Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
81. Dimana Dira? (Axello)


__ADS_3

"Kak Axell tau?" Tanya Dira.


Tak ada jawaban, Axell hanya menganggukkan kepalanya. Kini pandangan Axell beralih menatap Dira.


"Gue gak tau dia ngomong apa aja ke Lo. Tapi yang pasti, gue udah gak ada hubungan apa-apa lagi sama dia." Ucap Axell pada gadisnya. "Dia hanya sekedar masa lalu."


Dira mengangguk mengerti. "Aku sempat percaya tadi. Maaf." Lirih Dira.


Axell tersenyum mendengar apa yang Dira katakan. "Hubungan gue sama Lo, bukan hubungan main-main Dira. Harusnya Lo bisa ngerti, gue gak mungkin menjalin hubungan sama orang lain di saat gue udah punya istri. Jadi... Boleh gue minta tolong sama Lo?" Pinta Axell.


"Minta tolong?" Beo Dira sambil mengernyitkan dahinya.


Axell mengangguk, Bahkan pandangannya kini tak pernah lepas dari wajah cantik Dira, "Bantu gue untuk pertahanin pernikahan kita. Dan juga... Gue minta Lo untuk belajar?"


"Belajar...? Belajar ap-


"Belajar mencintai gue. Karena Lo tau? Lo udah berhasil, Dir..." Ujar Axell menggantung. Tangan Axell terulur untuk meraih tangan Dira lalu Ia tuntun tangan putih itu ke arah dadanya. "Lo udah berhasil masuk dan menetap di dalam sini."


...***...


Sepasang tangan terkepal kuat di kedua sisi tubuh gadis yang kini tengah berdiri di taman. Gadis itu sedang menatap lurus ke arah mobil mewah warna hitam yang terparkir rapi di parkiran khusus SMA Bhakti Bangsa. Seorang Renata Isabella.


Gadis yang tadi sedang berjalan dengan santai di koridor itu secara tidak sengaja melihat Axell yang menggandeng tangan Dira keluar dari kantin. Karena rasa penasaran, jadilah ia mengikuti kemana Axell membawa Dira pergi.


Dan ternyata, Axell membawa Dira masuk ke dalam mobilnya. Lewat dari lima belas menit setelah keduanya memasuki mobil tersebut, Axell dan Dira yang berstatuskan sepasang kekasih menurut kabar yang beredar di sekolah, belum juga keluar dari dalam mobil tersebut.


"Tenyata apa yang gue omongin tadi gak mempan di otak Lo! Ok, kita liat nanti, Dira!"


...***...


Bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, dan kini Dira sedang berjalan dengan Nayla dan juga Melody.


"Abis ini Lo mau langsung pulang, Dir?" Tanya Melody.


"Iya, Mel. Kenapa emang." Tanya Dira balik.


"Kita jalan dulu lah. Udah lama kita gak Hangout bareng." Sahut Nayla.


"Setuju deh gue, kak." Timpal Melody.


"mm... Gue...-


"Kenapa?" Tanya Nayla memotong ucapan Dira cepat..


"Mau ke toilet?" Sahut Melody sebelum Dira berhasil menjawab pertanyaan dari Nayla.


"KEBIASAAN!" Cibir Melody dan Nayla setelah melihat Dira yang menganggukkan kepalanya.


Ini sudah sering sekali terjadi. Dira pasti akan beralasan untuk pergi ke toilet setiap keduanya mengajaknya pergi. Sebenarnya Dira tidak benar-benar pergi ke toilet, itu hanya alasan yang Dira pakai untuk menghindar dari kedua sahabatnya hanya untuk meminta izin pada Axell, suaminya.


Dan benar saja, saat Dira sudah menjauh dari kedua sahabatnya, Dira mulai mengetikan pesan untuk ia kirim pada Axell.


^^^📤 DiraGra.^^^


^^^Kak,^^^

__ADS_1


^^^Aku di ajakin jalan sama Nayla.^^^


^^^Sama Melody juga.^^^


^^^Boleh?^^^


Send,


Tak perlu menunggu lama, pesan yang Dira kirimkan pun langsung mendapat balasan dari Axell.


Ting,


📥 Axarkan


Boleh.


Kemana dulu?


Kasih tau mau kemana!


Nanti gw nyusul.


^^^📤 DiraGra.^^^


^^^Nanti aku Sharelock.^^^


Send,


Tanpa menunggu balasan, Dira kembali melangkahkan kakinya kembali menuju dimana kedua sahabatnya menunggu tadi. Tanpa melihat jalan, tangan Dira sibuk memasukan ponselnya ke dalam tas.


Greb,


"Emmmb..."


Seseorang yang berjalan mendekat tadi membungkam mulut Dira dan membawanya pergi dari area sekolah tanpa ada seorang pun yang tahu. Karena memang keadaan sekolah yang sudah sangat sepi. Hanya tinggal beberapa siswa dan tukang kebun yang masih berada di sekolah.


