Andira & Axello. ( Dijodohkan )

Andira & Axello. ( Dijodohkan )
30. Kepergok.


__ADS_3

"Tunggu!" Cegah Axell lagi.


'Duh... Ada apa lagi sih?' Batin Dira kesal.


Sungguh Dira tak ingin berada di saat seperti ini. "Kenapa, kak?" Tanya dira sambil menoleh ke arah Axell.


"Salim dulu." Titah Axell pada Dira sambil mengulurkan tangannya. Tak urung menyambut uluran tangan dari Axell, Dira hanya menatap Axell dan tangannya secara bergantian.


Merasa Dira mengacuhkannya, Axell kembali menghela nafasnya pelan. "Huuhh... Dira, Salim! Cium tangan gue! Lo lupa? Gue suami Lo." Ucapnya lagi seperti tak ingin di bantah.


Akhirnya Dira menyambut uluran tangan dari Axell, dan mencium punggung tangannya.


"Udah, Gu-... Em... Aku keluar dulu." Ucap Dira setelah melepaskan tangan Axell. Cepat-cepat Dira keluar dari mobil sebelum Axell memanggilnya lagi.


Setelah kepergian Dira, Axell menampilkan senyum tipisnya. Senyum yang samar dan sangat tipis bahkan orang lain tak akan menyadari kalau Axell tengah tersenyum.


Tapi, di balik itu semua Axell maupun Dira tidak menyadari satu hal. Bahwa, ternyata ada sepasang mata yang menyaksikan interaksi keduanya sedari tadi dari belakang mobil.


Sebenarnya, orang itu tadi berinisiatif untuk menghampiri Axell. Tapi ketika dilihatnya Axell tengah memberikan uang ke arah seorang gadis, akhirnya ia mengurungkan niatnya dan malah mendekati mobil Axell untuk memastikan siapa gadis yang berada di mobil Axell tersebut.


*Nah, ke gep kan?🙈


...***...


Di kantin sekolah.


Dira, Melody, Nayla dan juga Zaki tengah menikmati makan siang mereka.


"Lo ngapain aja sih Dir, di Bandung?" tanya Melody ingin tahu.


"Iya, nih, sampe gak ngabarin kita juga!" Timpal Nayla kesal dengan Dira. Karena Dira tak mengabarinya kalau dia tidak meneleponnya dulu.


"Sorry, gue beneran sibuk. Selama gue di sana, gue jarang megang HP." Jawab Dira bohong. Mendengar jawaban dari Dira, Nayla dan Melody kompak menganggukkan kepalanya. Mereka pun langsung percaya tanpa menaruh sedikit pun rasa curiga pada Dira.


"Emang acara apaan sih, Dir?" Tanya Zaki yang ikut bersuara setelah dari tadi hanya diam menyimak ketiganya.


"Ada deh, Zak. Mau tau aja!" Jawab Dira santai yang di selingi tawa gadis itu.


"Tau, nih. Kepo Lo!" Cibir Melody pada Zaki.


"Lah... Lo juga kepo tadi!" Balas Zaki


"Udah, Stop! Kalo mau berantem jangan disini." Lerai Nayla.

__ADS_1


"Tau, nih. Pusing gue Nay, liat mereka. berantem mulu'." Ucap Dira memelas.


"Idih, sok melas Lo Dir." Cibir Melody pada Dira.


"Lah, emang bener kan, Mel? Lo berdua itu berantem mulu'. Nggak di kelas, nggak di kantin. k8alo ketemu mesti berantem. Nggue gak nyaman liatnya." Jawab yang Dira mengungkapkan pendapatnya.


"Siapa yang berantem?" Tanya seseorang yang baru saja bergabung dengan Dira dkk. Siapa lagi kalau bukan Verrel dan juga Axell yang baru datang entah dari mana.


"Nih, anak berdua." Jawab Nayla sambil menunjuk Zaki dan Melody mengunakan dagunya.


Verrel menganggukkan kepalanya, "Dari pada berantem, mending Lo berdua bersatu! Lebih enak kan." Jawab Verrel asal.


"Siapa yang bersatu?" Jawab Bastian yang tiba-tiba saja muncul dengan ibu kantin di belakangnya dan sedang membawakan 3 mangkok bakso pesanan Axell dkk tadi.


"Ini anak, berdua?" Tunjuk Nayla.


"O... Kirain gue sama Bidadari gue." Jawab Bastian seenak jidatnya.


