
Zaki lalu menatap kearah Nayla, Verrel, Bastian, Melody dan terakhir ke arah Dira. Sampai akhirnya satu pertanyaan lagi muncul dari mulutnya. "Lo ada Something sama dia?"
"Siapa yang Lo maksud?" Pertanyaan kompak yang keluar dari mulut Verrel dan juga Bastian.
Sementara Zaki yang mendapat pertanyaan hanya menatap ke arah Verrel dan Bastian secara bergantian tanpa ingin menjawab pertanyaan yang keduanya lontarkan.
"Dahlah, gue mau cabut. Jam istirahat udah selesai. Gue gak mau kena semprot pak Dhana." Ujar Zaki berjalan meninggalkan kantin dan membiarkan yang lain semakin penasaran dengan apa yang Zaki katakan tadi.
"Lah... Si babi malah cabut." Cibir Bastian pada Zaki.
"Gue juga mau balik kelas. Duluan ya, semua." Pamit Dira yang langsung berdiri dan pergi dari kantin, meninggalkan rasa penasaran yang kini tengah menyerang Nayla, Melody, Verrel dan Bastian sama seperti yang di lakukan dengan Zaki tadi.
...***...
Semua siswa-siswi telah berhamburan menuju area parkir sekolah setelah bel yang menandakan berakhirnya jam pelajaran telah berbunyi. Kecuali Dira dan Melody yang langsung berjalan menuju pintu gerbang karena akan menunggu jemputan datang untuk mengantarkannya pulang ke rumah masing-masing.
"Gue masih penasaran sama cowo yang anterin Lo tadi, Dir. Kek kenal gitu." Celetuk Melody tiba-tiba.
"Perasaan Lo doang kali, Mel! Dia sepupu gue kok." Jawab Dira yang sedang berusaha mengubah spekulasi yang berkembang di kepala Melody.
"Eh... Gue baru ke inget sesuatu Dir!" Ujar Melody.
"Apaan?" Tanya Dira tanpa menatap wajah Melody. Ia sedang mengutak-atik ponselnya, melihat-lihat kalau Axell mengiriminya pesan.
"Lo ngerasain sesuatu gak, kalo lo lagi sama kak Axell?" Tanya Melody.
Deg,
'Duh, Kenapa tiba-tiba jadi bahas kak Axell, sih!' Batin Dira.
"DIR!!" Panggil Melody saat tak mendapat tanggapan dari Dira.
"Eh, kenapa, Mel? Lo tanya apa tadi?" Tanya Dira.
"Lo kenapa jadi bengong, sih? Gue tadi nanya. Lo ngerasa nggak, kalo kita lagi bareng kak Axell, dia itu... Suka merhatiin lo." Ujar Melody.
"Hah, yang bener?" Tanya Dira yang memang tidak tahu kalau Axell selama ini memperlihatkan dirinya.
"Iya. Semenjak dia nolongin Lo pas Lo pingsan beberapa waktu yang lalu itu." Jelas Melody.
"Akh, perasaan Lo aja kali, Mel." Jawab Dira.
"Iiih... Dira! Gue serius. Gue lihat pakai mata kepala gue sendiri. Kak Axell itu diam-diam suka merhatiin Lo, bahkan dari jauh sekalipun." Ujar Melody berusaha mengatakan apa yang ia lihat akhir-akhir ini. Dan memang benar, Melody sering memperhatikan Axell yang sedang memperhatikan Dira.
Hening, Dira bingung harus menjawab apa. Mendengar apa yang di katakan Melody tadi membuat Dira mengetahui satu fakta.
Ternyata diam-diam Axell sering memperhatikannya. Pantas saja saat Dira pergi ke taman untuk menghindari Nayla dan malah tidak sengaja bertemu dengan Arfen, Axell melihatnya. Karena memang pada saat itu Axell sedang mengikuti kemana Dira pergi.
"Keknya kak Axell suka deh, sama Lo?" Sambung Melody lagi.
