Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
21. Kabar yang mengejutkan.


__ADS_3

Dira kini sedang berada di dalam mobilnya. Bel pulang sekolah telah berbunyi sekitar setengah jam yang lalu. Tapi Dira enggan menjalankan mobilnya untuk pulang.


Cukup lama Dira berdiam diri sambil menatap kosong ke arah depan. Sampai suara ketukan pada kaca pintu mobil menyadarkannya dari lamunan.


Tok...


Tok...


Tok...


Dira tergelak dan refleks melihat kearah samping. Melihat wajah laki-laki yang mengetuk kaca jendela mobilnya membuat Dira menarik satu alisnya seakan bertanya ada apa.


Dira membuka membuka kaca jendela mobilnya dan bertanya, "Kak Axell, ada apa?"


"Lo nggak pulang? Pintu gerbang udah mau ditutup." Ucap Axell.


"Ini juga mau pulang kok kak." Jawab Dira yang hanya mendapat anggukan kepala dari laki-laki itu sambil memutar tubuhnya dan hendak berjalan menuju mobilnya.


"Kak Axell." Panggil Dira. Axell berhenti dan menoleh kearah Dira. "Boleh nanya sesuatu nggak?" Tanyanya. Axell menarik sebelah alisnya.


"Sebelumnya makasih, kak Axell udah baik mau balikin ponsel gue..." Ucap Dira yang menggantung dan tak mendapat respon apa-apa dari Axell. Axell tahu bukan itu yang akan di katakan oleh gadis di depannya ini sebenarnya. " ...Tapi kenapa kak Axell block nomor Arfen di ponsel Gue?" Sampai pertanyaan yang tadi sempat menggantung lolos dari mulutnya.


"O... Itu, Gue Iseng." jawab Axell cuek dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Mendapat jawaban dari Axell yang menurutnya aneh, seketika membuat Dira mengetahui satu fakta bahwa, kalau ternyata kakak kelasnya yang menjabat sebagai ketua OSIS itu memang...


'*A*neh'.


Tak ingin kembali membuang waktu, Dira kini menjalankan mobilnya dan bergegas keluar dari area sekolah begitu juga Axell yang berada tepat di belakang gadis itu.


Sampai pada persimpangan jalan, Axell melihat Dira mengambil jalan yang berbeda. Yakni bukan jalan menuju apartemennya.


"Mau kemana dia?" Gumam Axell lirih setelah melihat Dira yang tak searah dengannya.


...***...


Kini Dira sedang berjalan memasuki rumahnya dan langsung di sambut oleh Mama Diva. "Sayang, kamu sudah pulang?" Tanya Mama Diva Sambil memeluk Dira. Gadis itu membalas pelukan Mama Diva dan menganggukkan kepalanya.


"Tapi kok telat, sayang? Mama sudah nungguin kamu loh, dari tadi. Kamu nggak kenapa-kenapa kan di jalan?" Tanya Mama Diva khawatir.


"Nggak, Ma, tadi jalanan agak macet." bohong Dira.

__ADS_1


"Ya sudah, kamu masuk kamar dan bersihin badan kamu ya! Nanti Mama tunggu di ruang keluarga!" Titah Mama Diva.


"Iya, Ma, kalo gitu Dira ke atas dulu ya." Pamit Dira pada Mama Diva.


...***...


Axell sedang berjalan menunju ke apartemennya. Disaat Axell sampai di depan pintu apartemen Dira, ponsel Axell bergetar menandakan ada panggilan masuk.


📲 Bunda is Calling...


Sebelum menerima telepon dari Bunda Resty, Axell sempatkan untuk memandang sekilas pintu apartemen Dira.


"Hallo, Bun,"


"(....)."


"Udah, Bun. Ini Axell baru nyampe apartemen."


"(....)."


"Ayah kenapa ya, Bun?"


"(....)."


"(....)."


"Iya, Bun."


Tuutt... tuutt...


Setelah telepon dari Bunda terputus, Axell melanjutkan langkahnya menuju unit miliknya.


...***...


Seorang gadis berjalan pelan menuruni anak tangga menuju ruang keluarga dimana tadi Mama Diva menunggunya. Ia sempatkan menghela nafas panjang sebelum mendekat kearah Mama Diva dan Papa Pras yang kebetulan sedang berada di sana. 'Kapan papa pulang?' Batin Dira.


