Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
132. Cantik-cantik, Batu.


__ADS_3

Seorang gadis berseragam SMA tengah memasukkan beberapa pack susu kotak ke dalam troli belanjaan bersama dengan seorang cowok yang senantiasa berdiri di sampingnya.


"Ada lagi yang mau di beli, Yang? Mumpung masih disini?" Tanya cowok yang tak lain bernama Axell tersebut.


Kini keduanya sedang berada di sebuah mini market yang terletak tak jauh dari rumah. Saat perjalanan pulang dari d'AXE Cafe, Dira, gadis itu meminta Axell untuk menghentikan mobilnya saat melewati mini market bertuliskan indo-april tersebut untuk membeli susu kotak dan beberapa cemilan kesukaannya.


Dira nampak menepuk-nepuk dagu menggunakan jari telunjuknya seolah berpikir, "Apa ya, kak? Snack kentang deh!" Jawab gadis itu sambil meraih Snack kentang yang berada tepat di sampingnya dan langsung memasukkannya ke dalam troli.


"Yang lain, Yang. Gak boleh kalo Snack... Itu gak sehat!" Cegah Axell cepat sambil mengembalikkan beberapa bungkus Snack kentang yang baru saja Dira masukan ke dalam troli.


Melihat Snack kentang kesukaannya di kembalikan ke dalam rak belanjaan membuat Dira mengerucutkan bibirnya kecewa. "Dikit doang, kak... Boleh ya!" Ucap Dira memelas.


"Gak boleh! Pokoknya aku gak kasih. Itu udah gak bisa di tawar lagi, Yang." Ucap Axell lagi.


Dira menghela nafas pasrah, bagaimanapun ia tak ingin membantah Axell, suaminya. Gadis itu lalu berjalan meninggalkan Axell dengan sedikit rasa kesal.


Axell tidak bodoh, ia tahu gadisnya itu tengah kesal sekarang. Tapi Axell juga bingung disini, kenapa gadisnya itu akhir-akhir ini mudah sekali Bad mood.


'Lagi dapet kali.' Batin Axell.


"Yang! Tunggu dong, Yang!" Panggil Axell dan membuat Dira berhenti.


Axell mengelus puncak kepala Dira seakan meminta pengertian dari gadis itu, "Marah? Ngambek? Kesel? Aku gini juga demi kesehatan kamu, Yang... Yang lain aja, ya. Kamu boleh ambil sebanyak apa pun yang kamu mau!"


Dan berhasil. Penawaran yang Axell berikan berhasil membuat gadisnya itu luluh seketika, ia lalu mengangguk dan tersenyum.


"Ambil yang lain, ya!" Titah Axell sambil kembali mengacak pelan rambut Dira.


"Eh cookies..." Ucap Dira semangat saat melihat Cookies dengan toping choco chips di atasnya. "...Kalo ini boleh kan, kak."


"Iya... Boleh." Jawab Axell sambil tersenyum.


Lagi,


Tanpa Axell duga, Dira lalu mendekat ke arah Axell untuk kembali mencium Axell.


Tapi kali ini hanya di pipi, "Suami aku emang baik." Ucap Dira setelah mencium salah satu pipi Axell.


Lagi-lagi Axell terkejut, tapi tak menampik ia juga senang disini. Satu hal yang Axell sadari sekarang, gadisnya itu jadi sedikit... Agresif.


"Udah, kak. Aku rasa ini cukup. Sekarang ayo kita pulang! Aku ngantuk mau bobok." Ucap Dira setelah merasa apa yang ia beli cukup.


"Ya udah... Kita ke kasir dulu buat bayarnya." Jawab Axell sambil mendorong troli yang hampir penuh dengan susu kotak dan Cookies tersebut.


Tanpa mereka sadari, Ada sepasang mata yang merasakan sakit karena sedari tadi menyaksikan interaksi di antara keduanya. Dan juga... Mendengar satu kata yang terucap dari mulut Dira. Gadis yang selama ini ia suka.


"Suami? Jadi benar yang waktu itu...


...***...

__ADS_1


Dira terbangun dari tidurnya karena tiba-tiba merasakan gejolak luar biasa dari perutnya. Gadis itu lalu beringsut turun dari ranjang dan langsung menuju ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


"Huwek... Huwek..."


"Kamu kenapa, Yang? Sakit?" Tanya Axell yang tiba-tiba muncul. Laki-laki itu begitu terkejut saat bangun tidur dan langsung mendengar suara Dira yang muntah-muntah di kamar mandi.


