Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
47. Gak usah Lo pikirin! (Axello)


__ADS_3

"Maksud Ayah..." Ucap Ayah terjeda, ia sedang melemparkan senyum ke arah Bunda Resty yang langsung di balas senyum serta anggukan kepala oleh Bunda Resty.


"...apa belum ada tanda-tanda Ayah akan segera menimang cucu?" Tanya Ayah Marvellyo yang sukses membuat Dira tersedak.


"Uhuk... uhuk..." Dira terbatuk tepat saat Ayah Marvellyo selesai mengucapkan kalimatnya. Sementara Axell yang duduk tepat di sebelah Dira langsung mendekatkan gelas berisi air yang Dira berikan padanya tadi.


"Minum dulu!" Titah Axell pada Dira. Dira lalu menerima gelas yang Axell berikan padanya dan meminum airnya.


"Sayang kamu nggak apa-apa?" Tanya Bunda Resty yang bersamaan dengan Axell.


"Lo nggak apa-apa, kan?" Tanya Axell.


"Nggak apa-apa, kak." Jawab Dira lirih.


"Yah, bisa gak jangan bahas itu dulu!" Ujar Axell pada Ayahnya itu.


"Kenapa, Boy? Ayah hanya menanyakan pertanyaan yang wajar di tanyakan pada pasangan yang sudah menikah? Bukan begitu Dira?" Ujar Ayah Marvellyo.


Dira yang mendengar apa yang di katakan oleh mertuanya ini hanya bisa menampilkan senyum tipis lalu kembali menundukkan kepalanya karena malu. Rasanya Dira ingin menghilang saat ini juga.


"Ayah, Dira belum siap." Ucap Bunda Resty lirih sambil memegang tangan Ayah Marvellyo.


"Iya, baiklah... Ayah bisa mengerti. Ayah tidak akan memaksakan keinginan ayah pada kalian berdua... Dalam waktu dekat ini. Tapi..." Ucapan Ayah Marvellyo terhenti dan langsung mendapat pertanyaan dari Putranya.


"Tapi apa, Yah?" Tanya Axell.


"...Bukan berarti kalian lepas dari kewajiban memberikan Ayah dan Bunda cucu nantinya." Ujar Ayah pada anak dan menantunya itu.


"Yah, Axe-


"Sudah-sudah! Ayo dilanjutkan dulu makannya!" Titah Bunda Resty yang mencoba melerai perdebatan kecil antara putra dan suaminya itu.


Sementara Dira, ia masih nampak menundukkan kepalanya. Ia merasa malu dan canggung sekarang. Kenapa mertuanya ini tiba-tiba membahas tentang cucu?


Sementara Bunda Resty yang melihat Dira yang tidak melanjutkan makannya pun kini memutuskan untuk menegur menantunya itu. "Sayang, kok nggak dilanjutin makannya?" Tanya Bunda Resty.


Dira pun seketika mengangkat wajahnya untuk menghadap ke arah bunda Resty dengan kembali tersenyum. "Iya, Bun."

__ADS_1


Axell yang melihat kearah Dira pun kini ikut bertanya. "Lo kenapa?".


Dira yang mulai melanjutkan makannya pun beralih menatap Axell dan menggelengkan kepalanya. Axell yang melihat respon dari Dira pun memutuskan untuk mendekatkan kepalanya ke arah Dira seraya berbisik. "Jangan Lo dengerin omongan Ayah! Ayah cuma bercanda!"


...***...


Hari sudah semakin malam. Ayah dan Bunda telah masuk ke kamar, disusul Axell dan Dira yang juga masuk ke kamar Axell yang sekarang menjadi kamar Dira juga.


Setelah Ayah Marvellyo mengutarakan keinginannya tadi entah mengapa membuat Dira bergelut dengan pikirannya sendiri.


Ayah Marvellyo benar, di setiap pernikahan pasti ujung-ujungnya akan ada pembahasan tentang masalah keturunan. Dan itu yang tengah gadis itu pikirkan sekarang.


Bukan Dira tak ingin memiliki anak dengan Axell yang berstatus kan suaminya sekarang. Tapi mengingat keduanya yang masih sama-sama bersekolah, dan dengan umur Dira yang masih sangat muda seperti sekarang ini. Apakah Dira sanggup untuk menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anaknya nanti.


Axell yang melihat Dira hanya diam terduduk di sofa kamar memutuskan untuk mendekat ke arah gadis itu. Saat Axell sudah berdiri tepat di depan Dira, di lihatnya gadis itu yang hanya diam sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa membuat Axell membungkukkan badannya ke arah Dira. Dan,


Fyuuuh....


