
Telepon terputus dan membuat Dira menghela nafasnya pelan.
"Siapa, Dir? Axell?" Tanya Zaki sembari fokus mengemudi.
"Bukan siapa-siapa?" Jawab Dira lirih.
"Udah berapa lama?" Tanya Zaki lagi.
"Hah?" Dira cengo.
"Lo sama Axell... Udah berapa lama?" Ucap Zaki menjelaskan pertanyaannya.
"Zaki-"
"Gue tau, Dira. Semenjak Axell ngasih sesuatu ke Lo waktu itu, Gue berpikir... Emang ada sesuatu sama Lo berdua. Sesuatu yang Axell lakuin kemarin adalah sesuatu yang hampir mustahil." Ujar Zaki yang mengingat saat Axell menghampiri Dira dan memberinya Inhaler Asma.
Hening. Dira tak ingin membuka mulutnya untuk menanggapi apa yang Zaki katakan. Ia hanya tertarik untuk mendengarkan apa yang akan Zaki katakan selanjutnya.
"Waktu itu, Axell nemuin Lo dang ngasih sesuatu... Gue baru tahu, Lo ternyata punya asma kan? Dan sesuatu yang Axell kasih, mungkin itu obat atau semacamnya yang bisa meringankan gejala asma Lo kalau sewaktu-waktu kambuh..." Ujar Zaki sambil melirik ke arah Dira sekilas.
"...Disitu gue bisa lihat, Dibalik sikap cuek Axell, Sebenarnya dia Care banget sama Lo." Jelas Zaki.
Dira tampak menghela nafasnya pelan. Mengetahui kalau mobil yang mereka naiki sudah berhenti di depan sebuah kafe.
"Saran gue, Lo jaga jarak sama cowok lain. Karena setahu gue... Axell orangnya pencemburu. Dia bisa tiba-tiba meledak kalau lihat ceweknya deketan sama cowok lain. Tapi selain itu, dia orang yang setia dan gue yakin... Lo pasti bahagia sama Axell. Terlebih apapun status Lo berdua. Tapi... Gue yakin hubungan Lo gak sekedar pacaran." Ujar Axell mengungkapkan pendapatnya.
Dira masih bungkam sambil meremat ujung rok seragam sekolahnya, ia bingung harus berkata apa. Kenapa Zaki bisa berpikir seperti itu pikirnya.
"O... Iya, jaga jarak Lo sama Babas. Kek nya dia suka beneran sama Lo. Jangan kasih harapan sama dia, yang ada dia semakin berharap sama Lo nanti." Ujar Zaki menyarankan pada gadis yang berada di sampingnya itu.
Zaki menoleh ke arah Dira yang terdiam sedari tadi. "Udah jan bengong. Turun kuy! 'tuh si Babas natap horor ke kita." Ujar Zaki lagi.
Dan benar saja, saat Dira melihat ke arah Bastian yang ternyata sedang menatapnya entah mengapa Dira merasa tak enak. Dengan cepat Dira melepas Lock safety belt nya dan segera turun dari mobil Zaki.
"Ngomongin apa aja Lo tadi di dalem mobil? Katakan cinta? Atau lagi halu bahas masa depan? Lama bener keluarnya." Pertanyaan penuh selidik yang bahkan mirip seperti sindiran dari mulut pedas Bastian yang di tunjukkan pada Zaki.
Zaki tersenyum mengejek, "Rahasia negara... Sangat rahasia. Lo masih di bawah umur, jadi gak mungkin ngerti." Jawab Zaki sekenanya.
"Eh, kadal. Gue lebih tua dari Lo ya. Lo lupa, gue Kakak kelas Lo!" Jawab
__ADS_1
Zaki berdecak, "Ck. Beda beberapa bulan juga." Jawab Zaki sambil menatap Melody yang juga menatapnya dengan tatapan yang susah di artikan.
Akhirnya Zaki memutuskan untuk berjalan mendekat ke arah Melody. "Jan liatin gue gitu, apa yang ada di pikiran Lo gak bener." Ujar Zaki sambil menunjuk-nunjuk kening Melody. Secara tidak langsung menjelaskan apa yang di katakan Bastian tentangnya dan Dira tadi tidak benar.
"Ayo cari tempat duduk! Cari yang bisa untuk lebih dari empat orang!" Ujar Zaki sambil menarik pergelangan tangan Melody. Melody membulatkan matanya begitu melihat tangannya di pegang oleh Zaki, tapi ia juga menurut saja kemana Zaki akan membawanya.
'Kenapa harus lebih dari empat orang? kita kan emang cuma berempat?' Batin Melody.
Kini Dira, Melody, Bastian dan juga Zaki sudah duduk di kursi masing-masing dan sedang menunggu pesanan datang.
Tak lama kemudian datanglah tiga orang pelayan yang membawakan pesanan tersebut. Dan lagi, seorang cowok yang berjalan di belakangnya.