Tidak menjawab, Dira hanya menggelengkan kepalanya sambil terus kembali memuntahkan isi perutnya yang ternyata hanya cairan bening. Axell lalu meraih rambut Dira dan memijat tengkuk leher gadis itu.


"Udah, Yang?" Tanya Axell saat melihat Dira yang kini membasuh muka dan mulutnya.


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut gadis itu, Dira hanya mengangguk lemas.


"Ya udah, kamu istirahat dulu ya, aku mau minta Bi Minah bikinin air jahe anget dulu!" Ucap Axell saat sudah mendudukkan Dira di tepi ranjang, lalu keluar menuju ke dapur.


...***...


Seorang cowok baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya sembari melantunkan lagu bertajuk Beggin' dari Maneskin.


🎶So, any time I bleed, you let me go


Yeah, any time I feed you, get me? No?


Any time I seek, you let me know


But I plan and see, just let me go


'Cause I don't want to lose you....


Hey yeah.... ratatata....


'Cause I'm beggin', beggin' you....


And put your loving hand out, baby....


I'm beggin', beggin' you....


And put your loving hand out, darling....


Drrtt... drrtt...


Tiba-tiba ia menghentikan nyanyiannya karena mendengar ponselnya berbunyi. Ia raih benda pipih tersebut untuk menerima panggilan yang ternyata dari sang kekasih.


📲 Nay Sweety is Calling...


"Baru juga mau gue jemput abis ini." Ucapnya Sebelum menerima panggilan dari telepon tersebut.


"Hallo, Beib..."


"(....)"

__ADS_1


"Lho... Kok gak usah?"


"(....)"


"O... Gitu, Ya udah gapapa."


"(....)"


"Ok."


Tuutt...


"Padahal gue mau ajak barengan, Eh... malah udah berangkat duluan!" Ucap cowok itu setelah selesai menggunakan seragam sekolahnya.


Cowok yang tak lain adalah Verrel itu, lalu menata rambutnya dengan menggunakan sedikit Pomade. Dirasa sudah pas dengan keinginannya, kini ia beralih mengambil botol parfum miliknya, guna menyempurnakan penampilannya. Ia semprotkan parfum tersebut ke beberapa titik di bagian leher. Finish. Penampilannya kini sempurna.



Dapet salam nih... Dari Verrel Zufar Mahendra. Gimana... Udah kece belum?


Ia lalu meraih tas sekolah yang terletak di sofa, lalu bersiap berangkat sekolah seperti biasa.


Tapi tunggu!


Tiba-tiba saja Verrel menghentikan langkahnya untuk keluar dari kamar, ia teringat akan sesuatu. Detik berikutnya seulas senyum smirk muncul begitu saja di wajahnya.


"Ok... Gue bakal cari tahu apa yang gue denger kemarin."


...***...


"Kamu yakin, Yang... mau sekolah? Beneran udah gak pa-pa?" Tanya Axell khawatir.


Dira yang sudah selesai menggunakan seragam sekolah, lengkap beserta almamaternya itu mengangguk, "Yakin dong, kak." Jawabnya santai.


"Pulang sekolah nanti, ikut aku ketemu Om David ya, Yang!" Ajak Axell pada Dira.


"Om David?" Ulang Dira dengan dahi berkerut. "Untuk apa, kak? Aku kan udah gak apa-apa!" Tolak Dira halus agar Axell percaya kalau memang gadis yang berstatus kan istrinya itu benar-benar tidak apa-apa.


"Tapi akhir-akhir ini, kamu sering banget muntah, Yang. Di sekolah, di rumah..." Jawab Axell masih dengan nada khawatir. 'Dan juga... kamu suka aneh sekarang.' Ucap Axell dalam hati, karena takut nanti gadisnya itu tersinggung!


"Emang aku kelihatan kayak orang sakit ya, kak?" Tanya gadis itu.


Dira lalu menatap pantulan dirinya di cermin. Belum sempat Axell menjawab pertanyaan yang Dira berikan, gadis itu kembali berkata, "Tapi gak kok, kak. Aku bahkan gak pucat sama sekali."


"Huuuhh..." Pada akhirnya, Axell hanya bisa menghela nafasnya frustasi. Gadisnya itu tetap tidak mau untuk memeriksakan kesehatannya ke dokter.


"Iya, kamu cantik kok, Yang!"


'Cantik-cantik batu!'

__ADS_1


__ADS_2