
Seorang cowok berseragam sekolah tengah duduk seorang diri di bangku taman SMA Bhakti Bangsa. Ia sedang menatap ke arah gerbang sekolah yang masih terbuka dan memperhatikan setiap mobil dan motor yang masuk.
Terlihat satu mobil mewah warna hitam memasuki gerbang dan berjalan mulus menuju parkiran khusus. Beberapa menit kemudian tampak seorang gadis dengan rambut panjang yang di biarkan tergerai keluar dari dalam mobil. Disusul dengan seorang cowok yang keluar dari pintu kemudi beberapa menit kemudian.
Cowok yang tengah mengamati gadis dari kejauhan tadi nampak menghembuskan nafasnya pelan. "Huuhh... Dira."
"Kenapa, bro? Pagi-pagi udah nglamun... kesambet setan tau rasa Lo!" Cibir seseorang yang baru saja datang dan duduk di samping cowok tadi..
"Hati gue... Sakit Rel." Jawab cowok itu tak semangat.
Cowok tadi nampak mengerenyitkan dahinya bingung, "Emang Lo punya hati?" Cibir cowok tadi yang tak lain adalah Verrel.
"Ck, sialan Lo. Temen lagi sedih juga!" Protes cowok itu pada sahabatnya.
"Sedih kenapa sih, Bas? Cerita ke gue kalo Lo lagi ada masalah! Jangan Lo Pendem sendiri! Lama-lama bisa tambah gila Lo!" Ujar Verrel pada Bastian. Iya... Cowok tadi adalah seorang Sebastian Arseino.
Bastian nampak mendesah pelan, "Dira... Bidadari gue, Sekarang udah ada yang punya."
"Dira? Udah punya cowo maksud Lo?" Tanya Verrel memastikan.
Bastian mengangguk pelan. "Diem-diem dia udah jadian sama Axell... Berasa di tikung gue. Kek gak percaya aja gitu."
"Siapa yang di tikung, Bas?" Tanya Nayla yang baru saja datang.
Verrel menempelkan telunjuknya di bibir bermaksud agar Nayla diam. "Axell? Kapan jadian?" Tanya Verrel lagi.
Bastian mengangkat dua jarinya dan menunjukannya pada Verrel.
"Dua hari? Atau dua Minggu?" Tanya Verrel penasaran. Sebenarnya Verrel sudah tahu kalau Axell dan Dira memiliki hubungan tapi hanya sebatas pacaran yang ada di pikiran Verrel. Tapi untuk lebih tepatnya sudah berapa lama mereka mulai menjalin hubungan, Verrel juga belum tahu pasti.
Bastian menggeleng, "Dua bulan, anjir."
"Hah...? Dua bulan, Bas?" Kaget Verrel. "Kok Axell gak pernah cerita ke kita?" Verrel sedikit terkejut, mengetahui sahabatnya yang ternyata sudah dua bulan menjalin hubungan dengan gadis bernama Dira.
Verrel sempat berpikir hubungan keduanya baru beberapa Minggu mengingat ia sering melihat Axell dan Dira bersama beberapa waktu belakangan ini. Bahkan Verrel pernah dengan sengaja mengikuti keduanya, tapi karena ada telpon mendadak dari mamanya, Verrel menghentikan laju mobilnya mengikuti Axell dan Dira. Verrel pikir itu baru proses mereka pendekatan.
'Berarti waktu itu... Mereka udah jadian dong?'
Nayla yang tak tau apa-apa jadi bingung sendiri. Bastian merasa ditikung dan apa hubungannya dengan Axell yang baru jadian? "Ada apa sih, Beib?" Tanya Nayla pelan.
"Si Axell... Udah jadian sama Dira."
...***...
"Lo Kemaren kemana, Dir, Kok gak masuk? Tanya Melody sambil memakan baksonya. Kini keduanya sedang berada di kantin sekolah.
__ADS_1
"Perut gue sakit, Mel. Biasa." Jawab Dira sambil mengutak-atik ponselnya.
"O... Kirain..." Ucap Melody menggantung.
Dira menoleh, "Kirain apa?"
"Kirain Lo janjian sama kak Axell, sengaja gak masuk berdua." Jawab Melody yang memang berpikir kalau Dira sengaja tidak masuk sekolah karena tengah bersama dengan Axell. Mengingat apa yang di katakan Zaki padanya tentang Axell dan Dira. Melody sedang mencoba mencari tahu kebenarannya.
Tak menjawab, Dira hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Ada-ada aja lo, Mel.
"Tapi beneran deh, Dir. Gue sempat ngira kalo Lo sama kak Axell ada hubungan. Ngeliat cara dia Mandang Lo... Kayak ada manis-manisnya." Jawab Melody menyatakan pendapatnya.
"Lo kira iklan air minum, Ada manis-manisnya?" Cibir Zaki yang baru saja datang, entah dari mana.
"Nyaut aja, Lo? Ini urusan cewe. Lo cowo diem!" Protes Melody.
"Ok. Gue ganteng, gue diem." Jawab Zaki Mengpede.
Sementara Dira hanya tersenyum, melihat pertengkaran antara Zaki dan Melody yang sepertinya tidak akan pernah ada habisnya.
"Udah deh Lo berdua, kalo mau berantem jangan di depan gue, Gue bosen liatnya. Gak di kelas gak di manapun kalo ketemu... Bikin gue jengah." Protes Dira pada keduanya.
