
*Buka ulang Eps.32! Ada 2 Visual cast yang aku ganti.
*Baca ulang juga Eps.77! Ada beberapa bagian yang aku revisi. 🙏🏻😘
"Tepat di samping Lo!" Jawab Axell dan sukses membuat mata Dira terbuka dengan sempurna.
"Hah." Pekik Dira setelah mendengar jawaban yang keluar dari Axell. Gadis itu lalu menoleh ke samping dan mendapati Verrel yang sedang menertawai dirinya.
"Dira... Dira... (Verrel menggelengkan kepalanya.) Ngantuk banget ya, sampe gak bisa bedain mana pacar Lo mana pacar sahabat Lo?" Ujar Verrel di sertai kekehannya. "Wajar, sih. Pundak gue kan sandarable banget."
"Kak Verrel sejak kapan disini?" Tanya Dira yang kini sudah sedikit menggeser tubuhnya menjauh dari Verrel. Cari aman maksudnya, takut di amuk sama Axell.
"Udah beneran sadar, kan? Siapa suruh duduk di situ? Sini!" Titah Axell tak mau di bantah. Tangannya menepuk sofa di sampingnya.
Dira yang mengerti maksud Axell pun langsung menurut. Ia bangkit dari duduknya lalu mendekat ke arah Axell.
Tepat saat Dira sudah di depan Axell, dengan cepat laki-laki itu menarik Dira dan memutar tubuh gadis itu dan tanpa Verrel tahu, sesaat sebelum Dira duduk di samping Axell, laki-laki itu melakukan hal yang lagi-lagi tak pernah Dira duga sebelumnya.
Axell dengan sangat berani, meremat bo**ng Dira sekilas dan langsung membuat gadis itu tersentak dengan apa yang ia lakukan tadi. Sungguh ini pertama kalinya Dira di perlakukan seperti itu.
Axell yang melihat ekspresi keterkejutan dari Dira itu lalu meraih kepala gadisnya agar semakin mendekat padanya dan membisikan sesuatu, "Itu hukuman buat Lo karena udah nempel-nempel sama Verrel."
"Ck. Lo nyosor Dira kira-kira dong, Xell! Masih ada gue, nih!" Protes Verrel yang tadi mengira kalau Axell sedang mencium Dira, padahal kenyataannya Axell sedang membisikan sesuatu.
"Balik Lo, ganggu!" Usir Axell sambil kembali menyadarkan kepalanya di sofa.
"Eits... Tidak semudah itu Ferguso. Gue belum mau balik." Jawab Verrel sambil menggoyangkan jari telunjuknya.
"Gue gak terima Lo nginep di sini." Putus Axell cepat.
"Siapa yang mau nginep. Gue mau balik, kalo Dira juga balik dari sini. Ngeliat Lo yang ternyata suka cium-cium Dira kek tadi, gue mulai waspada kalo Lo sampe apa-apain Dira." Jawab Verrel yang menghawatirkan keduanya. Khawatir yang di maksud di sini kalau Axell dan Dira sampai kebablasan.
"Gue akan antar Dira pulang bentar lagi." Bohong Axell. Sengaja memang Axell mengatakan demikian hanya untuk mengusir Verrel pulang.
"Ok... Ok... Gue percaya sama Lo, Xell. Kalo gitu gue balik, dan Lo Dira. Jaga diri Lo baik-baik. Dan juga... Agak jauhan Lo sama Axell. Gue gak jamin dia tetep jinak. Takut kek tadi." Jawab Verrel sambil berdiri dan melangkah menuju pintu keluar.
"Lo bener, Rel. Bahkan gue bisa lebih liar dari apa yang Lo pikir." Gumam Axell yang hanya bisa ia dengar sendiri.
...***...
"Gimana hari pertama Lo sekolah di Bhakti Bangsa, Re?" Tanya Nicholas pada adik perempuannya.
Tak ada jawaban, gadis itu hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap langit-langit kamar. Kedua kakak beradik itu kini sedang berada di kamar Nicholas.
Tadi sesaat setelah pulang sekolah, gadis yang tak lain bernama Renata Isabella Mahaputri itu langsung menuju kamar sang kakak.
"Lo gak ketemu Xello disana?" Tanyanya lagi.
__ADS_1
"Ketemu. Tapi Xello beda banget, kak." Jawab Rere sambil memejamkan matanya.
"Beda gimana?" Tanya Nicholas sambil mengetikan sesuatu pada laptop di depannya.
"Cuek banget sama gue. Setiap gue mau Deket, dia ngehindarin gue terus, kak. Di tambah si Xello deketan sama cewe lain di sekolah." Jelas Rere yang menceritakan perlakuan Axell padanya tadi.
*Dih... Si Rere Cepu banget sih jadi cewe!
Nicholas menghentikan kegiatannya. 'Deket sama cewek?' Batin Nicholas. "Nama ceweknya siapa?"
"Dira... Lo kenal kak?"
Hening, Nicholas tak menjawab. Tangannya meraih ponsel yang ia letakkan di samping laptop yang masih menyala tadi. Ia cari kontak seseorang.
"Hallo. Lo dimana?"
...***...
"Ada apa, Bang? Tumben lo ngajak gue ketemu disini?" Tanya seorang cowok yang tengah duduk sambil menyesap secangkir kopi.
