
Axell yang merasakan genggaman tangan Dira pun akhirnya membuka matanya dan menatap Dira.
"Biarin tetap begini, kak." Ujar Dira menirukan kata-kata Axell tadi sambil memejamkan matanya.
...***...
Di tengah malam yang semakin sunyi terlihat sepasang suami istri muda yang sedang terlelap di dalam tidurnya. Siapa lagi kalau bukan Dira dan Axello.
Axell tidur dalam keadaan telentang dan tanpa mengenakan baju, hanya memakai celana pendek rumahan. Sementara Dira tidur dengan tubuh yang terbungkus dengan selimut.
Tepat pukul 01.00, Dira mulai terbangun dari tidurnya. Ia mulai mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menghilangkan kabut putih yang seperti menghalangi pandangannya.
Saat mata Dira terbuka dengan sempurna, ia terkejut mendapati dirinya tidur di atas ranjang dengan Axell yang sudah bertelanjang dada, sementara dirinya mengenakan selimut sebatas leher.
'Semalem bukanya gue masih di sofa ya?' Batin Dira bertanya.
"Wait, Kak Axell kok gak pake baju? Terus... gue malah pake selimut gini? Atau jangan-jangan..." Ujar Dira menggantungkan kalimatnya, ia tak berani melanjutkan apa yang ada di pikirannya saat ini. Dengan gerakan perlahan, Dira memberanikan diri untuk membuka selimut yang membungkus tubuhnya. Dan ternyata...
Dira masih menggunakan baju yang masih utuh, sama dengan baju yang ia kenakan sebelum tidur tadi.
"Haahh.... Syukurlah. Gak terjadi apa-apa." ucap Dira sambil mengusap dadanya.
"Lo kenapa?" Tanya Axell tiba-tiba. Laki-laki yang sedang tidak bisa tidur dengan nyenyak itu merasakan pergerakan dari sampingnya. Dan saat ia membuka matanya, ia sudah mendapati Dira yang sedang dalam posisi duduk.
Dira menatap wajah Axell lalu menggeleng kan kepalanya.
"Kenapa? Mimpi buruk? Atau Asma Lo kambuh." Cerca Axell pada Dira.
"Gak kak, gue gak apa-apa. Kok gue bisa tidur disini?" Tanya Dira.
"Gue yang mindahin tadi, takut badan Lo sakit kalo tidur di sofa?" jawab Axell.
"O... Terus kak Axell kok tidur gak pake baju?" tanyanya lagi.
"Kenapa memang? Lo terpesona ya sama badan gue?" Goda Axell pada Dira.
'Anjirrr.'
"Dih, kepedean." Cibir Dira pelan tapi masih bisa di dengar oleh Axell. Sementara Axell, ia menarik sebelah sudut bibirnya mendengar gumaman dari Dira tadi.
"Gue gerah, Dir. Udaranya panas." Jelas Axell.
Mendengar apa yang di katakan oleh Axell barusan langsung membuat Dira mendongakkan kepalanya menghadap ke arah AC yang terpasang di atas tempat tidur.
'ACnya mati.'
"Rusak ya, kak, ACnya." Tanyanya Dira.
__ADS_1
"Enggak." Jawab Axell singkat.
"Terus, kok gak di nyalain kalo kepanasan?" Tanya Dira.
"Tadi ujan deras. Udaranya agak dingin. Jadi ACnya gue matiin, karena gue gak mau Lo kedinginan. Udara dingin bisa memicu Asma Lo Kambuh." Ucap Axell menjelaskan.
Dira hening, mendengar apa yang di katakan Axell barusan. Ia sedang menyaring apa yang Axell katakan tadi. Ini secara tidak langsung Axell mengatakan kalau Axell menghawatirkan dirinya.
Axell yang melihat Dira yang tak bergeming dari tempatnya pun memutuskan untuk mendekat ke arah gadis itu.
Fyuuuh....
Axell kembali meniup wajah Dira seperti tadi. Sementara Dira, lagi-lagi ia merasakan detak jantung yang tak biasa saat Axell mendekat ke arahnya. Laki-laki itu kembali membuat jantungnya berdetak lebih cepat.
Deg,
Deg,
Deg,
'Jantung gue, udah mulai gak normal kayaknya.' Batin Dira.
"Jangan kebanyakan bengong!" Titah Axell lalu berjalan menuju kamar mandi.
Melihat Axell yang masuk ke kamar mandi, Cepat-cepat Dira turun dari tempat tidur dan mengambil air minum yang berada di lemari pendingin di kamar tersebut. Ia harus cepat menormalkan detak jantungnya.