"Ngaco Lo, Mel! Ada-ada aja, Lo. Gini, deh. Sekarang gue balik nanya sama Lo." Ucap Dira berusaha mengalihkan pembicaraan dengan Melody.
"Apaan?" Tanya Melody.
"Gimana perasaan Lo sama Zaki?" Pertanyaan yang lolos dari mulut Dira.
"Kenapa jadi bahas si Zaki, sih? Bukannya Zaki sukanya sama Lo?" Tanya Melody balik.
Dira menganggukkan kepalanya dan membuat Melody percaya dengan apa yang di pikirkan nya. "Jadi bener, Zaki suka sama Lo?" Tanya Melody lagi dengan nada bicara yang berbeda.
"Tapi bo'ong." Jawab Dira dan di akhiri dengan tawa gadis itu.
"Ck. Dira ngeselin." Decak Melody.
"Sorry, Mel."
Tiba-tiba,
Tin... tin...
Suara klakson mobil dari belakang Dira dan Melody. Mobil itu berhenti di samping keduanya dan keluarlah seorang cowok yang berjalan ke arah mereka.
"Hy ladies..." Sapa cowok tadi dengan senyum tengilnya.
__ADS_1
"Kak Bastian. Belum pulang, kak?" Tanya Melody.
"Belumlah, kalau gue udah pulang, berarti gue gak ada disini." Jawab Bastian sekenanya.
"Ada apa, kak?" Tanya Dira to the point, Dira tengah menebak pasti ada sesuatu yang membuat Bastian menghampirinya.
"Lo berdua... bisa tolongin gue, gak?" Tanya Bastian balik. Asli. Ini hanya alasan Bastian saja. Sebenarnya Bastian hanya ingin mengajak Dira, tapi Bastian berpikir kalau Dira pasti menolaknya seperti yang sudah-sudah. Maka dari itu, Bastian Mengajak Melody sekalian.
"Tolongin apa, kak?" Jawab Melody Sementara Dira, ia hanya mengerutkan dahinya bingung.
"Perut gue lagi sakit." Jawab Bastian sambil memegangi perutnya.
"Terus?" Ucap Melody.
"Mau di anterin kerumah sakit?" Sambung Dira.
"Enggak gitu..." Jawab Bastian menggantung.
"Terus maunya gimana?" Tanya Melody bingung.
"Lo berdua mau gak... Nemenin gue ke kafe, cari makan gitu... Gue laper." Jawab Bastian sambil nyengir.
'Astaga.' Batin Dira setelah mengetahui maksud dari sahabat suaminya ini menghampirinya tadi, modus ngajakin makan.
"Yaelah, kak. Bilang kek, ngajak ngafe, gitu!" Cibir Melody.
"Ya gimana, biar Lo berdua mau." Jawab Bastian asal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Gimana, Dir?" Tanya Melody bermaksud minta jawaban pada Dira.
"Keknya gue gak bisa, deh. Gue harus cepet pulang! Sorry." Jawab Dira.
"Emang jemputan Lo udah dateng? Belum kan? Nanti gue deh yang anter Lo berdua balik?" Tawar Bastian.
"Ok. Kita mau." Jawab Melody menyetujui, padahal jelas-jelas Dira menolak tadi.
Sementara Bastian langsung tersenyum senang karena rencananya berhasil untuk mengajak keduanya makan. Dengan gerakan cepat, Bastian langsung membuka pintu di samping kemudi.
"Lo duduk depan ya, Mel! Gue biar di belakang aja, mau tiduran." Jawab Dira dengan malasnya. Sungguh, sebenarnya Dira ingin menolak tadi. Tapi karena Melody yang sudah terlanjur menerima tawaran Bastian, jadilah Dira terpaksa ikut.
Tapi, saat Dira mau masuk mobil Bastian, seseorang menghentikannya.
"Wait, tunggu dulu!" Cegah seseorang yang baru saja datang.
"Apaan Lo, Jaki!" Protes Bastian tak terima.
"Gue ada urusan sama Dira, Iya kan, Dir!" Jawab Zaki sambil menaik turunkan alisnya.