"Ck. Si Dira kemana, sih? Lama banget, deh." Keluh Melody yang memang sudah sedari tadi menahan lapar.


"Sabar, Mel. Kita tunggu Dira bentar." Ujar Nayla sambil mengutak-atik ponselnya. Ia tengah berbalas pesan dengan Verrel.


"Kak, ini 'tuh udah hampir setengah jam. Tapi Dira belum juga balik. Gue jadi khawatir." Ujar Melody dan sukses membuat Nayla menyadari satu hal.


"Lo bener, Mel. Dira udah pergi hampir setengah jam yang lalu." Jawab Nayla yang membenarkan kata-kata Melody tadi. "Jangan-jangan..."


"Jangan-jangan apa, kak?" Tanya Melody yang kini semakin di buat khawatir dengan keadaan Dira sekarang.


"Gue takut Asma Dira kambuh di toilet." Jawab Nayla yang langsung berjalan setengah berlari menuju ke arah toilet.


"Kak Nay, tunggu gue ikut!" Pekik Melody yang kini langsung mengikuti Nayla.


"Mel... Tunggu, Mel!" Pekik Bastian yang kebingungan melihat Melody yang sedang berlari menyusul Nayla.


Melody yang merasa di panggil pun seketika menghentikan larinya. Ia menoleh dan mendapati Bastian yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Kak Bastian." Gumam Melody.

__ADS_1


"Ada apa? Kok Lo sama Nayla lari-lari gitu?" Tanya Bastian penasaran.


"Si Dira-


"Dira? Ada apa dengan Dira?" Potong Bastian cepat. Mendengar nama Dira, Bastian jadi semakin penasaran.


"Itu, kak. Tadi kan Dira lagi bareng kita, terus tiba-tiba Dira bilang mau ke toilet. Tapi gue sama kak Nayla udah nungguin Dira lama sampai lewat setengah jam, Dira gak balik-balik." Jelas Melody. "Kak Nayla mikir, takutnya asma Dira kambuh di toilet."


"Asma? Dira punya Asma, Mel?" Tanya Bastian lagi.


"Aku gak tau lebih tepatnya, kak. Tapi kalo kata kak Nayla ya gitu." Jawab Melody.


"Udah coba hubungi Axell, mungkin Dira lagi bareng Axell sekarang?" Tebak Bastian.


"Belum, kak. Aku gak punya nomer telpon kak Axell soalnya." Jawab Melody.


Bastian mendengus pelan. "Coba gue yang telpon." Ucap Bastian yang kini merogoh ponsel dari saku celananya lalu mencari kontak sahabatnya itu.


📞 Caling Axell...


"Hallo, Xell?"


"(....)."


"Dira lagi bareng sama Lo gak?"


"(....)."


"Bentar, Xell." Ucap Bastian menjeda telponnya dengan Axell, ia kini beralih menatap Nayla yang kini berjalan mendekat ke arahnya dan Melody.


"Gimana, Nay? Dira ada gak di toilet?" Tanya Bastian pada Nayla yang masih bisa di dengar oleh Axell di seberang sana.


"Gak ada, Bas. Gue udah cari Dira di setiap toilet di bantu sama pak satpam dan beberapa temen kita, Tapi Dira gak ada dimana-mana." Jelas Nayla yang kini semakin panik.


"Xell, Lo masih di ruang OSIS?"


"(....)."


"Dira ilang. Nayla udah nyari kemana-mana, tapi gak nemu."


Tak ada respon, Bastian kembali memasukkan ponselnya kedalam saku karena sudah dapat di pastikan kalau Axell langsung memutuskan sepihak teleponnya setelah mendengarkan Apa yang di katakan oleh dirinya tadi.


Kurang dari lima menit, kini Axell datang dengan langkah lebar dan wajah yang memancarkan raut kekhawatiran yang nampak jelas terlihat dari wajah laki-laki itu, bersama seorang Verrel yang nampak terengah-engah karena mengikuti langkah kaki dari Axell.


"Dimana Dira?" Tanya Axell tak sabar.


"Kita gak ada yang tau, Xell. Tadi Dira bilang mau ke toilet. Tapi udah lewat dari setengah jam, si Dira belum balik sampai sekarang. Gue coba cari juga gak ada." Jawab Nayla.


Mendengar jawaban dari Nayla barusan seketika rahang Axell mengeras. Tapi sebisa mungkin ia menahan emosinya. Lalu tangan Axell merogoh ponsel di dalam saku.


"Tapi tadi dia bilang mau pergi sama Lo." Ucap Axell sambil menunjukan Room chat yang Dira kirimkan tadi.


"Iya, kita emang rencana mau jalan. Tapi Dira tadi bilang mau ke toilet dan gak balik sampai sekarang." Jawab Nayla.


Tak menjawab, Axell malah berbalik menuju ke sebuah ruangan untuk memeriksa sesuatu. Ruang pantau CCTV.

__ADS_1


"Kalau sampai terjadi sesuatu sama Dira, dan ternyata itu ulah Lo, Gue pastiin Lo akan menyesal."


__ADS_2