Siapa lagi kalau bukan Axell, si pemilik d'AXE Cafe. Ya, Axell yang mengetahui kalau Bastian akan ke kafenya memutuskan untuk mengambil jalan pintas dan sampai ke kafenya lebih dulu.
Setibanya di kafe, Axell langsung menuju ke ruangannya untuk mandi dan ganti baju. Axell yang pagi tadi mengenakan setelan jas kini menggantinya dengan kaos yang di padukan dengan celana Jeans-nya dan Hoodie. Tak lupa ia mengacak rambutnya asal agar terkesan sedikit berantakan, berbeda dengan pagi tadi yang terkesan rapi.
Setelah dirasa cukup, Axell keluar dari ruangannya dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah meja dimana Dira berada sekarang dan langsung duduk tepat di samping Dira dan Zaki sebagai penengah di antara keduanya.
Dira dan Zaki yang merasakan ada seseorang yang duduk di sampingnya pun seketika menoleh dan mendapati Axell yang sedang mengetik sesuatu pada ponselnya.
^^^Abis ini langsung balik ke mobil!^^^
Send
"Lah Xell, Lo disini?" Tanya Bastian yang melihat Axell duduk di depannya.
"Hm." Axell hanya berdehem menjawab pertanyaan dari Bastian. Ia sedang menunggu balasan dari Dira.
Ting.
Ponsel Dira berbunyi menandakan ada sebuah notifikasi masuk. Sambil meminum Lemon tea kesukaannya, gadis itu merogoh ponsel dari saku dan membuka sebuah pesan yang masuk ke ponselnya.
📥 Axell.
Abis ini langsung balik ke mobil!!
^^^📤 DiraGra^^^
__ADS_1
^^^Iya, kak.^^^
Send.
Axell yang sedang membaca pesan balasan dari Dira menarik satu sudut bibirnya. Hal itu pun tak luput dari pandangan mata Zaki. Zaki yang melihat tingkah keduannya jadi gemas sendiri. "Ngomong aja langsung, Deketan juga." Celetuk Zaki tiba-tiba.
Axell tidak bodoh. Ia tahu betul bahwa dirinyalah yang di maksud oleh Zaki tadi. Tapi Axell enggan menanggapi celotehan Zaki. Ia lebih tertarik untuk mengusik Bastian. Untuk mengalihkan perhatian.
"Kenapa, Bas?" Tanya Axell sambil memasukkan kembali ponselnya kedalam saku.
"Anjir, kesel gue sama makhluk di samping Lo itu." Jawab Bastian kembali memakan kentang goreng di depannya.
Axell lalu menarik salah satu alisnya seakan bertanya siapa yang Bastian maksud. Karena memang Axell duduk di antara Zaki dan Dira.
"Itu, makhluk tanpa dosa di samping Lo. Lo tahu gak Xell, gue udah susah payah ngajakin Dira sampe gue ngajak Melody buat nemenin Dira ikut sama gue kesini. Lah, si babi itu dateng-dateng main nyerobot Dira dari gue, Xell. Anj*ng gak... Anj*ng gak... Ya Anj*nglah masa enggak." Ujar Bastian menjelaskan.
Bukannya merasa bersalah, Zaki malah tertawa. "Haha... Lah, si Dira nya mau juga." Ucap Zaki pada Dira sambil melirik Axell sekilas. Zaki sedang ingin tahu, bagaimana reaksi Axell setelah ini.
"Iya kan, Dir." Sambungnya sambil menaik turunkan alisnya. Asli. Ini sengaja, Zaki sengaja memanas-manasi Axell saat ini.
"Lo lihat, Xell! 'Tuh liat! Gimana gue gak emosi sama 'tuh bocah." Sungut Bastian kesal.
Axell yang mendengar apa yang di katakan Bastian melirik Zaki dan Dira secara bergantian. Axell ingat tadi Bastian dan Zaki memang sempat berdebat tadi, tapi entah apa yang di bicarakan, Axell tidak bisa mendengar dengan jelas karena jarak yang agak jauh.
Sementara Melody hanya diam. Untuk sesaat ia merasa lega karena apa yang ia pikirkan tentang perasaan Zaki pada Dira tidak benar. Tapi mendengar apa yang di katakan Zaki barusan ia jadi berpikir kalau Zaki memang memiliki perasaan pada Dira.
Sama seperti Melody, Dira hanya bisa diam. Ia hanya menggigit bibir bagian dalamnya dan meremat ujung rok seragamnya. Dira tidak mau Axell sampai salah paham nanti.
"Kalo Diranya mau sama gue, Lo mau apa?"
.
.
.
*Yang kek biasanya ya, dan gak bosen² aku minta Vote dan likenya.. dan Jan lupa juga,, Yang udah baca Absen dong!!! Komen di jam berapa kalian baca eps. ini.. Ok😊..
*Yang udah kasih Like dan komen, Klean Terbaik...
__ADS_1