"Gak ada apa-apa. Gue cuma butuh temen ngopi." Jawab Nicholas santai.
Cowok tadi menarik satu alisnya, "Temen Lo di mana?" Tanya cowok tadi. "Biasanya Lo kemana-mana berdua."
"Ada kelas dia." Jawab Nicholas. "O... Iya, Ar. Ada yang mau gue tanyain sama Lo?"
"Apa?" Jawab Arfen yang kini sedang memperhatikan jalan raya di balik jendela kafe, lalu pandangannya beralih kembali menatap Nicholas.
Arfen kembali menarik satu alisnya. "Dira kenapa?" Tanya Arfen cepat, ada raut kekhawatiran yang Nicholas lihat di wajah Arfen.
"Gapapa. Cuma gue perhatiin akhir-akhir ini dia lagi Deket sama Xello." Jawab Nicholas yang kini kembali menyesap kopinya. Ia sedang mencoba menggali informasi dari cowok yang ia ketahui sahabat dari gadis yang ia suka. Tanpa Nicholas tahu, Arfen juga menaruh perasaan yang sama terhadap Dira.
"Mereka pacaran." Jawab Arfen dengan satu tangan terkepal.
"Lo yakin?" Tanya Nicholas lagi. Ia masih belum bisa percaya dengan jawaban yang Arfen berikan padanya.
"Ada yang bilang. Bahkan 'tuh cowok deket banget sama Bokap nya Dira." Jelas Arfen sambil tersenyum kecut.
Arfen kembali teringat dengan apa yang ia lihat di rumah Sakit. Interaksi antara Papa Pras dan Axell yang terlihat dekat dan saat kebenaran yang ia dapatkan saat papa Pras yang memberikan kepercayaan penuh pada Axell untuk menjaga Dira.
'Jadi mereka beneran pacaran? tapi Derry bilang...'
...***...
"Kita mau kemana, kak?" Tanya Dira yang sedang duduk di depan cermin. Ia sedang menyisir rambutnya. Beberapa menit yang lalu, Axell memintanya untuk bersiap karena akan mengajaknya pergi.
"Bunda mau ngajakin menantunya jalan-jalan." Jawab Axell sambil kembali mengacak pelan rambut Dira.
__ADS_1
"Ih... Kak Axell, rambut aku jari berantakan lagi kan! Kapan selesai kalo kak Axell ngacakin rambut aku terus dari tadi!" Protes Dira sambil kembali merapikan rambutnya. Ini sudah ke sekian kali Axell mengacak-acak rambutnya saat laki-laki itu memintanya untuk bersiap. Setiap Dira selesai merapikan rambut, Axell akan mendekat dan mengacak rambut gadis itu. Dan berulang sampai beberapa kali.
*Si Axell kumat nih, jahilnya.
"Abisnya Lo gemesin. Gak apa-apa rambut Lo berantakan, gue tetep suka. Rambut Lo wangi banget, bikin gue..." Axell tak melanjutkan kata-katanya. Tangannya kini meraih sisir dari tangan Dira lalu menyisir pelan rambut gadisnya.
Deg,
'Bikin apa?' Batin Dira.
'Mupeng.' Batin Axell.
*Si Dira, nih. Cantik ya...
"Cantik. Ayo berangkat, nanti bunda kelamaan nunggunya!" Ajak Axell sambil menggandeng tangan Dira keluar dari apartemen.
'Tolong, jantung gue gak aman!' Teriak Dira dalam hati.
Kini keduanya sudah berada di dalam mobil untuk menemui bunda Resty yang lebih dulu berangkat dari rumah. Seperti yang Axell katakan pada Dira tadi, bunda Resty meminta Axell untuk membawa Dira ke salah satu pusat perbelanjaan.
Axell hanya menurut tanpa bertanya kenapa. Karena Axell sudah bisa menebak dengan apa yang akan bundanya itu lakukan.
"Sini sayang!" Panggil bunda Resty saat Dira sudah sampai di pusat perbelanjaan yang di maksud oleh wanita paruh baya itu.
Dira yang melihat bunda Resty langsung tersenyum dan menghampiri mertuanya. Tak lupa ia meraih punggung tangan Bunda Resty untuk ia cium.
"Bunda udah lama nunggunya?" Tanya Dira sopan.
"Belum lama, sayang. Bunda juga baru sampai." Jawab Bunda Resty lalu berjalan sambil menggandeng tangan Dira.
Dira tersenyum dan mengangguk. "Bunda tadi kesini sama siapa? Ayah mana?" Tanya Dira yang tak melihat adanya sang ayah mertua.
Mendengar pertanyaan dari menantunya membuat bunda Resty tersenyum. "Tadi bunda di Anter Pandu, nak (Anak pak Septa asisten Ayah Marvellyo). Nanti ayah mau nyusul kesini. Masih di kantor." Jelas bunda Resty.
Sementara Axell ia hanya mengekor di belakang keduanya. Seulas senyum muncul dari bibir laki-laki itu. Ia senang melihat dua perempuan yang begitu ia cintai bisa sedekat ini.
"Selain bunda, gue juga punya Lo, Dir. Kalian berdua... Berharga."
...***...
Tambahan visual cast.
Renata Isabella Mahaputri
__ADS_1
Derry Bramantyo