena melihat Dira yang berjalan mendekat. "Guys... guys... Si Dira jalan sama siapa?" Tanya Nayla pada teman-temanya.


Sontak saja, semua menoleh kearah Dira tak terkecuali Axell. Dira yang tampak berjalan mendekat dengan mengenakan Hoodie kebesaran yang hampir menutup rok seragamnya dan dengan seorang cowok yang berjalan di sampingnya. Keduanya terlihat akrab.


Axell mengangkat sebelah alisnya, 'Mereka kenal? Sejak kapan?' Batinnya.


"Dira Nemu cowo dari toilet?" Celetuk Melody tiba-tiba.


Tuk,


"Aw... Sakit Jaki!" Protes Melody saat Zaki kembali menyentil keningnya.


"Kalau ngomong yang bener? Yang ada ketemu bukan Nemu! Lo pikir barang jatuh boleh Nemu!" Protes Zaki.


Melody hanya memutar matanya malas.


"Kalian liatin apa, sih?" Tanya Dira yang sudah kembali duduk dan cowok tadi masih berdiri di belakang Dira dan Axell.


"Dir, kak Nicho seneng bisa ketemu Dira disini. Tapi Kak Nicho harus balik, Mama minta jemput soalnya. Atau... Lo mau balik bareng Kakak?" Ujar cowok yang tadi berjalan di samping Dira sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku.


"Aku balik nanti dulu, kak. Thanks untuk yang tadi." Ucapnya sambil tersenyum. Bisa bahaya nanti kalo dia pulang bareng Nicho. Iya, Cowo yang berjalan dengan Dira tadi adalah Nicholas Mahaputra.


"Jangan bilang makasih kalo sama Kakak." Jawab cowok tadi sambil mengacak pelan rambut Dira. Lalu pandangan Nicho mengarah ke semua teman-teman Dira. "Sorry gak bisa ikutan gabung sama kalian, ada urusan. Gue titip Dira ya, pastiin dia selamet sampe rumah!" Pintanya sambil kembali menepuk pelan kepala Dira. Lalu berjalan meninggalkan kafe.



Setelah kepergian Nicholas tadi, tanpa mengulur waktu lagi, langsung saja Melody dan Nayla menanyakan tentang siapa cowok yang tadi bersama Dira.


"Cowo tadi siapa, Dir?" Tanya Melody tak sabaran.


"Iya, Ganteng banget!" Tambah Nayla.


"Ekhem. Beib, pacar Lo masih disini." Sahut Verrel.


"Emangnya kenapa? Gue pengen tau, beib, Cowok tadi siapa? Si Dira belum pernah cerita ke gue soalnya." Jawab Nayla malas.


Dira menghela nafas sebelum akhirnya menjawab pertanyaan yang di peruntukan untuknya.


"Dia kak Nicholas, Temen gue." Jawab Dira.


"O.... Cuma temen, kirain!" Sahut Zaki.


"Kirain apa, Zak?" Tanya Dira yang tak mengerti dengan maksud Zaki.


"Kirain pacar Lo tadi, Liat perlakuan dia ke Lo Sweet banget. Jadi pengen." Ucap Melody asal.

__ADS_1


"Ah... masak. Perasaan dia biasa aja, deh." Jawab Dira santai.


"Terus, ini?" Tanya Nayla sambil menunjuk Hoodie yang di kenakan Dira. "Punya siapa? Cowo tadi?" Sambungnya.


"O... ini, Tadi baju gue basah, gue buru-buru ke toilet sampe gak sengaja nabrak seseorang. Baju gue basah ketumpahan minuman, Terus Kebetulan ketemu kak Nicho tadi." Jawab Dira jujur.


"Keknya 'tuh cowo suka sama Lo, Dir." Celetuk Zaki sengaja. "Tatapan dia ke Lo, beda." Tambahnya lalu melirik Axell sekilas.


Sementara Dira hanya diam, ia tak ingin menanggapi apa yang di katakan oleh Zaki tadi. bisa-bisa Zaki melebar kemana-mana pikirannya.


'Zaki ngeselin.'


"Keknya gue harus pulang, deh!" Ucap Dira tiba-tiba setelah melihat jam tangannya.


"Buru-buru amat, Dir!" Protes Nayla.


"Gue capek, Nay. Lemes badan gue abis muntah." Jawab Dira memelas. Nayla yang mengerti keadaan Dira pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Gue anter, ya?" Tawar Nayla yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari Dira.


"Gak usah, Nay. Gue bisa sendiri kok." Tolak Dira halus.


"Beneran?" Tanya Nayla lagi.


"Iya." Jawab Dira lalu berdiri dari duduknya.


"Gue duluan ya." Dan langsung berjalan pergi meninggalkan kafe.


"Gue juga mau balik." Ujar Axell tiba-tiba yang langsung membuat Verrel menatap kearah Axell.


"Lah, mau kemana, Xell?" Tanyanya.


"Kafe." Jawab Axell singkat tanpa menoleh ke arah Verrel.


Setibanya di luar kafe, Axell yang melihat Dira berjalan pelan menuju ke mobilnya pun langsung menyusul gadis itu. Dengan cepat ia membuka pintu mobilnya dan langsung mendorong Dira agar lekas masuk ke dalam mobilnya.


"Aaaaa..."


.


.


.


*Yang kek biasanya ya, dan gak bosen² aku minta Vote dan likenya.. dan Jan lupa juga,, Yang udah baca Absen dong!!! Komen di jam berapa kalian baca eps. ini.. Ok😊..

__ADS_1


*Yang udah kasih Like dan komen, Klean Terbaik.. πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ˜˜


__ADS_2