Axell yang dengan sengaja meniup pelan wajah Dira untuk membuatnya menyadari keberadaanya itu malah membuat gadis itu memejamkan matanya. Dan saat Dira membuka mata,


Dira yang baru sadar kalau wajah Axell berada sangat dekat dengannya pun seketika terpaku.


Seperti saat bangun tidur sore tadi. Jantung Dira kembali berdegup sangat kencang saat merasa berada di dekat Axell seperti saat ini.


Karena dirasa Dira masih diam, Axell memutuskan untuk kembali meniup wajah Dira lagi.


Fyuuuh....


Kembali tercium aroma segar mint dari mulut Axell dan kali ini berhasil menyadarkan Dira dari lamunannya.


"Kak Axell." Lirih Dira.


"Lo kenapa?" Tanya Axell yang mendapat gelengan kepala dari Dira. "Nggak apa-apa, kak." Jawab Dira.


Axell mengangkat sebelah alisnya saat mendengar jawaban Dira. Gadis itu memilih untuk tidak mengatakan apa yang sedang ada di pikirannya saat ini.


"Lo mikirin omongan Ayah tadi?" Tebak Axell yang sekarang sudah beralih duduk di samping Dira.

__ADS_1


Lagi, untuk kedua kalinya Dira kembali menggelengkan kepalanya.


"Gak usah Lo pikirin! Biarin semuanya berjalan bagaimana mestinya. Gue nggak mau, Lo terbebani dengan keinginan Ayah yang nantinya malah bikin Lo tertekan." Ujar Axell.


Mendengar apa yang di katakan Axell tadi membuat Dira kembali menatap ke arah Axell. Tatapan yang susah di artikan.


'Lo peduliin gue, kak?'


Axell kini menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dengan kepala yang menghadap ke atas dan mata terpejam. Laki-laki itu kembali berkata, "Wajar aja, sih, Dan gue juga nggak bisa menyalahkan apa yang menjadi keinginan Ayah saat ini. Semua orang yang menikah pasti akan memiliki anak. Jadi nggak salah kalo Ayah berharap bisa cepet punya cucu dari kita, mengingat gue anak tunggal. Jadi kalo bukan anak dari gue, anak dari siapa lagi?" Ujar Axell lagi.


Dira mengangguk membenarkan apa yang Axell katakan dan Axell memang benar dalam hal ini. Tapi untuk memiliki anak di saat sekarang ini, apa itu mungkin bisa Dira penuhi dalam waktu dekat? begitu pikir Dira.


"Tapi gue nggak mau maksain keinginan ayah sama Lo. Dengan Lo yang udah bisa Nerima status pernikahan kita aja gue udah seneng. Karena sekarang... Gue udah mulai bisa nerima keberadaan Lo di sisi gue." Ucap Axell yang masih betah menutup matanya.


'Apa tadi, gue gak salah denger, kan?' Batin Dira.


Tangan Axell terulur untuk menggenggam tangan Dira dengan mata yang masih terpejam. Sementara Dira yang merasakan tangan kekar yang sedang menggenggam tangannya pun melihat si pemilik.


Axell yang tahu kalau Dira sedang menatap kearahnya pun kembali berkata. "Biarin tetap begini, Dir! Gue butuh energi buat Meeting besok. Semangatin gue sebagai suami lo!" Ucap Axell meminta.


Dira baru ingat, kalau tadi mertuanya meminta Axell untuk ikut serta dalam acara Metting di kantor besok.


Awalnya Dira membiarkan Axell untuk menggenggam tangannya tanpa membalas genggaman tangan dari Axell. Tapi, hanya untuk beberapa detik saja. Dira yang tadinya hanya pasrah di genggam itu pun berusaha melepaskan genggaman tangannya dari tangan Axell.


Axell yang merasakan tangan Dira terlepas dari genggamannya pun hanya menarik salah satu sudut bibirnya. Dira tak mau di sentuh, begitu pikirnya. Tapi Axell salah. Tangan Dira yang tadi sempat terlepas itu kembali terulur menempelkan telapak tangannya pada telapak tangan Axell dan menautkan jari jemari mereka.


Axell yang merasakan genggaman tangan Dira pun akhirnya membuka matanya dan menatap Dira.


"Biarin tetap begini, kak."


.


.


.


*Gimana nih, guys? apa yang kalian mau sampein buat Axell sama Dira? Dan apa pendapat kalian?

__ADS_1


*Komen di bawah ya!! Dan jangan lupa likenya juga!! 😘


__ADS_2