Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
35. Ajakan? atau perintah?


__ADS_3

Drrtt... drrtt...


Baru saja Axell akan menyusul Dira untuk sarapan, tapi salah satu ponsel yang tergeletak di meja kembali bergetar.


"Lo duluan!" Pinta Axell pada Dira yang berada tak jauh darinya.


Dengan cepat Axell meraih ponsel yang bergetar itu. Dan lagi, ternyata yang bergetar lagi-lagi ponsel milik Dira. Tapi bukan Arfen yang menelpon,


📲 Nayla is Calling...


Axell menarik satu alisnya seakan bertanya ada apa Nayla menelpon Dira sepagi ini. Baru saja Axell akan menggeser tombol hijau, tiba-tiba telepon dari Nayla itu pun berhenti. Dan,


Ting...


Satu pesan masuk pada ponsel Dira dari nama yang sama.


📥 Nayla


Dir,


Lagi di mana?


Gue semalam ke apart lo tp lo nggak ada.


Kita jalan yuk!


Arfen ngajakin, nih.


Axell menarik salah satu sudut bibirnya. Ternyata dengan cara mengabaikan pesan dari Arfen di ponsel Dira tidak membuat lelaki itu berhenti. Malah dia meminta Nayla untuk mengajak Dira pergi bersamanya.


"Sorry, Dira bakal sama gue seharian." Lirih Axell tanpa berniat membalas pesan dari Nayla tersebut.


...***...


Di meja makan,


"Axell mana nak? Kok belum turun?" Tanya Ayah Marvellyo.


"Tadi lagi angkat telpon, Yah." Jawab Dira sopan yang langsung mendapat anggukan kepala dari Ayah Marvellyo.


"O iya, nak. Ada yang mau Ayah tanyakan sama kamu." Ucap Ayah Marvellyo sambil menutup koran yang sedang ia baca tadi. Dira menoleh ke arah Ayah Marvellyo dan bertanya, "Ada apa, Yah?"


"Selama Axell menikahimu, bagaimana sikapnya terhadapmu?" Tanya Ayah Marvellyo.


"Kak Axell baik kok, Yah." Jawab Dira sopan.


"Bener? Nanti kalau Axell jahatin Dira atau sampai bikin nangis, jangan sungkan bilang sama Ayah. Nanti biar ayah yang beri dia pelajaran!" Ucap Ayah Marvellyo lagi.


"Baik, Yah." Jawab Dira sambil menganggukkan kepalanya.


"Emangnya Axell ngapain, Yah?" Tanya Axell yang baru datang bergabung di meja makan.


"Sudah-sudah, ayo sarapan dulu." Ucap Bunda Resty.

__ADS_1


Bunda Resty mengambilkan makanan untuk Ayah Marvellyo begitu pun Dira juga mengambilkan makanan untuk Axell. Dira ingat nasehat yang di berikan oleh Mama Diva padanya sebelum menikah beberapa waktu yang lalu. Dimana dia harus berbakti dan selalu menyiapkan segala keperluan Axell. Termasuk menyiapkan makanan untuk Axell.


Melihat menantunya mengambilkan makanan untuk putranya membuat ayah Marvellyo dan Bunda Resty saling melempar senyum.


"Makasih." Ucap Axell saat menerima piring berisi nasi goreng buatan Dira tadi.


Dira hanya tersenyum tipis Sambil menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana rasa nasi gorengnya, Yah?" Tanya bun6da Resty pada Ayah Marvellyo.


"Enak, Bun. Tapi seperti ada yang beda." Jawab Ayah Marvellyo.


"Coba tebak, siapa yang masak!" Ucap Bunda Resty.


"Siapa, Bun? Bukan bunda ya, yang masak?" Tanya Ayah Marvellyo.


"Bukan. Ini masakan menantu Bunda, ya6h." Jawab Bunda Resty bangga.


"Benar, Dira?" Tanya Ayah Marvellyo pada menantunya.


"I-iya, Yah." Jawab Dira sambil menundukkan kepalanya.


"Wah... Bunda emang gak salah pilih kamu jadi menantu Bunda, sayang. Selain kamu cantik, baik dan sopan, ternyata juga bisa masak." Celetuk Bunda Resty memuji Dira.


"Enak lagi, masakannya." saut Ayah Marvellyo sambil mengunyah makanannya.


"Ah, nggak juga kok Bun, Yah." Jawab Dira merendah.


Mendengar apa yang di katakan oleh kedua orang tuanya itu membuat Axell menarik satu sudut bibirnya. Dalam hati, Axell mengiyakan apa yang di katakan oleh Ayah dan Bundanya itu. Selain Dira gadis yang baik, ia juga bisa masak, mandiri dan cantik.