Tak lama kemudian, datanglah si Verrel dan sahabatnya, si cowok patah hati, Bastian.
"Nayla belum kesini, kak." Jawab Dira sambil menyesap minumannya.
"Ah masa'? Dia bilang tadi mau kesini, nemuin Lo." Tanya Verrel tak yakin dengan jawaban Dira.
"Lagi di toilet kali, kak." Sahut Melody.
Sementara Bastian, ia jadi agak diam sekarang. Melihat Dira saat ini membuat hatinya tambah sakit. Gadis itu telah menjadi kekasih dari sahabatnya. Mau tak mau, Bastian harus merelakannya.
"Lo kenapa, Bas? Sakit gigi? Diem-diem Bae, gak kek biasanya Lo!" Cibir Zaki melihat Bastian yang sedari tadi hanya diam.
"Lagi patah hati dia. Si Dira, bidadarinya udah jadian sama Sahabatnya sendiri." Jawab Verrel enteng.
"Udah gue kira sih, bakal kek gini kalo Lo tau, Dira pacaran sama Axell." Jawab Zaki sambil mengusap wajahnya yang di penuhi keringat karena habis makan bakso.
"Jangan bilang Lo udah tau dari lama, Zak?" Tanya Verrel pada Zaki. Sementara yang di tanya hanya mengendikan bajunya acuh. Ia enggan berkomentar.
"Lo beneran jadian sama kak Axell, Dir?" Ucap Melody menyela pembicaraan antara cowok-cowok tadi. Melody juga penasaran.
Dira diam, melihat Bastian seperti ini ia jadi tak enak sendiri.
*Kalo gak enak ya kasih kucing aja, Dira si Babas🤣🤣.
__ADS_1
Verrel yang melihat Dira diam jadi gemas sendiri, kenapa bilang iya susah banget pikir Verrel.
"Yaelah, Dir. bilang iya, gue udah jadian sama Axell, gitu kok susah banget, sih. Jelas-jelas si Babas liat Lo kemaren di apartemennya Axell. Sok-sokan gak ngaku. Ibarat maling... Lo 'tuh udah ketangkep basah." Protes Verrel.
Sementara Melody, ia hanya melongo melihat apa yang baru saja Verrel katakan. Ini secara tidak langsung membenarkan dugaanya sekaligus apa yang di katakan Zaki kemaren.
"Jadi kabar itu bener, Dir? Udah gue duga lama sih sebenarnya. Gue diem-diem sering perhatiin kak Axell dari jauh. Ia kek ngawasin Lo gitu." Cerocos Melody mengatakan apa yang selama ini dia lihat.
"Jadi Lo sering perhatiin Axell, Mel?" Tanya Verrel.
"Iya, kak. Kita semua kan tau, kak Axell orangnya kelewat cuek. Apa lagi kalo sama yang namanya cewe. Tapi, semenjak kak Axell pernah nolongin Dira pingsan beberapa bulan lalu, Kak Axell jadi sering merhatiin Dira diam-diam... Menurut gue nih ya kak, kak Axell suka sama Dira udah lama." Jelas Melody.
Verrel mengangguk mengerti, apa yang ada di pikiran Melody sama persis dengan apa yang ada di pikirannya. Verrel juga sering mendapati sahabatnya itu tengah memperhatikan Dira diam-diam. Axell yang cuek saat teman-temannya bicara seketika akan merespon saat mendengar nama Dira.
"Jadi beneran dong Dir, Lo kemaren sama kak Axell?" Tanya Melody yang tak sabar menunggu jawaban yang keluar dari mulut Dira.
Sementara Dira hanya meringis, menampilkan gigi gingsulnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Gue ke toilet bentar." Ucap Dira lalu pergi begitu saja meninggalkan teman-temannya.
...***...
"Stop, Xell. Ada yang mau gue omongin sama Lo, bentar." Ucap seorang gadis yang menghentikan langkah Axell untuk keluar dari ruang OSIS.
Axell mengangkat satu alisnya, seakan bertanya ada apa? Kenapa tiba-tiba gadis di depannya ini menghentikan jalannya.
"Gue denger, Lo jadian sama Dira. Udah sejak kapan?" Tanya ya gadis itu.
"Kenapa Lo ingin tahu?" Tanya Axell balik.
"Karena Dira sahabat gue, gue gak mau Lo sampai nyakitin dia." Jawab gadis itu yang tak lain adalah Nayla.
"Yakin itu alasan Lo? Bukan karena sahabat Lo itu... Si Arfen?" Ejek Axell.
"Gue gak masalah Dira pacaran sama Lo atau sama Arfen sekalipun, selama Dira bahagia, gue pasti dukung. Yang jelas gue gak mau Dira pacaran sama orang yang salah. Gue mau Dira bisa pacaran sama orang yang bener-bener pantes buat dia. Bisa jagain Dira." Ucap Nayla menyalurkan apa yang ada dalam pikirannya.
Axell menarik salah satu sudut bibirnya, "Lo tenang, Dira aman sama gue."
.
.
.
*Gimana nih? Kasih tanggapan kalian dong! Menurut kalian, cerita aku ini gimana? Jangan cuma baca doang! Kasih aku kritik dan saran yang pasti membangun. Komen dibawah ya! Jangan lupa kasih Like and Vote, Biar aku jadi makin semangat up-nya. TQ .. & See you bye-bye...😘
__ADS_1