Ceklek,
"Lo belum tidur?" Tanya Axell yang sudah selesai dari mandinya. Axell mandi untuk mendinginkan badannya yang kegerahan tadi.
"Ini juga mau tidur, kak." Jawab Dira yang kemudian berjalan menuju tempat tidur. Tapi, bukannya tidur, Dira malah tengah asyik mengutak-atik ponselnya. Entah apa yang sedang menarik perhatian gadis itu saat ini.
Axell yang masih menggosok rambutnya dengan handuk kecil pun tersenyum menyeringai melihat Dira yang sedang bermain ponsel. Ide jahil kembali muncul di otaknya.
"Dir, kalo Lo belum ngantuk, gimana kalo kita..." Ucap Axell menggantungkan kalimatnya yang langsung berhasil mengalihkan perhatian Dira dari ponselnya.
"Kenapa, kak?" Tanya gadis itu sambil kembali meletakkan ponselnya ke nakas.
"Gimana kalo kita, Nurutin permintaan Ayah yang tadi?" Ujar Axell sambil berjalan mendekat kearah tempat tidur.
Melihat Axell yang berjalan mendekat ke arahnya seketika membuat Dira menjadi gugup. Apalagi sama seperti tadi, Setelah mandi Axell tidak memakai bajunya. Dengan gerakan cepat, Dira menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
Melihat apa yang di lakukan oleh Dira tadi langsung membuat Axell terkekeh pelan. Ia menertawakan sikap Dira yang sedang gugup seperti ini. Terlihat menggemaskan menurut Axell.
"Tidur, Dira! Besok Lo sekolah! Gue gak akan apa-apain lo... Kalau gak khilaf." Ujar Axell yang sudah berbaring di samping Dira.
Lagi, Bukanya tertidur, kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Axell malah membuat Dira terjaga. Ia takut kalau Axell akan menyergapnya disaat ia terlelap nanti.
__ADS_1
Axell tidak bodoh, ia tahu kalau Dira belum tidur. "Gue cuma bercanda tadi. Lo tidur, atau gue akan bener-bener ngelakuin itu sekarang!" Ancam Axell. Dan benar saja, setelah mendengar kalimat bernada ancaman dari Axell, kali ini Dira memutuskan untuk benar-benar tidur. Disusul dengan Axell yang mulai memejamkan matanya.
'Selamat tidur, Dir'
...***...
Pagi harinya,
Pukul 06.20 menit, Dira yang baru bangun itu pun mulai mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengumpulkan kesadarannya. Saat ia menoleh kesamping, Ia tak mendapati Axell disampingnya.
'Kak Axell kemana? Apa dia sudah bangun?' Batin Dira bertanya.
Dira memutuskan untuk bangun dan bergegas merapikan tempat tidur. Tapi, saat ia selesai merapikan tempat tidur, Dira mendengar derap langkah kaki seseorang yang berasal dari Walk-in closet. Pandangan Dira teralih menuju datangnya suara dan terlihat Axell yang sudah siap dengan setelan Jasnya.
Laki-laki yang baru menikahinya satu bulan lebih itu terlihat begitu berbeda. Axell terlihat sangat berwibawa dengan setelan Jas yang ia kenakan saat ini. Sangat tampan dan Sempurna.
Memang pada dasarnya, Axell memiliki paras Tampan yang Ia warisi dari perpaduan Ayah Marvellyo dan juga Bunda Resty
*Ketos kita nih, Bos... Senggol dong!
Untuk sesaat Dira terpesona dengan tampilan Axell saat ini. Ia begitu terpukau dengan pemandangan didepannya itu.
"Lo udah bangun?" Tanya Axell tanpa mengalihkan pandangannya dari pergelangan tangannya. Ia sedang mengenakan sebuah arloji pada tangan kirinya.
"U-udah kak." Jawab Dira terbata-bata.
"Ok, gue tungguin di bawah buat sarapan... Nanti gue anterin Lo dulu ke sekolah sebelum gue ke kantor Ayah." Ujar Axell sambil memasukkan ponsel ke dalam saku jasnya.
Mendengar perintah dari Axell membuat Dira langsung bergegas untuk mandi dan bersiap menuju ke sekolah.
...***...
"Udah siap?"
.
.
.
*Gimana nih, guys? apa yang kalian mau sampein buat Axell sama Dira? Dan apa pendapat kalian?
*Komen di bawah ya!!
*Dan jangan lupa likenya juga, sama seperti kalian yang nungguin up dari ceritaku, aku juga nungguin Like, Komen and Vote dari kalian. 😘😘
__ADS_1