Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
119. Gara-gara rambut basah.


__ADS_3

Setelah menyelesaikan kegiatannya membersihkan diri. Kini Axell langsung merebahkan dirinya di samping Dira yang lebih dulu tertidur di ranjang saat ia mandi tadi.


Axell yang hampir saja tertidur itu tiba-tiba kembali membuka matanya karena mendengar ponselnya yang berdering di atas nakas samping Dira.


Karena tak ingin membuat tidur gadisnya terganggu, dengan cepat Axell meraih ponselnya untuk melihat, siapa yang sedang menelponnya di jam malam seperti ini.


📞 Ayah is Calling...


Dan saat Axell membaca id si pemanggil, nampak satu alis dari laki-laki itu tertarik ke atas. Pasalnya, ini pertama kalinya Ayah Marvellyo menelponnya malam-malam begini.


'Pasti ada hal penting.' Batin Axell.


Tak ingin membuat ayahnya lama menunggu, Axell lalu menggeser tombol hijau untuk menerima telpon dari sang ayah.


"Hallo, assalamu'alaikum, yah."


"(....)."


"Axell lagi di rumah papa, yah. Ada apa?"


"(....)."


"Pak Septa, yah? Ada apa?"


"(....)."


"Harus besok ya, yah?"


"(....)."


"Iya, yah. Besok Axell ke kantor." Jawab Axell sambil memijat pangkal hidungnya.


"(....)."


"Iya, yah. Selamat malam." Jawab Axell sebelum telepon itu terputus.


Axell lalu me-non aktifkan ponselnya lalu tidur sambil memeluknya gadisnya. Tak lupa satu kecupan lembut ia daratkan di kening Dira. "Nice dream, baby."


...***...


Keesokan harinya, Dira yang mulai terbangun karena merasakan hembusan nafas teratur yang menerpa tengkuk lehernya itu, terlihat sedang kesusahan bergerak karena Axell yang memeluknya erat dari belakang.


Susah payah Dira mencoba melepaskan pelukan dari Axell, tapi sepertinya sia-sia saja. Laki-laki itu bahkan seperti enggan melepaskan pelukannya.


"Kak... aku mau bangun, tolong lepas!" Ucap Dira yang masih mencoba melepaskan tangan Axell yang melingkar di perutnya. Padahal entah Axell akan mendengarnya atau tidak.


Tapi, bukannya terlepas, Axell malah semakin mengeratkan pelukannya pada Dira.

__ADS_1


"Kak-... iih... kak Axell sengaja kan, mau bikin aku telat lagi kayak kemaren." Ucap gadis itu yang masih berusaha melepaskan pelukan Axell.


"Cium dulu, yang. Nanti baru aku lepasin!" Ucap Axell dengan suara serak khas bangun tidur, bahkan dengan mata yang masih tertutup.


Mendengar apa yang Axell katakan, gadis itu refleks menoleh ke belakang. "Kak Axell udah bangun dari tadi, kan? Please, lepasin, kak! Aku mau mandi." Ucap Dira.


"Bareng ya, yang, tapi." Sahut Axell yang kini sudah membuka matanya.


"Gak ada bareng-barengan. Mandi sendiri-sendiri." Tolak Dira cepat. Nanti yang ada bukannya mandi, tapi sesuatu yang lain yang akan terjadi. Dan itu pasti memakan waktu yang lebih lama.


Axell tersenyum mendengar penolakan dari Dira. Tapi bukannya marah, Axell malah semakin gencar menggoda gadisnya itu, "Cium dulu, yang!" Jawab Axell yang kini sedikit melonggarkan pelukannya pada Dira agar gadis itu bisa leluasa memutar tubuhnya menghadap ke arah Axell.


"Gak mau, nanti kak Axell pasti minta lebih." Ucap Dira menolak keinginan Axell.


Bukannya marah, Axell terkekeh geli mendengar jawaban dari Dira, "Ya udah kalo gak mau... aku aja yang cium kamu, gimana?" Balas Axell.


"Iiih... ka-


Cup,


"Morning Kiss." Ucap Axell setelah mendaratkan satu kecupan singkat pada bibir Dira.


Bukannya membalas ucapan Axell, Dira malah memanyunkan bibirnya usai Axell menciumnya tadi.


"Kok manyun sih, yang? Kurang?" Tanya Axell yang kini kembali menggoda gadisnya.


"Ih... gak, ya. Udah ah... aku mau mandi." Jawab Dira yang sekarang bangun dan langsung kabur menuju kamar mandi. Bisa bahaya nanti kalau Axell kembali memeluknya dan berujung pemersatuan bangsa-bangsa.


Selesai dengan mandinya, Dira keluar dari kamar mandi dengan menggunakan Bathrobe. Gadis itu tadi lupa membawa daleman dan seragam saat memasuki kamar mandi karena terburu-buru. Takut-takut kalau Axell tiba-tiba menyerangnya.


"Kak Axell gak mandi?" Tanya Dira saat melihat Axell yang duduk bersandar di ranjang dengan memainkan ponselnya. Asli. Pertanyaan Dira tadi hanya basa-basi agar Axell segera masuk kamar mandi dan ia bisa leluasa memakai bajunya.