"Sini, sayang!" Panggil Papa Pras yang menyadari kedatang dari putrinya itu. Di sertai anggukan kepala, Dira berjalan mendekat kearah Mama Diva dan Papa Pras.


"Papa mau ngomong apa sama Dira?" Tanya Dira pelan. Tangan Papa Pras terulur untuk mengusap lembut puncak kepala anak gadisnya itu.

__ADS_1


"Papa mau bahas tentang pernikahan kamu, sayang." Ucap Papa Pras yang di akhiri dengan senyumnya.


Deg,


Seketika jantung Dira berdegup kencang mendengar apa yang baru saja Papa Pras katakan. Tapi sebisa mungkin Dira bersikap tenang, sampai akhirnya Dira membuka suara.


"Ada apa, Pa?" Tanya Dira ingin tahu. 'Please batal... please moga aja batal, biar gue gak jadi nikah' Batin Dira penuh harap.


*Oh tidak Dira, kamu salah besar dalam hal ini.


"Pernikahan kamu di percepat sayang, tiga hari lagi kamu akan segera menikah." Ucap Papa Pras dan sukses membuat Dira merasa sesak. Seakan udara di sekitarnya seketika menghilang begitu saja.


Dira terdiam membisu. Ia masih mencerna apa yang baru saja Papa Pras katakan tadi, "Apa, Pa?" Tanya Dira yang ingin kembali mendengar apa yang di katakan papa Pras tadi. Gadis itu berharap apa yang di dengarnya adalah salah.


"Papa, Mama dan calon mertua kamu, sudah sepakat untuk mempercepat pernikahan kalian. Dan kesepakatan ini sudah final." Ucap Papa Pras mantap.


"Tapi, Pa, kenapa buru-buru? Dira bahkan nggak kenal sama dia, gimana mau kenal. Ketemu aja belum pernah!" Protes gadis itu.


"Seperti yang Mama bilang sama kamu, sayang. Kalian sebenarnya saling kenal. Hanya saja kalian gak saling dekat." Ucap Mama Diva ikut bersuara.


"Tapi siapa, Ma? Dira tahu namanya aja nggak. Yang Dira tahu, kita satu sekolah dan dia kakak kelas Dir-" Belum selesai Dira melanjutkan kalimatnya, Papa Pras kembali buka suara. "Lebih tepatnya dia adalah anak dari pemilik sekolah itu, Dira."


"Siapa, Pa?" Tanya Dira lagi.


"Semuanya akan terjawab tiga hari lagi sayang. Jadi persiapkan diri kamu."


"Pa... Apa pernikahan ini nggak bisa di tunda sampai Dira lulus?" Ucap Dira yang berusaha mencoba menolak keputusan dari papanya.


"Ini sudah kesepakatan bersama, Dira. Dan juga, bukannya kamu sudah setuju waktu Papa bilang kalau kamu sudah di jodohkan?" Jawab Papa Pras.


"Tapi kan nggak secepat ini juga, Pa. Dira kan masih pengen sekolah. Nanti kalau Dira nikah, pasti Dira nggak bisa sekolah lagi." Ucap Dira frustasi.


Mendengar apa yang di katakan Dira, Papa Pras hanya bisa menghela nafas pelan. Papa Dira tahu semua ini terlalu cepat untuk Dira, tapi Papa Pras harap dengan cara ini, Dira akan aman karena ada seseorang yang akan menjaganya.


Tangan besar papa Pras kembali mengusap kepala Dira dengan lembut dan berkata, "Kamu masih bisa sekolah, sayang. Dan nanti pernikahan ini akan di rahasiakan sampai kalian lulus nanti. Tidak akan ada yang berubah. Hanya statusmu saja yang telah menjadi seorang istri." Jawab Papa Pras menjelaskan.


"Papa sama Mama melakukan ini karena ini yang terbaik untuk kamu, sayang." Ucap lembut Mama Diva.


"Huuhhh...."

__ADS_1


...***...


*Pasrah kan, Diranya. Gimana mau nolak lagi coba? wkwkwkwk.. 🤣😂🤭


__ADS_2