
Beberapa hari ini Niko selalu pergi bersama Satria menemui Merry tanpa sepengetahuan Orchid .
Tampak sumringah tiap kali akan bertemu maupun setelah bertemu Merry .Satria benar benar jatuh hati pada Merry .Ada saja yang mereka obrolkan ,tidak di chat tidak pula face to face ,,,Satria selalu memiliki cara memikat Merry .
Niko yang menemani Satria selalu jadi penonton setia yang tak beranjak dari duduknya.
Niat Niko menghindari Nita dengan pergi bersama Satria,tapi justru seperti nyamuknya di antara Satria dan Merry.
Sore itu di tengah obrolan disebuah cafe,Satria pamit ke toilet .
Menunggu pesanan datang Merry berfikir untuk mengulik Niko .
"Nik...apakabarnya Nita ?" tanya Merry membuyarkan lamunan Niko .
"ow dia baik." jawab Niko datar.
"dan Orchid ?" tanya Merry ingin tau.
"mmmm dia selalu sibuk dengan hidupnya." jawab Niko menunduk, menyembunyikan perasaannya pada Orchid .
__ADS_1
Kedekatan Niko dan Orchid adalah rahasia umum. Tidak ada yang berani mempertanyakan hubungan mereka yang sesungguhnya .Bahkan sahabat keduanya tidak bisa menjelaskan apapun tentang hubungan keduanya. Terlalu rumit untuk di mengerti .
"Nik,,,apa kamu berpacaran dengan Orchid ??" tanya Merry .
"tidak " jawab Niko singkat.
"tapi ku lihat kamu sangat dekat dengannya,,," sambung Merry .
"hmmm" Niko hanya tersenyum tipis.
"apa kamu tau?! di mataku kamu seorang play yang tidak mudah ditebak. Seleramu pada wanita pun tidak terduga,tapi ku akui...kamu sangat baik pada wanita, siapapun wanita itu.Nita beruntung memilikimu sebagai pacarnya." Merry menilai .
"terimakasih pujiannya ." senyum Niko menatap Merry.
Satria merasakan perubahan Niko dalam sesaat ,dimana selama tiga hari bersamanya dia hanya diam dan bicara seperlunya, tapi hari ini ketika Merry bertanya hal hal kecil padanya ada semburat senyum.
Tidak terasa sudah jam 7 malam,Satria memutuskan untuk mengakhiri pertemuan ini dengan mengantar Merry pulang ke rumahnya .Satria juga menyuruh Niko menunggunya di cafe itu untuk membicarakan sesuatu.
Sekembalinya dari rumah Merry ,Satria memasuki cafe duduk di depan Niko.
__ADS_1
"Nik, aku mau bertanya...jawablah sejujurnya." Satria nampak dingin .
"silahkan." singkat Niko .
"apa kamu mulai tertarik dengan Merry ?"selidik Satria.
Niko heran dengan pertanyaan Satria ,dan dia mencoba mengingat ingat kembali apa yang di rasakan ya ketika bicara dengan Merry .
"tidak, tadi aku hanya tergoda sesaat...mungkin karena aku sedang merindukan seseorang." tatap Niko pada Satria mempertegas perasaannya.
"jika kamu tertarik kita bisa bersaing secara sportif ." jelas Satria yang meragukan Niko.
"hmmm,,,tidak perlu Sat. Sampai kapanpun hanya Orlo yang bertahta di hati dan fikiranku.Aku akan slalu menunggunya,meski aku bosan aku akan tetap mencintai Orlo saja." senyum manis Niko terukir jelas tanpa kebohongan dimatanya.
"maafkan aku meragukanmu. " Satria tertunduk malu akan sangkaannya.
"tidak apa apa Sat, wajar jika kamu khawatir,,,aku tau Merry wanita yang pertama kali membuat hatimu mengenal cinta sesungguhnya.Berjuanglah ,,,dan berhati hatilah pada Alfred ." jawab Niko .
"ya kamu benar Nik, Alfred tidak pernah berubah .Perangai anak itu masih sama licik dari dulu. Dan kamu juga harus berhati hati Alfred mengincar Orchid mu." jelas Satria menepuk pundak Niko saling support .
__ADS_1
Mereka beranjak pergi dari cafe dengan motor mereka masing masing.
Satria langsung pulang sedangkan Niko menjemput kakaknya di sebuah cafe di depan kampus ternama di kota SL.