Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
19. Siaran Live Nayla.


__ADS_3

Bel pulang sekolah telah berbunyi beberapa menit yang lalu, dan kini Dira tengah memarkirkan mobilnya di depan toko swalayan. Dira berniat untuk membeli beberapa cemilan untuknya dan juga untuk Nayla. Tadi saat akan pulang sekolah, Nayla mengatakan niatnya untuk datang ke apartemennya.


Dira memasuki toko swalayan tersebut dan langsung menuju rak yang menyediakan camilan kesukaannya dan Nayla, tak lupa dengan beberapa minuman ringan.


Setelah selesai memasukan beberapa bungkus cemilan ke keranjang belanjaan, kini Dira berjalan menuju kasir.


Saat Dira akan menuju ke kasir, ponsel Dira bergetar dan Dira langsung menerima panggilan masuk yang ternyata dari Nayla.


"Iya, Nay, Lo dimana?"


"(....)."


"Terus jadi gak?


"(....)."


"O... Ok."


Tuutt...


Dira memutuskan sambungan telepon dengan Nayla. Tadi Nayla bilang kalau dia masih di jalan.


Sampai akhirnya Dira meletakkan ponselnya di meja kasir dan mengambil dompet yang dia taruh di dalam tas sekolahnya. Setelah membayar Dira langsung mengangkat belanjaannya dan bergegas meninggalkan toko swalayan tersebut sampai Dira lupa kalau ia meninggalkan sesuatu.


Ya, ponsel Dira tertinggal di atas meja kasir.


...***...


Dira telah sampai di apartemen miliknya. ia bergegas untuk mandi dan ganti baju setelahnya.


Tok...


Tok...


Tok...


Tak lama terdengar suara orang yang mengetuk pintu. Dira bergegas membukanya.


"Lo dari mana aja sih, Nay. Lama banget tau nggak!" Protes Dira.


Mendengar protes yang di layangkan untuknya membuat Nayla terkikik pelan.


"Gue tadi ketemuan bentar sama Verrel." Jawab Nayla.


"Ck. janjinya sama siapa, ketemunya sama siapa?" Cibir Dira pura-pura merajuk.


"Idih, ambekan. Kan gue cuma bentar, Dira." Jawab Nayla tak terima.


"Iya-iya." Pasrah Dira.


Nayla masuk dan langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu. Disusul Dira yang datang membawa beberapa Snack dan minuman dingin.


"Dira, gak usah repot-repot kali, Dir. Nanti gue bisa ambil sendiri." Celetuk Nayla yang melihat Dira datang dengan nampan berisikan banyak cemilan dan juga minuman diatasnya.


"Iya, gue tau. Ini buat gue sendiri. Bukan buat Lo." Jawab Dira santai.


"Lah... emang habis segini banyak?" Tanya Nayla tak percaya melihat begitu banyak cemilan yang Dira bawakan.


"Enggak. Makanya gue minta Lo buat bantuin ngabisin." Jawab Dira yang diakhiri dengan tawa keduanya.


"Eh, ada gitar." Celetuk Nayla yang melihat ada gitar di kamar Dira yang terbuka.


"Gitar siapa, Dir?" Tanya Nayla.


"Punya guelah. Siapa lagi." Jawab Dira sambil makan Snack kentang kesukaannya.


"Kali aja punya Arfen." Jawab Nayla asal.


"Nggak mungkinlah. Gue gak pernah ngajak Arfen kesini." Jawab Dira yang mendapat anggukan kepala dari Nayla.


Nayla keluar dari kamar Dira sambil membawa gitar tersebut dan langsung memberikannya untuk Dira. "Dir, nyanyi dong! Suara Lo kan bagus, udah lama gue gak denger Lo nyanyi!" Pinta Nayla pada Dira.


"Nyanyi lagu apaan, nih?" Tanya Dira.


"Apa kek gitu." Ucap Nayla.


Dira menerima gitar itu dan meraih minumannya. Dira meminum minuman kalengnya itu untuk mendorong Snack kentang yang masih tertinggal di tenggorokannya.


Jrengg...


Melihat Dira yang mulai memainkan gitarnya membuat Nayla tak tinggal diam. Nayla langsung mengambil ponselnya dan langsung membuka salah satu akun media sosialnya.

__ADS_1


nayla.nayku Live. with ma-fren๐Ÿ˜˜๐ŸŽถ @andira.pra25


๐ŸŽถ I'm standing on the bridge...


i'm waiting in the dark...


I thought that you'd be here by now...


There's nothing but the rain...


No footsteps on the ground...


I'm listening, but there's no sound...


Isn't anyone trying to find me?


Won't somebody come take me home?


It's a damn cold night...


Trying to figure out this life...


I don't know who you are, but i...


I'm with you...


I'm with you, mmm...


I'm looking for a place...


I'm searching for a face...


Is anybody here i know?


'Cause nothing's going right...


And everything's a mess...