Mendengar apa yang di katakan Bastian barusan, seketika membuat Dira dan Axell saling bertatapan untuk sepersekian detik. Dan,


"Ekhem..."


Verrel yang melihat Dira dan sahabatnya yang saling tatap itu pun berdehem. Sontak saja Dira langsung memutus kontak mata dengan Axell. Sementara Axell langsung melirik kearah Verrel sesaat dan kembali menatap Dira.


...***...


Setelah bel pulang sekolah.


📥 Kak Axell.


Langsung masuk mobil!


Dira tengah membaca isi pesan yang baru masuk di ponselnya. Diabaikannya pesan itu. Dira langsung memasukkan ponselnya kedalam saku dan bergegas menuju mobil Axell.


Tapi, siapa tahu. Ada seseorang yang diam-diam mengikuti Dira dan sialnya, Dira tidak menyadari hal itu. Ya, seseorang yang melihatnya keluar dari mobil Axell pagi tadi.


Axell yang ternyata sudah berada di dalam mobil lebih dulu langsung melirik kearah Dira saat gadis itu memasuki mobilnya.


"Lama banget, dari mana aja?" Tanya Axell pada Dira karena memang hampir satu jam Axell menunggu Dira tadi.


"Nunggu sepi, kak." Jawab Dira tanpa berniat menatap wajah Axell, gadis itu malah menatap ke luar jendela. Axell menggelengkan kepalanya pelan. Ia tak habis pikir dengan gadis di sampingnya ini. Bisa-bisanya ia tidak melihatnya disaat ia sedang bicara.


"Kalo ngomong itu, lihat lawan bicara Lo! Nggak sopan. Lo pikir, apa yang Lo liat di luaran sana itu, lebih menarik dari gue?" Protes Axell lalu mulai menjalankan mobilnya.

__ADS_1


*Idih, Axell kepedean.


"Ck." Dira berdecak pelan. "Gu- Aku nunggu keadaan sepi kak, Aku gak pengen ada yang liat aku waktu masuk mobil kakak." Jawab Dira Sambil menatap Axell sekilas.


Tak ingin menjawab, Axell mulai menjalankan mobilnya menuju pusat perbelanjaan seperti yang di katakan tadi pagi. Mengantarkan Dira belanja.


Sementara itu, jarak beberapa meter dari belakang, ada sebuah mobil yang mengikuti laju mobil Axell.


"Hallo, Ma?"


"(....)."


"Mesti sekarang ya, Ma?"


"(....)".


"Ok, Ma."


"Sial. Ok, Xell, kali ini lo selamat. Besok gak lagi. Gue penasaran, sebenarnya ada hubungan apa Lo sama 'tuh cewek?"


...***...


*Skip belanja, ribet.


Dira dan Axell sudah sampai di apartemennya. Keduannya meletakan barang belanjaan mereka di atas meja dapur. Setelah itu Dira bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Selesai membersihkan diri, Dira bergegas ke dapur untuk menata barang belanjaannya ke dalam kulkas.


Sementara Axell, ia sedang berbalas pesan dengan salah satu pegawai di kafenya.


Selesai menata barang belanjaannya, Dira memutuskan untuk tidur sebentar. Ia ingin mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Biasanya kalau sedang lelah seperti ini, penyakitnya itu akan kambuh. Dira tak menginginkan hal itu terjadi. Tanpa menunggu lama, Dira sudah terlelap dalam tidurnya.


Axell bersiap pergi ke kafenya, ada sesuatu yang harus ia kerjakan disana. Tapi disaat Axell memasuki kamarnya, di lihatnya Dira sudah tertidur.


"huuhh," Axell menghela nafasnya pelan. Sebenarnya Axell akan mengatakan pada Dira kalau dia akan pergi sebentar. Tapi dilihatnya gadis itu ternyata sudah terlelap, Axell tak sampai hati untuk membangunkan gadis itu.


^^^📤 Axarkn^^^


^^^Gue pergi bentar, ada urusan.^^^


Pesan yang Axell kirimkan untuk Dira, Berharap gadis itu membacanya nanti setelah ia terbangun dari tidurnya. Padahal Axell masih di kamar, laki-laki itu bahkan belum berangkat.


Tangan Axell terulur untuk mengusap lembut puncak kepala Dira. Sebelum akhirnya ia berjalan pelan meninggalkan Dira yang sedang tertidur.

__ADS_1


"Gue nggak lama."


__ADS_2