
"Gak pesen makan, yang?" Tanya Axell yang baru saja datang dan langsung bergabung dengan ketiganya.
Mendengar suara yang sudah sangat ia kenal, membuat Dira menengadahkan kepalanya menghadap ke arah Axell. Dan tanpa Dira duga sebelumnya,
Cup,
Tanpa peduli dengan keadaan sekitar yang tengah memperhatikannya dengan sang istri, Axell dengan sengaja mendaratkan satu kecupan hangat di kening Dira. Membuat gadisnya itu manyun seketika dengan apa yang Axell lakukan padanya tiba-tiba. Bahkan Laki-laki itu sampai melupakan dimana mereka berada sekarang.
"Kok manyun gitu, sih, yang?" Tanya Axell tanpa rasa bersalah sedikitpun setelah duduk di samping Dira. Laki-laki itu lalu mendekatkan wajahnya ke arah telinga Dira dan membisikkan sesuatu, "...Nanti di rumah kan masih bisa lanjut lagi, yang." Ucap Axell pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Melody dan juga Zaki.
"Ck. Iya, deh... Yang dunia milik berdua. Tapi tolong, ingat tempat!" Cibir Zaki yang sedari tadi memperhatikan Axell dan Dira. Sementara Melody, ia hanya bisa menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"What your problem?" Kalau biasanya Axell enggan menanggapi apa yang terlontar dari mulut Zaki, tapi kalau kali ini beda cerita. Laki-laki itu merespon apa yang baru saja Zaki katakan, walau dengan nada yang tak bersahabat.
"Bukan gue yang punya masalah disini, Xell..." Ucap Zaki menggantung. Laki-laki itu sedang sibuk mengunyah nasi goreng yang baru saja di antarkan oleh Bu kantin tadi. "...tapi mereka. Lihat sekeliling Lo!" Lanjut Zaki setelah mengunyah makanannya.
Axell refleks memperhatikan sekitar setelah mendengar apa yang baru saja Zaki katakan dengan hanya melirik sekilas. Dan benar saja, Axell mendapati setiap pasang mata yang tengah terang-terangan memperhatikannya dan juga Dira.
"Cuek aja, yang!" Ujar Axell sambil menggenggam tangan gadisnya. Dira mengangguk sambil tersenyum ke arah Axell, lalu kembali melanjutkan makannya.
"Good girls." Ucap Axell sambil mengacak pelan rambut Dira.
"Kak Axell mau?" Ucap Dira yang tengah menawarkan bakso miliknya pada Axell.
Axell menggeleng pelan, "Buat kamu aja, yang." Jawab Laki-laki itu.
Melody yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara pasangan suami-istri yang duduk di sampingnya itu seketika teringat akan satu hal.
Klik...
Melody menjentikkan jarinya, "Kayaknya gue tau, deh, Dir, kenapa mereka pada ngeliatin Lo nya gitu banget." Celetuk Melody tiba-tiba.
Dira menoleh dengan satu alis terangkat, "Kenapa, Mel?" Tanya Dira yang memang tidak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam isi kepala para gadis-gadis itu, sampai-sampai mereka sama sekali tak berniat mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Dira.
"Ini pasti gara-gara-" Belum selesai Melody menyelesaikan kalimatnya, Zaki sudah lebih dulu memotong apa yang akan Melody katakan, "Lo yang di jemput sama Bang Rheyhan kemaren."
"Bang Rheyhan?" Beo Dira bingung dengan dahi berkerut. Tak jauh berbeda dengan gadisnya, Axell pun juga ingin tahu, apa mungkin ada hal yang tidak ia ketahui kemaren.
__ADS_1
"Apa masalahnya, Mel? Bang Rheyhan cuma jemput gue karena kak Axell ada kesibukan lain. Lagian... kak Axell kok, yang minta bang Rheyhan buat jemput gue. Terus salahnya dimana?" Tanya Dira balik.
Melody memutar bola matanya jengah, ia tak habis pikir dengan sahabatnya ini. "Masalahnya bukan sesederhana itu, cantik." Ucap Melody sambil menekan pelan kedua pipi Dira menggunakan kedua telapak tangannya. "Dengerin dulu gue ngomong makanya!" Lanjut Melody bersungut-sungut. Sementara Dira malah terkekeh geli melihat wajah Melody yang terlihat kesal padanya.
"Sebelum Lo masuk ke sekolah ini, kak Axell gak ada yang bisa deketin, Dir. Terus Lo yang beberapa bulan lalu masuk ke sekolah ini dan tiba-tiba sekarang mereka taunya Lo pacar kak Axell (Melody mengangkat kedua jarinya saat menyebut kata pacar sebagai tanda kutip). Mereka auto patah hati berjamaah.
"Terus? Salahnya Bang Rheyhan jemput gue dimana, Melody?" Tanya Dira yang masih tidak mengerti dengan apa yang Melody pikirkan.
"Ck. Mereka pasti ngira, Bang Rheyhan selingkuhan Lo, Dira. &dah sampai sini, masih belum ngerti juga?" Ujar Zaki sambil menggelengkan kepalanya. "...Cowo junjungan mereka pacaran sama Lo, terus kemaren Lo di jemput sama cowo yang gue yakin mereka gak kenal, bertepatan dengan gak masuknya Axell kesekolah kemaren... Mereka pasti Nething sama lo." Sambung Zaki yang kini telah menyelesaikan makannya.