Axell diam bukan karena ia tak ingin menanggapi apa yang dikatakan ayah dan ibunya tapi karena ia terlalu fokus dengan makanannya. s5ementara Bunda Resty hanya tersenyum menanggapi apa yang di katakan suaminya tadi.


"Bukan begitu, Boy?" Tanya Ayah Marvellyo.


"Iya, Yah." Singkat Axell sambil mengutak-atik ponselnya.


"Benar kan. Hahaha... Sudah Ayah duga." Ucap Ayah diakhiri dengan tawa pria paruh baya itu.


'Apanya yang lucu? Tadi Ayah ngomong apaan, sih?' Batin Axell


Jangan tanyakan kan ekspresi wajah Dira, ia kini menundukkan kepalanya karena malu.


"Tunggu, Yah! Tadi ayah ngomongin apa?" Tanya Axell ingin tahu.


"Sudah-sudah, ayo. Dilanjutkan dulu makannya." Titah Bunda Resty.


...***...


Selesai sarapan, kini Dira sedang bersantai di sofa ruang tengah sambil men-scroll akun media sosial miliknya.


"Lagi ngapain?" Tanya Axell yang tiba-tiba muncul dan berdiri di depan Dira.


Dira mendongak ke atas dan menjawab, "Nggak lagi ngapa-ngapain, kak. Kenapa?"

__ADS_1


"Kalo nggak lagi ngapa-ngapain, ganti baju, ikut gue!" Ujar Axell.


Mendengar apa yang di katakan Axell membuat Dira mengernyitkan dahinya bingung. 'Ini ajakan? atau perintah, sih?' Batin Dira.


Merasa Dira mengabaikannya, membuat Axell kembali bertanya. "Kenapa? Lo udah ada janji."


"Nggak kok, kak. Ya udah, aku siap-siap dulu." Jawab Dira sambil berjalan menuju ke kamar untuk ganti baju.


...***...


Kini Axell dan Dira sedang dalam perjalanan menuju ke d'AXE cafe. Meskipun Dira sudah beberapa kali datang ke sana, tapi ini kali pertamanya Dira datang bersama dengan Axell.


"Kita mau kemana, kak?" Tanya Dira ingin tahu kemana Axell membawanya.


"Lo temenin gue kerja hari ini. Mumpung hari Minggu." Jawab Axell santai.


"Kerja? Emang... Kak Axell kerja di mana?" Tanya Dira ragu. 'Bukannya udah kaya ya, kerja apaan emang?'


"Lo akan tau, nanti." Jawab Axell.


Setelah beberapa menit kemudian, mobil Axell telah sampai di kafe miliknya.


"d'AXE cafe?" Ucap Dira lirih sambil mengangkat sebelah alisnya. "Kak Axell kerja di sini?" Tanya Dira penasaran.


Bukannya menjawab, Axell malah berjalan satu langkah di depan Dira, "Ayo masuk!".


"Ck. Nyebelin. Sendirinya yang ngajak, kok malah kesannya kayak gue yang minta ikut." Gerutu Dira dalam hati.


Dira berjalan pelan di belakang Axell. Jarak yang tadinya hanya beda satu langkah, kini malah Dira berada beberapa meter di belakang Axell.


Axell yang merasa Dira semakin jauh akhirnya menoleh, "Ayok!" Titahnya.


Para karyawan di kafe yang melihat kedatangan Axell dengan seorang gadis pun bertanya-tanya, siapa gadis yang sedang bersama dengan bosnya itu? Bahkan ada banyak yang memuji kecantikan Dira.


"Widih.... si bos datang sama siapa 'tuh?"


"Mana?"


"Cewe cantik, Bro."


"Iya, gila, 'tuh cewek cantiknya kelewat batas."


"Ini nih bukan cantik lagi, tapi....."


"Sempurna."


"Definisi susah di gapai, Bro."


Begitulah kira-kira reaksi dari karyawan yang bekerja di d'AXE cafe yang kebanyakan adalah cowok. Axell yang mendengar apa yang mereka katakan tadi tiba-tiba merasa kesal. Tiba-tiba timbul rasa tak ingin mata para karyawannya melihat wajah cantik dari Dira berlama-lama. Axell lalu menghampiri Dira dan menggandeng tangannya.


"Tolong! Jaga mata, bisa?" Ucap Axell dingin dan berjalan cepat menuju ke ruang kerjanya.


Dira yang tak tau apa yang sebenarnya terjadi pun menjadi bingung, kenapa Axell tiba-tiba menggandeng tangannya.

__ADS_1


"Kak Axell, ada apa?"


__ADS_2