And no one likes to be alone...


Isn't anyone trying to find me?


Won't somebody come take me home?


It's a damn cold night...


Trying to figure out this life...


I don't know who you are, but i...


I'm with you...


I'm with you, yeah, yeah...


Oh, why is everything so confusing?


Maybe i'm just out of my mind...


Yeah, yeah yeah yeah yeah


Yeah yeah, yeah yeah


Yeah...


It's a damn cold night...


Trying to figure out this life...


I don't know who you are, but i...


I'm with you...


I'm with you...


Take me by the hand, take me somewhere new...


I don't know who you are, but i...


I'm with you...


I'm with you...

__ADS_1


Take me by the hand, take me somewhere new...


I don't know who you are, but i...


I'm with you, oh...


I'm with you...


I'm with you...


Bait demi bait Dira nyanyikan dengan begitu penuh penghayatan. Entah mengapa dari sekian banyak lagu, Dira menyanyikan lagu tersebut.


Ting...


Ting...


Ting...


Terdengar begitu banyak notif dari ponsel Nayla.


Disukai oleh verrel.gan dan 1.0**80 lainnya**.


orion.ptr93 seketika hanyut gue sama @andira.pra25


babas.tian anjirr, bidadari gue...๐Ÿ˜


zaki.ganteng @andira.pra25 diem-diem mendem bakat ... gila anjirrrr ...


verrel.gan lagi pada dimana??? @nayla.nayku & @andira.pra25


arfen.ars32 share lokasi @andira.pra25 @nayla.nayku gue mo nyusul.


my.melody aaaaaaa... gue gak diajak ... kejamnya @andira.pra25 @nayla.nayku


"Langsung rame, anjirrr." Celetuk Nayla.


"Apanya yang rame, Nay?" Tanya Dira kepo.


Nayla langsung menunjukkan ponselnya ke arah Dira, seketika Dira menyipitkan matanya sejenak sebelum akhirnya mata gadis itu membulat sempurna melihat postingan dari sahabat yang sudah dianggapnya kakak tersebut.


"Nayla, ihhhh... kebiasaan deh! Suka banget sih Posting diam-diam." Protes Dira tak terima.


"Kenapa sih memangnya, bagus gini kok?" Jawab Nayla santai. "Eh Dir, nih si Arfen minta Sharelock, kasih gak nih?" Tanya Nayla.


"Nggakk usah Nay, gue gak mau dia kesini. Mending Lo tutup deh ponsel Lo!" Pinta Dira. Nayla langsung menutup ponselnya dan langsung memasukkannya ke dalam tas dan bersiap untuk pulang.


"Mau kemana, Nay?" Tanya Dira yang melihat Nayla berdiri sambil membawa tas sekolahnya.


"Mauu pulang gue, Dir. Udah mau malem." Jawab Nayla sambil memakai sepatunya.


"Nggak nginep disini aja, besok kita berangkat bareng?" Tawar Dira pada Nayla.


"Next time aja, Dir. Gue baru inget tadi nyokap nyuruh gue beli sesuatu. Ok, Dir. Gue balik dulu ya." Ucap Nayla Sambil memeluk Dira.


Disaat keduanya sedang asyik berpelukan, tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu.


Tok...


Tok...


Tok...


"Ada yang ketok pintu 'tuh, Dir di depan." Celetuk Nayla.


"Bentar ya, gue buka pintu dulu." Jawab Dira sambil berjalan melangkah menuju pintu untuk melihat siapa yang datang ke apartemennya, mengingat tidak ada teman-teman Dira yang tahu dimana Dira tinggal kecuali Nayla, Papa Pras dan mama Diva.


Ceklek.


"Siap-... " Ucapan Dira terhenti ketika melihat seorang cowo yang berdiri tepat di depannya. Dira mengangkat sebelah alisnya ketika berhadapan dengan kakak kelas yang menjabat sebagai ketua OSIS itu, siapa lagi kalau bukan Axell.


"Kak Axell." Ucap Dira lirih. Axell menaikkan satu alisnya ketika melihat ekspresi Dira yang terlihat tak biasa melihat kedatangannya.


"Axell, ngapain?" Tanya Nayla kaget begitu tahu kalau yang datang mengetuk pintu tadi adalah Axell.


"Ada apa ya, kak?" Tanya Dira To the point.


"Lo ada kehilangan sesuatu nggak?" Bukanya menjawab, Axell malah bertanya balik pada Dira.


Dira mengerutkan keningnya bingung, kenapa Axell bisa bertanya seperti itu. sementara Dira sama sekali tak merasa kehilangan sesuatu.


"Atau ada sesuatu barang Lo, yang tertinggal waktu Lo beli cemilan tadi mungkin?" Ucap Axell melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


Belum menjawab, Dira masih asyik mengingat-ingat. "Kayaknya nggak, kak." Jawab Dira yakin.


"Ini punya Lo."


__ADS_2