Dira menggelengkan kepalanya setelah mendengar kan penjelasan panjang lebar dari Melody yang juga Zaki. "Ada-ada aja, deh."
"Bukan cuma itu, Dir..." Ucap Melody menggantung.
"Apa lagi?" Tanya Dira tak sabar.
"...Mereka semua juga pada liat, Lo di samperin sama Arfen... kapten sebelah." Jawab Melody santai.
Dira menghela nafas pelan. Gadis itu tak habis pikir, cuma gara-gara ada cowo yang datang menjemputnya kemarin, kenapa reaksinya jadi sampai seperti ini. Detik kemudian Dira menggelengkan kepalanya pelan, gadis itu membayangkan bagaimana wajah mereka semua jika mengetahui status dirinya dan Axell yang sebenarnya.
"Gak usah dipikirin, yang. Biar aku yang urus nanti."
...***...
(Bang Rheyhan, nih... Yang katanya temen main belakangnya si Dira 🤭.)
...***...
Suasana area parkir yang ramai, tak ayal membuat keduanya menjadi pusat perhatian. Dan hal itu membuat Axell tidak suka. Axell benci dengan keadaan seperti ini, tapi demi istrinya ia harus melakukan hal ini. Demi menampik pikiran negatif yang mengarah pada sang istri.
"Kak Axell udah lama nunggu?" Tanya Dira yang baru saja datang.
"Gak kok, yang." Jawab Axell santai.
"Hai, Dir. Gimana kabar lo hari ini?" Sahut Rheyhan pada Dira.
__ADS_1
"Baik, Bang. Bang Rheyhan sendiri?" Tanya Dira balik.
Rheyhan mengangguk, "Seperti yang Lo liat, i'm fine." Jawab Rheyhan ramah. Laki-laki itu lalu melirik ke arah Axell sambil tersenyum miring. "Ok, Xell. Karena Lo masuk sekolah hari ini, gue gak jadi jemput Dira. Dan gue minta sama Lo, jaga adek gue baik-baik... Pastiin dia selamat sampai rumah. Gue percayain dia sama lo." Ujar Rheyhan sambil menepuk sebelah pundak Axell sampai akhirnya berlalu pergi meninggalkan keduanya.
Tak ada jawaban dari mulut Axell, Laki-laki itu hanya mengangkat satu jempolnya sambil tersenyum ke arah Rheyhan.
Sementara Dira, gadis itu tengah mengernyitkan dahinya bingung. 'Adek gue?' Batin gadis itu.
Detik kemudian Dira mengedarkan pandangannya ke arah sekitar. Ia tahu apa maksud dari ucapan dari Rheyhan yang menyebutnya adek tadi. Lalu pandangannya beralih menatap ke arah Axell yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Ayo, kak, kita pulang."
...***...
"Makasih ya, kak." Ucap Dira pada Axell. Kini keduanya sedang berada di perjalanan pulang.
Axell terkekeh pelan mendengar ucapan terima kasih yang terlontar dari mulut Dira. Ternyata gadisnya itu tanggap dengan apa yang ia lakukan tadi bersama Rheyhan. Sebelah tangan kekarnya lalu terulur untuk mengacak pelan puncak kepala gadisnya itu dengan sayang.
"Buat jagain istri aku, Aku cuma lakuin apa yang semestinya aku lakuin, yang..." Jawab Laki-laki itu sambil fokus menyetir. "Gara-gara aku yang nyuruh bang Rheyhan buat jemput kamu, aku jadi denger banyak gosip murahan tentang kamu di sekolah. Dengan apa yang aku lakuin sama bang Rhey tadi, aku pastiin bisa bungkam mulut mereka. Karena aku gak suka denger istri aku di gosipin kayak gitu." Tegas Axell.
Dira tersenyum mendengar penuturan Axell. Perasaannya seketika menghangat. Laki-laki berstatuskan suaminya ini ternyata begitu menyayangi dirinya. "Sekali lagi makasih ya, kak." Ulang Dira mengucapkan terima kasih.
Axell mengangguk, "Gak perlu bilang terima kasih, yang..." Balas Axell sambil kembali mengusap lembut Surai kecoklatan milik gadisnya. Laki-laki itu tersenyum senang, tiba-tiba sebuah ide jahil muncul di kepalanya. "Tapi kalo kamu mau berterima kasih, seingat aku, aku udah pernah ngajarin kamu cara berterima kasih yang baik dan benar. Jadi, nanti sampai rumah aja terima kasihnya."
*
*
*
Axell : Mana yang namanya HenyWahyuni_09? Bener, Katanya kangen sama gue?
...Iya, kangen boleh, gue juga gak nglarang. Tapi Lo mesti inget, selain gue suami orang, gue juga fiksi!
__ADS_1
*Nah... lhoh,,, HenyWahyuni_09... Kangenin Axell, udah tau suami orang, fiksi pula, masih aja di kangenin🤭😘✌🏻🙏🏻