"Ini juga mau mandi, yang." Jawab Axell yang kini meletakkan ponselnya di atas nakas. Pandangan laki-laki itu lalu beralih menatap ke arah Dira yang kini tengah berdiri di depan lemari baju.


Melihat istrinya yang hanya mengenakan Bathrobe di tambah dengan rambut setengah basah acak-acakan, entah mengapa pikiran Axell menjadi liar. Bukannya berjalan ke kamar mandi, Laki-laki itu malah berjalan mendekat dan memeluk gadisnya dari belakang.


"Kak... K-kak Axell mau ngapain?" Tanya Dira yang terkejut saat merasakan sepasang tangan melingkar di perutnya. Ini tidak baik. Ia harus bersiap ke sekolah.


Tak menjawab apa yang gadisnya itu tanyakan, Axell malah semakin mengeratkan pelukannya. Bahkan Axell kini mulai menciumi tengkuk leher Dira.


"Kak... kita nanti bisa telat." Protes Dira yang berusaha melepaskan diri dari Axell.


Axell melepaskan pelukannya saat tersadar dengan apa yang baru saja ia lakukan,


'O-SHITT.' Umpat Axell dalam hati. Bukan, bukan karena Dira yang menolaknya. Bukan juga karena waktu yang seakan berjalan dengan cepat dan menuntut keduanya untuk bersiap menjalankan aktivitasnya masing-masing. Tapi, umpatan itu Axell tujukan untuk dirinya sendiri. Kenapa ia tidak bisa menahan diri dan malah mudah sekali terpancing hanya karena melihat rambut basah gadisnya.


"Ok, aku mandi bentar, yang."

__ADS_1


...***...


Dira yang sudah selesai bersiap itu kini tengah berselfie di depan cermin meja riasnya.


Cekrek,


Gadis itu nampak tersenyum saat melihat hasil dari foto Selfi yang ia ambil. Lalu jari-jemari lentiknya menari, mengetikan sebuah Caption yang terlintas di pikirannya.



andira.pra25 Morning bestie...


Disukai oleh Arfen.ars32 dan 889 lainnya.


babas.tian Morning 2 bidadadadadarari 👋🏻


verrel.gan Jangan suka mancing Lo @babas.tian. Mau Lo di gorok sama @ax.arkn ?


nayla.nayku Masih pagi untuk gila @babas.tian


my.melody Morning 2 my bestie... @andira.pra25


ax.arkn 🖤 U @andira.pra25.


zaki.ganteng @ax.arkn Kang bucin.


"Udah main ponselnya! Katanya gak mau telat?" Ucap Axell saat merebut ponsel Dira secara tiba-tiba.


Dira yang terkejut karena Axell yang entah sejak kapan berada di sampingnya itu pun menoleh ke arah Axell. Baru saja gadis itu akan melayangkan protes karena Axell yang datang tiba-tiba dan merebut ponselnya. Tapi ia urungkan karena melihat Axell yang hanya mengenakan baju santai dan bukannya seragam sekolah.



"Kak Axell gak sekolah hari ini?" Tanya Dira dengan satu alis terangkat.


"Gak, yang. Ada meeting di kantor." Jawab Axell yang kini meraih ponselnya lalu memasukkannya ke dalam saku celana. "Habis nganterin kamu ke sekolah, aku mau pulang ke rumah ayah buat ganti baju." Jawab Axell.


"Kalo gitu aku berangkat sendiri aja, kak. Kak Axell langsung ke rumah ayah aja gapapa kok." Ucap Dira yang malah mendapat tatapan mata datar dari Axell.


"Berangkat sama aku, yang." Balas Axell tak mau di bantah.


Dira menghela nafas pelan, "Aku hanya gak mau kak Axell capek nyetir pagi-pagi. Abis nganter aku terus pulang, abis itu ke kantor. Belum nanti kalo terjebak macet." Jawab Dira mengatakan alasannya yang ingin berangkat sekolah sendiri.


Axell tersenyum mendengar apa yang Dira katakan, "Yang... Segala sesuatu hal yang menyangkut tentang kamu itu udah jadi tanggung jawab aku, termasuk nganterin kamu sekolah. Jadi gak usah kayak gini, kamu cuma cukup kasih aku semangat, Ok?" Ucap Axell sambil mengacak pelan rambut Dira.


Mendengar apa yang Axell katakan padanya membuat sudut bibir Dira terangkat. Gadis itu pun menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti.


"Good girl. Ok sayang, kita hanya punya waktu kurang dari 30 menit untuk sampai ke sekolah. Jadi, kamu masih mau berdiam diri disini atau berangkat sekarang?" Ucap Axell sambil menunjukkan jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya pada Dira.

__ADS_1


Dimana jam yang sudah menunjukkan pukul 06.33, itu artinya mereka bisa saja terlambat. Karena jarak tempuh dari rumah papa Pras ke sekolah yang memang memakan waktu sekitar 30 menit perjalanan.


Seketika mata gadis itu membulat sempurna. "Kak, kita harus cepat!"


__ADS_2