"Apaan, gak bisa! Dira udah setuju ikut gue tadi." Tolak Bastian pada Zaki yang hendak membawa Dira untuk masuk mobilnya.
"Ck. Ribet Lo jadi cowo. Gue cuma mau ngomong bentar sama Dira." Ujar Zaki santai.
"Gak bisa, Dira tetep ikut sama gue, Monyet." Kekeuh Bastian.
"Eh Anj*ng, Gue cuma mau ngomong berdua sama Dira. Lagian gue akan ikutin arah mobil Lo dari belakang. Ngerti Lo!" Jawab Zaki sedikit ngegas sambil memegang pergelangan tangan Dira dan membawa gadis itu untuk masuk mobilnya.
Dira hanya bisa pasrah saat Zaki menarik tangannya tadi. Sementara Bastian, jangan ditanya, Ia sekarang sedang meradang. Tengah mengumpat kesal dalam hatinya. Mau bagaimanapun juga Zaki adalah temannya.
"Huft... Sialan." Umpat Bastian kesal saat melihat Dira dan Zaki yang sudah duduk di dalam mobil Zaki.
"Tin... Tin..."
"Woy... Buruan!!!" Pekik Zaki dari mobilnya bermaksud agar Bastian segera menjalankan mobilnya.
Dengan sedikit kesal, Bastian melajukan mobilnya ke tempat yang akan ia tuju tadi.
Tapi,
Tanpa mereka berempat sadari, ternyata sedari tadi ada sepasang mata yang menyaksikan perdebatan antara Zaki dan Bastian yang sedang memperebutkan Dira. Bahkan ia datang sebelum perdebatan itu terjadi.
Kedua tangannya mencengkram erat stir mobil untuk menahan rasa kesal yang sedang ia rasakan saat ini. Melihat tangan gadisnya yang di tarik cowok lain.
"O SHITT." Umpatnya kesal.
__ADS_1
Dengan cepat ia memutarbalikkan mobilnya untuk mengikuti kemana mereka berempat pergi tadi.
Sembari menyetir, tangan kekarnya meraih ponsel dari dalam saku jas yang ia kenakan. Mencari kontak gadis yang sedang di perebutkan tadi.
π Calling Dira...
"Hallo."
"(....)."
"Udah pulang?" Tanyanya berpura-pura tidak mengetahui kalau Dira tengah menuju ke suatu tempat.
"(....)."
"Tapi apa?"
"(....)."
"Kemana?"
"(....)."
Tuutt...
Enggan menjawab, laki-laki itu langsung memutus sepihak teleponnya.
...***...
Sementara di mobil Zaki.
"Lo masih mau bungkam, Dir?" Satu pertanyaan lolos dari mulut Zaki setelah melajukan mobilnya.
"Ada apa sih, Zak? Sebenarnya Lo mau ngomong apaan sama gue!" Tanya balik Dira.
"Gue tau... Lo ada Something sama Axell... Lo berdua... In relationship ya?" Tebak Zaki tanpa basa-basi.
"Gu-
Drrtt... drrtt...
Baru saja Dira akan menjawab pertanyaan dari Zaki, tiba-tiba ponselnya bergetar. Dira sudah bisa menebak siapa yang meneleponnya. Tanpa melihat nama si pemanggil, Dira langsung menerima panggilan telepon tersebut.
"(....)."
"Hallo, kak."
"(....)."
"Udah kak, tapi...."
"(....)"
"Kak Bastian mau ngajakin makan bentar." Jawab Dira jujur.
"(....)"
"Gak tau kak. Ini aku sama Zaki ngikutin dari belakang. Dan,
Tuutt... tuutt...
Telepon terputus dan membuat Dira menghela nafasnya pelan.
"Siapa, Dir? Axell?"
.
.
.
*Yang kek biasanya ya, dan gak bosenΒ² aku minta Vote dan likenya.. dan Jan lupa juga,, Yang udah baca Absen dong!!! Komen di jam berapa kalian baca eps. ini.. Okπ..
*Yang udah kasih Like dan komen, Klean Terbaik.. ππ»ππ»ππ»π
__ADS_1